Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

VOTE NYA DONG...


AUTHOR SEBENARNYA SUDAH TAMATIN NIH NOVEL DEMI KALIAN KU BATALKAN DEH.


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


" ih mama apa sih,siapa juga mau mengeram yang ada jogging kali".Gumam Silvia kesal karena mama nya dari tadi memaksa dirinya.


Silvia kesal karena Lika dari tadi memaksa dirinya,padahal keadaan jantung nya kini sedang ajep ajep ria.Ia tak ada niat sama sekali untuk pergi, lagian Davin kan sudah kembali tak pergi lagi.


Jadi masih ada hari esok untuk bertemu ,tak perlu harus hari ini juga.Silvia sedang memutar otak agar,tak ada lagi paksaan dari mama terseyeng nya itu.


" Mams Via seperti nya masih lama deh, mama lebih dulu saja nanti Via nyusul. Lagian jalan ke Bandara kan masih sama belum di ganti juga ". Ucap Silvia masih dari dalam kamar mandi.


" Oh jadi kamu mau permainkan mama ya,ok girls tunggu di situ Mama yang akan mandikan kamu". Ancam Lika kesal.


" Aduh Mama nih kok sama anak sendiri nggak percaya sih, aku janji deh bakalan datang. Mama jalan lebih dulu sudah,temani tante Yuli dengan Om Dika.Aku janji beneran deh bakal nyusul kesana, jadi jangan ragukan anakmu ini lagi Ya". Bujuk Silvia dengan nada memelas.


Lika yang mendengar kesungguhan putrinya itu, terpaksa mengiyakan. Ia yakin Silvia tak mengecewakan dirinya, maka dari itu ia pun pergi tapi sebelum itu ia sudah memberikan ancaman yang mematikan.


"Ok Mama tinggal ya ,pergi lebih dulu.Tapi awas saja nona kalau sampai kamu berbohong ,siap siap saja kena amukan singa betina. Kamu pasti nggak lupa dong,gimana caranya singa betina nya ngamuk ". Tanya Lika pelan


" Ya elah ma ,tinggal pergi saja kok ribet nya minta ampun". kesal Silvia sedangkan Lika sudah tak berada di tempatnya, ia kebawah menyusul suaminya.


Di lihatnya Alan sudah bersiap untuk berangkat ,mau tak mau ia menyuruh Alan mengantarkan dirinya kerumah nya Yuli.


" Sayang kamu mau berangkat ,tapi tolong anterin aku kerumah Yuli.Kan ke kantor kamu,searah dengan rumah mereka ,jadi sekalian saja". Pinta Lika


" Lho bukannya kamu berangkat bareng Via "? Tanya Alan heran.


" Hemm biasa lah Pa ,anak muda mau nya jalan sendirian .Biar kalau mau melamun ,atau mau jingkrak jingkrak pun tak kan ada yang lihat". Ucap Lika malas.


""Haha kamu tuh Ya,kalau di tanya pasti jawabannya bakalan melenceng semua. Sudah ayo berangkat ,daripada nanti urusan nya bakalan tambah ribet. "Ajak Alan


Keduanya kini sudah berada dalam perjalanan menuju kediaman Hadiwinata ,tetapi sebelumnya Lika sudah menghubungi Yuli agar menunggunya.


Karena jalan yang di ambil sedikit sunyi,jadi tak terlalu lama mereka pun sampai. Alan tak bisa turun untuk menghampiri Sahabatnya itu, sebab ada urusan penting.


Saat Lika turun dari mobilnya ,ia melihat Yuli dan Dika tengah menunggu kedatangannya di dekat mobil mereka.Yuli menatap Lekat kearah lika,karena ia merasa seperti ada yang kurang.

__ADS_1


" Lho Ka menantu ku mana,kok nggak bareng sama kamu"? Tanya Yuli heran.


" Hemm biasa lah anak muda,malu malu tapi doyan". Sahut Lika malas.


" Oh gitu padahal aku pengen mereka ketemu secepatnya ,biar cepetan kita jadi besan". Ujar Yuli semangat.


" Alan nggak ikut Ka"? Tanya Dika


" Biasalah Bro,urusan perut jadi nggak bisa ditinggalkan ". Sahut Lika santai.


" Aduh manisnya suami kamu Ka,aku iri deh ".Yuli merasa bangga dengan Alan yang bertanggung jawab.


" Ehh Yang,kok jadi bangga sama Alan Sih,bukannya banggakan suami kamu sendiri "? Ujar Dika kesal.


" Roman nya ada yang lagi cembukor nih". Sindir Lika


" Aku cemburu sama Alan ,enak saja Ka kamu kamu kalau ngomong. Ya nggak mungkin lah,masa seorang Andika Hadiwinata cemburu sama Alan Andrew ". kesal Dika


" Ya tapi kan menyahut nya nggak perlu ngegas gitu juga kali, kamu lupa ya kalau anak kamu tuh cinta mati sama anaknya Alan Andrew "? Tanya Lika sambil tersenyum mengejek.


Wajah Dika langsung berubah pias,ia tadi sempat melupakan hal tersebut. Hatinya kembali cenat cenut membayangkan nya, ah Lika kamu mah tega mengungkit hal tersebut saat Dika tengah terbang melayang.


""Haha Ka coba kamu lihat wajah imutnya suami tampan ku ini, gemesin banget sih kamu Mas". Ujar Yuli sambil tersenyum.


Sedangkan Lika ikutan tersenyum melihat wajah frustasi sahabatnya itu, perdebatan antara keduanya memang sudah biasa terjadi. Oleh karena itu,saat berdebat tak ada perasaan serius saat mengucapkan nya.


" Hemm sudah lah aku sepertinya mulai sekarang harus terbiasa ,belajar jadi manusia paling sabar di dunia ini". Dika pasrah akhirnya mereka pun berangkat ,karena sekitar setengah jam lagi pesawat Davin akan mendarat.


Yuli tak mau anaknya menunggu terlalu lama,karena mereka yang terlalu lelet jalanya.


" Aduh aku penasaran lho Yul,gimana wajah Davin sekarang "? Tanya Lika


" Sama apalagi aku,kamu tau nggak aku semalam nggak bisa tidur pengen cepat pagi supaya bisa cepat ketemu jagoannya aku". Sahut Yuli antusias.


" Antusias sih boleh ,tapi suaminya jangan di lupakan juga kali Yang". Goda Dika


" Hehe maaf Suamiku sepertinya memang hal tersebut akan terjadi ,jadi jangan marah ya jelek tau lihatnya ". Balas Yuli


" Lagian kamu ada ada saja lho Ka,masa sama anaknya sendiri kok cemburu sih". Sindir Lika


" Hemm emak emak satu ini memang ya,hobinya sambar melulu ". Ketus Dika


" Ya iyalah aku ada kuping ya bisa dengar ,terus punya mulut gunanya apa kalau tidak di pake buat ngomong ". Sahut Lika


" Terserah anda semau anda nyonya Andrew ". Sahut Dika jengah.

__ADS_1


Setelah perjalanan yang memakan waktu kurang dari sejam,mereka pun sampai di Bandara terbesar di kota ini.Yuli sepanjang turun dari mobil,wajahnya sumringah senyum tak pernah lepas dari wajahnya.


Setelah menunggu kurang lebih lima belas menitan ,netra Yuli membulat melihat seseorang yang di tunggunya selama dua tahun ini.


Tak terasa air matanya pun keluar,ia sangat terharu karena akhirnya putranya kembali dengan selamat tanpa kekurangan sesuatu.


Davin yang melihat Mamanya tengah menatap kearah nya,langsung tersenyum dan mempercepat langkahnya. Ia ingin memeluk wanita yang sudah melahirkan dirinya itu,wanita pertama yang ia sayangi setelah Silvia.


" Mama". Panggil Davin


" Aha Avin nya Mama". sahut Yuli sambil merentangkan tangan Davin pun langsung mendekati dan memeluk mamanya.


" Avin kangen banget sama mama ". lirih Davin.


" Apalagi Mama,lebih kangen tau nggak "? Sahut Yuli.


" Ohh jadi papanya nggak di rindukan nih". Tanya Dika sambil memasang wajah pura pura marah.


" Ya rindu juga dong Pa". Ujar Davin sambil bergantian memeluk Papanya.


Setelah itu ia beralih menyalami Lika,yang dari tadi berdiri tersenyum kearahnya.


" Tante". Panggil Davin


" Heii boy welcome back". sahut Lika sambil memeluk Davin.


Setelah puas melepaskan Rindu,Davin merasakan ada yang kurang .Karena sosok yang ingin di lihat saat pertama pulang,sepertinya tak di sini.


Ia bahkan tak mempedulikan tatapan heran dari semua orang,karena sibuk memperhatikan sekelilingnya mencoba mencari sesuatu .


" Kamu kok nggak datang jemput aku,padahal aku sangat merindukan mu".Gumam Davin resah dalam hati.


Sedangkan seorang yang dari tadi di tinggal begitu saja,sangat kagum akan kecantikan dan ketampanan orang tua Davin.


" Pantas anaknya gantengnya kebangetan,cetakan langsung dari orangtua nya".Gumam Rino.


Yuli yang melihat jika Davin tak datang sendiri,memilih mendekati Rino yang terlihat masih canggung di antara mereka.


" Hallo Nak ,kamu bisa bahasa indonesia kan"? Tanya Yuli


" Bisa tante sedikit meskipun jatuh bangun, perkenalkan nama saya Rino tante , om"..Ucap Rino


" oh iya kami Mama papa nya Davin,panggil om sama tante saja ya".Pinta Yuli Rino pun menganggukan kepala pertanda mengerti.


Sedangkan Lika dari tadi tersenyum melihat Davin,yang sepertinya mencari sesuatu.

__ADS_1


l


__ADS_2