Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Episode 360


__ADS_3

GUYS...


Ini cerita lanjutan Rino dan Sarah serta Davin dan Silvia.


Tapi jangan lupa dong sama Empat sekawan,yang kocaknya tidak akan lekang oleh waktu.


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Alan segera berlari keluar kamar Dika sebelum tuh singa mengamuk,karena ia tahu cara Dika marah marah yang sukanya melakukan sesuatu yang diluar batas.


"Sayang ayo kita pulang yuk!" teriak Alan dari lantai dasar.


"Hei tunggu kau,aku belum buat perhitungan denganmu!" Teriak Dika tak mau kalah.


"Astaga kalian ini kenapa sih,sukanya bikin keributan.Lama lama telinga ku bisa lepas,bisa tidak sadar diri sedikit?" Gerutu Yuli kesal.


"Tapi Sayang dia sudah menghina suami mu ini lho,masa harus aku diamkan nanti kebiasaan." tolak Dika.


"Woii bocah kami pulang dulu,ingat pesanku jangan coba coba kamu menggangu cs ku lagi tiap malam!" tekan Lika sambil menatap tajam kearah Dika.


"Husss sana pergi bila perlu jangan datang lagi,apalagi dengan membawa suami brengsek kamu itu!" usir Dika.


"oh gitu ya,awas saja kamu ya kalau ada apa apa biar nelpon aku datang sampai keok jangan harap aku datang!" Gerutu Lika lalu segera pergi dari situ.


Dika hanya mendengus kesal,sungguh julukan yang sempurna pasangan gesrek aneh bin ajaib.


"Kamu juga jangan gangguin aku,karena sekarang jam tidur kalau kamu mau ganggu aku bakal sleding kamu!" kesal Yuli lalu segera tidur tak peduli bagaimana ekspresi wajah suaminya itu.


Dika merasa bingung mau berbuat apa,karena semua orang pada minggat masa iya dia duduk bingung kaya emak emak kalah arisan.


"Aku ngapain ya,biar dikit ada kegiatan daripada duduk bingung?" Gumam Dika.


"cuci pakaian sana biar ada kegiatan!" Perintah Yuli yang matanya setengah terpejam.


"Yang kira kira dong,masa suami seorang pengusaha terkenal disuruh nyuci. Apa kata bawahan ku nanti,bosnya jadi babu dirumah sendiri?" Sahut Dika sambil bergidik ngeri.


"Eh orang itu kalau dirumah,tidak ada namanya pengusaha atau pengamen semuanya sama saja derajatnya." gerutu Yuli.


"Yang tega amat sih sama suami sendiri,bukannya disayang sayang atau apalah itu eh malah diajak berdebat?" Rajuk Dika membuat Yuli ingin muntah.

__ADS_1


"Terserah kamu saja aku nggak peduli,ayo cepetan sana keburu nggak kering!" Perintah Yuli sambil terus memejamkan matanya.


"Huh,punya bini kok gini amat ya?Masa bukan disayang atau dicium begitu,malah disuruh ngelus cucian kotor." gumam


Yuli sebenarnya ingin tertawa ngakak,akan tetapi ditahannya saja.Dirumah yang sebesar itu memang tidak ada Art hanya tukang bersih bersih dua hari sekali,karena sama saja apa yang mau dibersihkan dan dimasak jika hanya dua orang saja yang tinggal.


Sementara itu disebuah Kafe ternama,duduk seorang gadis cantik yang tengah menanti seseorang sambil sesekali melihat jam ditangannya.


"Nih orang kemana lagi,awas saja kalau sampai tidak datang bakal kuhajar sampai keok." gerutu Sarah.


Orang yang ditunggu ternyata sedang bersama seorang wanita cantik yang katanya tersesat,aktingnya sungguh memukau membuat siapa saja dengan mudah tertipu.


"Tolongin aku dong pliss,aku bingung ini ada dimana padahal tadinya mau pulang kerumah!" ucap Wanita itu dengan wajah memelas.


"Aduh saya sebenarnya orang baru,jadi bingung juga mau kemana?" tolak Rino.


"Tapi saya butuh sekali bantuannya Kak." Bujuk Wanita itu lagi.


"Saya lagi ditungguin pacar lho!" Sahut Rino karena sedikit ngeri dengan tatapan wanita dihadapanya.


"Saya boleh dong diajak ketemu pacarnya,saya janji bakal tenang tidak ngapain supaya kalian bisa bebas ngobrolnya!" Bujuk Wanita itu lagi.


"Aduh kapan bisa dekat dengan ayang,kalau selalu ada gangguan begini?" Gerutu Rino dalam hati.


"Ayolah Kak,bantuin aku dong!" Bujuk Wanita itu lagi.


"Hemm kamu rumahnya dimana sih?" Tanya Rino memastikan.


"Namaku Ike,ayo jalan!" Sahut Ike yang tidak sesuai dengan pertanyaan Rino.


"Nih orang saraf atau apa ya,ditanya apa eh jawabannya apa?Ibarat kata Emak,jauh panggang daripada api." gumam Rino pelan.


Kini mereka sudah menuju ke Kafe tempat Sarah menunggu seperti kucing tunggu ikan,pokoknya ia sudah menyiapkan kata kata yang begitu indah saat Rino datang.


"Bule kampret,awas saja kamu ya aku bakal bikin perhitungan kekamu!" Gerutu Sarah kesal.


Tak berselang lama orang yang ditunggu datang juga,akan tetapi apa yang disampingnya menjadi fokus nya Sarah.


" Kenapa dia datang bawa gandengan,apa ini yang dia mau katakan tadi?" Tanya Sarah dalam hati.


Rino was was melihat tatapan horor dari Sarah,ia tahu kesalahan bertubi tubi yang telah ia lakukan. Mulai dari datang terlambat,setelah itu bawa lagi anak gadis orang.

__ADS_1


"Haii,kamu udah lama ya?" Tanya Rino basa basi.


"Belum lama sih mungkin kira kira dari waktu indonesia masih dijajah,jadi hitung saja berapa jam yang sudah kubuang ditempat ini?" Sinis Sarah.


"Aku boleh duduk?" Tanya Ike yang dari tadi memegang kuat tangan Rino walau pria itu sering menepisnya.


"Boleh!


"Nggak boleh!" Sahut Sarah dan Rino berbeda.


"Karena Babang ganteng ngomongnya nggak boleh,jadinya Ike nggak jadi duduk deh!" Sahut Wanita sok bocah itu sambil tersenyum.


"Hueeekk,aku mau muntah!" Sindir Sarah akan tetapi ditanggapi serius oleh Rino pria itu kelabakan mencari air putih.


"Ayo minum dulu,kamu kok bisa pake muntah segala?" Tanya Rino tak habis pikir.


"Ya elah nih orang nggak peka banget sih,udah tahu ini semua karena Bocil disampingnya itu eh pake nanya bego lagi?" Gerutu Sarah dalam hati.


"Kalian mau nagih utang atau apa hem,dari tadi berdiri terus nggak pake duduk segala lagi!" ketus Sarah.


Rino pun segera duduk,Ike yang jiwa centilnya kemana mana tiba tiba langsung duduk dipangkuan Rino.


"Eh kamu ngapain duduk disini?" Tanya Rino tajam.


"Hehe maaf Bang,soalnya aku kepo gimana sih rasanya dipangku abang tampan." goda Ike membuat Sarah jengah.


"Nggak ada manis manisnya." sindir Sarah sambil menatap tajam kearah Pasangan yang berada dihadapanya itu.


"Eh apa urusannya manis sama aku?" Tanya Ike kesal.


"Wow bocah ngambek." sindir Sarah santai.


"Bang,kamu kok diam saja sih kenapa nggak belain aku?" Tanya Ike pura pura merajuk.


"Kamu itu kenapa jadi banyak bicara sih,tadi katanya bakal diam kenapa malah jadi bawel?" Gerutu Rino Kesal.


"Kapok kau siapa suruh cerewet banget jadi cewek?" Batin Sarah yang tersenyum penuh kemenangan karena Rivalnya keok.


"Ishh dasar tante tua menyebalkan,bisa bisanya Abang tampanku malah belain dia?" Sungut Ike dalam hati.


"Kamu udah pesan makan?" Tanya Rino halus.

__ADS_1


"Udah kenyang malah lihatin kalian!" Sindir Sarah yang entah kenapa dari tadi bawaanya sensi melulu.


"Ya sudah kita pesan makan untuk berdua saja gimana?" Tanya Ike yang sengaja memancing emosinya Sarah.


__ADS_2