Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 245


__ADS_3

HAI HAI HAI JANGAN LUPA LIKE N KOMEN NYA YA ...**NITIP VOTE NYA JUGA YA GUYSSS...


EDODOEEE NIH VOTE DEH MACAM TAMBAH TENGGELAM KA...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS...


LANJUT**...


" Jangan terlalu memujiku Din, nanti aku terbang nya ketinggian, kalau jatuh kebawa kan sakit".Canda Ella


" memang kenyataan kok, siapa yang tak kenal dengan desainer Ella handoyo.Cantik, pekerja keras dan single mom yang paling kece badai". Goda Dina


" Haha, aku jadi malu". Sahut Ella.


Lika senang karena Bunda dan mama mertuanya cepat akrab.Dan keduanya sangat saling menggoda, bahkan tak terlihat kecanggungan di antar mereka.Mereka terlihat seperti sahabat bukan seperti besan.


Jason pun sama ia merasa bahagia dengan apa yang terjadi di hadapan nya kini.


Ia menatap ke arah kekasih nya, yang sedang duduk dan tersenyum kearah kedua wanita paruh baya tersebut.


" Aku sangat beruntung memiliki mu, kamu hadir di saat aku sedang patah hati.Di saat aku gagal move on, di saat aku harus berbesar hati melihat wanita yang kucintai lebih memilih pria lain". Gumam Jason dalam hati.


Lika yang merasa di tatap, memalingkan wajah dan tatapan nya bertemu dengan manik mata Jason.Lika mengangkat kepalanya, menyirat kan pertanyaan kepada Jason.


Jason hanya menggelengkan kepala, ia membalas dengan senyuman kepada kekasih hatinya.Dina yang melihat perbuatan anak mereka hanya tersenyum, ia jadi ingat masa mudanya dulu.


"Kamu sekarang lagi memiliki kesibukan apa Din"? Tanya Ella


" Mmm biasa lah, ibu Rt". Sahut Dina


" Oh jadi mas Samuel ketua Rt toh"?Tanya Ella


Dina mengeryitkan kening nya, pasalnya Ella tak konek dengan maksud dari ucapan nya tadi.


" Ya ampun La, kamu kok bisa berpikir Mas Samuel ketua Rt, hahha mana mau dia tiap jumat minggu teriak warga buat kerja bakti". Ledek Dina sambil menahan tawa menatap suaminya itu.


Samuel menahan kekesalan nya kepada istrinya, bukan nya meluruskan jalan pikiran Ella, ia malah ikutan mengejek nya.


" Huft, bukan nya di jelaskan malah di tambah bumbu, jadi tambah lengkap deh".Gerutu Samuel


"Haha, kalau papa pak Rt, artinya aku anak nya Rt dong". Sambung Jason


" Diam kamu, dasar anak tak ada akhlak". Bentak Samuel ke arah Jason


" Maaf pa, janji aku bakalan tutup mulut". Ucap Jason sambil menunjukan jarinya berbentuk v.

__ADS_1


Sedangkan Ella yang dari tadi sebagai penonton, merasa bingung.Memang nya apa yang salah dengan ucapan nya tadi, sehinggga ketiga anggota keluarga erlangga tersebut tertawa begitu.


" memang nya tadi aku salah ngomong ya, sampe kalian merasa lucu seperti itu"? Tanya Ella dengan nada kebingungan.


" Maksud aku tadi itu ibu rumah tangga,bukan ibu Rt". Jelas Dina sambil tersenyum kecil.


Ella langsung memukul jidat nya,ternyata otak lemot nya masih berfungsi.


" haha, maaf ya mas samuel aku jadi kepikiran kalo mas ketua Rt". Ujar Ella merasa bersalah, ia takut jika perkataan nya tadi membuat Samuel tersinggung.


" Tak masalah justru aku setuju dengan pemikiran kamu tadi, kaya nya aku harus daftar jadi ketua Rt, biar nyaho istri ku ini urus in mulut nya emak emak kompeleks". Sindir Samuel.


" Aduh makasih pa, tapi aku tak berminat". Sahut Dina


Begitulah keakraban yang terjadi malam ini, di kediaman keluarga Handoyo.Lika merasa bahagia, karena keputusan nya menerima Jason membuat Bunda terlihat sangat bahagia.


Ia jarang melihat Bunda nya tertawa lepas seperti semalam.Bahkan tak ada kecanggungan di antar mereka, seperti sudah mengenal lama.


" Ya Tuhan jagalah Bundaku selalu, jangan biarkan kesedihan di dalam hidupnya.Karena hanya ialah yang aku punya, semoga aku dapat membahagiakan nya". lirih lika


Flash back off^^


skip pagi hari di kediaman hadiwinata, di dalam kamar ada sepasang suami istri yang masih setia meringkuk di bawah selimut.


Dika semalam tidur sedikit terlambat, karena asyik memandangi wajah polos istrinya yang terlelap.Ia merasa bersalah,karena telah membentak nya dan tak mengerti dengan perasaan istrinya itu.


Dengan tangan Dika memeluk erat pinggang nya, ia yakin pasti semalam Dika pasti menggendong nya.Ia menoleh menatap wajah suaminya yang terlihat sangat lelah, dan seperti mempunyai beban pikiran.


Ia jadi merasa bersalah, kepada suaminya itu.Namun ia masih merasa kecewa, karena suaminya itu marah sampai membentak nya.


" Aku sayang kamu, tapi aku nggak suka dengan cara kamu menghadapi masalah.Selalu dengan emosi, bahkan kamu tak pernah memikirkan perasaan aku". Lirih Yuli, ia memutuskan mandi dan hendak keluar mencari udara segar.


Ia pun tak ada keinginan untuk membangun kan Dika, ia masih malas berbicara dengan nya.Yuli masuk kedalam kamar mandi, setela kurang lebih lima belas menitan ia keluar dan memakai pakayan nya.


Lalu Yuli turun kebawah, dan ia melihat satupun belum nampak.Mungkin hari minggu jadi semuanya ingin bermalas malasan di kamar.


Yuli sengaja tak memberi tahu siapapun, karena ia butuh ketenangan.Untuk mencerna apa yang ada di hatinya kini.


Yuli masuk kedalam mobil sport birunya, dan berlalu meninggal kan kediaman hadiwinata.Ia bahkan tak menyadari jika Alan tengah berjemur di halaman depan.


Alan menatap heran kedalam mobil, ia melihat Yuli duduk di kursi kemudi.


" Yuli sebenar nya mau kemana sih,apa dia kasih tau Dika atau nggak ya.Tapi lebih baik aku nggak usah ikut campur terlalu dalam masalah mereka, karena aku tak ingin membuat tambah runyam". Gumam Alan sambil menatap nanar kearah punggung mobil Yuli.


Yuli melajukan mobil nya ke taman kota, ia ingin nenghirup udara segar pagi.Sebelum polusi kendaraan merusak udara segar pagi, dan mengubah nya menjadi kotor.


Di taman kota tersebut nampak masih sepi, hanya ada beberapa pejalan kaki yang tengah menikmati udara pagi.Tampak juga para ibu hamil, yang sedang berjalan di temani suami mereka.Sekali kali suami mereka mengelus perut buncit mereka.

__ADS_1


Yuli pun tanpa sadar memegang perut nya, kapan sesuatu akan hidup di dalam sana.Bukan kah sebuah pernikahan akan lengkap jika ada kehadiran anak, namun itu semua tak lepas dari rencana Tuhan.


Kita Manusia boleh berharap, namun harus sadar.Karena semua itu adalah rancangan Tuhan, kita hanya boleh menjalani nya saja tanpa mengeluh dan selalu ingat berdoa.


" Ya Tuhan, apa aku salah jika merasa iri melihat mereka.Apa aku salah jika menginginkan kehadiran nya cepat di tengah kami, padahal pernikahan ini baru sebulan lebih". Lirih Yuli


( Jangan tanya ya, kenapa langsung sebulan lebih nikah nya.Karena Author tak mungkin kan susunin ceritanya satu persatu selama sebulan.Jadi author skip saja dehh)


Setelah puas berlama lama di situ, memutuskan ke rumah nya Lika.Ia sangat penasaran dengan sahabat nya itu,bagaimana soal kedatangan Jason dan orang tuanya semalam.


" Ah aku kerumah si cempreng ku dulu, kepo pingin lihat keadaan orang yang mau nikah". Gumam Yuli sambil melajukan mobil nya kerumah Lika.


Sementara itu di rumah Dika gelagapan mencari istrinya.Karena saat ia bangun dan meraba di samping nya, namun ia tak merasakan kehadiran Yuli sama sekali.


Dika langsung bangun dan hendak mengecek di kamar mandi, namun nihil di dalam nya kosong.Bahkan tak ada tanda tanda ada orang di dalam nya.


" Sayang kamu dimana"? Panggil Dika


Karena kunjung tak mendapat jawaban, Dika memutuskan keluar kamar.Dengan keadaan berantakan , bahkan rambut nya terlihat sangat berantakan.


Saat kebawah ia melihat semua sudah berada di meja makan,namun istrinya tak nampak sama sekali.Dika celingak celinguk mencari keberadaan istrinya itu.


" Heii kamu ngapain disitu, ayo sana mandi sekalian panggilin Yuli supaya sarapan". Ucap Rika yang kesal memandang penampilan anak nya pagi ini.


Dika mengeryitkan kening nya, apa maksud perkataan mama nya barusan.Bukan kah istrinya berada di bawah, apa mereka semua tak melihat nya.


Dika tak merespon perkataan mamanya itu,ia lekas menuruni tangga.Dan langsung menuju ke Taman belakang, ia yakin Yuli pasti berada di situ.Sebab Dika Tahu Taman belakang adalah tempat favorite Yuli, saat ia tengah kesal dan sangat lelah.


Namun nihil tak ada siapa pun disitu, bahkan katak pun tak ada.Dika mengacak rambut nya frustasi, ia bingung mencari istrinya kemana lagi.


Dengan langkah lunglai Dika masuk kembali kedalam rumah.Wajah nya terlihat frustasi dan cemas, bahkan pandangan nya kosong.


Dion yang kebingungan dengan sikap Dika pagi ini, akhirnya bertanya;


" Ka, kamu kenapa pagi ini, ayo sana mandi dan jangan lupa panggil Yuli". Tanya Dion


" Mmm kalian semua lihat Yuli nggak"? Tanya Dika pelan


Semua di meja makan menatap bingung kearah Dika.Bukan kah semalam Dika tidur dengan Yuli, tapi kenapa tanya kepada mereka tentang keberadaan Yuli.


"Kamu tuh pikun atau apa sih Ka? Istri kamu yah ada di kamar lah, masa di atap.Kamu tidur sambil jalan ya, sampai kasih pertanyaan aneh seperti itu"? Ujar Rika heran


" Tapi Yuli nggak ada di kamar". Sahut Dika bingung.


"Lho kok bisa, orang semalam habis nonton dia bilang akan tidur juga.Lagian saat mami bangun minum air, dia sudah tak ada di ruang tengah kok".Sambung Riani


" Dika nggak bohong mi, Yuli nggak ada di kamar.Dika sudah cari ke semua tempat tapi Yuli nya nggak ada".Sahut Dika lesu

__ADS_1


__ADS_2