Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 278


__ADS_3

HAII MAAF HARI INI AUTHOR LAGI SAKIT JADI INI SAJA SEMPATKAN WAKTU SEDIKIT BUAT NULIS...


MAAF JIKA MEMBUAT SEMUANYA MENUNGGU..


TAPI HERAN AKU KOK LIKE N KOMMEN NYA TAMBAH SEDIKIT YA...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS...


LANJUT...


" Aku cemas memikir kan kondisi Lika sekarang, hatiku tak tenang karena tak bisa dekat bersama nya apa lagi setelah kehilangan tunangan nya". Ujar Alan pelan.


""Jadi maksud kamu, Lika sudah bertunangan dan tunangan nya sekarang meninggal padahal mereka akan menikah bulan depan"? Tanya Sinta kepo


" iya Jason kecelakaan semalam dan tadi sudah di makam kan". Sahut Alan.


"mm jadi tunangan nya nama nya Jason, tapi aku boleh kasih saran tidak"? Tanya Sinta


" mm boleh kalau saran nya mendukung dan tak bikin pusing dan tak bikin bosan dan tak bikin telinga sakit dan tak bikin..


" Stoppp Alan Andrew, kamu tuh ya mau di bantuin tapi peraturan banyak sekali.Bukan nya terima kasih, tapi malah banyak protes". Kesal Sinta.


" Hehe maaf bu dosen, silahkan di lanjut kan saran nya". Alan cengengesan sambil menggaruk kepala nya.


" Ok sebelum ny aku minta maaf jika lancang,tapi bagaimana perasaan kamu ke Lika selama ini"? Tanya Sinta sebelum memastikan ungkap kan saran nya.


Alan pun terdiam, ia ingin memastikan perasaannya antara Yuli dan Lika.Ketika ia melihat Yuli dan Lika bersedih, hatinya akan sakit.Ketika ia melihat Yuli dan Lika bersama pasangan mereka, Alan merasa seperti ada yang lain di hatinya.


Memang selama ini, ia akui kalau sangat mencintai Yuli.Namun ia juga tak bisa berbohong jika ada sedikit rasa nya untuk Lika, buktinya saat Lika bersedih ia merasa seperti cemas ka sesuatu.


Alan pun berpikir, akan kah ia juga ada rasa kepada Lika.Dan sudah mengiklas kan Yuli bersama dengan Dika.Hati nya kini hanya mencemas kan Lika, padahal kondisi Yuli juga kurang fit.


" Aku merasa sedih Jika ia bersedih, aku merasa cemas jika jauh dari darinya di saat ia membutuh kan diriku, aku tak ingin air mata nya menetes hatiku sakit melihat nya". Ujar Alan sambil menerawang membayang kan wajah Lika.

__ADS_1


Sinta akhirnya sadar, jika sebenar nya Alan mencintai Lika.Namun Alan masih belum menyadari perasaan itu, Alan masih ragu akan hal itu.


" Ok fix, aku sudah mengerti apa sebenar nya perasaan mu pada Lika". Sahut Sinta sambil tersenyum.


Alan mengeryitkan kening nya, karena ia bingung dengan sikap Sinta yang seperti mbah dukun saja sok tahu.


"Memang nya menurut kamu, bagaimana perasaan aku ke Lika"? Tanya Alan.


"Aku tahu bahwa kamu sebenar nya kamu mencintai Lika lebih dari sahabat, aku tahu kamu menganggap Lika wanita yang berarti selain Yuli.Padahal katanya kamu cinta mati ke Yuli, padahal kamu sebenar nya juga mencintai Lika.INGAT CINTA HADIR KARENA KEBIASAAN BERSAMA, jadi kamu renungkan sebenar nya sekarang siapa yang ada di hatimu". Ucap Sinta sambil memandang lekat kearah Alan.


Alan pun hanya terdiam, ia tak bisa menampik perkataan Sinta tadi.Karena jika di pikirkan lagi semua perkataan Sinta semuanya benar dan sungguh terjadi.


" Jika kamu memang mencintai Lika, kembali lah ke sisi nya.Jagalah dia bahagiakan dia, temani dia saat ia terpuruk seperti ini, buat lah ia kembali merasa bahagia dan berpikir jika ia hanya sendirian di dunia ini". Sambung Sinta lagi.


" Tapi apakah kamu yakin jika ia mau menerima ku"? Tanya Alan memastikan.


" Hemm hanya itu saran ku, selanjut nya tergantung padamu bagaimana kau menunjukan perasaan mu padanya, dan berusaha agar bisa meraih cintanya". Ucap Sinta


" Aduh kamu tahu kan, aku trauma dengan namanya penolakan.Rasa percaya diri ku seakan sudah hilang, jadi aku ingin mengalir mengikuti alur nya saja". Lirih Alan.


" Heii dasar banci cap kaleng kaleng, bukan kah sebulan lagi Lika rencana nya mau menikah.Kamu tahu ia pasti sangat bersedih ketika mengingat saat itu, jadi mungkin tak ada salah nya jika dalam beberapa minggu ini kau tunjukan perasaan mu, agar hari pernikahan nya sebulan lagi tetap terjadi dan kau pasti mengerti kan maksud ku tanpa ku jelas kan". Sahut Sinta datar, sebab ia kesal dengan Alan yang otak nya lemot sekali.


"Bukan nya terima kasih malah nyolot, coba tadi aku nggak usah kasih saran supaya kamu duduk pikir seperti ayam kena penyakit". Umpat Sinta kesal.


Ia pun keluar dengan wajah yang cemberut, sementara Alan tak peduli.Ia duduk di sofa ruangan tersebut, dan termenung.Mikha sebenar nya dari tadi sudah terbangun,saat mendengar pembicaraan serius antara Sinta dan Alan.


" Lan, sini duduk di samping mama, mama mau ngomong penting sama kamu". Panggil Mikha.


Alan pun mendongakan kepala, ketika mendengar suara mama nya.Dan ia mengikuti apa yang di inginkan mama nya, untuk duduk di samping nya.


" Ada apa ma, mama mau ngomong apa"? Tanya Alan penasaran.


" Mama setuju jika kamu menikahi Lika, mama tahu jika dia gadis baik baik dan pantas di cintai.Raih lah hatinya buat agar dia jadi menantu mama, hapuslah kesedihan di mata nya.Mama yakin pasti dia adalah jodoh mu.". Mikha menjeda ucapan nya.


"coba kamu pikir lagi, kamu jatuh cinta mati sama Yuli namun ia menikah dengan sahabat mu Dika.Sedangkan Lika tunangan dengan orang lain, tapi gagal menikah karena tunangan nya meninggal itu artinya dari awal author sebenar nya ingin kamu menikah dengan Lika".Sambung Mikha lagi.

__ADS_1


Alan pun membenar kan ucapan mama nya, hati nya tersentuh karena mamanya merestui jika ia menikahi Lika.


" Makasih ma, aku janji bakalan segera bawa pulang mama ke indonesia.Agar mama bisa lebih dekat dengan Lika, dan agar aku bisa menjaga Dia". Sahut Alan semangat.


" Tapi bagaimana dengan Sinta,kita juga akan bawa dia kembali kan"? Tanya Mikha.


" Maaf ma, aku nggak bakalan ikut, karena aku betah disini dan aku yakin jodoh ku pasti ada disini di negri orang". Sahut Sinta yang tiba tiba muncul.


" eh enak saja, kamu tetap harus ikut mama". Mikha tak ingin di bantah.


" Ma, aku mohon ijin kan aku tetap disini, mama jangan khawatir ya aku bisa jaga diri kok". Pinta Sinta sambil tersenyum.


" Tapi mama nggak tega tinggalin kamu sendiri di sini". Lirih Mikha.


" Mama percayakan sama aku, if i the strong woman". Sahut Sinta


Mikha pun akhirnya menghembus kan nafas nya kasar, ia tak bisa membantah lagi karena melihat kemauan keras nya Sinta.


"Ya sudah terserah dari kamu saja, tapi ingat jangan pernah lupakan mama ya.Jika tak mau di bilang anak durhaka, terus kalau bisa cari suami yang bule asli ya bukan yang kw". Ucap Mikha pasrah.


" Ya sudah Sinta, aku bakalan kasih kamu apartemen yang sekarang untuk kamu tinggali.Dan juga bisnis kafe aku, kamu yang lanjut kan kelola, aku yakin kamu pasti bisa". Alan menimpali.


" Makasih big bos, tenang saja kelak kalau aku punya suami yang kasur nya pakai uang aku bakalan ganti bahkan dengan bunga, akar, daun dan batang nya sekaligus". Balas Sinta


Ketiga nya langsung tertawa, mendengar perkataan Sinta yang nyeleneh.


" Haha ok aku bakalan tunggu saat itu,ingat jika kamu bohong aku bakalan bayar debt colector untuk tagih hutang ke kamu".Goda Alan .


" Boleh juga, kalau kamu datang bawa penagih hutang itu harus yang seksi, body nya kekar dan so pasti bertato ya dan tampan sebagai bonusnya".Sinta menimpali.


" Haha Sinta kamu tuh ya, ada saja kalo ngomong nya". Mikha tak bisa menahan tawa nya.


" Hehe emang benar kan ma". Sinta tak mau kalah.


" Jadi ma, dokter selama aku pergi mereka bilang apa saja"? Tanya Alan ke mode serius.

__ADS_1


" katanya kalau kamu sudah kembali, temui dia dan bahas soal kepulangan mama". Kali ini sinta yang menyahut.


" Ya sudah aku keruangan dokter dulu ya". Pamit Alan


__ADS_2