
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ****
Dika ingin membicarakan hal yang serius kepada Davin ,karena ia tak ingin anaknya itu menjalani suatu hubungan tanpa kepastian. Biarlah harga dirinya harus di pertaruhkan ,demi bisa mendapatkan Restu dari Alan.
" Nak ada yang ingin kami bicarakan,bisa kita ke ruang keluarga sebentar. Rino kamu juga boleh ikut kok,ayo kita kesana". Ujar Yuli sambil menggandeng dua jagoannya itu.
Meskipun Rino bukan lahir dari rahimnya ,tapi Yuli sudah menganggap dia seperti anak nya.Apalagi Rino yatim piatu ,selama ini di besarkan oleh Om dan tante nya.
Bagi mereka sahabat Davin artinya anak mereka juga ,tak ada perbedaan dalam memberikan perhatiannya.
"Jadi aku juga harus ikut nih,apa lebih baik aku disini saja"? Tanya Rino yang merasa tak enak hati
" Hemm tante sepertinya berubah pikiran,panggil Mama saja seperti Davin biar enak kedengarannya ". Sahut Yuli
" Oiya dan satu lagi mulai dari sekarang ,pembicaraan atau apapun dalam rumah ini harus melalui kamu dan Davin juga tentunya. Jadi jangan merasa malu atau bentuk apa itu,karena kamu dan Davin adalah anak kami juga".Dika menimpali.
" Hehe makasih Ma Pa,dan terlebih untuk mu My brother karena mau menjadi sahabatku dan mengijinkan ku untuk ikut disini ". Ujar Rino sambil tersenyum.
"Yoi Masama juga Bro,sepertinya mulai dari sekarang aku bakalan kekurangan kasih sayang karena terbagi denganmu". Sahut Davin sambil terkekeh ,keempatnya menuju ke ruang keluarga untuk membahas kelanjutan hubungan Davin dan Silvia.
Setelah mereka sudah duduk manis sopan tapi santun,Dika pun mulai berbicara dalam mode serius.Davin dan Rino serius mendengar kan,tanpa ada niat ingin menyela atau apapun itu.
" Vin Papa mau tau sebenarnya bagaimana perasaan kamu ke Silvia "? Tanya Dika serius
__ADS_1
" Perasaan Davin ke Vivin ,mungkin seluruh dunia sudah tau. Bahwa tak ada kata main main,dan hanya ingin bersenang senang .Karena Davin mencintai Vivin dari dulu kini dan nanti ,bahkan Davin serius ingin menikahi Vivin ".Ujar Davin terdengar ada ketulusan di dalamnya.
" Baik lah jika itu jawaban kamu,Papa sama Mama akan menemui Alan dan Lika di rumahnya nanti". Sahut Dika yang mana membuat Davin kesal,karena harapannya adalah malam ini memang orang tua nya menemui Alan dan Lika.
" Ya Pa kok nanti ketemunya ,Davin pikir malam ini juga masa di tunda lagi". Lirih Davin frustasi.
Dika ,Yuli dan Rino hanya tertawa melihat kegelisahan Davin ,yang terlihat seperti orang yang ngebet pengen kawin.
" Memamg nya kamu nggak mau puas puasin masa pacaran dulu". Tanya Yuli penasaran.
" Hemm ngapain pacaran Ma,orang Davin kenal sama Vivin nya saja sudah sejak masih masih jadi embrio kok.Lagian kalau pacaran nya sesudah halal,rasanya pasti lebih gimana gitu"..Ucap Davin
" Iya juga ya nak ,lebih enak kan udah halal mau di bawa kemana saja sesuka hati seingin hidup ". Yuli menimpali.
" Nah itu Mama tahu,jadi gimana bisa tidak kalau malam ini memang pergi minta restu nya orang tua Vivin". Tanya Davin memastikan.
" Ya ampun Vin ngebet kawin sih boleh ,tapi ingat itu anak orang lho bukan barang. Jadi tinggal minta langsung di kasih,Papa sama Mama kan masih harus ketemu secara pribadi dengan Alan dan Lika dulu."Sahut Dika geleng.
" Ih Papa tega nggak bisa mengerti dengan kemauan anaknya,Davin kan takut nanti Vivin bakalan di ambil orang.Kalian pasti sangat tahu betapa manisnya wanita ku itu,aku takut nanti akan ada lebah yang hinggap ". Ucap Davin yang terdengar lebay.
" Ok baiklah nanti malam Kami akan kesana,tapi kamu tinggal nggak boleh ikut"!Ujar Yuli.
" Lho mana bisa begitu Ma,aku kan juga kangen sama Vivin ". Sahut Davin tak mau kalah.
" Hemm pokok nya tidak boleh ,atau nggak akan mau buat menemui orang tuanya Silvia ". Ancam Yuli yang mulai jengah.
" Haiis Vin nggak usah lebay deh kamu,mau kawin saja repot nya minta ampun. Kalau seperti ini terus ,lebih baik Silvia nya untuk aku saja ". Ucap Rino yang sedikit kesal dengan tingkah lebay nya Davin.
"Idih enak saja kalau ngomong ,Vivin itu punyaku ,tidak untuk orang lain ". Ketus Davin
"eh jangan banyak komentar ,sana pergi car cewek jangan jadi kompor terus. Dari tadi permintaannya aneh aneh,memangnya mau nya apa sih sebenarnya ". Kesal Rino.
"Haha kamu pasti iri kan ,soalnya aku mau nikah".Ledek Davin
" ohh maaf Tuan aku masih mau bebas,belum mau terikat dengan hubungan apapun itu. Aku masih mau menikmati wanita asia,yang manisnya mengalahkan gula".Sahut Rino santai.
__ADS_1
Namun Yuli yang kesal karena perkataan Rino ,langsung memukul kepalanya. Yuli paling benci dengan pria yang suka mempermainkan wanita ,Yuli ingin anaknya menghargai seorang wanita.
" Awas saja kalau kamu gangguin anak orang ,Mama bakalan bikin perhitungan sama kamu .Enak saja kalau ngomong ,suka tak berpikir dahulu ". Kesal Yuli.
Sedangkan Rino hanya menggaruk kepalanya ,ternyata perkataan yang hanya main main malah ditanggapi serius oleh Yuli.Lagian mempermainkan seorang wanita ,bukan lah kebiasaan dari dulu.
...----------------...
Di kediaman Andrew Lika sedang mencari tahu ,sebenarnya apa yang Silvia dan Davin bicarakan saat mereka berdua meninggalkan Bandara.
Karena setelah sampai rumah Davin langsung memanggil Silvia Sayang,ia bingung masa bisa tiba tiba.Terus apa kah Silvia sudah move on dari mantan ,yang baru putus beberapa hari.
" Bisa tolong jujur sama Mama,waktu hanya berdua tadi apa yang kalian bicarakan "? Tanya Lika
" Ya ngobrol biasa saja ". Ujar Silvia salah tingkah.
" hemm kamu pikir mama langsung tua seperti ini,tidak pernah alami yang namanya Masa muda"?.Tanya Lika lagi.
" Hehe ya kak Avin ingin Silvia jadi pacar sekaligus istrinya, dia tak mau menjalani hubungan dengan main main dan ingin serius ". Sahut Silvia cengengesan
" Hemm terus kamu jawab apa tadi "? Tanya Lika penasaran.
" Ya aku jawab mau". Jawab Silvia lagi.
" Mama itu sebenarnya kepo,bagaimana perasaan kamu ke mantan kamu itu.Terus bagaimana juga perasaan kamu ke Davin ,dulu dan sekarang "? Sahut Lika
" Huft baiklah sebenarnya saat bersama Andra aku merasa nyaman ,karena sikap pengertian nya dia.Bahkan tak pernah melarang semua kegiatannya aku,tak terlalu overposesif seperti Kak Avin.Tapi jujur dari hati kecilnya aku,ternyata selama ini aku sudah menyukai dia tapi hanya mungkin belum sadar saja". Ucap Silvia.
" Jadi sekarang kamu akui kalau mencintai Davin ,bukan karena pelarian kamu dari Mantan kamu itu"? Tanya Lika memastikan.
" Ya enggak lah Ma,memangnya aku sejahat itu apa". Sahut Silvia tak mau Mama nya berpikiran aneh aneh.
" Terus kalau Davin seposesif itu ,apa kamu nggak merasa terkekang "? Goda Lika
" Nah itu yang sebenarnya aku suka,karena rasanya diperhatikan secara berlebihan itu terasa memang bahwa kita adalah orang yang sangat berharga ". Sahut Silvia sambil tersenyum.
__ADS_1