
HAI READER KU TERSEYENG JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Sarah sampai dirumah dengan wajah nya yang ditekuk,ia kesal karena mulut sopir taksi yang super super cerewet minta ampun.
"Dosa apa ya sampai tadi bisa ketemu orang tua menyebalkan seperti itu,kupingku bisa bisa lepas tadi." Sungut Sarah memasang wajah cemberut nya.
Eva yang sedang duduk santai diruang tamu menjadi bingung sendiri,bagaimana tidak anak gadisnya itu baru datang malah cemberut kaya baru habis di jambret.
"Woii muka kamu ke napa,kok bisa bisanya ditekuk jelek begitu?" Tanya Eva penasaran.
"Ah Mama nih jangan bahas lagi dong,aku lagi kesal nih!" Sungut Sarah.
"Lha memangnya kenapa,Mama kan kepo masa tidak boleh?" Tanya Eva heran.
"Mama tadi dari mana saja,masa aku ditinggal sendiri tanpa makanan lama lama bisa mati kelaparan." Tanya Sarah kesal.
"Haishh kamu itu memang keterlaluan,Mama tanya tadi tidak mau dijawab masa sekarang balik bertanya lagi?" sungut Eva kesal.
"Ma sekali kali lah mengalah sama yang masih muda,masa yang tua terus yang harus dihargai?" Ketus Sarah.
"Apa tidak kebalikan pertanyaan kamu itu,perasaan orang tua memang harus dihargai kan?" Tanya Eva sembari tersenyum mengejek.
Sarah hanya bisa mendengus kesal,ia tak ingin lagi berbicara jika nanti akhirnya hanya bisa mengundang emosi.
"Papa masih dikantor?" Tanya Sarah pura pura tak tahu menahu.
"Lagi meeting,oh iya hampir lupa kamu malam ini jangan kemana mana ya karena bakal ada tamu yang datang!" Ucap Eva terlihat wajahnya sangat serius.
"Tapi Mah,malam ini aku mau keluar lain kali saja ya!" Pinta Sarah pelan.
__ADS_1
"Urusan kamu yang lain kali saja,ingat jangan banyak karena ini semua juga untuk masa depan kamu!" Tegas Eva sambil menatap tajam kearah Sarah.
"Mah tolonglah jangan seperti itu,urusanku ini tentang masa depanku juga." Sahut Sarah tak mau kalah.
"Bodoh amat,yang penting ini malam kamu harus tetap disini.Persetan dengan segala urusan kamu itu,karena sekarang pergaulan gadis seperti kamu kebanyakan mulai menyimpang." Ujar Eva lalu segera menuju kedalam kamar.
Sarah hanya bisa mengacak gemas rambut,ia bingung dengan segala yang ada.Dan bagimana cara memberi tahu Rino,kalau rencana mereka tidak bisa terlaksana.
Apakah Rino mau mengerti dengan semuanya,atau malah melakukan sesuatu yang diluar dugaan.
"Ahhh Mama nih kenapa sih sama anak sendiri tidak ada manis manis nya,lagian pertemuan apa sih yang penting sampai aku harus ada juga?" Gerutu Sarah sambil menghentakan kakinya.
"Woii sana tidur ngapain masih disitu,istirahat siang biar nanti malam wajahnya glowing tidak bikin malu.Atau kamu mau Mama suruh pergi masak didapur,biar ada kerjaan tidak cemberut melulu?" Teriak Eva yang ternyata masih memantau kelakuan putrinya itu.
Masih dipantau belum ku beraksi,karena jika sampai itu terjadi bisa dipastikan kamu bakal teler.
"Mama,ayolah tolongin putrimu yang paling cantik ini,karena kalau tidak aku bakal menangis sepanjang haru!" Teriak Sarah agar Eva merubah pikirannya.
"Bodoh amat!" Ucap Eva sambil tersenyum mengejek.
Sarah hanya memasang tatapan membunuh,setelah itu ia pergi kedalam kamar agar bisa mengekspresikan kekesalannya.
Sungguh perbuatan wanita cantik itu tak ada cerminan keanggunan,bahkan terlihat sangat bar bar.
Mungkin mata Rino dalam posisi rabun jadinya tidak bisa melihat dengan Jelas,jadi mendapatkan pria bule tampan anggap saja sebagai rejeki nomplok.
"Ih nyebelin banget sih,masa aku pake acara kabur nanti kalau singa di rumah ini tahu kan bisa berabe." Ucap Sarah monolog.
"Aku bobo cantik saja deh,daripada tambah pusing." Sambung nya lagi dan memilih memejamkan matanya karena pusing.
Silvia dan Davin kini sudah berada dirumah orang tua Davin,karena Dika dan Yuli ingin membahas sesuatu yang penting.
Kalau Alan dan Lika jangan ditanya lagi,keduanya sudah ke kembali bekerja.
Berbeda dengan Dika dan Yuli yang setelah pulang dari rumah sakit,memilih kembali kerumah karena ada yang harus mereka bahas.
"Ma,Pa pulang nya sudah dari tadi kah?" Tanya Silvia yang baru saja sampai.
__ADS_1
"Eh Sayang sini,kami juga baru sampai kok.Eh iya kamu kok tumben kesini sendiri,biasanya kan bareng Davin?" Tanya Yuli heran.
"Mas Davin ada kok ,tuh lagi ke kamar mandi tadi ." Sahut Silvia sambil menunjukkan kearah toilet.
"Oh iya ya,soalnya Mama rasa aneh saja kalau kamu kesini tanpa membawa cecunguk itu." Sahut Yuli setengah tertawa.
"Papa gigi sakit soalnya dari tadi diam saja?" Goda Silvia membuat Dika hanya bisa tertawa karena mendengar godaan dari menantunya itu.
"Terus kamu mau nya Papa bilang Apa,harus bilang wow gitu nak." Goda Dika balik membuat semuanya yang berada diruangan itu hanya bisa tertawa.
Davin yang baru masuk ke ruangan tamu,merasa heran dengan suasana yang ada.
Dua sadar dengan tatapan penuh tanda tanya dari Davin itu,ia pun menemukan ide untuk mengerjai dirinya.
"Wah tadi kalian ketemu pria tampan dimana?" Tanya Dika sembari mengedipkan matanya memberikan tanda yang bisa dimengerti oleh Silvia dan Yuli.
Untung juga Silvia dan Yuli cepat tanggap,hingga perkataan Dika tadi tidak mengambang di udara begitu saja.
"Oh iya benar Pah,duh wajahnya tuh mirip Oppa korean Ji chang wool." Sahut Silvia sambil merinding.
"Ih Mama juga jadi pengen lihat deh,kalau tadi kasih tahu pasti Mama bakal ikutan." Yuli menimpali.
Davin dari tadi belum konek,ia masih mencoba untuk mencerna semuanya.
"Kalian bahas Apa,terus Yang kapan kamu ketemu pria tampan?" Tanya Davin penasaran.
"Ada deh!" Sahut Silvia.
"Kamu mau ku ikat kaki sama tangan biar tenang dalam rumah?" Tanya Davin dingin.
Nah hal ini lah yang paling di waspadai oleh Silvia,suaminya itu merupakan orang yang paling sulit di ajak bercanda.
"Coba saja kalau berani kamu berbuat seperti itu sama menantu kami,jangan menyesal jika tiap hari kamu bakal menangis darah." Sindir Yuli.
Silvia yang tahu jika suaminya itu sedang marah,langsung tersenyum dan mengelus pelan lengannya.
"Hei kamu itu kenapa sih jadi orang diajak bercanda nya susah sekali?" Tanya Silvia sambil geleng geleng kepala.
__ADS_1
"Kamu juga tahu kan kalau aku paling tidak suka kalau kamu bahas soal orang lain,atau memang kamu sengaja?" Tanya Davin datar.
"Etdah nih bocah memang keterlaluan sekali sih,masa hidupnya dibawah tegang terus sih." Kesal Yuli.