Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 405


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


***💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT** **


Kini kedua pasangan itu sudah sampai di kediaman Davin dan Silvia,tampak begitu sunyi karena memang hanya ada dua orang disitu.


"Ini ada orang atau tidak sih?" Tanya Sarah.


"Ada tapi biasalah lagi mengeram dalam kamar kayanya,ayo masuk saja lagian aku punya kunci rumah mereka terserah mau di bilang maling yang penting bisa masuk." Ajak Rino.


Sarah hanya menganggukan kepalanya pertanda setuju,karena masa iya harus berdiri jadi satpam di depan pintu.


Silvia dan Davin ternyata sedang senam kesegaran jiwa dan adil kecil,dan lebih parah lagi mereka melakukannya di dalam ruang tamu.


"Ahhh ya Sayang seperti itu,yeahh!" Desah Davin ketika Silvia melakukan fore play di bagian tubuhnya yang lain.


Untung Rino yang lebih dahulu melihat hal itu,langsung menghentikan langkahnya dan menarik Sarah kembali keluar rumah.


"Kurang ajar Davin,masa begituan di ruang tamu untung juga bukan Sarah yang lihat kalau tidak aku bakal bikin perhitungan ke dia!" Gerutu Rino kesal.


"Lho kita kok kembali kesini lagi,tidak jadi masuk kedalam begitu?" Tanya Sarah penasaran.


"Tidak jadi kita pergi ketempat lain saja,soalnya disini lagi terjadi gempa bumi dan tsunami!" Sahut Rino serius.


"Lho kapan kok aku tidak tahu?" Tanya Sarah penasaran.


"Beberapa detik yang lalu jadi sekarang ayo jalan,tidak usah banyak tanya!"Tegas Rino serius.


Sarah bingung karena tiba tiba Rino berubah pikiran seperti itu,padahal tadi baik baik saja.Lagian Rino yang ajak tadi kesitu,masa sekarang main pulang begitu saja.


"Kita mau kemana lagi?" Tanya Sarah penasaran.


"Kita ke Apartemen ku saja,soalnya aku capek ingin istirahat!" Ajak Rino.


"Tapi..


" Tidak akan terjadi apa apa,aku juga tahu batasan tidak mungkin macam macam ke kamu.Lagian kita juga mau halal,jadi apa susahnya kalau sedikit lebih boleh dong?" Tanya Rino sambil menggoda kekasihnya itu.


"Aishh aku pulang saja kalau begitu?" Izin Sarah karena takut jika nanti keduanya melampaui batas.


"Tidak boleh ya,kalau begitu kita ke Mall saja deh buat cek laporan mingguan ini!" Ajak Rino yang sudah tidak tahu harus membawa Sarah kemana lagi.


"Kamu tahu tidak kita yang model seperti ini kaya orang yang hilang tanpa tujuan sedikitpun,mau kesitu salah mau kesana salah pokoknya serba salah." Ujar Sarah sambil terkekeh geli.


"Ya sudah aku ajakin kamu buat ke tempat kerjaku saja kan beres,biar semua orang tahu siapa istri pemimpin mereka!" Ucap Rino berbangga diri.


"Widih artinya aku boleh dong beli perhiasan yang mahal mahal disana?" Sarah bertanya sebenarnya tidak serius hanya saja ingin menggoda Rino.


Akan tetapi tanpa dirinya sadari,Rino menganggap perkataan itu serius dan merupakan sebuah permintaan yang langkah.


"Boleh ambil saja sesukanya bila perlu yang mahal sekalian,karena aku pasti bakal membayar untukmu!" Sahut Rino percaya diri.


"Aduh aku tadi hanya bohong saja kok tidak serius,lagian untuk apa juga beli perhiasan mahal jika nantinya tidak di pake juga!" Tolak Sarah.


"Bagaimana kalau selesai aku bekerja kita cari cincin kawin,soalnya kan kita belum cari cincin?" Tanya Rino.


"Nah itu baru benar,ya sudah ayo cepatan jalannya kelamaan sekali kamu bawa mobilnya." Pinta Sarah sambil terkekeh geli.


Kini keduanya sudah menuju Mall tempat yang merupakan salah satu usaha yang di punya oleh Hadiwinata grup.


"Aku salut lho sama Papa sama Mama kamu,mereka itu ciri orang yang tidak pernah pilih kasih pada anak anak nya.Buktinya kamu lho yanh lanjutkan kelola HW Grup,dan Davin tidak ada iri atau apalah itu." Ucap Sarah yang tersentuh dengan ketulusan dari Dika dan Yuli.


"Iya kamu benar sekali mereka bahkan tidak segan segan marah ke Davin kalau salah,aku rasanya tidak percaya jika mereka adalah orang tua yang akan menikahkan aku dengan kamu." Lirih Rino.


"Kamu jangan terlalu keras kepala ya ke mereka,kasihan lho sudah setua itu tapi kamu bikin kesal terus!" Ujar Sarah.

__ADS_1


"Habisnya wajah kesal Papa itu sungguh menggelikan ya aku suka saja,tapi tidak serius kok hanya ingin agar suasana tidak terlalu canggung." Jelas Rino.


"Iya aku paham kok kamu tenang saja,tapi lain kali lebih di pikirkan lagi ya!" Sarah berkata sambil tersenyum.


"Nah kita sudah sampai ayo turun,apa mau aku gendong begitu?" Goda Rino.


"Ogah nanti dikira aku lagi sakit keras begitu jadi tidak bisa jalan.Terus kesini buat pamit kesemua orang karena sedikit lagi mau koit." Tolak Sarah sambil mendelik kesal.


Rino hanya tertawa kecil saja melihat tatapan kesal dari Sarah,karena sungguh terlihat sangat menggemaskan untuk dipandang.



"Iya maaf hanya bercanda saja tadi jangan marah dong,apa tidak sayang sama tuh muka di teluk terus." Sahut Rino.


"Ya sayang lah muka itu aset berharga yang tidak bisa untuk di ganggu gugat!" Sahut Sarah.


Keduanya masuk kedalam sambil bergandengan tangan,membuat para pegawai wanita yang tergila gila dengan Rino merasa kesal kearah Sarah yang berhasil merebut pujaan hati mereka.


"Siapa sih wanita centil itu,pake tebar pesona segala bikin si tampan jadi kepincut kan?" Gerutu Bela yang merupaka wanita yang selama ini tebar pesona kearah Rino.


"Sayang kamu masuk ke dalam dulu ya,biar temani aku periksa berkas setelah itu kita pergi cari cincin kawin!" Pinta Rino di depan semua orang dan hanya di angguki oleh Sarah.


"Dan kamu Bela bawa berkas yang harus saya periksa ke dalam,karena sebulan ini saya akan cuti menikah.Oh iya untuk kalian semua perkenalkan ini Sarah Calon isteri saya,dan minggu depan kami akan menikah!" Jelas Rino setelah itu langsung menarik tangan Sarah agar ikut masuk kedalam ruangannya.


"Kayanya ada yang patah hati nih!" Sindir salah satu pegawai kearah Bela yang terlihat syok karena perkataan Rino barusan.


"Diam kalian,Dia itu baru calon belum sah jadi untuk apa khawatir?Lagian Awas saja kalian kalau sampai aku yang jadi istrinya,bakal ku depak kalian dari sini!" Sinis Bela tajam.


"Huh aku takut masa sih,coba saja kalau berani aku ingin melihat waktu kamu di buang dari sini?" Sinis mereka semua tak kala tajam pada wanita yang sok berkuasa itu.


Bela dengan emosi membawa berkas kedalam ruangan Rino,akan tetapi pemandangan di hadapannya membuat ia langsung mencengkeram erat kertas yang di pegangnya.


"Permisi Pak!" Ujar Bela.


"Oh iya letak kan saja disitu setelah itu buatkan minuman untuk dia!" Ujar Rino tegas.


" Sayang kamu mau minum apa ?" Tanya Rino pada Sarah yang sedang duduk di pangkuan nya.


"Apa saja boleh tapi kalau yang dingin boleh lah,terus sama Bakso mercon persis yang tadi ya!" Sahut Sarah membuat Bela menatap sinis kearah nya.


"Kamu kenapa masih disini,pergi sana dan jangan lupa pesanan dia tadi.Kamu harus sudah sampai setengah jam mulai dari sekarang,kalau tidak ini hari terakhir kamu disini!" Tegas Rino tak mau dibantah.


"Baik Pak." Ucap Bela lalu segera pergi dari situ.


Bahkan lebih parahnya lagi ia saat sudah berada di luar ruangan Rino,langsung membuka highhels nya itu lalu berlari dengan kaki Ayam.


"Wah kok bisa sih calon nyonya Bos berlari seperti itu,masa iya disuruh jogging pake rok span?" Ejek mereka semua tapi tak dihiraukan oleh Bela.


"Bodoh amat apa kata mereka,lagian kalau gengsi masih ku jaga yang bakal bayar tagihan kartu kredit ku siapa?" Batin Bela.


Begitulah yang seharusnya ada dalam pikiran kita orang yang hanya makan gaji di orang,jangan pernah memaksakan diri untuk sama dengan orang yang terlahir dari piring dan sendok emas.


Sejauh apapun kita memantaskan diri untuk sama dengan orang yang lebih kaya,maka hal itu tidak akan pernah terjadi.


"Ya Tuhan kenapa aku tadi begitu bodoh ya sampe pasang muka seperti itu,nanti kalau Pak Rino sadar bakal lebih parah lagi?" Batin Bela lagi.


"Ih Sayang kamu tadi menggelikan sekali sih,tapi menurut aku dia itu cantik lho kenapa kamu tidak tergoda?" Tanya Sarah penasaran.


"Aku kan jodohnya sama Kamu saja?" Sahut Rino santai.


Flash Back On


"Sayang kamu lihat tadi kan wanita jadi jadian yang tadi ada di depan,yang ku suruh bawa berkas kesini?" Tanya Rino memastikan.


"Iya tahu,tapi kenapa dia kaya marah saat lihat aku tadi?" Tanya Sarah penasaran.


"Nah itu dia aku mau minta tolong supaya kamu mau aku ajak romantisan,supaya dia tahu kalau kita selalu bermesraan dimana saja agar dia juga tahu kalau aku ini milik kamu." Jelas Rino.


"Wah kenapa tidak,aku pasti dong bakal jagain punya ku tidak ada yang boleh mengambilnya dariku kapan saja." Sahut Sarah.


Flash Back off


Dan begitulah kejadian yang membuat Bela akhirnya Sadar jika Rino hanya milik Sarah saja,apa daya dirinya yang hanya sebutir debu saja.


"Kamu yakin kasih dia waktu hanya begitu saja?" Tanya Sarah bingung.

__ADS_1


"Yakin lah Sayang,sudah ah sini aku pangku lagi biar periksa berkasnya tambah semangat!" Pinta Rino.


"Enak saja aku takut nanti kamu kelepasan terus bakal berabe,kalau begitu kapan selesainya yang ada tambah molor." Sahut Sarah ketus.


Rino hanya tertawa kecil karena tahu jika memang Sarah serius dengan perkataan nya tadi,padahal Rino juga hanya bercanda saja syukur kalau di Aminkan oleh Sarah.


Sarah memilih memutar lagu sambil berbaring di sofa dalam ruangan itu,ia bahkan terlihat ikut komat kamit juga.


Kala kulihat kerlip bintang


Nan jauh di sana


Sayup ku dengar melodi cinta yang menggema


Tak terasa kembali gelora


Jiwa Mudaku


Kala tersentuh Alunan musik dangdut


Api asmara yang dahulu pernah membara


Hangat bagaikan ciuman yang pertama


tak terasa kembali gelora jiwa muda ku


kala tersentuh


Alunan musik Dangdut


Mendengar nyanyian dari Sarah tadi membuat Rino hanya bisa tersenyum,ia sudah tak asing lagi dengan salah satu musik khas orang indonesia itu.


"Sayang kalau kita nikah terus dangdutan gimana?" Tanya Rino memastikan.


"Yakin kamu kalau aku sih ogah,soalnya hanya sedikit saja penyanyi dangdut pakaiannya sopan kebanyakan seksi melulu."Sahut Sarah.


"Ya kita cari yang sopan toh,biar lebih ramai begitu." Sahut Rino.


"Pokoknya tidak mau Awas saja kalau kamu memaksa,lebih baik kamu nikah sendiri soalnya aku tidak mau!" Ancam Sarah.


"Aishh kamu nih aku kan hanya bercanda doang,jangan marah lah Sayang.Kalau aku tidak nikah sama kamu,terus aku nikah sama siapa?" Tanya Rino frustasi.


"Nikah sama Kuntilanak!" Ejek Sarah membuat Rino langsung bergidik ngeri.


Biarpun masih baru di indonesia ,akan tetapi ia tahu benar tentang kepercayaan takhayul itu.


"Lebih baik aku jomblo saja ih daripada nanti aku mati berdiri,terus kamu nikah sama orang lain aku mana rela." Goda Rino sambil tersenyum.


"Uh manisnya." Puji Sarah.


Rino kembali memeriksa berkas yang ada membuat Sarah kembali tidur,ia juga jaga diri lah tidak mungkin jadi murahan dalam satu ruangan dengan pria asing walaupun sudah status mau menikah.


Di lain tempat Davin yang sudah di tinggal pergi Silvia ke kamar mandi langsung pergi kearah pintu,ia yakin tadi pasti ada yang datang tapi siapa gerangan.


"Itu tadi siapa yang datang sih,jangan sampai mereka punya pikiran macam macam.Lagian Via ada saja masa hanya garuk kakiku saja kok harus mendesah?" Gerutu Davin.


Silvia terus saja memuntahkan makanan yang tadi sempat ia makan,padahal hanya sedikit saja tadi.


"Mah ini sakit sekali aku tidak sanggup lagi,kenapa begitu menyiksa begini sih?" Lirih Silvia pelan.


Davin yang baru masuk dalam kamar langsung melihat istrinya sedang duduk di lantai,wajahnya di penuhi keringat bahkan terlihat pucat sekali.


"Sayang kita ke rumah sakit ya?" Pinta Davin pelan.


"Aku tidak apa apa kok,hanya saja ingin muntah terus jadi nya lemas." Jelas Silvia.


"Tapi aku tidak tega kalau kamu harus seperti begini?" Lirih Davin sambil menggendong tubuh Silvia ke atas ranjang.


"Kamu pucat sekali Sayang,apa kamu infus dirumah saja?" Tanya Davin pelan.


"Ho ho maaf aku tidak berminat biar saja di kasih makan mangga muda,oh my god Honey benar sekali mangga muda." Ujar Silvia antusias.


Davin hanya bisa memaksakan senyuman di wajahnya,ia tahu bahwa sekarang memang musim mangga tapi apa mangga mudanya masih ada.


"Sayang tidak ada permintaan lain barang emas permata berlian begitu?" Tanya Davin berusaha membujuk Silvia agar berubah pikiran.

__ADS_1


"Big No My baby kalau kamu tidak mau lebih baik aku minta tolong ke Rino saja deh,soalnya punya suami tidak bisa di andalkan hanya bisa nyusahin doang!" Gerutu Silvia kesal.


__ADS_2