Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Davin meskipun raganya ada di rumah tapi jiwa nya pergi bersama kedua orangtua nya.Ia sangat cemas memikirkan mereka dirinya sangat penasaran.


" Ya Tuhan lancar kam segala urusan orang tuaku,agar berjalan lancar sesuai dengan kehendaknya "..Lirih Davin sambil mengusap wajahnya kasar


Sementara itu Dika dan Yuli dan dalam perjalanan menuju media Andrew ,sedang membahas soal tingkah dan pola Davin.kelihatan sekali kalau putra mereka sangat ingin menikah ,ia yang baru pulang kuliah jauh.


Langsung meminta untuk menikah,dan tak ingin melakukan hal lain lagi.Davin terlihat seperti orang yang sangat takut ,jika nanti suatu saat kehilangan Silvia lagi.


" Aku bingung loh Yang,seberapa bucin ya Davin sama Silvia "?.Tanya Dika


" hehe sepertinya tak bisa di ukur lagi,pasti bakalan melebihi apapun. Kamu lihat kan tadi ,kecemasan di wajahnya saat kita terlambat keluar kamar ".Sahut Yuli


" Hemm Iya juga sih yang ,semoga saja keduanya tak pernah alami kendala seperti yang pernah kita alami dulu ".Sambung Dika lagi.


"Aminnn semoga demikian ". Yuli menimpali.


Tak berselang lama sampailah keduanya di rumah keluarga Andrew ,memang tak terlihat sebesar rumah keduanya. Tapi disinilah kedua sahabat mereka tinggal ,Alan kini sedang menjalani bisnis Kafe dan dan Resort.


Sedangkan Lika bekerja sebagai dokter di rumah sakit milik Hadiwinata group ,bersama dengan Sahabat nya Yuli.


" Ahhh akhirnya sampai juga". Gumam Yuli dan tersenyum kepada suaminya.Sedangkan Dika mengusap pelan kepala istrinya itu ,karena selalu mengekspresikan perasaannya.

__ADS_1


" Ingat ya Sayang,jangan ngomong yang nggak jelas dan bikin suasana nya jadi runyam. Ingat ya kita datang mau minta anak gadis orang ,jadi bersikaplah sewajarnya saja dan tak berlebihan ". Ucap Yuli serius sambil menatap kearah suaminya itu.


" Iya Sayang percaya sama aku". Sahut Dika


Lalu keduanya turun dan bergandengan tangan menuju ke arah pintu depan ,ketika Salah satu Art melihat keduanya langsung membuka pintu.


Karena memang sedari tadi Art di suruh Lika menunggu di depan ,karena tak mau kedua sahabat nya menunggu.


"Silahkan masuk Tuan nyonya,ibu dan bapak sudah menunggu di dalam ". Sapa Art tersebut


Yuli tak terima atas panggilan yang di berikan oleh Art tersebut melayangkan protes,karena sejujurnya panggilan Tuan dan Nyonya sangat mengganggu indera pendengaran nya.


" Bik kan saya sudah bilang,stop panggil seperti itu kenapa tak sama kan dengan Lika dan Alan saja"? Pinta Yuli sedangkan Art tersebut hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Baik lah Ibu ,Bapak silahkan masuk". Sahut Nya.


Yuli dan Dika masuk kedalam mencari keberadaan yang empunya rumah,terlihat keluarga kecil Andrew sedang duduk di ruangan keluarga.


"Sepada I'm coming". Ucap Yuli sambil tersenyum dan mendekati Sahabat cemprengnya itu ,lalu memeluk gemas Lika.


"Ahh terseyeng ku ,cempreng ku,aku merindukan mu".Ujar Yuli


" Aku juga merindukan mu sahabat terseyeng ku,tercantik ku dan terparipurna ". Balas Lika


Lalu mengajak Yuli agar duduk di sampingnya ,antara dirinya dan Silvia. Sedangkan Dika menyapa Alan yang duduk di hadapan Lika ,yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Heii Bro apa kabar"? Tanya Dika


"Ohh Haii kabar baik ".Sahut Alan


Lalu keduanya duduk di hadapan Lika dan Yuli ,yang dari tadi sibuk berbincang. Seperti baru ketemu padahal setiap hari ,selalu ketemu di rumah sakit.


Namun yang namanya perempuan ,setiap bertemu pasti ada selalu yang di perbincangkan bahkan tak ada habisnya.


Sampai sampai orang di sekitar mereka tak di hiraukan sama sekali ,yang di anggap cuma angin lalu. Dika dan Alan hanya menggelengkan kepalanya ,melihat tingkah emak emak berasa ABG.

__ADS_1


"Nasib nasib punya istri sudah tak muda lagi ,tapi tingkah laku nya seperti Abg ". Gumam Alan yang masih bisa di dengar oleh Dika.


"Hemm aku sendiri juga bingung ,kenapa pembahasan mereka tak tahu habis nya ya.Memang nya sebenarnya apa sih yang mereka bahas,dari dulu sampe sekarang tak tahu habisnya ". Sambung Dika menimpali perkataan Alan tadi.


Yuli yang dari tadi melihat mulut Alan dan Dika yang komat kamit,membuat nya sangat penasaran. Apa yang di bahas kedua pria itu,kenapa mata keduanya mengarah kearah dirinya dan Lika.


" Heii anda berdua lagi ngomongin apa sih ,kok lihatnya sampe segitu nya"? Tanya Yuli penasaran


Dika dan Alan saling pandang ,ketika mendengar pertanyaan dadakan dari Yuli. Apakah wajah keduanya terlihat ,seperti sedang menggibah orang.


" Kita lagi bahas urusan para pria,jadi tak ada sangkut pautnya dengan kalian. So jadi nggak usah banyak kepo nyonya Dika ,karena itu rahasia tidak untuk di sebarkan ". Sahut Alan yang membuat emosi Yuli langsung mencuat ke permukaan.


" Kamu tuh Ya di tanya apa di jawabnya apa,bikin kesal saja ah kamu"? Ujar Yuli kesal


" Hehe Ka bini kamu hambak tuh,di bujuk dulu kenapa"! Goda Alan namun Dika hanya membalas dengan menggedikan bahunya.


Dika ternyata kali ini benar benar menjadi pria pendiam ,dan menjadi calon besan yang penurut. Ia takut terpancing dengan perkataan Alan dan terjadilah perdebatan yang tak bermutu.


" Sudah ah Yang,kamu tuh ya mulut nya remes banget"..Kesal Lika


Mereka semua bahkan seperti melupakan seorang gadis cantik ,yang sedang cemberut karena merasa tak di anggap. Ia bahkan terlihat sangat kesal karena para orang tua sikapnya seperti para remaja yang lagi pacaran.


Yuli yang sadar karena melupakan sesuatu,langsung menoleh ke arah sampingnya. Terlihat wajah cemberut milik Silvia ,yang sepertinya sangat kesal.


" Sayang kamu kenapa kok diam saja dari tadi "? Tanya Yuli


" Ya mau ngomong gimana tante,orang aku nya saja tak dianggap bahkan terlihat pun tidak ". Kesal Silvia.


" Hahha,, mereka semua menertawakan Silvia yang terlihat kesal sekali.


" Iya maaf anak Mama yang terseyeng ,tadi sedikit melupakan kamu". Ujar Lika sambil membelai wajah cantik anak nya itu.


Yuli pun sama mengusap pelan kepala Silvia ,ia sangat menyayangi gadis cantik di hadapannya kini.


" Maafkan kami Ya nak,jangan cemberut gitu dong nanti cantiknya luntur ". Bujuk Yuli sambil tersenyum.

__ADS_1


Silvia hanya membalas mereka dengan senyuman ,karena tadi sebenarnya ia tak terlalu serius merajuk. Biasalah orang kalau lagi ingin di perhatikan,melakukan apa saja untuk mendapatkan nya.


Alan bahagia melihat putrinya tersenyum ,ia sangat senang karena Silvia tak pernah canggung dengan orang di sekitarnya.


__ADS_2