Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Episode 218


__ADS_3

HAII AUTHOR BALIK LAGI NIH......JANGAN LUPA LIKE KOMENNN DAN VOTE VOTE NYA DONG KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...LOPE U FULLLLL HAPYY READING YA GUYS...


LANJUT


(maaf author lagi kurang sehat, jadi up nya agak lama.soalnya tangan author nggak mampu ngetik.maaf ya...)


" Ya memang Alan adalah anak yang baik, namun mungkin nasib baik belum berpihak padanya.Tapi mama yakin ia akan mampu melalui semua itu". Sahut Rika


" Iya ma benar sekali, dia sahabat terbaik ku meskipun mulut nya sangat tak ber akhlak". Sambung Dika


" Yap berhubung makanan nya sudah ludes semua, dan perut aku sudah kenyang.Ayo Bram kita tanding catur lagi, karena sebelum kamu pulang, harus ada rekor baru dariku". Ujar Dion penuh semangat.


"Baik lah bro, tapi maaf jika kalah lagi karena seperti nya kamu bukan tandingan ku". Ejek Bram


" Haha, papa kasihan deh, di kalahin terus.Udah deh kalau nggak bisa main, jangan paksa diri dari pada pikul malu, kan kata dilan itu berat". Sambung Dika


" Anak cabe rawit, mulut nya pedes banget.Bukan nya di dukung papa nya tapi malah di runtuhin semangat nya". Kesal Dion


" Maaf papa cabe rawit, maaf ya". Dika berpura memelas


" Hei kok papa yang cabe rawit"? Dion tambah kesal


" Pa aku kan anak nya papa, jika aku anak nya cabe rawit hahha artinya papa itu "..Dika tak jadi melanjut kan perkataan nya, karena Sion sudah mode serius.


" Ayo Bro, kita tanding sampe pagi."Ajak Bram


Kedua pria paruh baya tampan tersebut, sudah menuju keruang keluarga untuk berperang catur.


Dika yang bingung sendirian memilih ikut bergabung dengan papa nya.Namun ia hanya melihat sekilas, dan langsung sibuk dengan ponsel nya.


" Aduh sudah jam berapa ya sekarang, pokok nya malam ini tak boleh ada gangguan sedikit pun".Gumam Dika dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan Yuli bergabung dengan yang lain, ia duduk di samping Dika.Dika mengambil tangan Yuli dan mengecup nya berkali kali.Semua itu tak lepas dari pandangan nya Riani dan Rika.


Riani hanya tersenyum menanggapinya, sedangkan Rika ia memandang kesal ke arah putranya.Yang sok romantis, sampai tak tahu tempat.


" Hei bocah, cepat masuk kedalam kamar, mata mama sakit lihat nya". Kesal Rika


" Mama tuh bawaan nya sensi selalu, pa seperti nya mama haus akan hal romantis tuh ". Dika menggoda mama nya.


" Idih kamu tuh ya, kalau ngomong aneh aneh saja". Bantah Rika


" Haha, mama ku lagi malu ni ye.. Aku tak sanggup lihat nya". Kali ini Yuli yang balik menggoda Rika


" Issh Yul, kamu kok ketularan sama suami kamu sih"? Kesal Rika


" Ya iyalah kan kami adalah satu". Jawab Dika


" Iyess banget". Yuli menimpali


" Aduh sudah deh, Ni ayo kita nonton oppa tampan yuk". Ajak Rika


" Aku juga ikutan ah". Yuli menimpali


" Tidak sayang, aku tak mengijin kan ayo kita tidur.Soalnya selama kamu hilang, aku tak pernah tidur yang baik". Pinta Dika dengan nada memelas.


" Iya Yul, bener banget malah nih, dia hanya kurung diri dalam kamar seperti mayat hidup". Rika menimpali.


Yuli merasa iba melihat suaminya, ternyata mereka berdua sangat tersiksa.Jika berjauhan keduanya memiliki ikatan batin, yang tak bisa di pungkiri.


"Ya sudah sayang, ayo kita tidur aku juga sudah ngantuk.Semuanya kami istirahat lebih dulu ya" Pamit Yuli


"Iya sayang...

__ADS_1


Kini kedua pengantin baru itu, sudah menuju kedalam kamar.Dika sudah senyum senyum dari tadi, karena alasan nya berhasil.Dan membuat ia tak menunggu lama karena, saat ini ia ingin menuntaskan sesuatu yang belum kesampaian.


Sampai di depan pintu, Yuli dan Dika masuk.Dika langsung mengunci pintu, dan langsung menggendong Yuli, Yuli merasa tubuh nya seakan melayang.


Dan ia sangat terkejut dengan tingkah Dika, namun ia juga tak mungkin menolak nya.Karena bukan kah menolak suami adalah dosa, dan Yuli tak mau kalau itu sampai terjadi.


Yuli melingkar kan lengan di leher suaminya dan mengecup nya.Membuat darah Dika berdesir, karena perlakuan Yuli tersebut.


" Sayang kamu mau menggoda ku ya"? Tanya Dika dengan tersenyum.


" Iyesss". Sahut Yuli sambil mengedipkan matanya.


Dika tersenyum senang, karena istrinya tak kaku kepadanya.Ia senang karena Yuli mengerti dengan kemauan nya.Dika pun membaringkan tubuh Yuli di atas ranjang, dan menidih nya.


Ia memperhatikan wajah cantik istrinya, yang berada di bawah nya sekarang.Wajah cantik, yang membuat nya gila jika tak melihat nya sedikit pun.


" Aku sangat mencintaimu sayang, sepenuh hatiku, seluruh jiwaku".Ujar Dika parau seperti sedang menahan sesuatu.


" Aku ju


ga sangat sangat mencintaimu, bahkan seluruh nafasku, hidup ku hanya mencintaimu suami ku tersayang". Sahut Yuli di bawa Dika.


Dika pun mulai mencium kening, mata, hidung dan terakhir bibir Yuli.ia bahkan menyesap nya sangat kuat, Yuli pun merespon ciuman Dika, bahkan ia mengusap dada bidang suaminya.


Nafas Dika memburu, ia tak dapat menahan gairah nya.Ia langsung melepaskan pakaian yang menempel di tubuh nya dan Yuli.Hingga kini tubuh keduanya sudah polos, dan tanpa sehelai benang pun melengket di tubuh nya.


Dika mulai mencium kembali seluruh tubuh, bahkan ia banyak membuat tanda.


Yuli pun merasakan yang sama, ia juga sudah tak bisa menahan gejolak.Yuli pun mengeluarkan suara desahan, yang membuat Dika tak dapat menahan nya lagi.


" Sayang boleh ya"? Pinta Dika

__ADS_1


Yuli pun menganggukan kepalanya, pertanda setuju..


(Guys..maaf ya author harus masuk keruangan dokter..ini juga author sempatin nulis karena menunggu antrian)


__ADS_2