
HAII AUTHOR BALIK LAGI NIH..NUNGGUIN BELAH DUREN YA...
SAMA AUTHOR JUGA SAMA PENASARAN...
TAPI JANGAN LUPA YA,LIKE, KOMEN, N VOTE NYA YA YA YA...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS..
LANJUT...
Jason tersenyum tanpa ada rasa bersalah sama sekali.Ia sebenar nya dari tadi kesal, dengan mulut bawel nya, tapi ia masih menahan nya.
Nah saat Alan coba berbicara mesra kepada Lika,saat itu lah ide itu tercetus di benak nya untuk mengerjai balik.
" Ahhh, Jason brengsek apa yang aku lakukan pada ponsel ku".Bentak Alan sambil memandang ponsel nya yang bobo syantik dalam gelas kopi Jason.
Kebetulan Gelas kopi Jason, berukuran sedikit jumbo.Alhasil setengah bagian ponsel Alan, tercebur di dalam nya.
" Hanya memberi nya minum kopi sedikit, agar normal kembali tak gila seperti pemilik nya". Jawab Jason santai.
Alan mengambil kembali ponsel nya, dan memandang iba ke arah nya.
" Ah hilang sudah semangat hidup ku hari ini". Alan duduk sambil mengangkat ponsel nya tinggi.Dan terlihat air kopi tiris dari ponsel nya.
" Sudah jangan pasang wajah jelek mu itu, nanti akan membuat ku mau muntah". Ujar Dika
"Ah kalian itu tak mengerti saja, kalau sebeentar bidadari surga ku telpon gimana dong". Kesal Alan
"Tenang bro, aku tanggung jawab, aku akan belikan yang paling mahal dan keluaran terbaru".Bujuk Jason
" Nah itu baru betul, ok aku setuju lagian ponsel ku juga perlu di ganti". Sahut Alan senang.
Di dalam rumah, Yuli dan Riani serta Bram pamit ke Adam.Karena mereka akan kembali, ke kediaman mereka.
" Pa Yuli pulang dulu, tapi Yuli janji akan sering ke sini". Ujar Yuli
" Iya nak, suami kamu mana"? Tanya Adam
__ADS_1
" Di depan bareng papa marcel dan lain nya". Jawab Yuli
" Dasar menantu tak ada akhlak, bukan nya duduk bareng mertua tapi ini malah duduk bareng jomblo". Gerutu Adam
" Yuli panggilin Dika ya pa". Bujuk Yuli
" Hemm"..Sahut Adam
"Enak saja ni aki aki bilang anak aku tak ada akhlak.Untung juga besan, kalau tidak sudah ku balas perkataan nya tadi."gerutu Rika dalam hati
"Sayang kamu di panggilin papa tuh di dalam".Ucap Yuli
" Emang ada apa yang"?Tanya Dika penasaran
" Palingan di pecat jadi mantu"..Sambung Alan.
Plak
Dika menghajar kepala belakang Alan.
" Doa yang tak kan pernah tercapai". Ejek Dika
Yuli dan Dika berjalan kedalam sambil berpegangan tangan.Di sana mereka melihat orang tua mereka sedang duduk.
" Artinya papa marcel juga ya pa"? Tanya Yuli
" Yap itu juga salah satu nya". Ujar Adam
" Artinya papa juga dong". Skakmat jawaban Yuli pas dengan kondisi Adam sekarang.
" Aduh nak, jujur banget sih". Ujar Adam lemas
" Ya sudah tak usah di bahas lagi.Dika papa minta kamu jaga Yuli, jangan sakiti dia, cukup sudah dulu mama nya papa sakiti.Jadi papa minta kalian saling percaya,jika ada masalah bicarakan dengan kepala dingin"..
" Iya pa, aku janji bakalan jaga Yuli sepanjang hidup ku". Sahut Dika
" Sepanjang hidup apa, ingat ya jangan teledor kaya kemarin untung juga papa yang culik.Kalau orang lain, papa bakalan bikin perhitungan dengan kamu". Ujar Adam sambil menatap tajam ke arah Dika.
Sedangkan Dika hanya menggaruk kepalanya tak gatal.
__ADS_1
" Ingat anak muda, ini pesan terakhir dari papa, jika kau coba menyakiti Yuli.Papa akan bawa dia pergi jauh"..Ancam Adam
"Iya pa, aku bakalan selalu ingat pesan papa". Sahut Dika
" Ya sudah sekarang kalian duduk, papa mau bicara sama orang tua kalian". Ucap Adam
" Riani maaf kan semua kesalahan ku selama ini.Entah sadar atau tidak aku minta maaf.Riani Alviani di hadapan semua aku Adam Alvian suami mu saat ini juga menalak 3 ke kamu.Dan mulai saat ini kamu bukan istri ku lagi sekarang dan selama nya". Ujar Adam dengan nafas yang terdengar berat.
Jujur Air mata Adam ingin keluar, namun sekuat tenaga ia menahan nya.Ia tak menyangka wanita yang di cari nya selama belasan tahun , kini kembali ke hadapan nya.Namun bukan sebagai istri nya tapi menjadi mantan istri.
Riani menangis di hadapan Adam, sambil merangkul Yuli.Ia tak menyangka pria, yang dulu sangat di cintai harus berpisah.Namun itu dulu, sebelum Adam menghancurkan rasa cinta itu, dan kini ia telah menemukan kebahagiaan itu sendiri.Yaitu bersama pria yang ia cintai, seorang Bram richard.
" Terima kasih mas, maaf kan aku juga.Jika selama ini tak bisa menjadi istri yang baik untuk mu.Terima kasih juga, karena telah melepaskan ku dengan ikhlas". Lirih Riani
"Iya sama sama, Bro mulai hari ini kupercayakan dia padamu lagi.Kau tenang saja, aku tak kan mempersulit perceraian kami.Aku juga mau keliling dunia, mau berpetualang dan siapa tahu ketemu gadis cantik". Ujar Adam mencoba menghibur diri nya.
" Awas saja pa, kalau aku punya mama baru yang seumuran.Aku bakalan depak dia dari sini, dan bakalan marah besar sama papa". Ancam Yuli.
" Astaga, baru saja ngomong melangkah saja belum.Langsung dapat ultimatum dari ibu mentri, ampun bang jago"..Gurau Adam
Semuanya tersenyum, karena Adam bisa dengan mudah mengembalikan suasana.
" Ok bro, kita pamit sekali lagi aku minta maaf ya, jika punya salah sama kamu". Ujar Bram dan memeluk Adam.
Begitulah seharus nya menjalani suatu hubungan.Perpisahan bukan akhir dari segala nya, karena perpisahan adalah suatu awal baru kehidupan, untuk mulai menata kembali.
Pernikahan adalah bertemu nya dua orang dengan berbagai watak, dan pemikiran berbeda.Jika tak dapat di satukan lagi, sebenarnya bukan hanya perpisahan saja jalan keluar nya.Namun jika semua usaha sudah di lakukan, tapi tak bisa.Maka kuncinya satu yaitu mengikhlas kan saja, dari pada bersama tapi saling menyakiti, dosa nya lebih besar kan.
( Maaf kan author jika pemikiran kita berbeda, karena setiap orang kan punya sudut pandang masing masing)
Riani bersalaman dengan Adam, sebenar nya Adam ingin memeluk nya.Namun bukan muhrim nya lagi, mau tak mau Adam harus menelan kekecewaan.
" Mas aku pamit ya". Ujar Riani
" Iya kamu hati hati ya, ingat kalau Bram selingkuh bilang sama aku ya". Sahut Adam
" Emang kamu mau ngapain kalau dia selingkuh". Tanya Dion kali ini
"Ya aku ajak dia bagi bagi rejeki dong". Goda Adam.
__ADS_1
" Ih kamu tuh otak nya isi nya itu melulu.Udah ah kami pamit, sebelum nih orang meracuni pikiran nya mas Bram"..Ujar Riani kesal dan menarik Bram pergi
" Pa kami pamit ya, ingat jaga diri jangan sampai sakit, karena sudah tua bukan abg lagi"..Pesan Yuli memeluk papa nya