
HAII GUYSS JANGAN LUPA LIKE N VOTE NYA DONNGG
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...
MAMPIR JUGA DI KARYA TEEBARU AUTHOR...AKU WANITA TERHEBAT..
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT..
INI BONUS VISUAL NYA
YULI EVELYN
ANDIKA HADIWINATA
VISUAL ALAN ANDREW
( Bagaimana guys...Yuli cocok sama yang mana)
Riani dan Bram sedang dalam perjalanan menuju bandara.Namun sebelum nya ia telah menghubungi Alan agar menyusul mereka ke bandara.
" Mas, nanti kita tungguin Alan dibandara Ya"..Ujar Riani
" Iya sayang"..Sahut Bram Singkat
kini kedua suami istri tersebut, telah menunggu Alan di ruang tunggu khusus.Bram coba menghibur Riani agar jangan terlalu bersedih.
__ADS_1
" Sayang, kamu sudah makan belum"? Tanya Bram
" Aku nggak lapar mas". Sahut Rian
" Aku tahu kamu khawatir, tapi kalau Yuli tahu kamu seperti ini.Kamu tahu kan sifat putri kita seperti apa? Aku yakin dia bakalan ngamuk, karena aku tahu tingkah nya sama persis dengan maminya". Bujuk Bram di selingi dengan candaan.
" Iya juga ya mas, kamu betul sekali mas, tapi nanti saja.Aku mau hubungi mas Dion lagi, mau tahu kabar Yuli". Ucap Riani
Bram hanya menganggukan kepala, menyetujui perkataan istri nya tersebut.
Saat panggilan tersambung, Riani segera menanyakan kabar terbaru tentang Yuli.Namun lagi lagi kekecewaan yang harus Riani dapat kan .
Ia mematikan panggilan dengan wajah lesu.Bram tahu apa yang tengah di rasakan istri nya itu kini.
" Sayang, aku yakin Yuli pasti di temukan.Kamu harus optimis ya, karena hasil tak kan mengkhianati usaha.". Bujuk Bram memberikan semangat.
" Iya mas makasih". Ujar Riani memaksakan senyuman di wajah cantik nya.
" Siang om tante, maaf aku sedikit lama". Sapa Alan yang merasa tak enak hati
" Mama tak apa tante, lagian kondisi mama sudah membaik.Terus ada Sinta yang jagain mama,jadi aku tak perlu khawatir tinggal kan mama"? Jawab Alan
" makasih ya nak, karena kamu sudah meluangkan waktu kamu untuk mencari Yuli". Ujar Riani Tulus.
" Yuli sahabat saya tante, sudah sepantas nya saya juga merasa khawatir". Sahut Alan
" Iya nak, ayo kita berangkat". Ajak Bram
Kedua suami istri tersebut, berjalan sambil bergandengan tangan.Hingga siapapun yang melihat nya merasa iri.Di usia mereka yang sudah tak muda lagi, namun mereka tak pernah segan menunjukan kemesraanndi hadapan umum.
Namun mereka tak sadari jika dari tadi, kegiatan mereka di pantau oleh beberapa pasang mata.
" Tuan mereka sepertinya akan terbang kembalinke indonesia". Ujar Pria yang sedang memata matai itu.
" Bagus, tetap pantau.Jika benar mereka kembali ke indonesia, ku pastikan akan memberikan kejutan untuk mereka". Sahut Pria di seberang
__ADS_1
" Baik Tuan".Sahut anak buah nya.
Riani, Bram dan Alan kini ketiga nya telah berada dalam jet pribadi.Mereka akan melakukan penerbangan kembali ke Indonesia.
ketiga nya dalam pesawat duduk dengan pikiran masing masing.
" Kamu sebenarnya dimana sih nak?mama khawatir sama kamu, semoga kamu baik baik saja".Lirih Riani dalam hati.
" Yul, kamu di mana sekarang, aku sangat merindukan mu.semoga kamu cepat kembali, tapi aku sangat merindukan senyuman mu.Aku tahu perasaan ini salah, tapi namanya cinta, datang tak dapat di paksakan.Aku mohon kembali lah, aku merindukan mu"..Gumam Alan bermonolog Ria sambil menatap galeri foto yang terdapat foto Yuli.
" Apa ini semua ada kaitan nya dengan papa kandung nya Yuli? Tapi kalau iya, apa alasan nya, apa ia ingin membalas kan dendam"? Batin Bram
Tapi ia kembali menepis perasaan itu, ia hanya coba menebak saja.
Sementara Dika, yang berada dalam kamar, memandang sendu kearah foto istri nya.Ia menatap foto tersebut sambil mengusap nya, sungguh ia masih percaya dan tidak.
Suami mana yang tak terpukul, di tinggal istri pas lagi sayang sayang nya.Air matanya jatuh bagai air terjun, ia sudah tak dapat membendung lagi.Hatinya bagai di tusuk ribuan jarum, wanita yang sangat di cintainya, kini entah dimana dan bagaimana keadaan nya Dika tak tahu pasti.
" Sayang aku sangat sangat merindukan mu, aku mohon bertahan lah.Apa pun yang terjadi, aku akan menemukan mu, karena kau lah separuh hidup ku Yuli evelyn". Ujar Dika sambil tak beranjak dari depan foto Yuli.
Ia teringat, dirinya belum makan dari siang, sebenarnya ia tak ada nafsu makan namun karena demi Yuli ia rela melakukan nya.
" Aku harus kuat, demi Yuli, aku tak ingin Yuli cemas karena keadaan ku". ujar Dika bersemangat dan langsung turun kebawah.
Ia mengambil makanan dan mulai memakan nya.Namun makanan tersebut, terasa hambar di lidah nya, pasal nya selama ini ia selalu di layani oleh Yuli.
Namun dipaksakan memakan makanan tersebut,.dengan air mata yang teris mengalir.Dika kali ini tak ada sorot ceria di matanya, hanya ada rasa kehilangan yang sangat mendalam.
Rika memandang dari depan pintu kamar nya, ia pun ikut menangis.Ketika melihat putranya menyuapkan makanan di mulut nya sambil membersih kan air matanya.
" Maafkan mama nak, ini salah mama.Karena mama tak pernah mendengar kemauan mu, maafkan mama egois". Gumam Rika sambil terus memandang Dika.
Dika selesai makan meski hanya beberapa sendok, ia menyudahinya.Ia langsung kembali lagi kedalam kamar, dengan langkah gontai ia memasuki kamarnya
Jika biasanya, ia akan di sambut dengan senyuman manis.Namun hari ini tak terjadi sama sekali, Dika pun tak tahu,kapan ini akan berakhir.
__ADS_1