Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 394


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ****


Rino hanya bisa bertanya seperti itu tanpa bisa berbicara banyak,karena jika ia marah tentang suara cempreng Sarah bukankah tempo hari sudah ia katakan?


"Maaf tadi terlalu kaget,jadi tidak sadar teriak begitu!"Ucap Sarah tak enak hati.


"Tak apalah,aku tadi hanya kaget jadi belum siap tapi tenang lain kali aku bakal antisipasi kok." Sahut Rino membuat Sarah dongkol.


"Ohh kamu tega,memangnya aku apaan bisa bisa nya di antisipasi segala?" Gerutu Sarah.


"Aduh salah lagi kan?" Batin Rino sambil memukul pelan mulutnya.


"Maaf ya,mulut ini kadang sedikit bilang." Pinta Rino.


"Ya sudah aku matiin dulu ya,mau bobo cantik biar malam ketemu tamu tidak malu maluin." Pamit Sarah.


"Tunggu,tamunya cewek atau cowok?" tanya Rino pelan.


"Kurang tahu ya,soalnya Mama tidak kasih tahu." Jawab Sarah.


"Kalau kamu dandan cantik terus tamu nya cowok,aku nya bagaimana?" Tanya Rino sendu.


"Tenang,nanti aku kan bakal intip dulu kira kira tamu nya siapa nah kalau udah tahu baru deh aku siap siap." Sarah mencoba mengatakan sesuatu yang bisa membuat Rino tenang.


"Ya kenapa aku yang deg degan disini,padahal kamu ya mau ketemu orang?" tanya Rino pelan.


"Eh jangan lupa ya sebentar kamu juga bakal ketemu orang,awas saja kalau sampai cewek aku bakal tidak akan pernah mau ketemu kamu lagi." Gerutu Sarah.

__ADS_1


"Jangan gitu dong,masa aku menolak perkataan Papa sama Mama kan tidak enak hati begitu?" Bujuk Rino pelan.


"Terserah apa mau kamu,yang jelas aku tidak akan mau ketemu kalau kamu macam macam!" Ketus Sarah lalu segera mematikan ponselnya.


Tut


Rino hanya menatap Nanar kearah ponsel yang sudah dimatikan sepihak oleh Sarah,ia bingung harus bagimana sekarang?


"Ahhhh,kalau begini terus kapan kawinnya?" Oceh Rino mengacak rambutnya lalu membuang dirinya begitu saja diatas ranjang.


Sarah pun tak beda jauh dari apa yang dilakukan Rino itu,ia pun membanting dirinya diatas ranjang tanpa peduli yang bentuknya sudah awut awutan.


"Ih Om sama Tante kok bisa sih tega teganya kenalin Rino ke orang lain,tidak tahu apa aku kan juga pengen kawin?" Omel Sarah.


Sementara itu Eva sedang mengecek bahan makanan di dapur,karena ia ingin menyajikan hidangan terbaik untuk keluarga kaya dikota itu.


"Wah ini kayanya harus belanja lagi nih,baru si cunguk ini mau tidak ya aku ajak jalan!" Ucap Eva monolog yang sedang memikirkan kebiasaan putrinya kalau diajak belanja pasti selalu menolak.


Eva menuju kamar nya Sarah,karena mau tak mau ia terpaksa mengajak anak gadisnya itu.


Tok tok tok


'Sarah,ini Mama nak!" Ujar Eva dari depan pintu.


"Kita keluar belanja yuk,soalnya bahan makanan sudah habis nanti entar malam mau kasih makan tamu pake apa?" Ajak Eva.


"Kasih sayur kangkung sama ikan asin saja kan beres!" Balas Sarah.


"Keluar atau Mama dobrak!" Ancam Eva dengan suara cempreng nya itu.


"Etdah,Mama nih tega sekali apa apa main paksa,kalau begini terus lama lama bisa kabur Nanti!" Gerutu Sarah lalu membuka pintu.


"Kenapa sih tidak ajak bibi saja?" Tanya Sarah ketus.


"Enak saja kamu,gunanya anak apa hanya ngabisin makan sama uang?" Tanya Eva ketus.


"Haiiiss,Ma ayolah aku mau tidur bisa kan biarkan sejenak?" Tanya Sarah ketus.


"Bodoh amat,yang penting ayo siap diri sekarang jangan macam macam kamu ya!" Ucap Eva sambil melotot membuat Sarah mau tak mau menurutinya.

__ADS_1


"Kalau begitu tunggu aku ganti baju dulu deh,soalnya ini sudah bau apek !" Ucap Sarah akan tetapi langsung ditarik keluar oleh Eva,ia menatap kesal kearahnya.


"Tidak perlu ganti baju,kesana bukan buat cari suami tapi mau cari sayur!" Ketus Eva.


"Iya tapi kan malu Mah,masa anak gadis keluar rumah badannya bau keringat!" Omel Sarah.


"Nanti dipasar aroma nya malah lebih lengkap,ada macam macam jadi jangan alasan lebih dari seratus tiga lawan satu!" Ujar Eva lalu segera menuju mobil sambil memegang keranjang belanjaan.


"Katanya Istri pemilik perusahan,masa pergi belanja kelihatan kaya emak emak buruh kasar?" Ejek Sarah yang hanya sengaja menggoda Mama nya itu karena ia sudah tahu kebiasaan Eva kalau mau pergi belanja.


Eva tak pernah menuju ke Swalayan kalau mau belanja,karena baginya pasar adalah tempat sayuran segar berada.


"Oh jelas kita tidak perlu menunaikan pada semua orang apa yang kita punya,karena semua itu hanya titipan semata sewaktu waktu bisa diambil kapan saja tanpa kita ketahui.Lagian sejak kapan orang ke pasar itu bawa troly,pastinya akan bawa keranjang dong?" Sahut Eva santai sambil mengemudi mobilnya.


"Ya ya benar sekali,tapi Mama tumben hari ini cerdas padahal biasanya kan lemot nya minta ampun?" Tanya Sarah sambil tersenyum mengejek melihat wajah cemberut milik Eva itu.


"Anak kurang ajar,awas saja kamu ya berani nya mengejek orang tua!" Omel Eva.


"Haha,ciee nyonya Heri lagi marah nih ya uh tayang tayang." Goda Sarah lagi.


"Iya Nak godain Mama mu ini terus ya,lihat saja nanti malam kepo ah reaksi cunguk ini bagaimana?" Ejek Eva balik.


Sarah yang tadi tertawa senang,langsung bungkam karena kali ini benar benar kalah telak dari Eva.


"Ma sebenarnya siapa sih yang mau datang,penasaran lho apa Mama lupa orang kalau sangat merasa penasaran bisa sampai dibawa mati?" Tanya Sarah bingung.


"Hus,sembarangan kalau ngomong mati.Lagian mana bisa jadi kejutan kalau harus bilang sekarang?" Ucap Eva sambil berusaha menahan tawanya ketika melihat wajah cemberut milik Sarah itu.


"Mama ihhh,kenapa dulu harus punya Mama menyebalkan seperti ini?" Tanya Sarah penasaran.


"Karena Mama kamu ini orang tercantik diantara seribu wanita yang pernah ditemui oleh Papa kamu,jadi harus sabar saja tidak boleh mengeluh!" Ledek Eva.


Sarah sudah kehabisan kata untuk berbicara dengan Mamanya,karena dari tadi tidak pernah sekalipun diakui bahwa dirinya benar.


"Kenapa diam girl's lagi cari topik begitu?" Tanya Eva seraya tersenyum.


"Ah tidak lagi cari cara untuk kabur Nanti malam!" Sahut Sarah santai akan tetapi Eva menanggapinya serius.


"Kamu jangan macam macam ya,kamu pikir ini main main begitu?" Kesal Eva.

__ADS_1


"Habisnya aku tanya serius,eh Mama malah dengan senang hati meledek anak sendiri!" oceh Sarah kesal


"Sabar,Nanti malam juga pasti bakal tahu dan tidak akan menolak!" Sahut Eva ambigu.


__ADS_2