Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

Haii READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Melihat pesawat yang membawa putranya pergi ,Yuli pun mengajak Dika pulang.Dengan wajah yang sembab ,ia pun berjalan mendahului Dika.


Ia menatap langit Yang kini putranya tengah berada ,Yuli merasa Davin pergi dengan membawa separuh hatinya. Ia seperti belum ikhlas jika berpisah Dari nya,anak yang selama 26 tahun bersama nya.


"Langit ku titip dia bersama doaku,jagalah dia bersama nafasku ,antarkanlah dia bersama ikhlasku".Lirih Yuli dalam hati.


Dika yang kini tengah mengemudi ,hanya menatap iba kearah istrinya itu. Meskipun ia juga sangat bersedih ,tapi hati seorang ibu lebih terpukul. Seorang pria selalu bisa menempatkan dirinya ,agar tak terlalu berlarut dalam kesedihan.

__ADS_1


"Sayang jangan terlalu bersedih begitu ,karena hal tersebut bisa membuat langkah Davin jadi tak sesuai harapan.Karena masih ada yang terganjal ,jadi sudah ya jangan sampai dia pulang bawa menantu bule kan lumayan ". Dika mencoba untuk mencairkan suasana.


Yuli menatap tajam kearah suaminya itu ,karena ngomongnya ngelantur jauh .Bukannya mau menghibur ,malah bikin tambah pusing dan darah tinggi.


" Kamu tuh ya Mas,otak kamu tuh sebenarnya di dalam nya isi apa sih.Kok bisa bisanya bicara yang nggak jelas,bukannya menghibur malah mau bikin kita jadi tambah kesal". Ucap Yuli


" Hehe kamu kok marah sih Yang ,orang maksudnya aku baik kok.Lagian siapa suruh dari tadi mewek terus, kalau Davin pergi kuliah kan pasti kembali lagi."Sahut Dika santai


" Ishh bapak nggak ada akhlak, anak sebiji sebuah nya pergi bukannya sedih malah tambah stress jadinya".Kesal Yuli


" Oh jadi kamu sedih,karena punya anak hanya satu saja.Gimana kalau kita pulang langsung program punya anak lagi,seperti nya itu ide yang bagus.Gimana Yang kamu setuju kan,denganku "? Tanya Dika


Yuli langsung memukul kepalanya Dika ,yang selalu berbicara seenaknya jidatnya.Ia bukannya tak mau punya anak lagi, tapi kan tak lucu jika umur nya sekarang yang harus nya menggendong cucu.Eh Malah gendong anak nya sendiri, lagian dokter juga sudah melarang untuk melahirkan kan lagi sebab kandungannya sedikit bermasalah.


" Ya ya silahkan tertawa sepuasnya sobat ,selagi tertawa itu tak di larang. Bicara lah sepuasnya selagi bicara itu membuat mu senang ". Sahut Yuli yang sengaja menyindir Dika


Sedangkan yang di sindir Mah,Bukannya merasa atau apalah eh malah cengengesan nggak jelas.


" Sayang kamu sudah hubungi Mami sama Papi belum "? Tanya Dika memastikan.


Mendengar perkataan Dika,Yuli pun langsung menepuk jidatnya.Ia Memang lupa untuk mengabari orang tua nya karena terlalu bersedih memikirkan putranya.

__ADS_1


" Ya ampun Mas tumben kali ini otakmu berfungsi, kenapa nggak dari kemaren saja.Biar nggak terlalu pusing dengar hal yang tak bermutu".Sindir Yuli


" Punya istri kok begini amat ya, bukannya bilang terimakasih atau apalah. Eh ini malah di sindir habis habisan bahkan sampai hancur lebur tak tersisa". Lirih Dika pelan


Yuli hanya menggeleng kepala nya ,melihat tingkah lebay suaminya itu.


" Sudalah ayo hubungi Mereka, supaya nggak kelupaan ". Perintah Dika


" Nanti sampai di rumah sajalah Mas, tanggung lho sedikit lagi sampai". Sahut Yuli


Dan tak lama keduanya sampai di kediaman mereka, namun hal yang mereka takutkan dari semalam akhirnya terjadi juga.


Saat sudah berada di dalam,dan hendak turun dari mobil.Yuli menahan tangan Dika, ia ingin meminta Dika untuk membantu nya menjelaskan.


" Mas nanti bersikaplah biasa saja ya, jangan sampai nanti dia salah paham atau apalah itu.Dan tolong jangan bahas hal yang ia tak tanyakan ,ingat pesan Davin kan.Kalau nanti dia yang akan menjelaskan semuanya ". Pinta Yuli


" Nah ini ni yang aku nggak suka ,tuh anak yang perbuat kita orang tua yang harus menjelaskan. Padahal anak kita itu kan sudah besar ,malah mau kepala tiga lagi".Sahut Dika


" Shutt jangan banyak komentar ,tinggal melakukan yang aku bilang kok ribetnya minta ampun.Bisa tidak tuh mulut di jaga sedikit ,bukannya tambah bikin kesal ".Ujar Yuli


" Anak sama Mama sama saja,Papanya selalu di salahkan.padahal kalau tanpa goyangan dari Papa,mana ada Davin Hadiwinata di dunia ".Ujar Dika santai

__ADS_1


" Iya tapi kalau nggak ada sumur untuk Papa goyang ,Mana ada penerus Hadiwinata ". Sahut Yuli tak mau kalah.


" Ya iyalah orang sumur nya saja ketagihan ,malah sampe minta tambah."Sambung Dika lagi


__ADS_2