Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
MDD BAB 45 - Mengganggu


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian. Kiara terus menerus penasaran dengan nama Anita yang disebutkan Hanif. Kiara menghubungi teman-temannya saat SMA yang satu kampus dengan Hanif. Salah satunya adalah Aldi.


Aldi memang satu kampus, hanya saja ia berbeda jurusan bahkan beda fakultas dengan Hanif.


Karena permintaan Kiara, Aldi pun ikut mencari tahu siapa Anita yang sedang dekat dengan Hanif.


Beberapa hari Aldi menanyakan ke temannya lintas fakultas tentang Hanif dan Anita. Aldi bahkan berhasil mengorek cerita mereka melalui mantan rekan organisasi Hanif sendiri.


Aldi pula sudah mendapatkan nomor telefon Anita dan segera memberikannya pada Kiara. sekaligus membawakan cerita lengkap tentang Hanif dan Anita.


Tidak menunggu lama, Kiara langsung mengirim pesan pada Anita.


Hallo, ini benar Anita kan? aku Kiara.


Kiara menunggu lama balasan Anita.


Rupanya di tempat lain, Anita tengah termangu dengan pesan yang ia dapat.


“Mungkinkah Kiara mantan pacar mas Hanif? kalau bukan lalu siapa lagi. aku tidak punya teman apalagi saudara bernama Kiara.” Anita mengoceh sendirian ditengah-tengah perpustakaan.


Namun, Anita tidak mau berburuk sangka, lalu ia membalas pesan tersebut.


Anita : iya, saya Anita. Ada perlu apa ya?


Kiara : ada hubungan apa kamu sama mas Hanif?


Ah, benar. Kiara mantan mas Hanif rupanya. Gumam Anita.


Sedikit mencelos ia rasa di hatinya  mengetahui kenyataan Kiara, masa lalu mas Hanif menghubunginya.


Anita : kenapa memangnya?


Kiara : aku sama mas Hanif itu sudah 5 tahun kenal dan dekat, dia juga janji akan melamarku, lalu tiba-tiba kamu datang dan mengganggu hubunganku dengan mas Hanif. Kalian ada hubungan apa?

__ADS_1


Anita : jika kalian sedekat itu, kamu bisa tanyakan  sendiri pada mas Hanif kan? kenapa harus repot-repot menghubungi ku?


Kiara terdiam tidak membalas. Hatinya membenarkan ucapan Anita, namun pikirannya enggan menerima hal itu.


Kiara tidak memiliki keberanian untuk memaksa Hanif kembali padanya sekarang ini. Yang harus dia lakukan adalah menjauhkan Anita dari Hanif, sejauh mungkin. Tapi bagaimana caranya Kiara tak tahu.


Sejak Hari itu, berbagai pesan ia kirimkan untuk Anita.


Kiara : Kamu pasti lebih cantik dariku makanya mas Hanif memilihmu. Kamu memakai kecantikanmu untuk menggoda mas Hanif. Dasar tidak tahu malu.


Picik sekali memang, dan kalimat itu sama sekali bukan style Kiara. Dia hanya putus asa tentang bagaimana  membuat Anita membenci sehingga menjauhi Hanif.


Pesan tersebut


Anita pasrah menerima makian dari Kiara. Dia terus mendiamkannya tanpa membalas satu pesan pun.


Sampai berhari-hari, Kiara masih juga belum menyerah mengganggu Anita. Sampai akhirnya Anita geram, lalu mengirim pesan balasan.


Anita : tidak perlu menerorku, kalau ada perlu kita bisa bertemu langsung, katakan apa maumu.


Anita akhirnya tegas dengan sikapnya.


“Aku tidak akan menahannya, toh aku juga tidak berhak, mas Hanif saja masih bungkam dengan perasaannya.” Gumam Anita seorang diri.


Kiara di kediamannya.


Dia tercengang dengan balasan dari Anita, dia pikir Anita akan terprovokasi dengan pesan-pesannya, tapi justru dia sendiri yang dibuat terdiam.


Bukan Kiara jika kemudian patah arang, gagal memprovokasi Anita, dia kemudian menghubungi Hanif yang sedang di Bandung.


Di Bandung, handphone Hanif terus saja bergetar pada saat kuliah tengah berlangsung. Dia terus mengabaikan panggilan itu namun si penelfon tak menyerah. Jengah dengan panggilan itu, Hnaif lalu izin ke kamar mandi kepada


sang dosen.

__ADS_1


Berjalan dengan cepat menuju tempat yang agak sepi, lalu mengangkat panggilan tersebut.


“asslamu’alaikum, ada apa sih?” tukas Hanif. Dia sangat kesal kini.


“wa’alaikumsalam mas, apa aku mengganggumu mas?” suara disana terdengar lemah lembut.


Tentu saja sangat menggangguku. Aku jadi tidak bisa berkonsentrasi karena telefonmu. Gerutu Hanif dalam hati.


“katakan ada apa?” tanya Hanif ketus.


“mas..kembalilah padaku, mas sudah berjanji akan melamarku kan?” tanyanya dengan lembut.


“kamu menggangguku daritadi hanya untuk ini?” tanya Hanif, semakin kesal.


“sudah aku bilang, aku tidak bisa. Maaf.” Lanjutnya.


“apa karena Anita?”


“kamu tidak perlu tahu.”


“sepertinya benar karena perempuan itu.”


“Kiara, dengar! Kamu yang terlebih dulu mendorongku menjauh. Bahkan terlalu jauh, jikapun tidak ada Anita aku tetap tidak akan kembali padamu, kamu dengar? Aku sangat sibuk. Jangan mengganggu ku!!” Tukas Hanif. Lalu dengan cepat ia menutup panggilan itu.


Kiara berhasil membuat Hanif kembali kacau, pikirannya berkecamuk hingga tak dapat berkonsentrasi dalam kuliahnya. Dan sayangnya, Hanif tidak tahu bahwa Kiara pun juga menganggu Anita.


Beberapa hari kemudian, Kiara sudah tidak lagi menganggunya, hanya satu pesan yang kemudian datang darinya.


Kiara : selamat ya, mas Hanif sudah memilihmu.


****


Dua hari ini author hanya up satu bab per hari, karena ngurus 3 anak yang lagi sakit semua.

__ADS_1


Mohon dukungannya selalu ya readers setia, dengan like dan vote nya.


__ADS_2