Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAIII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Silvia kalang kabut memikirkan bagaimana caranya ,agar Davin tak merajuk. soalnya hal tersebut sangat menggelikan untuk nya,padahal maksud nya tidak seperti itu.


"Ya ampun kak bisa tidak respon nya jangan berlebihan seperti itu dong ,yang bilang aku tidak merindukan kakak itu siapa sih". Sahut Silvia dari seberang.


"Iya tapi tadi kan kamu sendiri yang ngomong Yang,memangnya kamu pikir aku lupa apa.Padahal aku disini meriang panas dingin ,merindukan kamu tapi apa daya kamu mah tega". Lirih Davin.


"Haha Kak Avin ku Sayang,bukan nya tak mau merindukan kamu tapi tau nggak Kalau Rindu itu berat jadi biar aku saja yang merindukan kamu.Tapi kamu nya jangan aku nggak tega lihat nya,jadi paham kan"? Tanya Silvia sambil terkekeh kecil.


Davin menggaruk kepalanya ,ternyata tadi ia adalah korban kejahilan kekasihnya itu.Mungkin karena saking kangen nya,,ia sampai tak sadar jika sedang di kerjai.


"Jadi gimana sudah konek atau belum ,kalau belum sini aku jelaskan lagi". Goda Silvia.


" Ok kamu tunggu aku,sedikit lagi sampai". Ujar Davin yang membuat Silvia menjadi heran,memang nya siapa yang menyuruh Davin datang.


Padahal tadi hanya bercanda saja,tapi tetap saja di tanggapi dengan serius .Ada saja jalan pikiran Davin ,maksud hati hanya ingin bicara basa basi saja kok.


" Lho Kamu kesini mau ngapain "? Tanya Silvia bingung


" Tadi kan kamu yang suruh aku datang ,ya jadinya aku datang lah".Ujar Davin


" Astaga jadi orang kok selalu di bawa serius melulu ,padahal maksud ku kan hanya bercanda. Sudah ah aku mau mandi dulu ,ngobrol sama kakak buat author nya jadi pusing sendiri ".Kesal Silvia hendak mematikan panggilan tersebut .

__ADS_1


Namun permintaan Maaf Davin membuat ia mengurungkan niatnya itu. Karena ia juga sangat merindukan kekasih ,yang baru kembali setelah pergi selama 2 tahun.


" Maafkan aku Sayang ,jangan di matikan nya telponnya. Mungkin karena terlalu merindukan kamu,jadi bawaan nya selalu mau mendengar suara kamu. Gimana kalau sekarang aku kerumah kamu,hanya ingin melihat kamu sebentar setelah itu langsung pulang ". Bujuk Davin.


" Hemm nggak usah berlebihan Kak,nanti saja besok ketemuan nya". Tolak Silvia.


Davin akhirnya pasrah ,karena tak mungkin memaksakan kehendaknya. Yang ada membuat Silvia kembali menjauh,karena merasa tak nyaman dengan yang ia lakukan.


" Gimana besok kalau ke kampus aku yang anterin ,harus mau karena aku nggak mau ada penolakan ". Ujar Davin .


Silvia tersenyum memang betul pepatah mengatakan,selalu ada banyak jalan menuju roma.Ia pun tak mungkin menolak karena siapa sih ,yang tak senang di antar oleh kekasih hatinya.


" Baik lah Kak besok pagi aki tunggu ya,awas kalau sampai telat aku bakalan marah besar.Dan akan cari sopir yang lebih keren,kece badai membahana dan tak tertandingi ". Ujar Silvia pura pura mengancam.


" Oh tenang saja Yang,besok aku bakalan jadi orang pertama yang ada di depan pintu rumah kamu.Bahkan satpam aku yang akan bangunkan bila perlu ". Sahut Davin yang langsung di sambut gelak tawa Silvia.


Wanita mana yang tak merasa kegeeran,ketika kekasih selalu memberikan perhatian yang berlebihan. Bahkan mereka mencintai diri kita melebihi cinta kepada hidup mereka sendiri ,dan hal tersebut adalah kebahagiaan tersendiri.


" Ya sudah aku padam ya Kak". Pamit Silvia


" Bye juga Kak,I love you too". Balas Silvia dan langsung mematikan panggilan tersebut ,


Davin senyum senyum sendiri ,karena mendengar balasan Silvia tadi.Ia sadar jika itu adalah bentuk spontanitas saja,tapi ia senang karena Silvia sudah mengatakan secara langsung.


Ia tak berharap lebih dalam hidup ,baginya di cintai dan di sayang sepenuh hati adalah kebahagiaan terbesar untuk nya.Ia pun tak ingin memaksa Silvia untuk menunjukkan rasa cinta nya,cukup dirinya saja yang melakukan itu semua.


Setelah selesai berbicara dengan Davin ,Silvia memutuskan untuk mandi karena badan nya sangat lengket .Sepanjang kegiatan mya itu Silvia membayangkan ,wajah Davin kekasihnya itu.


Ia tak menyangka jika di persatukan kembali,bahkan sikap Davin tak pernah berubah kepadanya. Ia selalu menunjukkan perhatian dan kasih sayang ,tanpa menunjukkan kecanggungan di mana pun.


Mungkin memang Silvia di takdirkan bersama Davin ,mungkin Andra bukan jodoh nya. Ngomong ngomong soal Andra,kini pria tampan tersebut sedang merenung di apartemennya.


Ia sedang memikirkan keadaan Silvia ,yangoa tinggalkan begitu saja tanpa ada kata pamit.Ia sebenarnya sangat mencintai Silvia ,tapi ia juga tak mau egois mengorbankan Silvia demi dendam uncle nya itu.

__ADS_1


Kebersamaan mereka selama setahun sangat membekas dalam hatinya ,ia bahkan akui kepribadian Silvia sangat menyejukkan hati. Wanita tersebut tak pernah menuntut apapun darinya,selalu pengertian ketika ia sengaja tak memberikan kabar.


Jujur dalam lubuk hati yang paling dalam ,ia masih sangat mencintai Silvia.Bahkan rasa itu masih ada sampai sekarang tak kan tergantikan ,tapi apa mau di kata Tuhan berkehendak lain.


Manusia hanya bisa merencanakan saja,tapi semua itu sudah ada yang atur tinggal kita menjalani saja.


......................


Di kediaman Hadiwinata Yuli kini tengah menghubungi Lika,untuk memberi tahu jika nanti malam ia dan Dika akan bertamu dirumah nya.Lika pun tak bertanya lagi,karena ia sudah tahu maksud kedatangan sahabatnya itu,kalau bukan untuk membahas Hubungan Davin dan Silvia.


" Ka nanti malam aku sama Dika kerumah kamu Ya". Ujar Yuli


" Kamu sama Dika saja,nggak sekalian bawa juga korban bucin itu" Goda Lika


" Haha bisa berabe urusan nya kalau si Bucin nya kita bawa,bisa bisa gagal fokus ". Sahut Yuli.


" Haha anak siapa itu coba". Ejek Lika


" Ya lah anak aku ,habis kalau bukan anak aku mau anak siapa lagi coba ". Ucap Yuli sambil tertawa kecil.


" Aku bingung lho Yul,memangnya selama dua tahun di sana dia belajar apa ya? kok pulangnya bawa pikiran seperti itu ,menggelikan tau nggak lihat nya". Tawa Lika


" Aiss kamu mah tega ,masa ngomongnya anak orang di depan emak nya pula". Yuli merajuk.


Tak lama tawa keduanya pun pecah,padahal tadi hanya akan membahas soal kedatangan Yuli dan Dika nanti malam. Tapi ini malah bahas yang lain ,tuh emak berdua sudah tua tapi kelakuan nya mengalahkan Abg labil.


"Ya sudah dulu ya Ka,jangan lupa kasih tahu Alan,takutnya kita datang dia nya malah bingung dengan maksud kami". Ujar Yuli


"Ya palingan dia cuma sepak suami kamu keluar dari rumah,tau kan Tom and Jerry setiap ketemu pasti selalu melepaskan rindu ".Sahut Lika


"Ih jangan lah Ka,bisa encok pinggang laki nya aku.Apa kalian mau aku jadi janda ,nanti malam bobo sendiri dingin tau ". Ujar Yuli sedramatis mungkin


" Kan ada dokter Adnan, tinggal konek ke dia kan gampang ". Lika memberi ide.

__ADS_1


"Heii kamu ya,kalau sampai Dika dengar bisa habis aku nya. Sudah ah malas ngobrol ke kamu,pembahasan nya luber kemana mana". Kesal Yuli dan langsung mematikan panggilan tersebut.


__ADS_2