Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 248


__ADS_3

HAII READER KU SEMUANYA JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA YA...


MAMAEEE KITA MO MENANGIS NIH...**GUYS...VOTE NYA MANAEEE,, COBA BAGI DIKIT KA TERSEYENG...SA SAKIT TAPI MASIH SEMPAT NULIS LHO...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS..


LANJUT**...


Cinta adalah sesuatu yang indah, namun terkadang menyakitkan .karena cinta adalah sesuatu yang bisa membuat *dunia lebih berwarna.


jagalah cinta itu, sebelum ia balik menyakiti mu dan percayalah cinta itu lebih kuat lho dahsyat nya dari gempa 9,5 skala richter.


(penyampaian aja ya guyss, ☺☺☺*)


Dika berusaha masih mencari istri tercintanya itu, ia sampai tak berpikiran dengan mengecek cctv.Padahal mall tersebut milik keluarga Yuli, hadeuh orang kalo stres cenderung nya lebih menyusah kan diri padahal ada cara yang lebih praktis lho.


Karena berjalan kesana kemari dan kakinya sudah capek, Dika duduk di sebuah kafe.Ia ingin beristirahat sejenak,ia pun memesan minuman yang bisa membuat ia lebih segar.


Saat tengah menunggu pesanan, ia menatap ke jendela kaca di samping kafe, ia langsung tersemyum.Pasal nya orang yang di carinya sedari tadi sedang berjalan ke arah nya



Yuli sebenar nya dari tadi sudah melihat Dika, namun karena bajunya kotor karena ada yang menumpahkan minuman saat menabrak nya.


Jadi ia terpaksa mengganti pakaian nya, dan ketika melihat gaun yang simple ia pun memutuskan untuk membeli dan memakainya.


Yuli menuju kafe tempat dimana Dika berada, sedangkan Dika hanya menatap nya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


" Aduh sayang kamu kelewatan banget cantik nya, gimana kalau tadi ada yang lirik lirik ke kamu". Gumam Dika dalam hati sambil mengikuti langkah istrinya yang mendekat kearah nya.


Dika bangkit dan langsung memeluk Yuli, ia tak peduli dengan tatapan semua orang di dalam tempat itu.


Sedangkan Yuli mencoba melepaskan pelukan Dika yang sangat erat.Sebab ia sangat kesulitan bernapas, ia sampai merasakan sesak di dada nya.


" Heii kau ingin membunuh ku hah". Bentak Yuli


Dika pun melepaskan pelukan nya, ia hanya menyengir mendengar bentak kan Yuli tadi.


" hehe maaf sayang, aku senang sekali karena sudah menemukan kamu.Kamu kemana saja hah, tau nggak aku seperti orang gila tau nggak tadi pagi".ujar Dika sendu.


Yuli hanya menggedik kan bahu nya tanpa mau menjawab, ia memilih memesan makanan.Dika menatap sendu kearah nya, namun Yuli memilih memainkan ponsel nya.


Dika stres sampai mengacak rambut nya, ia tak peduli dengan perkataan orang kepadanya.Terserah jika mereka menatap aneh kearah nya, pasal nya ia menatap kearah istri nya.Namun istrinya malah cuek dan sibuk pada ponsel nya.


" Sayang kamu masih marah ya,maafin aku ya aku salah.Tapi tolong jangan seperti ini ya, aku bisa gila tau nggak yang". Bujuk Dika


Namun Yuli masih dalam mode off, ia tak peduli dengan semua bujukan Yuli.Ia hanya ingin melihat kesungguhan Dika dalam mendapat kan maaf darinya.


" Aduhhh, sayang kamu pukul aku saja deh dari pada diamin aku seperti ini".Pinta Dika

__ADS_1


Yuli hanya menatap sekilas kearah nya, menggeleng kepala nya saja.Tak lama pesanan Yuli datang, sedangkan Dika minuman yang tadinia pesan belum tersentuh sama sekali.


Tenggorokan nya yang tadi kering, serasa segar kembali saat bertemu istrinya itu.Namun ia kelihatan tak bersemangat, karena istrinya tak berbicara padanya sedikit pun.


" Huftt, istriku ini memang keras kepala, bagaimana caranya supaya kembali berbicara lagi". Gumam Dika dalam hati.


Dika berulang kali membuang nafasnya kasar, ia seakan merasakan ada beban berat yang di pikul nya kini.Sedangkan Yuli sebenar nya kasihan melihat wajah frustasi suaminya itu.Namun ia juga seperti menikmati Dika yang sedang berusaha membujuk nya lagi.


" Ayolah Yul, jangan terpengaruh dengan wajah memelas nya itu.Tapi kalau di lihat ia sangat imut sekali, ah aku pengen deh cubit pipi nya itu". Batin Yuli namun masih menampilkan ekspresi datar nya.Yuli pun mulai menghitung:


satu


dua


tiga


" sayang ayo kita jalan jalan yuk, hari ini aku bakalan ikut semua kemauan kamu". Ucap Dika


Yuli mengangkat alisnya sebelah, ia heran dengan Dika.Biasanya tak kan pernah mengijin kan ia keluar, sebab Dika tak mau pria lain menatap nya.


" Aduh ini laki gue manis banget sih, pengen ku peluk deh". Batin Yuli


Karena tak kunjung mendapat kan jawaban dari Yuli, Dika yang tak mau ambil pusing.Menaruh uang di atas meja untuk bayar pesanan mereka, tanpa pikir malu atau apapun itu.


Ia langsung menggendong Yuli seperti karung beras, tak peduli tatapan orang kepadanya.Sedangkan Yuli yang kesal berontak sekuat tenaga agar Dika menurunkan nya, namun namanya Dika tak kan pernah merespon.


Dika berpikir biarlah ia mempermalukan dirinya, jika hanya dengan cara ini ia bisa mendapat maaf dari Yuli.


" Heii kenapa sih kamu, turunin aku nggak". Teriak Yuli


Kebetulan di depan mall tersebut ada sebuah hotel, Dika menurunkan Yuli tepat di pintu masuk mall tersebut.Dan langsung menarik nya untuk menuju ke hotel yang jarak nya tak terlalu jauh.


" Heii kamu bisa nggak lepasin aku, pegangan kamu kuat sekali aku merasa sakit". Teriak Yuli yang membuat Dika menghentikan menarik tangan Yuli.


Ia gantian menautkan tangan keduanya, dan membawanya menuju hotel tersebut.Dan karena hotel tersebut milik papa marcel, maka dengan mudah Dika masuk dan membawanya ke kamar yang biasa ia pakai.


Yuli hanya mengikuti langkah Dika dengan tanpa henti mengumpat nya.Sebab perbuatan Dika tadi, mereka jadi bahan tontonan orang orang.


" Ahhh aku serasa harga diriku hancur lebur hari ini, memang suamiku paling the best kalau soal bikin malu". Kesal Yuli


Saat masuk kedalam kamar Dika langsung mengunci pintu nya,sedangkan Yuli karena masih kesal menatap tajam kearah nya.


Dika langsung menyerang Yuli, ia bahkan mencium istrinya itu tanpa ampun.Ia ingin menyalurkan semua kekesalan nya, dan penyesalan nya menjadi satu.


Dika bahkan dengan paksa melepaskan pakayan nya dengan Yuli, kembali mencium istrinya itu.Yuli berontak namun Dika memeluk erat tubuh nya, sehingga sangat sulit untuk bergerak.


"mmmphh


Yuli ingin berteriak,namun Dika langsung menggendong nya seperti koala dengan tanpa melepaskan ciuman nya.


Yuli yang mulai menikmati, melingkarkan tangan nya di leher Dika.dan ia mulai membalas ciuman suaminya itu, kedua nya saling bertukar salivanya.Setelah di rasa pasokan oksigen nya mulai berkurang, Dika melepaskan ciuman mereka dan memandang istri cantik yang berada di gendongan nya kini.

__ADS_1


Ia merapat kan kening nya dan kening Yuli, air matanya tiba tiba jatuh.Ia merasa bersalah kepada istrinya karena ia harus memakai cara begini untuk membujuk nya.


Yuli yang melihat jika Dika menangis, merasa heran.Ia pun memeluk suami nya itu dan mencium seluruh wajah nya lama dimatanya dan terakhir dibibir Dika.


Bahkan Yuli mengigit kecil, lalu tersenyum kearah Dika.


" Hei my husband, are you ok"? Tanya Yuli


Dika hanya menggeleng kepala dan malah membenam kan kepala di dada polos Yuli.Yuli merasa dadanya basah, ternyata suaminya masih menangis.


" Oh my god, ya ampun Yuli kasihan banget sih kamu punya suami yang cengeng". Sindir Yuli


Dika langsung mengangkat wajah nya memandang Yuli dengan tatapan datar nya.Ia kesal kepada istrinya bukan nya membujuk nya malah mengejek dirinya.


" nggak peka banget sih jadi orang, bukan nya di bujuk malah di ejek". Kesal Dika


" Haha, jadi kamu mau aku bujuk ok baik, kamu mau nya aku kasih apa permen atau naik odong odong".goda Yuli


" Aku mau kamu, aku mau minum susu soalnya dari tadi aku kehausan ". Sahut Dika sambil menaik turun kan Alisnya.


Yuli tahu apa maksud dari Dika tadi, ia pun menyilangkan tangan di dadanya.


" Maaf nyonya Dika anda sudah terlambat, soal nya aku sudah melihat nya tadi.Malah sudah merasakan nya tiap hari malah".Dika mengogoda Yuli.


Yuli yang kesal mengerucutkan bibirnya kedepan, hingga membuat Dika gemas dan langsung mencium nya.


Dika langsung menjatuh kan Yuli di atas ranjang dan mulai menidih nya dan terjadilah yang harus terjadi.


( Maaf hanya garis besar doang, author trauma karena penjabaran di ranjang sedetail mungkin dan akhirnya review nya tak lolos deh)


Setelah bertarung keduanya tidur karena kelelahan, maklum Dika tak berhenti menyerang Yuli hingga Yuli terkapar lemas tak berdaya.


Memang betul kata orang, jika suami istri bertengkar penyelesaian nya hanya satu, yaitu bertempur di ranjang.


Dika tidur sambil memeluk Yuli, yang sudah tidur dari tadi.Ia mengecup kening istrinya itu, ia tersenyum pasalnya masalah mereka selesai hanya karena sudah bertempur di ranjang.


" Maafin aku ya sayang, tadi bujuk kamu dengan cara yang memalukan.Tapi mau bagaimana lagi, aku sayang sekali sama kamu, dan tak ingin kamu mendiam kan aku seperti tadi.Rasanya sakit sekali, hati ini terasa luka tapi tak berdarah, aku cinta kamu my wife Yuli Evelyn". Ujar Dika sambil terus mencium kepala istri cantik nya itu.


Setelah menghubungi anak buah mereka untuk mengambil mobil Yuli,untuk bawa pulang kerumah dan membawa mobil nya keparkiran hotel.Dika pun langsung ikut terlelap di samping Yuli dan mendekat kan wajah nya di ceruk leher istrinya itu


Sedangkan di rumah orang tua mereka tampak cemas, pasal nya sampai sekarang Dika dan Yuli tak ada kabar sama sekali.Nomor Yuli tak aktif sedangkan Dika semua panggilan nya masuk tapi tak di angkat.Karena Dika mengaktifkan mode diam jadi.


" Ini anak anak kemana sih, kenapa sampai sekarang belum kasih kabar". Kesal Rika


" Mana susah sekali hubungin nya lagi, Dika kamu tunggu saja, nanti bakalan aku jadikan perkedel". Sambung Rika lagi.


" Aku bingung Ka, aku takut Yuli kenapa napa". Cemas Riani


" emm semoga dia baik baik saja ya Ni". Sahut Rika


" Mana mas Bram sama mas Dion keluar lagi, aku bingung harus bagaimana". Ujar Riani.

__ADS_1


" Sebaik nya kita tenang dulu ya, aku yakin Yuli pasti baik baik saja, dan Dika pasti akan mencari nya sampai ketemu.Kamu tahu kan Dika, tak mungkin tenang jika Yuli belum ketemu.Ia akan berusaha mencari sampai ketemu, jadi kita jangan panik dan tetap berpikir positif ya". Bujuk Rika padahal hatinya juga sangat cemas.


( Haha tante tante syantik tau nggak, anak anak kalian tuh lagi *** *** keles)


__ADS_2