
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU.
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Sarah menatap sinis kearah Rino yang dari tadi menatap penuh rasa bersalah kearahnya,tapi ia tak peduli lebih baik pergi sebelum emosinya bertambah meledak yang tidak jelas.
"Kamu kenapa?" Tanya Rino pelan padahal hatinya cenat cenut takut kena amukan singa betina.
"Aku mau pulang!" Sahut Sarah ketus.
"Lho kok pulang?" Tanya Rino memastikan.
"Masalah buat lho,sekarang bukannya kamu udah ada gandengan jadinya gampang kan buat ada yang temani!" Sinis Sarah.
"Tante marah?" Tanya Ike yang membuat Sarah ingin sekali menelan dirinya hidup.
"Nih bocah matanya rabun atau apa sih,masa dengan tidak punya perasaan dia panggil aku Tante?" Gerutu Sarah dalam hati.
"Hei bocah kamu jangan macam macam ya,kamu pikir aku kawin sama om kamu apa?" kesal Sarah.
"Idih tante sok imut banget sih loe!" ejek Ike membuat Sarah tersulut emosi.
"Woi kamu tolong bawa bocah pengganggu ini pergi atau kamu yang bakal aku habisi!" Bentak Sarah yang sudah tak peduli tatapan semua orang padanya.
"Aih kok aku salah terus ya,padahal yang tadi aku ngomong kan benar?" Gumam Ike pelan.
"kamu pergi sana bisa tidak,aku lagi mau ada urusan Sarah!" Ucap Rino yang masih berusaha menahan emosinya karena sikap Ike yang keterlaluan.
"Abang mah tega,masa aku belum makan apa apa disuruh pergi!" Sungut Ike sambil mengerucutkan bibirnya.
"Apa urusannya sama aku,yang belum makan kan kamu bukan aku?" Tanya Rino heran.
"Ya jelas urusannya sama Abang lah,kan yang bawa aku kesini Abang bukan orang lain!" Kekeh Ike tak mau kalah.
Sarah jengah melihat tingkah keduanya dihadapan mereka,ia ingin melempar keduanya ketengah laut agar segera menghilang dari permukaan bumi ini.
"Kalian itu bisa tidak jangan bikin diri inti,karena aku capek lho lihatnya?" Sindir Sarah jengah dan hendak bangkit dari duduknya untuk segera pergi.
__ADS_1
Rino yang melihat gerak gerik Sarah yang hendak pergi,ia langsung bergegas menahan tangannya.
Karena jika sampai hal itu terjadi,bisa dipastikan pupus sudah harapan Rino untuk menjadi kekasih Sarah.
"Tunggu!" Panggil Rino yang menahan tangan Sarah.
"lepasin tangan aku sekarang!" Ucap Sarah setengah berbisik karena malu lah jadi bahan tontonan.
"Tidak akan sebelum kamu duduk lagi." Tolak Rino serius.
"Eh kamu urusin pacar kamu jangan sibuk dengan ku,karena aku tidak akan suka jadi pelakor yang bertebaran dimana mana!" Sindir Sarah sambil menatap tajam kearah Ike yang tersenyum kepadanya.
"Ini tante nyolot banget sih,pake sindir aku secara halus lagi!" Gumam Ike dalam hati.
"Kamu dengerin aku dulu dong,jangan langsung marah jangan langsung main pergi saja tanpa mau dengerin orang bicara dulu!" Bujuk Rino.
"Tapi sayang nya aku nggak mau dengerin kamu mau ngomong apa,jadi jangan harap ya Kang Mas!" Sahut Sarah sinis.
"Kamu pergi ya aku mohon,karena waktu ku lebih penting bersama dengannya daripada dengan orang lain termasuk kamu!" ucap Rino datar tanpa ekspresi karena berurusan dengan Bocah kecil harus ditegas kalau tidak maka dipastikan jiwa berontak nya bakal akur terus.
"Abang mah gitu masa aku diusir kaya Tukang kredit kalau lagi datang tagih utang,terus bawananya marah melulu." Kesal Ike sambil menghentakan kakinya karena emosi.
Sarah akhirnya sadar jika ternyata Ike adalah Abg labil yang sukanya cari korban,mungkin sekedar untuk dibelikan kuota data agar tidak ada yang namanya moge.
"Sayang,sini duduk disamping aku maaf tadi cuma ngeprank doang!" Panggil Sarah dengan suara sensual agar Ike sadar tentang posisinya.
Ike yang merasa diabaikan memilih pergi dari situ,sebelum harga dirinya jatuh ditangan orang lain.
"Awas saja kamu tante girang,aku bakal bikin perhitungan karena sudah berani macam macam denganku!" Kesal Ike dalam hati.
Rino yang melihat wajah kusut Sarah menjadi bingung,harus memulai pembicaraan dari mana karena takut salah.
"Emm itu tadi kamu serius panggil aku Sayang?" Tanya Rino malu malu tapi mau.
"Heh,cuman akting!" Ejek Sarah sambil menahan tawa ketika wajah Rino yang terlihat melongo kebingungan.
"Ya kok kamu tega sih sama aku,padahal tadi itu sudah berasa mau terbang melayang lho eh tahu tahunya dihempas kebawah sakittt!" Lirih Rino sambil memegang dadanya.
"perasaan orang kalau jatuh itu pegang boko*g masa kamu pegang da*a,kalau begitu cara jatuhnya gaya apa kupu kupu begitu?" Tanya Sarah.
"Kamu tidak marah lagi kan?" Tanya Rino memastikan.
"Marah karena apa ya?" Sarah bertanya balik karena bingung.
"Ya tadi aku udah telat eh datang malah bawa abg labil!" jelas Rino merasa bersalah.
__ADS_1
"Jadi kamu maunya aku marah gitu?" Tanya Sarah sinis.
"Oh Tidak dong dan jangan marah lagi ya jelek tau!" Goda Rino.
"Tapi aku heran kok bisa bisanya ya kamu terdampar sama tuh bocah?" Tanya Sarah penasaran.
"Kamu saja bingung apalagi aku,orang tadi dia main todong saja dijalan.Terus malah nyolot lagi pengen ikut,padahal udah kutolak lho tapi tetap saja ngeyel." jelas Rino cemberut.
"Makanya jadi orang itu jangan terlalu tebar pesona dimana mana,lihat kan akibatnya tadi kamu udah kaya pedofil saja tau tidak?" Kesal Sarah.
"Nah lihat kan kamu marah lagi,padahal aku udah jelas versi terupdate dan terlengkap tapi masih saja salah." Desah Rino frustasi.
"Haha iya iya maaf aku tadi hanya tes kantong doang,jangan sensi kaya cewek lagi pms kagak bagus." ejek Sarah terus menerus membuat Rino hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
"kita bisa pesan makan saja kah,daripada aku kelaparan karena salah melulu dari tadi?" Tanya Rino memastikan takutnya salah lagi.
"Ya iyalah pesan makanan,daripada kita duduk bengong memangnya mau makan angin begitu?" Tanya Sarah sinis.
Kini keduanya setelah menunggu pesanan tak begitu lama,segala sesuatunya sudah tersaji diatas meja.
Sarah memesan Seafood dengan udang lebih banyak,sedangkan Rino memesan Bakso karena di Amerika ia tak pernah memakan makanan itu.
"Kamu kenapa kepo sekali makanan orang indonesia?" Tanya Sarah heran.
"Hitung hitung kan berlatih siapa tahu jodoh ku ada dinegara ini." Sahut Rino ambigu sambil tersenyum penuh arti kearah Sarah.
"Baguslah biar nanti kalau dimasakin nasi goreng tiap hari kamu nya sudah oke!" Goda Sarah.
"Kalau kamu yang masak mah aku ikhlas,karena pasti bakal kumakan semua tanpa sisa." Sahut Rino pasti.
Sarah sudah bingung harus berkata apa lagi,karena baginya semua perkataan Rino hanya akan membuat hidungnya kembang karena kegeeran.
"Kamu sudah semester berapa?" Tanya Rino agar suasana tidak terlalu canggung.
"Emm aku udah mau semester akhir kok,jadi lebih rileks saja tidak pusing lagi." Sahut Sarah.
"Wah jadi setelah itu bisa dong aku ajak nikah?" Tanya Rino antusias.
"Ih aku itu mau kerja dulu setelah itu menikmati hidup karena masa muda itu hanya sekali,kecuali menikah kalau sudah bosan kan bisa langsung cerai saja." Jelas Sarah sambil tersenyum.
"Jadi kamu itu nikah berharap buat cerai?" Tanya Rino heran.
"Katanya lulusan Hanvard,masa soal begitu harus dijelaskan lagi?Itu hanya ibarat kata saja,bukan maksud sesungguhnya." Sungut Sarah yang terus mengunyah makanannya tak perlu ada yang namanya jaga image begitu.
"Kamu itu jadi cewek kok tidak ada manis manisnya,setidaknya makan didepan pria tampan itu gayanya anggun sedikit lha!" Sindir Rino.
__ADS_1
"Masalahnya aku kan anggap kamu biasa saja,jadi bodoh amat mau jaga image depan kamu bikin rugi saja." Sahut Sarah yang terus mengupas kulit udang.
Rino hanya geleng geleng kepala,masa iya hatinya sudah terkunci mati sama cewek bar bar kaya Sarah.