
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Malam hari di kediaman keluarga Heri Wijaya,terlihat keadaan mereka siap menerima tamu akan tetapi hanya Sarah seorang yang tidak tahu siapakah itu.
"Hei Wajahnya jangan cemberut begitu,nanti kalau tamu datang terus kamu nya kelihatan jelek lari deh semuanya!" Ledek Eva.
"Aku ke kamar dulu ah,nanti kalau mereka datang panggil ya.Daripada disini duduk melamun kaya anjing tunggu tulang,lebih baik Marathon ketemu Oppa tampan!" Ucap Sarah membuat Eva menatap penuh tanda tanya kearahnya.
"Kasihan kamu Nak,hanya bisa dilihat tapi tidak bisa digapai!" Ejek Eva akan tetapi tak dihiraukan oleh Sarah sama sekali.
Sedangkan di kediaman Hadiwinata,semua pada rusuh karena tingkah menyebalkan pria paling tua di rumah itu.
"Pah,bisa tidak pake yang ada saja kalau mesti couple sama Mama itu kan tidak bisa.Soalnya waktu itu baju Mama ketinggalan di rumah nya Avin,masa iya karena benda sepenggal itu kita harus bolak balik kesana kemari?" Tanya Yuli kesal.
"Pokoknya aku mau kita pake pakaian nya kembaran,biar semua orang tahu kalau kita itu suami istri!" Tegas Dika membuat semua orang disitu jengah melihatnya.
"Aishh kalau tahu begini lebih baik kami pulang,dramanya terlalu berlebihan bikin sakit mata!" Davin sudah tak bisa menahan amarahnya.
"Diam kamu,ini masalah harga diri dan pendapat orang lain.Lagian kamu mana tahu,soal yang beginian?" Ledek Dika.
"Hadeuh lanjutkan aksi mu Pak Tua,bila perlu sampai sukses mungkin otw kesana nya besok pagi." Sinis Davin yang memilih mengusap pelan tangan Silvia yang dari tadi diam saja.
"Kamu baik baik saja kan,atau kita balik ke rumah saja?" Tanya Davin pelan.
"Aku baik kok,lagian mau ngomong apa lagi dari tadi lihat kalian seperti ini saja buat aku pusing!" Sahut Silvia ketus.
Dika kesal karena semua nya tidak menurut apa katanya,bahkan mereka terkesan cuek dan tak peduli.
"Kalau tidak jalan aku masuk tidur saja ya?" Tanya Rino pelan akan tetapi seketika langsung bergidik ngeri melihat tatapan membunuh semua orang dalam ruangan itu.
"Kamu ngomong begitu lagi,bakal kupatahkan leher kamu!" Tegas Dika serius.
"Kamu jangan bicara aneh aneh bocah,kita sudah bersiap mau jalan baru kamu rubah tidak jelas!" Yuli menimpali.
__ADS_1
"Kamu kalau sampai masuk tidur bakal kurobohkan kamar kamu,setelah itu langsung kamu juga ikutan didalamnya!" Ancam Davin.
Rino belum menanggapi perkataan semuanya,karena ia masih menunggu reaksi satu orang lagi.
"Via,Kamu juga tidak ada kata kata yang lebih sadis dari mereka?" tanya Rino pada Silvia.
"Aku tidak punya stok kata Marah,nanti lain kali saja.' Sahut Silvia.
"Mak,kenapa keluargaku brutal semua ya lama lama bisa mati berdiri." Lirih Rino memasang wajah sendu.
"Cuihh menjijikan sekali." Ucap Davin dingin.
"Ayo berangkat!" Ajak Yuli yang sudah cantik disaat dirinya tersenyum berbeda dengan suaminya yang menggerutu kesal.
"Yakin Mah,tidak ada niat buat bujuk tuh Aki aki begitu?" Tanya Rino yang langsung mendapatkan lemparan bantal dari Dika.
"Bugh,apa kata kamu tadi Hah?" Tanya Dika tajam.
"Eitss itu hanya sebuah singkatan,artinya Abang Keren bIngits." Bohong Rino.
"Dasar bocah,semoga saja sebentar ketemu jodohnya Tante girang!" Sindir Dika.
"Oh tenang kalau sampai itu terjadi,maka kabur bertindak." Ucap Rino santai.
"Hehe bercanda kali Mah dan jangan terlalu serius dong nanti cantik nya hilang." Goda Rino membuat Dika langsung emosi karena ada yang sudah memuji istrinya.
"Heii jaga bicaramu,kamu pikir istriku itu wanita apaan?" Tanya Dika sinis.
"Etdah nih orang tua hobi sekali marah marah tidak jelas,padahal sudah tua tapi ngeri kalau mau ngomong!" Kesal Davin karena waktu terbuang habis hanya dengar perdebatan unfaedah itu.
Akhirnya mereka bersiap diri untuk pergi ke tempat tujuan,dengan memakai mobil masing masing.
padahal Yuli sebenarnya tak mau meninggalkan Rino sendirian,karena ia khawatir tuh bocah kabur.
Hanya saja perkataan Rino membuat Yuli sedikit tenang,karena ia yakin Rino tak mungkin mengecewakan dirinya.
"Ma,Aku bukan Abg labil yang main kabur begitu saja,jadi jangan kawatir ya.Aku ingin pake mobil sendiri,karena tidak ingin di amuk sama Papa." Bisik Rino yang pelan agar hanya bisa didengar oleh Yuli saja.
"Hemm baiklah nanti kalian ikut dari belakang kami,biar jangan tersesat!" Saran Yuli.
"Iya Mah tenang saja,nanti aku yang berada di bagian tengah supaya Mama tenang." Sahut Rino sambil tersenyum.
Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah seseorang. Davin sepanjang jalan memegang tangan Silvia,ia sedikit khawatir karena Istrinya yang tidak semangat itu.
__ADS_1
"Kamu yakin baik baik saja?" Tanya Davin penasaran.
"Hemm aku baik kok,biarkan aku istirahat sejenak ya!" Pinta Silvia sambil terkekeh.
"Istirahat lah Sayang,kalau ada apa apa jangan lupa ya kasih tahu." Pinta Davin dan hanya dianggukan kepala oleh Silvia.
Entah apa yang terjadi pada wanita cantik itu,wajahnya sungguh membuat pria tampan disampingnya itu cemas yang berlebihan.
Wajah Sendu milik Silvia.
Abang Avin..
Rino yang jenuh memilih menghubungi Sarah,ia kepo apa tamu wanita cantik itu sudah datang.
Panggilan pertama langsung diangkat Sarah tanpa basa basi,membuat Rino jadi gemas sendiri.
"Hallo." Sapa Sarah dari seberang.
"Keren ya kamu,aku telepon baru sedetik eh langsung diangkat.Jangan bilang kamu lagi nungguin telepon dariku,ayo ngaku kan aku jadi Tersanjung."Goda Rino.
"Lebay ih kamu,orang aku memang lagi posisi pegang Hape kok kamu nya saja yang berlebihan." Ejek Sarah.
"Ya padahal tadi aku sudah terbang melayang lho,eh tahu tahunya hanya ilusi semata." Sahut Rino dengan suara yang dibuat selembut mungkin.
"Kamu lagi dimana sekarang,aku dengarnya berisik begitu?" Tanya Sarah penasaran.
"Oh aku lagi dijalan sih,mau otw kerumah yang keluarga!" Sahut Rino bohong.
"Oh gitu ya,hati hati dijalan jangan ngebut!" perintah Sarah serius.
"Baik Bu Bos,Oh iya hampir lupa apa keluarga yang katanya mau kerumah kalian sudah sampai?" Tanya Rino memastikan.
"Belum kayaknya karena Mama sampai sekarang belum nongol buat panggil aku,semoga saja tidak jadi datang." Sahut Sarah antusias.
"Amin aku juga berharap demikian." Ujar Rino serius.
"Hehe bingung sih Sama Papa,masa katanya yang mau datang itu calon suami?" Jelas Sarah ketus.
Duar
__ADS_1