Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


LOPE U FULL


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU..


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Yuli sangat paham maksud perkataan Dika dengan menyebut ,Dokter jaman purba dan ia juga tahu kalau sebutan itu di berikan Dika dan Alan untuk Adnan.


" Bisa tolong di jelaskan lebih terperinci ,maksud dari perkataan barusan. Memangnya apa kaitan dokter purba,dengan kemarahan kamu yang aneh tadi".tanya Yuli heran


" Ya habis nya suami masih sehat bugar dan masih hidup sudah berani menceritakan ,orang lain dalam hidup kalian. Lagian nggak kesal gimana,punya suami kok malah bicarakan orang lain di belakang". Gerutu Dika kesal.


Yuli jadi heran dengan pikiran suaminya itu,mana ada orang hanya bercanda di anggap sudah selingkuh betulan. Memangnya kalau di omong saja,sudah termaksud melakukannya.


Ada saja jalan pikiran orang ,terkadang apa yang di dengar sekilas. Langsung menyimpulkan bahwa hal tersebut ,adalah kenyataannya.


Padahal segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ,kadang bisa membuat kita menjadi pribadi yang tegar ataupun lemah. Tegar ketika menghadapi suatu masalah dengan kepala dingin ,lemah ketika masalah dalam kehidupan kita di tanggapi terlalu berlebihan.


" Terus kamu dengerin nya sampai habis tidak "? Tanya Yuli penasaran


" Ya mana mau aku dengar sampai habis,yang ada bisa copot jantung di dalam dada karena istri sibuk gibahin orang lain".Ketus Dika


" Hemmm pantesan marah nya separah begitu,orang yang di dengar sepenggal doang.Makanya kalau mau nguping tuh,dengar nya harus keseluruhan jangan stengah saja". Kesal Yuli


Ia pun menjelaskan apa saja yang ia dan Lika bicarakan ,sampai membahas soal Dika dan Alan serta Adnan.


" Jadi bagaimana sudah paham "? Tanya Yuli sambil menatap tajam kearah suaminya itu .


Sedangkan Dika hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal ,karena cemburu di ambang batas nya .Membuat ia jadi bertengkar dengan istri tercintanya itu,bahkan sampai bilang akan mencari wanita seksi.


Yuli yang masih kesal karena perkataan Dika ,memilih tetap menarik kopernya keluar kamar. Dika yang heran melihat tingkah istrinya itu,memutuskan untuk bertanya apa maksudnya.

__ADS_1


" Lho Yang kok masih pergi ,padahal tadi kan aku sudah minta maaf lho.Kok masih marah saja ,mana keluar bawa dengan Koper lagi". Tanya Dika heran


"Suami macam kamu kalau tidak di ajarkan seperti ini,akan keterusan dan tak kan berubah ".Sahut Yuli yang masih kesal.


" Ya Sayang jangan pergi dong,aku minta maaf deh tapi jangan pergi ya.Nanti aku malam tidur nya sama siapa,masa sama guling doang"? Tanya Dika memelas.


" Lha itu mah derita kamu bukan aku,aku mah santai saja nggak ada masalah ". Sahut Yuli santai


Meskipun Dika melepas ,Yuli tetap pada pendiriannya lalu keluar dari kamar dan ia rencananya akan tidur di kamar tamu.


Namun Dika tetap mengikutinya dari belakang ,ia masih berusaha membujuk istrinya agar tetap tak pergi. Namun Yuli yabg terlanjur kesal,karena di tuduh melakukan sesuatu yang tak pernah ada dalam pikiran nya.


" Sayang sudah dong jangan marah lagi,aku janji nggak akan ulangi lagi.Jadi pliss jangan marah lagi,nanti kalau di lihat sama Davin gimana"? Tanya Dika yang membuat langkah Yuli terhenti ,ia membalikkan badan dan langsung berdiri bersedekap sambil menatap tajam kearah suaminya itu.


" Oh jadi sekarang baru ingat kalau sudah punya anak,dari tadi kemana saja Bang"? Tanya Yuli sambil menatap sinis.


" Tadi lupa tapi sedikit "Sahut Dika cengengesan


" Sudah aku mau pindah kamar selama sebulan ,dan tak ada Sayang seyeng soyong lagi aku lagi mogok bicara". Ketus Yuli dan langsung menarik kopernya menuju kamar Tamu.


Namun langkah kakinya terhenti ketika Davin dan Rino,sedang menatap heran ke arah keduanya.Davin mengerikan keningnya melihat Yuli sedang menyeret Koper nya ,sedang Dika sedang mengacak rambutnya frustasi.


Yuli sudah bingung harus menjawab apa,ia pun menoleh kearah Dika agar suami nya itu yang menjawab. Namun Dika juga sama ia bingung harus menjawab apa,tak mungkin ia katakan jika sedang bertengkar dengan istrinya dan memilih minggat.


" Apa tak ada yang bisa jawab,terus tuh koper punya siapa"? Tanya Davin lagi.


" Astaga nih anak aku,kenapa saat bertanya wajahnya seserius itu.Aku kan jadi bingung mau jawab apa,mana nih si biang kerok pake diam lagi". Kesal Yuli dalam hati sambil menyipitkan matanya memandang kearah Dika.


" Huft baik lah Ini koper Mama,mulai hari ini Mama pindah kamar". Akhir nya Yuli pasrah karena tak mungkin lagi untuk diam.


" Maksud nya kenapa sampai mau pindah kamar Ma ,apa kamar Mama mau di renovasi "? Tanya Rino kebingungan.


" Hemm lagi bosan sama suasana kamarnya,dan juga penghuni di dalam nya". Ujar Yuli menyindir Dika secara halus.


Davin masih merasa kejanggalan karena melihat tatapan penuh kemarahan dari Yuli untuk Dika,ia yakin pasti ada yang tak beres.


" Ma bawa koper kembali kekamar sekarang ,karena ada yang mau Davin omong ke Mama sama Papa".Pinta Davin serius.


Yuli yang ingin menolak pun tak jadi ,karena Dika sudah menggunakan kesempatan dengan baik.Ia langsung mengambil koper istrinya dan langsung membawa kembali kekamar.

__ADS_1


Davin hanya tersenyum sendiri melihat Papa nya,yang tanpa kompromi menarik koper Yuli kembali ke kamar mereka.


Davin mendekati Yuli dan langsung memekuk nya ,ia sangat merasa lucu melihat wajah yang di tekuk milik Mama nya itu.


Anak adalah penguat segala hubungan dalam rumah tangga ,biarpun di terpa badai tapi tetap akan bisa di selesaikan.Karena semua orang tua ingin melihat anak nya bahagia ,dan tanpa mau melihat kesedihan di mata mereka.


" Ma ingat mau punya menantu ,jadi kalau marah jangan main minggat segala. Kelakuan Mama itu mengalahkan Abg labil ,dan kelihatan sangat lucu tau nggak sih". Ledek Davin


Yang mana langsung mendapatkan pukulan dari Yuli ,di kepalanya karena sudah berani menertawakan dirinya.


" Anak sama Papa saja sukanya cari masalah ,tak pernah pikirkan perasaan Mama nya". Kesal Yuli dan langsung menuju ke arah Sofa.


Dika yang sudah turun pun langsung di sambut dengan pertanyaan oleh Davin ,ia sangat paham kalau Yuli sudah marah seperti itu.Artinya Dika telah melakukan kesalahan yang besar,dan Yuli enggan berdamai dengan nya.


" Papa lakukan apa ke Mama sampe bisa ngamuk separah itu,tau nggak malah aku juga kena imbas nya"? Tanya Davin.


Dika hanya cengengesan karena tak mungkin mengatakan ,kalau gara gara cemburu ia marah tak jelas tadi.Kalau sampai itu terjadi ,mau taruh di mana mukanya di depan kedua anak bujang nya itu.


" Hehe biasalah pembahasan yang sudah berumur ,selalu berakhir cekcok ". Sahut Dika memberikan Alibinya..


Davin hanya menggelengkan kepalanya ,karena sudah setua ini masih saja kedua orang tua nya cekcok.


Rino kini memilih mengajak Yuli ngobrol ,ia ingin tahu kenapa Mama nya itu terlihat kesal .Sampai semua orang dalam rumah salah ,tak ada yang benar.


" Ma sudah lah senyum dikit lah,jangan pelit pelit nanti keburu tua lho". Bujuk Rino.


Davin dan Dika langsung memukul otak keduanya ,karena mereka yakin Yuli akan mengamuk mendengar ucapan Rino tadi.


" Aduh tuh anak memang Ya,bakalan bangunin Singa betina yang lagi tidur ". Gumam Davin namun masih bisa di dengar Dika.


" Hemm tunggu saja ,apa yang akan di buat Mama kamu nanti"? Sahut Dika


Namun di luar dugaan keduanya ,Yuli malah tertawa mendengar perkataan Rino barusan. Mana ada senyum di pelit pelit kan,kaya mau bayar cicilan saja.


" Kamu tuh Ya,ngomongnya aneh aneh saja.Orang yang bilang Mama marah siapa coba,hanya lagi mogok bicara kok". Sahut Yuli sambil tersenyum.


" Hah dalam rangka apa mogok bicara"? Tanya Rino heran.


" Dalam rangka untuk keamanan dan ketertiban ". Sahut Yuli asal.

__ADS_1


__ADS_2