Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Episode 157 s2


__ADS_3

Haii reader ku...


author balik lagi nih...


jangan lupa like n comment nya ya🤗🤗🤗🤗


LANJUT...


Setelah sampai ditujuan, Alan mengajak Sinta turun.Dan mereka berdua kini tengah berada di toko pakaian yang masih buka.Alan memilih beberapa gaun dan memberikan ke Sinta.


" Ayo kita pulang, kamu perlu membersihkan diri mu". Ajak alan dan menarik tangan Sinta agar mengikutinya.Kebetulan jarak toko pakaian dan hotel,tempat Alan menginap dekat.Jadi tak perlu menggunakan kendaraan untuk menuju kesana.


Saat telah sampai di kamar hotel, Alan menyuruh Sinta membersihkan badan nya.


" Sin, kamu mandi dulu sana, pake baju yang aku beli tadi ya"..Ujar Alan


Sinta hanya menganggukan kepala.Sejujurnya berada di kamar hotel berdua dengan Alan, membuat nya sedikit merasa canggung.


Selesai membersihkan dirinya sinta memakai gaun yang di beli Alan.Gaun tersebut terlihat sangat pas ditubuh Sinta.



Setelah itu ia menghampiri Alan dengan pose yang menggemaskan.Alan sangat terperanjat, dengan penampilan sinta kali ini.Sangat berbeda dari tadi saat ia bertemu di taman.


"Gimana lan, masih kelihatan kaya gembel nggak"? Tanya Sinta penasaran.


Alan hanya tersenyum mendengar perkataan Sinta.


"Gembel dari mana, kaya tuan putri yang ada sekarang". Gumam Alan dalam hati.

__ADS_1


" Ye orang ditanya malah bengong, gimana penampilan aku"? Tanya Sinta lagi.


" Keren kok, ya udah istrirahat.Kamu makan belum"? Tanya Alan .


" Sudah di jalan, tadi di bagi sama orang baik hati". Ujar sinta dan duduk di sofa di kamar tersebut.


"Maksud nya di bagi itu gimana sih"? Alan penasaran.


" Ya kita yang tinggal di jalanan, kalau makan yang cuma berharap orang dermawan saja yang membaginya.Kalau tak ada yang membaginya, terpaksa kelaparan". Ujar sinta yang terdengar biasa saja, namun tersirat kesedihan di dalam nya.


" Kenapa kamu di sofa, sini tidur di ranjang.Biar aku yang di sofa"..Ujar Alan dan menghampiri Sinta.


" Aku nggak enak sama kamu lan, masa kamu yang bayar, aku yang tidur di ranjang.Lagian sofa ini nyaman kok, dari pada tidur di lantai". Sahut sinta


Tanpa banyak bicara Alan langsung menggendong Sinta ketempat tidur dan menjatuh kan ia diatas nya.


" Jangan cerewet, jangan bantah, atau aku bakal cium kamu". Ancam Alan


" Sin,


" hem


" Aku boleh nggak dengar kisah kamu selama ini, soal nya aku penasaran.Maaf ya jika permintaan ku ini menyinggung perasaan kamu.Tapi jujur niatku, hanya ingin kamu berbagi beban mu saja.Aku hanya ingin membantu sebisa ku"? Pinta Alan pelan.


Sinta hanya menghela nafas berat.Sejujurnya pengalaman hidup berapa tahun belakangan ini, adalah hal yang tak ingin di ingat nya sama sekali.Ia tak mau mengingat kenangan pahit yang ia lalui.


Namun permintaan alan tak ada salah nya.Ia ingin meringankan beban pikiran Sinta.


" Ya sudah kalau kamu belum bisa cerita, aku tak kan memaksa.Tapi jika kamu siap kapan pun aku pasti mendengar nya"..Ujar alan

__ADS_1


" Aku bakalan cerita sama kamu, tapi plis aku tak ingin dikasihani". Pinta Sinta


Alan pun mendekati sinta dan duduk di samping ranjang.Sedangkan sinta ia duduk bersandar di kepala ranjang.


**SINTA POV


FLASH BACK ON


Aku berada didalam penjara, karena telah melakukan kekerasan kepada sahabat ku sendiri yuli.Aku kesal, dan cemburu kepadanya, karena pria yang kusukai dan menjadi pacarku selama ini, lebih memilih dia di bandingkan aku.


Aku bersahabat dengan nya, hanya karena ingin menjauhkan ia dari dika.Pria yang sangat kucintai, namun tanpa kusadari ternyata pria tersebut.Hanya menjadikan ku pelampiasan nya saja, ternyata ia juga memendam rasa kepadanya.


Aku marah dan frustasi, hingga mendorong yuli jatuh di tangga.Aku merasa puas karena telah membalas kan dendam ku.


Namun tak kusangka perbuatan ku, justru merupakan awal kehancuran ku sendiri.Tanpa ku sangka dan kusadari, ternyata dika telah melaporkan perbuatan ku ke pihak berwajib.


Mereka datang kerumah ku, dan hendak menangkap ku.Aku syok dan histeris, berharap pria yang selama ini ku panggil papa mau menolong ku.


" Pa, tolongin aku, aku nggak mau masuk penjara"..Ujar ku sambil memeluk erat kaki nya.


"kamu berani berbuat harus berani bertanggung jawab". Ujar nya tegas, dan tak peduli padaku yang sedang sujud di kaki nya.


" Pa kamu kan bisa sewa pengacara, untuk bebasin Sinta". Ujar mama berusaha membujuk keras nya hati papa ku.


" pak, silah kan lakukan sesuai prosedur, saya tak kan menghalangi"..Ujar nya dan berlalu meninggal kan kami.


Aku beralih mendekati mama, dan meminta pertolongan padanya.


" Ma, tolong aku.Aku nggak mau masuk penjara". Lirih ku di sela tangis ku..

__ADS_1


" Maafin mama sin, mama nggak bisa lakukan itu.Kamu tahu kan yang punya kuasa di rumah ini siapa". Ujar mama


Hatiku hancur, saat itu aku sadar.Ternyata aku bukan siapa siapa dirumah yang selama ini aku tinggal**.


__ADS_2