
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT...
" Terserah kamu saja Via, yang penting sudah ku katakan. "Sahut Sarah dan langsung mengambil buku ia tak peduli dengan Silvia yang sudah seperti cacing kepanasan, karena tak ada kabar dari Andra.
" Kak Davin kalau dulu nggak pergi, aku yakin kalian pasti bersama. Kenapa sih kak ninggalin dia sama laki laki brengsek itu, kasihan Silvia seperti nya dia saja yang menjalankan hubungan ini tapi tidak dengan Andra ". Gumam Sarah sambil melirik sekali kali kepada sahabat nya itu.
Sementara itu di Amerika serikat, di sebuah club malam terdapat pesta ulang tahun salah satu temannya Davin.
Isabella lewis itulah nama gadis tersebut,ia adalah gadis cantik keturunan asli Amerika. Dan merupakan wanita yang mengejar Davin, saat melihat Davin pertama kali menginjakkan kaki nya di kampus mereka.
Namun sayang berkali kali, Davin menolak nya. Karena alasannya seorang gadis cantik sedang menunggunya pulang dan melamarnya.
Bahkan Davin dengan terang dan jujur mengatakan jika kekasihnya bernama Silvia Andrew.Gadis cantik mengalahkan siapapun di muka bumi ini, padahal ia sangat tahu jika Silvia sudah punya kekasih.
" Haii Vin, apa kamu mau berdansa denganku "? Tanya Isabella sambil tersenyum dan berusaha memegang lengan Davin.
Namun dengan wajah datar dan Dingin, Davin menghardik tangan Isabella.Ia sangat tak menyukai ada wanita lain yang menyentuh nya selain Silvia.
__ADS_1
"Bisa tidak tangan mu itu di kondisi kan, aku tak suka di pegang jika bukan kekasih ku". Bentak Davin yang sangat kesal
Bella biasa di panggil hanya menundukkan kepala, ia tak menyangka jika Davin akan berbuat kasar padanya di hari ulang tahun nya.Bahkan Davin tak segan membentak nya, di hadapan semua tamu undangan nya.
Air matanya sudah tak bisa di bendung lagi, sakit hati dan malu itulah yang di rasakan nya kini.Bahkan mukanya sudah tak bisa di angkat lagi, saking rasa malunya itu.
"Aku tadi kan hanya meminta mu baik baik, tapi kalau tak mau ya sudah tak masalah. Tak perlu kau tunjukan wajah angkuh mu itu, aku pun tak memaksa ". Teriak Bella dengan suara bergetar
Davin yang sudah sangat kesal, langsung meninggalkan tempat tersebut.sebelum ia melampiaskan kekesalannya di sana, lebih baik ia menghindari dari pada tambah masalah.
Dengan langkah tegap, Davin meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke rumah oma dan opa nya.
Ya selama melanjutkan study s2 nya di amerika, Davin tinggal di rumah oma Riani dan opa Bram.Karena itu semua adalah kemauan dari Riani, ia ingin membayar waktu yang sudah ia lewatkan dengan cucu nya itu.
Revo yang merupakan sahabat karib Davin selama di sana, melihat Davin sudah pergi meninggal kan tempat tersebut. Ia langsung mengejarnya dari belakang, sebab ia merasa melanjutkan pesta tanpa Davin sangat tak seru.
Sedangkan Davin memilih diam, ia sangat kesal hari ini.Satu satunya obat untuk mengembalikan mood nya adalah mendengar suara yang sangat di dirindukan dan bisa menentramkan hatinya.
Ia masuk kedalam mobil dan langsung di susul Revo, yang sudah duduk manis di samping nya.
" Let's go my friend's". perintah Revo yang mana langsung mendapatkan cibiran dari Davin
" cihh yang numpang siapa, yang perintah siapa "? Sindir Davin
" Hehe sekali kali bro, jangan ketus gitu napa nanti ganteng nya luntur lho". Goda Revo
" Haha maaf ya kamu salah sangka, ganteng ku ini sudah anugerah. Dan tak kan lekang oleh waktu, jadi kamu jangan iri ya". Sahut Davin terkekeh sejenak melupakan kekesalan nya tadi.
__ADS_1
" Hemm aku penasaran sih, tampangnya seperti apa ya wanita yang sudah membuat seorang Davin Hadiwinata bertekuk lutut."Ejek Revo
ciiittt
Davin menginjak rem mobil nya tiba tiba, ia teringat kepada sang pemilik hatinya itu.Ia pun menepikan mobil nya di pinggir jalan yang sepi.
" Wooii Bro, kalau rem itu kasih kode dong.Bisa bonyok nih wajah tampan aku, karena ulah kamu". Kesal Revo
" Tampan dari hongkong, masih jomblo ngenes kok di banggakan ". Ejek Davin
" Iya iya dari anda saja,seingin anda, semau anda ".Sahut Revo jengah
Davin lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Silvia, ia yakin gadis tersebut pasti sekarang berada di kampus nya.
tut tut tut
Silvia yang sedang menerima pelajaran, ketika mendengar ponselnya bergetar. Ia yakin pasti dari orang yang di tunggu nya dari tadi, hingga tak mengecek dahulu. Silvia yang ingin menelpon balik, langsung meminta izin ke toilet.
Davin yang tadi panggilan pertama nya tak di angkat, mencoba menghubungi sekali lagi.
tut tut tut
Silvia yang sudah berada di luar kelas, langsung mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat nya dahulu.
" Hallo sayang,kamu kemana saja sih.Dari tadi aku coba menghubungi kamu terus, tapi nggak aktif. Kamu lupa ya jika sekarang punya pacar yaitu aku, Silvia Andrew.kalau tahu begini, lebih baik aku pacaran sama kak Davin saja.Kak Davin adalah yang terbaik di dunia dan selama nya". ujar Silvia yang menyerocos terus tanpa melihat dulu siapa sebenarnya yang menelpon nya.
Deg..
__ADS_1