Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
bab 23


__ADS_3

Jam dinding menunjukan angka sembilan belas lebih lima belas menit. Masakan pun sudah selesai di masak semua. Ada pindang ayam kesukaan Zaidan, udang tepung kesukaan Reno dan juga Arby, ayam goreng kesukaan Aluna tak lupa sambal dan lalapan juga biar ada pelengkap sayuran untuk menu makan malam kali ini. Semuanya di masak Ayu yang dibantu Aluna sejak tadi sore.


Sore Tadi Reni dan juga Arby sudah memberitahu kalau mereka juga Zaidan akan pulang terlambat karena banyak pasien yang harus ditangani. Walaupun Reno sebagai pemilik rumah sakit tetap saja dia juga seorang dokternya jika sedang banyak pasien pasti akan ikut turun tangan untuk menangani.


Ayu dan Aluna pun membersihkan diri terlebih dahulu. Akan menunaikan kewajiban terlebih dahulu untuk beribadah kepada Sang pemilik alam semesta.


Setengah jam kemudian Ayu yang terlebih dahulu kembali ke dapur untuk menata hidangan di meja makan, tak lama Aluna pun menyusul. Tepat ketika makanan selesain di siapkan.


Deru mobil pun terdengar memasuki halaman rumah. Dari jendela dapur yang mengarah ke depan, Alunya mencuri lihat siapa yang datang. Terlihat dua mobil datang beriringan memasuki halaman depan. Yang satu tentu saja mobil Sang Papa dan Reno pun keluar dari mobilnya dan memberikan kunci pada Pak Tantang supaya memarkirkan mobilnya di garasi samping rumah. Tak terlihat Sang Kakak di sana, ternyata Arby turun di mobil satunya disusul oleh Zaidan yang memakai kacamata hitam, menambah ketampanan wajahnya membuat jantung Aluna yang menatap Pria itu dari balik jendela berdebar tak menentu. Aluna memandang dadanya dan sontak terkejut dengan kehadiran Mamanya yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya.


" Ih, ngagetin deh, Nama. "

__ADS_1


" Habisnya dipanggil, gak nyaut. Yang datang Papa sama Mas dan Abangmu. Dah gak usah dilihat. " Ayu menarik lengan Aluna dan mengajaknya ke depan menyambut kedatangan ketiga pria yang di sayanginya. Aluna dengan wajah cemberut mengikuti langkah Ayu menuju ke ruang depan.


" Lagian kamu ini ngapain ngintip segala, Udah tahu juga siapa yang datang. " Tambah Ayu, yang melihat wajah anak gadisnya ditekuk.


" IH.. Mama.. kali aja yang datang pangeran yang mau lamar aku, kan siapa tahu? " Aluna memang suka tidak mau mengalah dalam berbicara.


" Husss.. sekolah dulu yang bener udah mikirin yang lamar, Nanti Abangmu sama Mas mu dulu yang lamar anak gadis orang baru kamu Mama sama Papa cariin pria yang baik dan sholeh yah.. kira-kira mirip Abangmu lah. " Ucap Ayu sambil berjalan cepat menuju pintu depan.


' Ih, Mama gak usah jauh- jauh cariin aku jodoh. ngapain yang mirip Abang. Aku kan maunya sama Abang saja Ma, sama Abang Zaidan.' Ucap Aluna yang tentunya hanya dia katakan di dalam hatinya saja. Namun membuat wajahnya merona merah membayangkan Wajah Zaidan yang terlibat teduh dimatanya.


Ayu menyambut Reno dengan mengambil tas kerjanya dan mencium tangan suaminya dengan takzim, begitupun dengan Akuna mencium tangan Papanya dan Arby dan Arby mencium tangan Mama Ayu.

__ADS_1


Namun tidak dengan Zaidan, dia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Sesayang sayangnya Ayu pada Zaidan tetap tidak bisa melewati batasan yang tidak boleh dilanggar. Mereka bukan Mahram yang boleh berpelukan karena rasa rindu dan sayang. Begitu pun dengan Aluna yang hanya tersenyum pada Abangnya tersebut. "Ayo langsung kita makan yuk..! Mama dan juga Kuna sudah masak dan menyiapkan makan malam. Ajak Ayu sambil menggandeng tangan suaminya.


" Sejak kapan, si manja ini bisa masak, biasanya juga cuma bisa makan " Ejek Arby. " yang langsung di balas dengan pelototan adiknya.


" Sudah... sudah. " Ayu melerai, karena selalu saja ada perdebatan diantara kedua anaknya itu. Walaupun tahu bahwa mereka berdua hanya bercanda karena sebenarnya mereka saling menyayangi.


" Luna, tolong panggilkan Zaky di kamarnya. " Perintah Ayu pada anak gadisnya. " Walaupun pada anaknya Ayu selalu membiasakan meminta tolong dan tidak memerintah seenaknya. Aluna pun bergegas tanpa membantah memanggil adik bungsunya yang sedang mengerjakan tugas sejak tadi sore dan tidak mau di ganggu. Dan Ayu pun membiarkan anak itu dan hanya mengingatkan untuk sholat saja tadi dan menyuruh Luna memberikan camilan.


Memang Zaky berbeda dengan kakak kakaknya dia terlihat lebih pendiam dan juga tidak senang berinteraksi dengan banyak orang. Cenderung senang menyendiri apalagi ketika mempunyai tigas, Zaky akan fokus dan tidak mau di ganggu Makanya Pak Harsa sang kakek mengatakan bahwa kelak Zaky lah yang akan meneruskan perusahaan karena Arby sepertinya tidak tertarik dan mengikuti jejak Papanya Renoe jadi seorang dokter. Sedangkan Aluna seorang perempuan yang tidak fokus terhadap pekerjaan karena kelak akan lebih mementingkan mengurus keluarga. Sedangkan Reynal, adik Reno setelah penantian lama keluarga akhirnya mempunyai anak perempuan kembar yang berusia dua tahun diatas Zaky dan sampai sekarang istrinya tidak kunjung hamil lagi walaupun tidak pernah memakai kontrasepsi. Jadinya Pak Harsa berharap banyak pada cucunya yang paling kecil karena menurutnya kemampuan Zaky untuk memimpin perusahaan sudah terlihat dari sekarang walaupun usianya masih kecil.


Happy readingπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ

__ADS_1


semoga kalian suka.... ya


jangan lupa dukungannya. Terima kasih


__ADS_2