Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 395


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ****


"Ayo turun kita sudah sampai!" Ajak Eva.


"Lho kok aku juga harus turun,Mama sendiri lah jangan ajak ajak!" Ujar Sarah.


"Enak saja kamu,ayo pegang keranjang ini terus berlagak kaya emak lagi mau belanja!" Perintah Eva santai.


"Astaga Mah,ini anak masih gadis lho masa harus disuruh suruh kaya begitu?" Gerutu Sarah.


"Heii tidak selamanya jadi seorang gadis terus,harus mulai belajar dari sekarang biar besok lusa suami kamu tidak kelaparan!" Omel Eva.


"Haiiss urusan kasih makan suami itu belakangan kalau sudah nikah,nah sekarang masih sama orang tua jadi numpang dulu dong." Sahut Sarah yang membuat Eva ingin sekali menghajar dirinya.


"Anak kurang ajar bisa sekali menjawab orang tua,kalau begini terus lama lama bisa kutampol kepala kamu!" Gerutu Eva.


Sarah hanya bisa geleng geleng kepala,ia tahu jika Eva sedang Kesal tapi mau bagiamana Lagi mulutnya juga tak bisa diajak kompromi.


"Baiklah Emak ku Sayong,tapi tolong jangan suruh aku bawa keranjang ya!" Pinta Sarah sambil tersenyum.


Eva hanya bisa mendengus kesal,putrinya itu selalu saja ada hal yang ia bicarakan.Padahal ia tadi membicarakan soal serius,bukan nya sekali kali mengakui eh malah bicara terus.


"Kita ke bagian yang jual ikan dulu ya!" Ajak Eva membuat Sarah langsung menghentikan kakinya.


Ia tahu jika berhubungan dengan tempat itu,maka bau amis dan sangat tak menyenangkan.


"Tapi Mah,itukan sangat menjijikan?" Tanya Sarah penasaran.

__ADS_1


"Hei kamu itu kalau giliran makan enak nya sampai minta tambah,eh sekarang untuk belanja langsung tolak minta ampun!" Omel Eva.


"Ma,kenapa sih harus pake masuk kedalam segala padahal sekarang belanja online kan gampang?" Tanya Sarah heran.


"Hei kamu itu kenapa sih,masa sudah sampai disini terus harus pulang?" Eva kesal dengan jalan pikiran putrinya itu.


"Hehe yakali jangan sampai Mama berubah pikiran begitu?" Tanya Sarah sambil cengengesan.


"Enak saja,kamu pikir Mama ini sopir kamu apa?" Ketus Eva lalu menarik tangan Sarah agar ikut dengannya ke bagian yang jual ikan.


"Buk ikan Buk,masih segar baru datang!" Tawar penjual ikan bapak bapak bertubuh subur itu.


"Memangnya baru datang nya kapan?" Tanya Eva memastikan.


"Tadi siang?" Sahut penjual itu .


"siang itu kira kira kapan?" tanya Eva.


Penjual itu merasa heran, masa ada pembeli yang sampai menanyakan serinci mungkin seperti itu.


"Ibu yakin datang mau belanja,soalnya tingkahnya sudah seperti reporter yang suka tanya ?" Kesal penjual itu.


Sarah hanya menatap jengah kearah mereka,ia yakin sebentar lagi Eva bakal ngamuk tinggal tunggu detik berikutnya.


"Pak,kalau jadi penjual itu jangan sensian kenapa,masa ditanya hanya segitu doang langsung ngamuk?" Omel Eva.


"Ya habisnya Ibu kasih pertanyaan yang kira kira dong,masa harus sampai sedetail begitu?Lagian mana ada penjual pasar yang gila,harus menghitung waktu kapan barang masuknya!" Gerutu penjual bertubuh subur itu lagi.


"Kalau darah tinggi,mending tidak usah jadi penjual tapi jadi pendemo saja biar bisa marah marah terus!" Sahut Eva ketus.


"Lagian pembeli itu raja,jadi bisa saja kasih pertanyaan seenak jidat bila perlu suka suka saya mau tanya kenapa ukuran perut bapak seperti orang hamil!" Sambung Eva nyolot.


Penjual itu merasa harga dirinya seolah diinjak sampai kebawah tanah,masa setelah sekian lama jualan baru kali ini dirinya diinjak harga diri seperti ini.


"Permisi ada apa ya Pak, Byk dari tadi ribut?" Tanya Salah satu keamanan disitu.


"Tanya tuh sama laki laki hamil itu,masa saya tanya tanya soal ikan tidak boleh malah dia ajak berdebat lagi!" Ketus Eva.


"Ma,ihh malu maluin saja deh lebih baik kita pergi saja deh cari yang lain!" Ajak Sarah karena tak ingin Mamanya bikin keributan disitu.

__ADS_1


"Diam kamu disitu,Ini menyangkut harga diri jadi harus dituntaskan sampai ke akar akarnya!" Tegas Eva tak mau dibantah.


"Hadeuh Mah,tapi kita lagi ada keperluan lain nanti waktu keburu habis!" Kesal Sarah.


Eva menatap tajam kearah pria itu,ia lalu memilih pergi dari situ dan menuju parkiran.Karena jika berlama lama disitu,haiish bisa dipastikan akan terjadi keributan.


"Mah,kenapa kita pulang bukan nya tadi mau belanja?" Tanya Sarah penasaran.


"Nanti kita belanja di swalayan yang didepan itu saja,soalnya disini kondisi tidak sehat." Oceh Eva ketus.


"Huh katanya pasar merakyat,tapi sekarang kok jadi berubah haluan ya?" Gumam Sarah pelan.


Eva menatap ketus kearahnya,dirinya sedang Kesal malah dibuat tambah kesal karena perkataan putrinya itu.


"Kamu ih Mama lagi emosi malah tambah pancing lagi,diam kamu aman!" Kesal Eva.


Sarah sudah tak berani berkomentar karena sekarang macan betina lagi marah,jika dipancing terus lama lama bisa kena sleding dirinya.


"Ma kita pake mobil kah?" Tanya Sarah memastikan.


"Kamu bawah mobil Mama mau pake jalan kaki saja,biar sehat dan otak cantik Mama lebih fresh!" Sahut Eva sambil berjalan menuju ke seberang jalan.


"Ih Mama nih kok tega sekali sih,masa aku ditinggal sendiri mana semua mata orang disini nakal semua lagi?" Gerutu Sarah lalu segera masuk kedalam mobil.


Eva kini sudah masuk kedalam Swalayan,sedangkan Sarah memilih berlama lama dalam mobil pokoknya lumayan lah adem.


Ketika sedang memainkan ponselnya ia kemudian dibuat terkejut dengan siluet seseorang yang dikenalnya,orang yang hampir membuat masa depannya hancur berantakan.


"Tuh brengsek kok bisa bisa nya ada disini,ah aku lupa ya kalau dia kan memang tinggal disini?" Batin Sarah.


"Semoga saja Mama lama belanjanya,karena kalau sampai dia lihat kearah sini dan bicara macam macam bisa berabe?" Sambung Sarah lagi.


Eva hanya mencari daging dan Ikan,setelah didapat langsung membayar dan pulang.sepanjang perjalanan ke parkiran ia hanya bisa bersungut sungut,siapa yang tidak kesal ketika membawa belanjaan begitu banyak sedikit,sedangkan orang yang diajak hanya berdiam dalam mobil menikmati AC.


" Dasar anak tidak tau di untung, bisa bisanya membiarkan orang tua bawa barang seberat ini sendirian! " sungut Eva monolog.


Ketika sudah berada diparkiran, pemandangan dihadapanya kini membuat wanita paruh baya itu hanya bisa mengelus dadanya. D disaat dirinya membawa beban berat, putrinya tanpa beban sibuk dengan ponselnya.


Saatnya macan betina bereaksi sekarang...

__ADS_1


"Woii dasar anak kurang ajar ,bukannya bantuin orang tua malah asyik sendiri dengan barang bodok itu!" Omel Eva dari luar jendela mobil membuat Sarah terlonjak karena kaget.


__ADS_2