
Haii reader ku terseyeng...jangan lupa like, kommen n Vote nya ya ya ya....
karena dukungan kamu semangat untuk ku...
lope u full
Happy reading Ya guys...
Jason memeluk kekasih,sekaligus calon istrinya itu.Ia merasa bersalah, karena melampiaskan kekesalan nya dengan cara yang salah.
" Maaf kan aku sayang, jika caraku salah.Tapi aku nggak suka kamu dekat sama cowo lain, Apalagi didepan aku".Lirih Jason
Lika yang mengakui kesalahan nya, ia tersenyum dan balas memeluk Jason.
" Oh chayang, ceritanya ada yang lagi cemburu nih"? Goda Lika
" Hemm ternyata baru sadar sekarang". Sahut Jason sambil mengerat kan pelukan nya.
" Haha, kamu rencana nya mau bunuh aku ya"? Tawa Lika pun pecah..
Dika dan Yuli yang mendengar tawa Lika, hanya tersenyum.pasal nya ada ya pasangan yang menyelesaikan masalah dalam toilet.
" Sayang lain kali selesaikan masalah, jangan kaya mereka ya nggak ada romantis nya yang ada jorok malah". Ucap Yuli sambil bergidik ngeri.
" Haha, kamu tenang saja kalau kita penyelesaian nya yang enak enak saja". Ucap Dika sambil tersenyum.
"Aku no comment, kalau ngomong ke kamu selalu larinya ke arah arah miring". Ketus Yuli
Tak lama Lika dan Jason keluar sambil berpegangan tangan, Lika tersenyum kikuk kearah Dika dan Yuli.Sedangkan Jason menampilkan wajah datar, seolah tak terjadi apa pun.
" Ka udahan temani aki akinya".Ejek Dika
"Sudahan".Sahut Lika malas tahu.
" Syukurlah, aku pikir kalian berencana nginep di toilet". Sambung Dika Lagi.
" Kamu tuh ya ngomong seenak jidat saja".Geram Jason
"Iya monmaap akang jas jas". Dika dengan wajah di buat seimut mungkin.
" Haiii semuanya makanan nya datang". Ujar Alan dari depan pintu, sambil menenteng kertas.
Lika dan Yuli menatap Alan sambil tersenyum, Namun berbeda dengan Dika dan Jason.Mereka menatap kesal kearah Alan yang sudah menjadi pengacau.
" Kenapa harus balik lagi sih, aku kira bakalan jalan terus".Gumam Jason pelan
"Yuli, ini bubur kamu,Lika ini soto kamu". Alan memberikan makanan kepada kedua sahabat nya itu.
"Makasih ya lan". Ucap Yuli
" Masama,eits kalian nggak makan, hanya lihatin aku seperti itu"? Tanya Alan kepada Dika dan Jason
" Hemmm?o iya Lan gimana keadaan Sinta sekarang"? Tanya Dika pada Alan supaya jangan terlalu fokus pada istrinya.Namun tanggapan Yuli berbeda, karena Dika menanyakan perihal mantan kekasihnya itu.
" Hehe, ada yang lagi kepoin mantan rupanya"? Goda Alan.
Dika pun terkejut, setan apa yang membuat nya sampai menanyakan soal Sinta.Ia pun menoleh kan wajah nya ke Arah Yuli, wajah nya datar saja.
" Kamu tuh hanya salah ngomong doang, sudah nggak usah di bahas".Dika mencoba biasa saja, padahal nyali nya sedari tadi mulai menciut.
" Hahha, kapok kamu akhirnya senjata makan tuan nya". Ledek Alan
Dika tak menggubrisnya, ia mendekati ke Yuli.
"Sayang sini aku suapin".Tawar Dika
" Boleh juga". Sahut Yuli singkat..
Dika pun tersenyum kearah Alan, seolah mengejek kalo strategi Alan tak berhasil.
" Aku pikir bakalan ada pertunjukan selanjut nya". Ujar Alan lemas
"Sayang kamu mau rasain soto milik aku nggak, ini enak banget lho". Lika menawarkan ke Jason.
" masa sih yang, aku jadi pengen". Sahut Jason dan langsung mencobanya.
Alan memandang jengah kearah mereka, apalagi melihat kemesraan yang di tujukan.
" Nasib, bukan nya di kasihani diriku ini, tapi malah bertambah parah". Ucap Alan pelan
__ADS_1
"Duh kasihan ada jomblo yang haus perhatian,". Sindir Dika
" Betul sangat tuh, ada yang haus kasih sayang". Jason menimpali
" Diam kalian, awas saja ya kalo jodoh ku sudah sampai jangan coba coba kalian menatap nya". Kesal Alan.
" Emang jodoh kamu dimana sekarang Lan"? Tanya Lika
" Tuhan bilang dia masih otw". Sahut Alan cuek.
" Aduh aku takut deh lan, jangan sampai jodoh kamu datang, eh kamu sudah peot". Sambung Yuli
Hahhaah
Tawa pun pecah di dalam ruangan tersebut, ketika mendengar perkataan Yuli.
" Kamu tuh ya Yul,teman lagi galau bukan nya di bantuin malah ikutan meledek". Kesal Alan
"upps maaf Lan, mulut aku nggak sengaja". Sahut Yuli
" Tau ah, lebih baik aku jalan jalan saja". Ucap Alan dan hendak keluar dari ruangan tersebut, namun di tahan oleh Iika.
" Hei kamu mau keman, ayo duduk makan dulu, nanti pingsan baru bilang sulap". Tahan Lika
" Udah nggak napsu". Jawab Alan dan langsung menuju pintu.
" Alan stop, berbalik dan makan.Kalo tidak makanan ini aku suruh bawa pergi saja". Ancam Yuli
Alan yang selalu lemah, ketika mendengar nada ancaman dari Yuli.Dengan terpaksa berbalik dan menikmati makanan nya dengan mendapatkan tatapan intimidasi dari Lika.
" Kenapa sih dari dulu, setiap kali kalo Yuli ngomong kamu nggak akan pernah nolak". Gumam Lika dalam hati sambil terus memandang ke arah Alan.
" Kalian semua makan dan diam, mulut kalian tuh perlu istirahat.Soalnya dari tadi diajak olahraga terus."Ujar Yuli dengan nada dingin.
Dika yang hendak protes langsung ia urungkan, apalagi saat melihat tatapan dari istrinya itu.
" Oh my god, singa betina kayanya sudah bangun deh".Gumam Jason dalam Hati.
Kini mereka semua makan dalam keadaan hening, namun kegiatan mereka terhenti saat mendengar langkah kaki dari luar.
Ceklek
" Sayang kamu sudah sadar, mami senang deh lihat nya".Ujar Riani sambil mengecup kepala putrinya itu.
Riani pun berinisiatif mengambil mangkok bubur di tangan Dika, dan gantian menyuapi Yuli.
" Sini Ka , biar mami yang suapin Yuli". Pinta Riani
Dika pun menganggukan kepala, dan memberikan mangkok tersebut kepada Riani.Rika pun mendekat untuk melihat keadaan menantu kesayangan nya itu.
" sayang , gimana keadaan kamu, lain kali jangan begini lagi.Jantung mama serasa mau copot, lihat keadaan kamu tadi". Ucap Rika dan terdengar ada nada cemas.
" Iya ma, lain kali aku bakalan hati hati, makasih juga karena mama sudah khawatirin Yuli". Sahut Yuli Tulus.
"Eits stop ngomong gitu, kamu kan nak mama,jadi wajar dong kalo mama khawatir". Ujar Rika
Yuli hanya tersenyum, Bram pun mendekat begitu pun Dion.
" Papi senang kamu baik saja". Ucap Bram
" Makasih pi". Ucap Yuli sambil tersenyum.
" Lain kali hati hati ya"!Dion menimpali
" Siap komandan". Sahut Yuli sambil memberi hormat, yang mana membuat semua orang di ruangan itu tersenyum.
Namun berbeda dengan Rika otak kepo dan kejelian nya, serasa minta di tuntaskan.
"Wait, mama bingung deh kan di dalam ruangan ini ada kalian lima orang, tapi pas tadi kami masuk kok sunyi sekali"? Tanya Rika.
Dika mendengus kesal, pasalnya jiwa kepo mamanya itu, memang tak bisa bertobat.
"Lho kok malah diam, kalian sakit gigi atau lagi mogok bicara"? Tanya Rika lagi.
" Kami lagi cinta dengan kesunyian tante".Sahut Alan.
" Haiss, kalian jangan bohong muka kalian mau cinta kesunyian, haha mana percaya". Rika menunjuk Wajah ke tiga satu persatu.
" Hei bule tengil, ayo kamu ngaku tidak atau tante pecat jadi ponakan". Ancam Rika sambil menunjuk ke arah Jason.
__ADS_1
" Ishh, tante memang nya apa hubungan nya, menjawab pertanyaan tante, dengan jadi ponakan"? Ucap jason sambil menatap kearah tantenya dengan kebingungan.
" Sudah jangan banyak tanya, langsung jawab saja". Bentak Rika
" Aku yang suruh mereka diam, soal nya telinga ku sakit dengar nya". Sahut Yuli
Rika pun bertepuk tangan, ia sangat setuju dengan perbuatan nya Yuli.
" kamu bener banget nak, mama setuju". Rika menunjukan jempol nya.
" Oiya sayang kata dokter, kamu kapan bisa pulang"? Tanya Riani
" mm katanya besok, tapi aku merasa badan ku sudah mendingan.Aku pengen pulang deh mi, aku kan dokter jadi tahu lah apa yang tidak dan boleh kulakukan". Ucap Yuli sambil memelas ke mami nya itu.
Namun Riani tak menyahut, ia malah menunjuk kearah Dika.Karena sekarang Dika adalah suaminya Yuli.
" Sayang boleh ya plis, aku bosan disini.Aku pengen tidur di kamar ya ya". Pinta Yuli
Dika pun bangkit dan memegang tangan istrinya itu, ia sebenar nya belum mau Yuli pulang.Karena takut jika kondisi Yuli masih kurang fit.
"Iya sayang, tapi kan kata dokter besok, jadi kamu sabar saja ya lagian besok kan cepat nggak terlalu lama". Bujuk Dika
" Ihhh sayang,kamu mah tega, aku kan bosan di sini". Yuli merajuk.
" Kamu yakin kondisi kamu sudah benar benar pulih"? Tanya Lika
" Iya aku yakin seyakin yakin nya". Sahut Yuli dengan wajah yang berbinar, karena ia yakin sahabat nya itu tak kan bisa menolak permintaan nya.
" Ya sudah kamu tunggu sini, aku keruangan dokter adnan dulu, Dika kamu juga ikut ya". Ajak Lika
" Ok baiklah". Sahut Dika lemas
Lika, Jason dan Dika menuju ruangan dokter Adnan.Untuk mengetahui keadaan Yuli sekarang.
tok tok tok
Lika mengetuk pintu.
"masuk"...
Ketiganya masuk, dan duduk dihadapan dokter muda yang tadi memeriksa Yuli.Ia tersenyum kearah Lika, yang mana membuat Jason emosi melihat nya.
"Ada yang bisa saya bantu dokter Lika"? Tanya Dokter Adnan
"Iya dok, Dokter Yuli minta di rawat di rumah nya saja.Solanya ia sudah tak betah berada di rumah sakit". Sahut Lika
" Jadi bagaimana tanggapan anda tuan muda"? Tanya Dokter tersebut kepada Dika, yang merupakan anak pemilik rumah sakit ini
"Saya terserah dari dokter nya saja, karena anda yang lebih mengetahui kondisi istri saya". Sahut Dika
" mm, baik lah saya akan je ruangan nona,untuk periksa keadaan nya, kalo memang sudah membaik artinya ia bisa pulang". Sahut Dokter adnan sambil menampilkan senyum termanis untuk Lika.
" Ehemm". Jason berdehem, agar Dokter Adnan berhenti memandangi Lika.
" Oh tuan erlangga maaf tadi saya tak melihat anda". Ujar Dokter adnan seperti tanpa dosa.
" Apa aku yang sebesar ini, tapi katanya tak melihat.Di kiranya aku patung pancoran apa"? Kesal Jason
" Ya sudah dok kami permisi, ayo sayang". Ajak Lika sambil menarik tangan Jason
" Maksud nya apa ya dok, panggil dia seperti itu"? Tanya dokter adnan kebingungan.
Jason pun tak membuang kesempatan,ia pun menyodorkan tangan kepada dokter adnan.
" Kenal kan saya calon suaminya dokter Lika". Sahut Jason sambil tersenyum smirk kearah dokter Adnan.
" Oh iya maaf saya baru tahu". Balas dokter adnan dengan tersenyum kikuk.
ketiga nya pun keluar dari ruangan tersebut, dengan di ikuti dokter adnan dari belakang.Dika berjalan lebih dahulu, di susul oleh Lika dan Jason yang berjalan berdampingan sambil berpegangan tangan.
Sebenar nya Lika menolak, karena tak enak jika di pandang orang.Namun karena Jason tetap kekeh, akhirnya Lika pasrah, dan mengikuti kemauan Jason.
Padahal Jason hanya ingin memanasi dokter Adnan,yang sedang berjalan di belakang mereka.
" Rasain kamu, siapa suruh mau lihatin punya ku sampai segitu nya". Gumam Jason dalam hati.
Sedangkan dokter Adnan memandang miris, kearah tangan Lika dan Jason yang saling bertautan.
" Nasib gue kok gini amat ya, naksir sama cewe tapi selalu kecolongan start dari orang lain, kayanya besok besok aku jangan kasih kendor lagi deh". Batin Adnan.
__ADS_1