Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 376


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Rendy yang tadi merasakan semangat empat lima langsung mengurungkan niatnya itu,perasaan yang diubun ubun menguap begitu saja.


"Ini manusia atau ondel ondel sih,masa iya ada yang model tikus tabrak tepung?" Batin Rendy bergidik ngeri.


Dengan sigap Rendy loncat dari atas tubuh wanita janda Kunti itu,akan tetapi Kunti kembali menarik tubuh Rendy agar merapat kearahnya.


"Heii lepaskan aku wanita aneh!" Sarkas Rendy kasar.


"Ayolah Kang Mas tolongin aku ya,soalnya aku pengen lho rasakan yang bening!" bujuk Kunti yang terlihat sangat mendamba.


"Idih Maaf gue kagak doyan!" Tolak Rendy sambil bergidik ngeri.


"Tapi aku doyan lho." Sahut Kunti centil membuat Rendy ingin muntah.


"Lepaskan!" Bentak Rendy yang entah mengapa tak mampu melepaskan pelukan Kunti dilehernya.


Apa mungkin karena Kunti yang terlalu kuat atau Rendy yang lemah karena lapar dan kesakitan di sekujur tubuh nya.


"Sial,wanita aneh ini kuat banget aku sampai tidak berdaya dibuatnya." gerutu Rendy dalam hati.


Kunti yang melihat Rendy tak berdaya diatasnya ,langsung melancarkan aksinya tanpa merasa malu karena kelakuannya itu.


Rendy sebagai pria normal tentu tak menolak sentuhan lembutnya Kunti,akal sehatnya sudah terkalahkan dengan keinginan bagian tubuh yang lain.


Persetan dengan wajah menakutkan ,bukankah Kunti sendiri yang secara suka rela minta disentuh.


Kunti tersenyum penuh kemenangan ,ia bahagia karena ternyata ia dapat mangsa pagi pagi begini.


"Sentuh aku Kang Mas,jangan lepas lagi ya!" ujar Kunti yang suaranya terdengar menyeramkan tapi tidak dipedulikan oleh Rendy yang sudah berkabut na*su.

__ADS_1


Kalau pikiran sama tubuh tidak bisa diajak kerja sama ,maka bisa dipastikan karena urusan begituan saja .


"Yess gitu dong kang Mas,aku suka."ucap Kunti yang mencubit gemas hidung Rendy yang sedang olahraga kesegaran jasmani di atas tubuhnya.


"Awww kenapa jadi cerewet begini ya." Kesal Rendy dalam hati akan tetapi terus saja bergerak.


Karena letak pondok dipinggir jalan,membuat aksi Kunti dan Rendy dipergoki warga yang lewat,mereka bahkan berkumpul ada yang cekikikan ada pula yang mengabadikan lewat kamera ponsel.


"Wah ini namanya live streaming yang memanjakan mata,memanjakan adik kecil hitung hitung Vitamin A lanjutan tahap dewasa." Gumam salah satu pria yang berada disitu.


Rendy dan Kunti terus mengeluarkan suara yang membuat semua orang panas dingin melihatnya,keduanya bahkan tak sadar jika sudah satu kampung yang melihat kegiatan mereka itu.


"Ih aku kok geli lihatnya!" Ucap salah satu cewek disitu.


"Kamu mau Neng,sini Abang temani ." Ajak salah satu pria disitu.


Suasana disitu berubah jadi riuh ketika Rendy melepaskan sesuatu ,ia dan Kunti langsung ngacir keluar dari pondok sambil menutupi tubuh mereka dengan pakaian.


"Wah putih banget bo**ng Mas itu." Teriak anak gadis itu.


"Ih Teh kunti mah memalukan masa bok**gnya tepos banget,bikin malu kaum pria." Sambungnya lagi.


"Astaga Rendy yang bodoh gara gara tante girang sampai kamu melupakan keadaan sekitar,uh malunya si ot**g dilihat orang lain.Kalau dilihat sama wanita cantik nan se*si sih ok,nah ini sama warga sekampung." Desah Rendy dalam hati.


Sementara itu berbeda dengan Kunti yang senang setengah mati karena dilihat pemuda kampung,kalau begitu jadinya bisa dipastikan dirinya bakal jadi Viral.


"Pasti Berondong kampung lagi mikirin permainan aku,ah malam ini pasti ada yang bakal bertamu." Batin Kunti bangga.


Rendy memilih naik Bus yang kebetulan lewat disitu,sepanjang perjalanan semua orang menatap dirinya dengan tatapan yang sukar diartikan.


Ada yang menatap penuh Iba,ada juga yang sambil tersenyum mengejek.Ketampanan seseorang bukan menjadi tolak ukur budi pekerti dan perilaku seseorang,kadang itu merupakan senjata yang mematikan.


"Mas,kok bisa ya terdampar sama si Kunti?" Tanya salah satu Emak emak rempong disitu.


Rendy bingung sebenarnya siapa yang ditanya,karena arah pandang wanita itu kearah sela**kangan nya.


"Ibu tanya kesaya?" Tanya Rendy memastikan.


"Ya iyalah yang terjebak sama Si Kunti siapa tadi,kok bisa ya kasep tapi bodoh!" Sindir Emak itu.

__ADS_1


"Eh Ibu tadi itu khilaf." Bohong Rendy.


"Idih Khilaf kok menikmati begitu!" Sahut Emak emak itu lagi membuat Rendy langsung bungkam karena malu dan masa iya harus berdebat dengan wanita yang sudah tua.


Malu ya memang so pasti ada kan sifatnya manusiawi,akan tetapi mau bagaimana lagi nasi sudah jadi bubur tak akan bisa kembali menjadi beras lagi kan


Sarah dan Rino yang sudah selesai makan,memutuskan untuk pergi ke apotek untuk membeli obat Memar untuk Sarah.


Rino kembali merasakan emosi ketika melihat wajah sedikit menghitam milik Sarah itu,dalam hati nya berjanji akan menghabisi Rino jika nanti kembali bertemu.


"Lihat saja kamu musuh dadakan,aku akan membuat kamu menjadi penghuni ICU nanti!" Kesal Rino dalam hati.


"Kamu kenapa kok diam,lagi mikirin calon mertua begitu?" Tanya Sarah bingung.


"Aihh jangan bahas lagi tuh aki aki bisa kan?" Tanya Rino kesal.


"Hehe,jangan marah atuh Kang nanti gantenganya hilang!" Goda Sarah.


"Wah kamu akhirnya sadar kalau aku tampan,kemarin kemana saja ?" Goda Rino balik.


"Oh aku lagi hibernasi jadi belum menyatu dengan dunia luar ,sekarang sudah kembali ke alam lagi jadi baru sadar." Sahut Sarah cengengesan.


"Jangan pasang wajah begitu ,nanti kalau aku khilaf gimana?" Tanya Rino pelan.


"Wuyuihh ,kamu pikir aku ikhlas begitu kalau kamu khilaf sorry Bang adek kagak ikhlas!" Ketus Sarah.


Karena perjalanan yang hanya dipenuhi oleh canda tawa dan perdebatan,hingga membuat perjalanan ke Apotek tidak terasa sudah sampai.


"Kamu tunggu sini biar aku yang turun,nanti kalau turunnya sama sama bakal dibilang aku yang melakukan tidak tidak ke kamu!" Ucap Rino serius.


"Baiklah cepat kesana,kalau ada apoteker ganteng bilang dapat salam dari Sarah Alicya ya!" Ujar Sarah sambil tersenyum.


Mendengar perkataan Sarah barusan,semangat untuk membeli obat hilang sudah ia memilih kembali masuk kedalam mobil dan pergi dari situ.


Perbuatan Rino itu membuat Sarah mengeryitkan keningnya karena bingung ,tadi katanya harus beli obat kok sekarang tidak jadi.


"Kenapa pergi lagi,kamu tidak punya uang ya?" Tanya Sarah memastikan membuat Rino kesal lebih dan lebih lagi.


"Cari apotek yang tidak ada cowok ganteng,karena nanti jodohku diambil orang!" Ketus Rino membuat Sarah hanya bisa menepuk pelan jidatnya.

__ADS_1


"Astaga nasib kok gini amat ya,sekali dapat eh posesifnya minta ampun." Desah Sarah frsutasi.


__ADS_2