Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


" Ishh kamu apaan sih Via ngomong nya,emang kamu pikir aku doyan apa sama om om sudah tua.Mata aku masih normal kali,jadi masih bisa bedakan yang pucuk dan akar". Sahut Sarah kesal.


Rino tak terima karena di bilang om om oleh Sarah,padahal sebenarnya umur keduanya tak terlalu beda jauh.Namun saat akan berkomentar ,perkataan Silvia membuat mulut nya bungkam.


" Jangan bicara seperti itu lah,tau nggak benci dengan cinta itu beda tipis lho.Nanti jatuh cinta beneran ,baru menyesal karena sudah pernah membantah ". Ucap Silvia dengan nada serius.


" Ogah aku nya,lagian aku bukan kamu kali dulu katanya nggak cinta,eh malah sekarang bucin akut". Ejek Sarah.


" Mulut nya jujur amat neng ". Sindir Silvia dengan wajahnya yang memerah karena di merasa di permalukan oleh Sahabatnya itu.


Davin yang menyadari jika wajah Silvia memerah karena malu,beralih memeluk nya dan mengecup mesra keningnya.


" Aku suka wajah kamu sekarang ,karena sangat imut kelihatannya. Teruslah seperti ini karena aku sangat menyukai nya,dan tetap lah buka hatimu hanya untuk ku". Lirih Davin sambil berbisik ke Silvia.


Silvia hanya mengangguk kan kepalanya ,karena sangat tersentuh dengan permintaan Davin. Ia sangat mencintai sahabat masa kecilnya ini,ia sangat menyesal karena dulu ia sempat menjadikan Andra pelariannya.


" Edodoee,kita mah bisa apa kalau jomblowati begini lebih baik kita pergi cari jomblowan yang bisa di ajak berkencan ". Ujar Sarah yang sengaja menyindir keduan sejoli yang berada di hadapannya kini.


" Lebih baik sama aku saja,biar jomblo tapi bermartabat ". Ucap Rino percaya diri.


Sarah menatap malas kearah Rino ,ia tak percaya pemuda di hadapan nya kini dengan suka rela menawarkan dirinya.


" Sudah lah mau saja dari pada kalian tambah iri melihat kami"..Bujuk Davin


" Ihhh tapi aku ngeri melihat pria yang terkesan murahan seperti itu,rasanya seperti nano nano begitu ". Balas Sarah sambil bergidik ngeri dengan menatap kearah Rino.


" Hahha". Tawa Davin dan Silvia pun pecah karena tak menyangka Sarah punya pemikiran seperti itu. Bahkan terkesan berlebihan ,karena jika sesuatu yang berlebihan akan berdampak buruk.


" Heii apa kamu bilang aku berlebihan ,asal kamu tahu baru kali ini derajat ku jatuh karena wanita.Padahal biasanya aku selalu menjadi incaran ,bahkan menjadi primadona ". Ketus Rino yang merasa harga dirinya di injak oleh Sarah.


" Oh Ya masa kalau begitu kenapa dengan suka rela menawarkan diri kamu". Sindir Sarah


" Yang ayo kita cari makan,sakit mata dan telinga lihat pasangan yang sedang jatuh cinta ". Ejek Silvia lalu menarik tangan Davin agar mencari makan.


Melihat jika Silvia dan Davin sudah semakin menjauhi mereka,kesadaran Sarah kembali ketika menyadari dirinya hanya berdua dengan Rino.

__ADS_1


" Kyaaa,Via tega ya kamu mentang mentang sudah ada gandengan aku nya di lupakan ". Teriak Sarah sambil menghentak kaki nya karena kesal.


Sarah bahkan tak sadar jika sekarang Rino sedang menatap kearahnya ,dengan senyum di wajah tampan nya.Menurut Rino tingkah sarah sangat manis kali ini,dan ingin sekali mencubit gemas bibir Sarah yang sedang mengerucut kesal.


Yakin nih Bang bibir nya sarah hanya mau di cubit ,nggak mau yang lain .Author pikir ada udang di balik bakwan.


Sedangkan Silvia dan Davin tak peduli teriakan kesal Sarah di belakang mereka ,bahkan keduanya sangat ingin menjauh.sekarang.


" Ya ampun Yang ayo cepetan ,lihat tuh anak di belakang malu maluin saja.Apa nggak sadar jika sekarang sudah menjadi artis dadakan ,karena di pandang sampe segitu nya sama orang orang ". Ucap Silvia pelan.


"Nggak tau ya,masa jadi cewek nggak tahu malu seperti itu ataupun jaga image atau apalah yang penting jangan begitu ". Sahut Davin yang setuju dengan perkataan Silvia barusan.


Sarah masih saja mengejar Silvia yang sepertinya tak peduli ,menoleh kearah nya pun tidak. Ia berjanji tak kan membebankan Silvia,jika nanti mereka hanya berdua ia tak kan memaafkan dirinya.


Rino yang sudah mulai merasa kasihan, melihat Sarah yang dari tadi di abaikan oleh Silvia dan Davin. Membuat nya seketika menarik tangan Sarah ,agar berjalan sejajar dengan nya.


Sarah berontak ingin melepaskan pegangan tangan Rino,tapi tenaga nya kalah kuat dari Rino hingga membuat nya sangat kesal.


" Lepaskan tidak ,aku tak sudi di pegang oleh pria aneh seperti mu". Umpat Sarah kesal.


" Apa urat malu mu sudah putus hem,lihat lah dari tadi semua menatap aneh kearah mu.Yang terlihat seperti sedang mengejar mantan kekasih ,yang sedang asik berduaan dengan kekasih baru nya". Rino mencoba mengingatkan Sarah untuk kembali ke dunia nyata.Dan menyadari keadaan di sekelilingnya ,bahwa sedang berada di tempat umum.


Sarah yang mendengar perkataan Rino ,langsung menoleh sekitar nya dan langsung menundukan wajah karena merasa malu. Rino yang menyadari perubahan sikap Sarah,hanya bisa menggeleng kepalanya karena akhirnya singa betina jinak juga.


Sarah bahkan sepanjang mengikuti Silvia dan Davin ,hanya menundukan kepalanya bahkan tak sadar jika posisi nya kini sedang memegang tangan Rino erat.


" Hemm jika hanya dengan cara ini bisa membuat mu jinak maka tak masalah ,tapi maaf aku yang egois dan membuat mu merasa malu". Gumam Rino dalam hati.


" Yang sudah hubungi Mama agar kesini ,nyusul kita sekaligus makan siang bareng "? Tanya Silvia kepada Kekasihnya itu.


" Iya Sayang aku telpon mama dulu ya".Sahut Davin sambil mengusap pelan kepala Silvia.


Setelah Selesai Davin meletakkan ponselnya di hadapan mereka ,ia sangat bahagia karena akhirnya bisa bersama wanita yang sangat di cintai nya itu.


Ia bahkan mengambil tangan Silvia dan mengecup nya ,Tak peduli tatapan orang yang menatap iri dan cemoohan ke arah keduanya.


Tapi tak sedikit Abg labil yang menatap kagum kearah Davin ,karena tak malu menuntut perasaannya di hadapan orang banyak.


" Awww jiwa jomblo ku merontak minta tolong ,oppa sikap mu manis sekali mengalahkan Ji Chang Wook nya aku". Ucap Salah satu dari mereka.


" Iya kamu beneran aku jadi nggak kuat lagi nahan pengen punya pacar,,Oppa tampan di luaran sana tolong jadikan aku kekasih kalian ". Teriak temannya tak mau kalah.


Semua pengunjung dalam restoran tersebut hanya menggelengkan kepalanya ,karena melihat tingkah para bocil baru gede tersebut.


Sedangkan yang menjadi objek yang di maksud hanya menggaruk kepala mereka ,karena merasa malu menjadi bahan tontonan semuanya.


Sarah dan Rino sudah berada di depan pintu Restoran ,bertepatan dengan Yuli dan Lika yang juga sampai di situ.Lika bahkan sampai menyikut lengannya ke arah Yuli ,agar melihat kearah tangan Rino dan Sarah yang saling bergandengan tangan.


" Sepertinya anak bujang kamu yang satunya lagi sudah Sold out juga tuh ,coba lihat kemesraan mereka bahkan sudah seperti pasangan yang lagi kasmaran ". Bisik Lika agar tak di dengar oleh Sarah dan Rino.

__ADS_1


" Iya kamu betul aku bahkan heran ,ternyata pesona anak kami memang sangat tak bisa membuat wanita menolak mereka ". Sahut Yuli percaya diri.


" ehh siapa bilang yang ada tuh pesona anak aku yang bikin anak kamu tak bisa menolaknya ".Ujar Lika tak mau kalah


Setelah itu keduanya bahkan tertawa ,karena mendengar perkataan keduanya yang membanggakan anak mereka masing masing.


Rino dan Sarah akhirnya sadar ketika dari tadi di perhatikan oleh Lika dan Yuli,keduanya tersenyum kikuk.


" Lho Ma kok belum masuk "? Tanya Rino kepada Yuli yang dari tadi hanya berdiri di pintu seperti sedang menunggu sesuatu.


Sarah mengerutkan keningnya,mendengar Rino memanggilnya Yuli dengan sebutan Mama.Karena setahu nya Yuli dan Dika,hanya mempunyai seorang putra yaitu Davin.


" Ehh iya ayo masuk yuk kedalam". Sahut Yuli dan langsung menarik tangan Lika agar mendahului pasangan yang masih betah saling menggenggam tangan mereka.


Keempatnya menuju ke tempat Silvia dan Davin sedang menunggu ,pasangan tersebut bahkan terlihat tak menghiraukan Yuli dan Lika.


Karena sekarang tatapan mereka hanya terarah kepada tangan Sarah dan Rino,senyuman langsung terpancar di wajahnya Davin dan Silvia.


" Ciee ciee seperri ada yang bakal nyusul kita deh Yang"? Ucap Silvia sambil tersenyum kepada Rino dan Sarah.


" Benar sekali Sayang bahkan kita yang mau menikah saja tak sampe begitu nya,eh coba lihat yang ini lengket terus ". Davin menimpali perkataan Silvia.


Sarah menatap kesal kearah Silvia ,yang tadi tak sedikit pun peduli kepadanya.


" Apaan sih kalian"? Ketus Sarah.


" Kalian yang apaan ,tadi katanya nggak suka kok sekarang lengket terus seperti prangko .Malahan sudah sampe ke tujuan ,masih betah saja pegangan tangannya ". Sindir Silvia sambil menunjukan arah pandangan nya.


Sarah mengikuti arah pandangan Silva,dan langsung tersentak kaget karena ternyata dari tadi ia dan Rino bergandengan tangan.


Rino bersikap biasa saja sedangkan Sarah salah tingkah,dan dirinya tersenyum kikuk. seperti maling yang ketahuan mencuri ,ia bahkan sangat ingin menghilang saat ini juga.


"Astaga kok bisa bisanya sih aku nggak sadar tadi,aduh pasti malu maluin saja orang tadi kan aku baru saja menghina dirinya habis habisan ". Sarah merutuki kebodohan nya.


" Sudah deh kalian berhenti menggoda Sarah,kasihan tuh anak orang muka nya mengalahkan kepiting rebus".Lika bukan nya berusaha membantu Sarah,malah tambah menggoda nya.


" Ishh Tante mah tega ,bukan nya di bantuin juga malah tambah penyedap biar tambah malu aku nya". Sarah merajuk.


" Sudah sudah ayo duduk ".Yuli kali ini seperti dewi fortuna untuk Sarah.


Dengan sigap Rino menarik kursi agar Sarah duduk ,semua nya itu tak luput dari pemandangan Semua yang berada di situ.


" Ahhh manis nya anak kamu Yuli ".Ujar Lika yang merasa gemas.


" Syukurlah biar adem mata sama telinga kita". Sindir Davin yang masih mengingat betul perdebatan Sarah dan Rino tadi.


" Ya iyalah aku mana mau jadi obat nyamuk karena kalian ,jadi stop banyak bicara kalian sudah membuat nya tak nyaman ". Rino berusaha meredam semuanya agar berhenti menggoda keduanya.


" Uhh manisnya kamu Kak Rino ,aku suka deh.Tuh Lihat anak nya sudah membela kamu ,apa masih sok jual mahal lagi ". Silvia mencoba mempengaruhi Sarah.

__ADS_1


Sedangkan Sarah sudah menatap kesal kearah Silvia yang ikutan menggodanya ,padahal dirinya butuh dukungan.


__ADS_2