Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 363


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Lanjut ***


Sarah sangat tersinggung dengan perkataan Rino barusan,apakah dirinya terlihat begitu murahan ketika meng-iyakan ajakan pria yang ditaksir.


Bukankah tadi didepan mata Rino sendiri Rendy mengajaknya jalan,jadi pertanyaan apa yang salah dari semua itu.


Apakah setiap wanita akan dianggap menjijikan jika setiap ajakan kaum pria,padahal disini yang seharusnya sebagai teman dan saling mengenal tak ada salah juga untuk bergaul.


Kecewa,marah begitulah gambaran perasaan Sarah kini.Wanita mana yang tidak akan kecewa jika harga dirinya dianggap hanya dibawah telapak kaki,wanita mana yang tidak akan marah ketika tubuh yang dijaganya setengah mati dikatakan murahan.


"Kamu jangan pernah muncul dihadapanku mulai dari sekarang!" tegas Sarah lalu pergi dari situ tapi langsung dikejar Rendy.


"Heii kamu kok main pergi saja sih,padahal aku dari tadi disini lho nungguin kamu?" panggil Rendy.


"Maaf aku lagi nggak mood kemana mana,kamu ajak orang lain saja ya!" Sahut Sarah sendu.


pertengkaran dengan Rino tadi membuat dirinya jadi galau,karena ia bingung harus berbuat apa lagi.


"Kamu jangan sedih lagi ya,kan ada aku yang tidak akan mungkin ninggalin kamu." Bujuk Rendy modus.


Sarah yang memang tak bisa menolak pesona seorang Rendy Wijaya,mau tak mau mengikuti pria itu entah mau membawa dirinya kemana.


"Kita pergi kemana ya sekarang?" Tanya Sarah memastikan.


"Aku mau ajakin jalan jalan ketempat yang tidak bakal kamu lupakan seumur hidup." Sahut Rendy yang tidak lupa tersenyum devil.


Jika Sarah tengah berusaha menata pikirannya,berbeda dengan Rino yang tengah menahan amarahnya.


Ia bingung bagaimana harus bersikap,ia tahu memang ia salah tapi bukankah sudah minta maaf jadi bisakan dimengerti barang sedikit begitu.


"Ahhh,kenapa tadi bisa sebodoh itu ngomong tidak jelas." Gerutu Rino dalam hati.


Setelah itu ia langsung pergi dari situ saat sudah memasuki mobil,ia langsung urungkan niatnya karena melihat Sarah yang sudah masuk kedalam mobil Rendy.


Tapi yang menjadi fokus Rino adalah tatapan dari Rendy yang seperti ada niat terselubung,membuat jiwa kepo Rino langsung muncul dipermukaan.

__ADS_1


"Apa aku ikuti saja ya,tapi kalau Sarah tahu dan bertambah marah bagaimana?" Gumam Rino dalam hati.


Sarah dan Rendy sudah keluar dari parkiran,Rino yang tak mau kelamaan berpikir dan berakibat fatal memutuskan menjadi penguntit saja.


"Biarlah kali ini posisi detektif dadakan aku yang pegang kendali,daripada nanti diambil orang kan repot aku jadi jomblowanto kekal dan abadi." Gumam Rino dalam hati.


Sepanjang perjalanan Sarah hanya terdiam bingung harus bagaimana,ingin marah tapi kesiapa.


Rendy hanya tersenyum devil,ia akhirnya dapat mangsa yang masih lugu dan dibutakan oleh ketampanan dirinya.


"Kita kok malah keluar Tol sih Ren,aku mau pulang saja deh!" Tanya Sarah penasaran.


"Kita bakal bersenang senang kok cantik,Jangan panik dong apa aku kelihatan penjahat begitu?" Tanya Rendy sendu padahal hanya modus.


"Eh bukan begitu sih,tapi aku tidak terbiasa keluar dari kota .Terus tadi perginya juga izin sama Mama sebentar saja,lebih baik sekarang kita pulang deh mumpung belum terlalu jauh." pinta Sarah lagi.


""Hoho Baby,kamu kenapa sih mau nya pulang cepat cepat padahal lagi semobil bareng lho sama Most Wanted nya kampus !" Goda Rendy membuat Sarah yakin jika ada maksud lain dari pria itu.


Sedangkan Rino yakin jika ada yang tidak beres dengan mobil yang ditumpangi Sarah itu ,akan tetapi dengan laju mobil Rendy yang seperti itu dirinya hanya bisa mengikuti dari belakang saja agar tak kehilangan jejak.


"Damn it,tuh orang mau nya apa sih?" Gerutu Rino karena Rendy menambah laju mobilnya itu.


Sedangkan Sarah tengah ketakutan dan sangat panik,ia bingung sebenarnya Rendy mau membawa dirinya kemana?


"Rendy aku mohon turunkan aku sekarang,biar aku sendiri pulang cari taksi kalau memang kamu masih ada urusan disini!" Pinta Sarah lagi.


"Ya Tuhan kenapa tadi tidak pergi bareng Rino malah memilih bersama pria setan ini,kalau aku diapa apain gimana dong?" Gumam Sarah dalam hati.


Rendy tersenyum penuh kemenangan ketika mobilnya terparkir sempurna diparkiran Vila milik keluarga nya,ternyata perjalanan jauhnya hampir dua jam ada hasilnya.


"ini dimana?" Tanya Sarah takut karena merasa asing dengan tempat ini.


"Oh ini tempat yang bakal kasih kita surga dunia!" Sahut Rendy sambil menarik Sarah agar ikut dengannya.


Sarah tahu betul tempat ini pasti milik Rendy karena ia sangat akrab berada disini,sedangkan dirinya bisa apa ditempat asing seperti ini.


"Lepasin aku brengsek!" Bentak Sarah karena tangannya sakit ditarik oleh Rendy tanpa perasaan.


"Kamu pikir aku bodoh apa mau saja melepaskan kamu,terus kamu cari pria lain untuk dijadikan korban selanjutnya.


"Brengsek jaga bicaramu itu,lepasin aku atau aku bakal teriak biar wajah menjijikan kamu dihancurkan para warga!" Ancam Sarah tajam.


"Oh Sayang ternyata kamu hanya memikirkan ku saja sampai tak sadar dengan keadaan sekitar,lihat lah kira kira ada banyak orang tidak yang tinggal disini?" Ucap Rendy yang merasa diatas angin karena ternyata Villa keluarga yang terletak sendirian ditengah peternakan.


"Tuhan tolong lah aku,aku tidak ingin masa depanku dirusak oleh manusia seperti ini." Batin Sarah.

__ADS_1


grep


Rendy mengangkat tubuh Sarah layaknya karung beras,setelah itu membawa dirinya kesebuah kamar kosong tapi terawat.


"Lepaskan aku brengsek!" Teriak Sarah histeris.


Akan tetapi Rendy tidak peduli sama sekali,dirinya hanya tersenyum devil sambil mengikat tangan dan kaki Sarah agar tak bisa bergerak.


Melihat segala sesuatunya berada disitu yang memudahkan rencana busuk nya,dapat dipastikan kalau tempat itu sering dipakai Rendy untuk melakukan aksi bejatnya itu.


"Hei brengsek awas saja kamu ya,aku janji bakal bikin perhitungan kekamu dengan memotong anumu itu untuk kasih makan hiu!" Sinis Sarah.


"Wah Sayang rugi dong kalau dikasih makan hiu,padahal bakal bikin kamu mendesah lho kenapa harus untuk orang lain." Goda Rendy yang sudah membuka pakaian bagian atas dirinya hingga hanya bertelanjang dada.


Ditempat lain Silvia yang sedang membaca novel online favoritnya,merasakan kegelisahan seperti ada hal buruk yang akan terjadi.


mungkin ini yang dinamakan jika persahabatan kalian itu tulus,maka bisa dipastikan ada namanya ikatan batin tanpa kalian sadari.


"Yang,tadi kamu udah cek keadaan Mama sama Papa belum?" Tanya Silvia memastikan.


"Sudah tadi katanya baik baik saja,bahkan Mama Lika sama Papa Alan juga dari rumah kok tadi siang." Sahut Davin.


"Tapi kok aku merasa seperti ada sesuatu tapi apa ya?" Ucap Silvia bingung.


"Oh jangan sampai mungkin karena aku belum ngajakin kamu gulat diranjang,makanya kamu merasakan ada yang kurang." Goda Davin yang langsung mendapatkan pelototan dari Silvia.


"Kamu itu sepertinya isi otakmu perlu dicuci,karena kalau tidak isi miring semua." Gerutu Silvia memasang wajah cemberutnya.


"Haha segitu doang tapi langsung emosi,kalau begini terus aku lama lama bisa dimasukan museum karena ajak ***** ***** selalu diancam yang aneh aneh!" Desah Davin sendu pura pura sangat bersedih.


"Lebay deh kamu,jangan banyak alasan agar kemauan aneh kamu itu selalu kesampaian!" ejek Silvia sambil tersenyum.


"Kamu itu kenapa sih susah sekali diajak begituan,padahal sebagai istri itu kalau menolak kemauan suami dosa lho." ucap Davin.


"Hemm,sebagai suami yang tidak mengerti dengan keadaan istri dan terkesan memaksa bakal lebih dosa lagi lho. Karena pasti jika minta begituan terus tidak dikasih,bakal merajuk dari malam sampai pagi.Terus wajahnya jadi cemberut sepanjang hari,pasti semua orang bakal tahu kalau semalam tidak dikasih jatah kan jadinya membongkar aib sendiri." Sindir Silvia yang membuat Davin kalah telak.


"Memang woman on top lagi hits jaman sekarang,jadi selalu menang kita kaum pria mah bisa apa?" Ucap Davin membuat Silvia tak bisa menahan tawanya.


"Haha,kamu ini memang berlebihan dalam mengekspresikan sesuatu?" Ucap Silvia tersenyum mengejek.


"Astaga aku tadi kan lagi bingung memikirkan sesuatu,apa aku harus menghubungi si cempreng sekarang?" Gumam Silvia pelan tapi masih bisa didengar oleh Davin.


"lho apa urusannya sama si perusak dunia itu?" Tanya Davin bingung.


"Iya entah kenapa aku jadi kepikiran sama dia tadi?" Sahut Silvia lalu segera mengutak atik panggilan ke Sarah.

__ADS_1


Nomor yang anda hubungi sedang berada diluar jangkauan,silahkan tinggalkan ponsel anda atau tidak banting saja😎


__ADS_2