Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 368


__ADS_3

HAI READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT****


Rendy frustasi karena sakit yang sungguh dirasakan diwajahnya kini,bagaimana tidak disentuh sedikit saja tak bisa sama sekali.


"Awas saja tuh orang ya,dia berani menyentuh aset berharga punyaku.Jika nantinya wajahku tak bisa kembali lagi,awas saja bakal kuhabisi dirinya!" Ucap Rendy kasar.


Rendy pun segera keluar dari kamar mandi dan hendak mengambil kunci mobilnya dan dompet,akan tetapi dirinya jadi bingung sendiri.


"Lho tadi kan aku taruhnya disini kok nggak ada sekarang,ah masa iya hilang?" Gumam Rendy monolog.


Ia mencari ponselnya akan tetapi sayang tak ada sama sekali,bahkan bila perlu sampai membongkar seluruh isi dalam ruangan itu benda persegi itu tetap tak ditemukan.


"Ini sebenarnya ada dimana,kalau sampai ponselnya hilang aku hubungi teman teman gimana?" sambung Rendy frustasi .


Tanpa dirinya sadari jika ini bfsemua adalah hasil perbuatan Rino ,bahkan jaringan telepon saja diputus oleh pria bule itu.


"Lho ini kenapa kok bisa semuanya lenyap tak berbekas,kalau begini terus aku pulangnya bagaimana?" Gumam Rendy lagi.


Begitulah sebenarnya ganjaran yang diberikan oleh seorang Rino Hadiwinata,pria itu balas dendam bukan hanya menggunakan tenaga melainkan otak cerdas nya juga.


Sementara itu Rino dan Sarah kini sudah sampai dirumahnya Davin dan Silvia,tampak sudah malam dan dalam keadaan sunyi.


"Wah mereka sudah tidur ya?" Tanya Sarah pelan.


"Huh model kaya Davin mau tidur cepat,itu bakal hanya ada dalam sejarah saja kan?Lagian biarkan saja mereka kalau sudah tidur,kita bakal jadi punya waktu berdua." goda Rino membuat Sarah ingin muntah.


"Huwekkk,enak saja kalau ngomong siapa juga yang mau dekat dekat sama kamu?" Sinis Sarah tajam.


"Aku tampan sayang,manis tidak sombong menawan lagi." Sahut Rino percaya diri.


"Iya kamu manis tapi itu kata orang kalau kataku mah biasa saja!" ejek Sarah.


Rino hanya bisa menghela nafasnya kasar,ia bingung kata apa yang pas untuk wanitanya itu.


"Aku bakal bisa meluluhkan hati kamu Sayang,hanya saja tinggal menunggu waktu yang pas dan tepat." Batin Rino.

__ADS_1


"Ayo kita masuk!" Ajak Rino yang ternyata punya kunci cadangan rumah megah itu.



"Kamu punya kuncinya?" Tanya Sarah memastikan.


"Ya punya lah,kalau tidak siapa juga yang mau diam lama lama disini?Karena kalau tidak punya kunci kan bisa teriak tuan rumah agar bangun,memangnya kita satpam apa?" Sahut Rino santai.


Sarah hanya menatap jengah kearah pria itu,tak tahu bagaimana caranya bersikap pada orang yang punya tingkat narsis diatas batas.


"Susah kalau narsis nya sudah mendarah daging,bakal melekat tidak terlepas lagi." ucap Sarah pelan.


Sarah hendak menuju kamar yang biasa ia pake untuk menginap,akan tetapi kalah gerak dari Rino.


Pria tampan itu menggendong Sarah tanpa izin orangnya,setelah membawanya menuju kamarnya.


Sarah berontak karena tak ingin melangkah lebih jauh pada pria yang statusnya tidak jelas,bahkan bisa dibilang hanya kenal saja tidak lebih dari itu.


Jika dibilang berteman,rasanya sulit untuk diungkapkan dengan kata apabila setiap kali bertemu hanya ada perdebatan saja.


"Heii turunkan aku bule kampret !" Teriak Sarah sambil memukul bahu Rino yang entah merasa sakit atau ditahannya rasa sakit itu.


"Diam,atau kita bakal jatuh dengan posisi romantis." Ejek Rino membuat Sarah ingin sekali mengeksekusi dirinya dan dibuang ke kutub selatan.


"Enak saja kamu kalau bicara,ayo turunkan aku sekarang atau bakal teriak nih!" Ancam Sarah.


Lagian bagaimana tidak dibuat kedap suara,jika permainan ranjang keduanya sangat liar dan ganas.


"Ah Tuhan kenapa nasibku begini amat ya,ini mah keluar dari kandang serigala masuk kandang macan kumbang!" Kesal Sarah dalam hati.


Ceklek


Rino membuka kamarnya dan membawa Sarah masuk kedalam,setelah itu ia menguncinya lalu memasukan kedalam saku celananya.


Rino menaruh Sarah diatas ranjang,karena mungkin kelebihan Sarah adalah suka memukul maka ia memberikan satu pukulan manis dibahu pria itu.


Bugh


"Awww,kamu itu kenapa sih jadi cewek hobinya tukang pukul!" kesal Rino sambil memegang bahunya.


"Siapa suruh Mesum,kamu itu sama saja dengan pria kurang ajar itu.Memangnya kalian pikir aku wanita seperti apa,yang bisa saja kalian bawa dan perlakukan sesuka hati?" Lirih Sarah.


Cup


Cup

__ADS_1


Rino mengecup Bibir pink milik wanita cantik dihadapanya itu,Sarah menatap tajam kearah pria yang berani nya mencuri first kiss miliknya.


Kalau Rino tadi ia ralat yaitu karena kecelakaan,akan tetapi dengan Rino kali ini mah namanya bukan sengaja tapi disengaja.


Wuihhhh,gregetan...


"Kamu...


"Kenapa mau minta lagi?" Goda Rino sambil tersenyum.


Bugh


"Ahh kamu ini jadi cewek kok suka sekali menyiksa orang apa ini salah satu talenta mu?" Tanya Rino kesal.


"Bodoh amat,makanya jadi orang jangan main nyosor padahal aku kan nggak mau ciuman pertamaku diambil orang asing!" Ucap Sarah yang langsung menutup mulutnya karena keceplosan.


"Upss,kenapa nih mulut jujur banget sih kan malu maluin sudah setua ini belum laku laku?" Gerutu Sarah dalam hati.


"Jadi aku yang pertama begitu?" Tanya Rino antusias.


"Bukan kamu itu yang keseribu." ketus Sarah.


"Wah pantas rasanya ada manis manisnya begitu." Goda Rino membuat wajah Sarah memerah karena malu.


"Eh iya aku hampir lupa kenapa bawa aku kesini,huh jangan kamu bilang mau berbuat macam macam kearahku?" Selidik Sarah dengan tatapan tajam kearah Rino.


pletak


Rino menyentil jidat Sarah yang isinya curiga melulu,apa setiap dirinya berbuat sesuatu pasti tentang mesum saja?


"Ihh ini sakit tahu ,kamu itu bisa aku laporkan karena penganiyaan tau tidak?" Kesal Sarah sambil mengusap pelan jidatnya yang memerah.


Rino akhirnya tersadar jika perbuatannya sudah menyakiti wanitanya,didekati Sarah yang beringsut mundur kebelakang karena waspada Rino berbuat mesum kepadanya.


Menyadari tatapan waspada dari Sarah,membuat Rino hanya tersenyum dan menahan tengkuk gadis itu.


"Kamu mau ngapain?" Tanya Sarah ketika wajah Rino semakin mendekat kearahnya bahkan beberapa senti saja.


Ternyata oh ternyata,Rino meniup pelan bekas sentilan di jidat Sarah yang memerah.


Dirinya merasa bersalah karena secara tak langsung melakukan hal yang akan membuat Sarah marah,dan jujur dari hati yang terdalam Rino tak mau hal itu terjadi.


Cup


Rino mengecup tempat sakit itu lalu meminta maaf,ia sungguh tak ada maksud apa apa.

__ADS_1


"Maafkan aku tadi yang sudah menyakiti kamu,jangan marah atau apapun itu. Tadi aku membawamu kesini,karena murni hanya ingin menjaga kamu tidur agar tak ada yang mengganggu lagi." lirih Rino tulus.


__ADS_2