Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 259


__ADS_3

HAIII READERKU TERSEYENG...JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA.YA YA YA JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS..


LANJUT...


" Kita nggak ngomong yang aneh kok Sayang, lagian udah tua gini juga".Sahut Dika


" Syukurlah aku pikir kalian ngomong sesuatu,tanpa sensor dulu seperti kebiasaan kalian". Sahut Yuli


" Haha, kamu tuh ya ada saja ngomong nya".Alan menimpali


" Ya sudah bye Alan, Salam buat mama kamu ya.Jangan lupa pesan aku,cari istri sana biar bisa ganti status". Ucap yuli dan langsung memegang tangan Dika dan mereka pun menuju ke jet pribadi mereka.


Jet tersebut sangat besar, dan berlogo HD.Memang keluarga sultan mah bebas, kapan ya bisa kesampean.


Jet tersebut akan membawa mereka ke pukhet internasional airport, yang ada di Thailand negeri gajah putih tersebut.


Sepanjang di dalam jet, keduanya bercengkrama dan saling menggoda.Yuli duduk manis di pangkuan suaminya itu, sebenarnya Yuli tak mau namun nama nya Dika hadiwinata, pasti tetap memaksa.


Skip in thailand bebs...


Saat sampai di sana, Yuli terlihat sangat antusias.Pasal nya ia dapat menginjakan kaki nya di negara, yang ia idolakan karena drama mereka setelah korea.


Kenapa sampe author menceritakan soal thailand, karena author sangat suka drama mereka.Dika yang sudah memesan Hotel, mengajak istrinya kesana, karena Dika kasihan ia tak mau istri nya kelelahan.


" Sayang kita ke hotel yuk". Ajak Dika


" apaaa,lho kok ke hotel sih, percuma kalau kesini langsung ke hotel".Kesal Yuli


" Ya ampun yang, memang nya kamu nggak capek apa?Tanya Dika


" haha capek sih, tapi kan rugi kalau sudah jauh jauh datang cuman berdiam di kamar". Sahut Yuli

__ADS_1


" memang itu tujuan nya untuk datang, kita hanya akan di kamar saja".Sahut Dika santai


" Oh my god, tau begitu lebih baik besok kita pulang, aku udah nggak napsu mau lihat lihat disini".Kesal Yuli sambil turun dari mobil, ia malah menggentakan kaki nya tak peduli dengan tatapan bingung kepadanya.


Dika hanya tersenyum kepada istrinya itu, ia menyeret koper nya mengikuti langkah kaki istrinya itu.Ia yakin Yuli pasti akan berhenti dan berbalik kepadanya, karena Yuli tak tahu di mana letak kamar mereka..


Satu


Dua


Tiga


" Hei dimana kamar kita"? Teriak Yuli


Dika hanya menggedikan bahu nya seolah ia tak tahu, Yuli menjadi kesal dengan respon Dika.


" Katanya sudah pesan, eh ini malah nggak tahu.Dasar sok tahu padahal otak kecil seperti udang".Umpat Yuli kesal


" Ayo ikut aku sayang, aku tunjukan kamar kita.Jangan marah lagi ya, jelek tahu lihat nya".Goda Dika


Pegawai hotel tersebut, mengantar kan mereka ke kamar mereka.Setelah itu keduanya masuk dan melihat kamar mereka, Netra Yuli membulat pasal nya ia sangat kaget dengan keadaan kamar mereka.


" Ah sayang ". Yuli histeris sambil menutup mulut nya


" Gimana kamu suka"? Tanya Dika


" Jadi kamu sudah siap kan ini semua, kapan , kamu siap kan ini semua"? Tanya Yuli beruntun


" Ada deh jadi gimana kamu masih mau marah sama mas mu ini"? Goda Dika


" Hehe, marah nya aku cancel dulu deh". Ucap Yuli cengengesan.


" Emang ada yang, marah nya pake cancel dulu, perasaan orang kalo marah tuh langsung ngegas, tanpa spasi malah". Dika sengaja mengejek istrinya itu.


" Ihh kamu tuh ya, orang lain nggak mau di marah tapi kamu kok minta sih"? Ujar Yuli kesal

__ADS_1


" hehe tes kantong saja sayang ku".Sahut Dika sambil memeluk erat tubuh istrinya itu.Yuli pun mengerat kan tangan nya di pinggang Dika.Ia suka sekali dengan aroma khas suami ya itu.


" Mandi bareng Yuk". Ajak Dika


" Ayo ". Sahut Yuli


Dika tersenyum senang, karena respon istrinya tersebut.ah ternyata ada untung nya bagi Dika untuk mengajak Yuli bulan madu.Otak nya jadi sedikit terkontaminasi dengan hal hal berbau ehem ehem.


"Kalau misal nya aku minta makan kamu, mau nggak"? Tanya Dika


"Mau dong, lagian betul juga kita harus merasakan sensasi berbeda dari negri orang".Sahut Yuli yang tak kalah bersemangat.


Mereka pun tak jadi mandi, namun menyelesaikan urusan ranjang mereka.Dika sebenarnya sangat heran, kenapa dengan istrinya yang tiba tiba agresif begini.


Saat mereka sudah mencapai puncak nya, kedua nya terkapar lemas.Dika mengusap mesra kepala istrinya itu, wanita yang sangat di cintai nya.


Sedangkan Yuli, ia bersandar di dada bidang Dika, dan langsung akan tidur.Namun Dika mencegah nya, karena mereka belum mandi dan tubuh mereka sangat lengket.


" Sayang kamu mau tidur"? Tanya Dika ke Yuli


" Hemmm". Sahut Yuli yang sudah mau bergabung di Alam mimpinya.


" Kamu mau tidur ya, jangan dulu dong.Ayo bangun kita mandi dulu, baru deh kamu tidur". Ajak Dika


" Issh kamu cerewet banget sih, jadi orang sana mandi sendiri aku mau tidur". Ujar Yuli kesal.


" Sayang kok jadi marah, aku kan hanya mau mengingat kan kamu saja.Nggak baik lho tidur dengan keadaan lengket begini". Sahut Dika yang masih coba bersabar.


Namun Yuli tak peduli, bahkan nafasnya terdengar teratur, pertanda sang empunya sudah tidur.Dika hanya menggeleng kepala, tak biasanya istrinya itu malas mandi,bahkan ia tidur tanpa memakai pakaian.


Dika bangkit dari tempat tidur, ia langsung mandi dan selesai mandi dan berpakaian.Dika memilih keluar kamar hotel, untuk memesan makanan untuk dirinya dan Yuli.


Sepanjang menuju restoran, semua orang yang di jumpainya menatap kagum kearah nya.Dika tak peduli, baginya yang tercantik adalah istrinya seorang, tak ada yang lain


" Masih cantik kan istri ku kok, hah ini juga karena Yuli coba tadi kalau tidak tidur.Pasti saat ini kami akan jalan bersama, dan tak ada tatapan aneh seperti ini."Gumam Dika

__ADS_1


Sementara itu, Alan, Riani dan Bram masih berada dalam jet.Karena perjalanan mereka sangat lama, maklum lah beda benua.


__ADS_2