
HADEUH MAAF EPS 376 TIDAK MUNCUL DI PERMUKAAN...
SOALNYA TERLALU HOT MENGGIGIT BEGITU πππ
JADI AKHIRNYA TERLANGKA DEH
MAAF YA EMAK KAGAK SENGAJAπππ
HAPPY READING YA GUYS
LOPE U FULL
πππππππππ
Sarah sepertinya masih belum loading dengan perkataan Rino,ia terlihat berpikir dengan keras.
"Memang nya ada pencuri sekarang begitu?" Tanya Sarah yang celingak celinguk mencari arah objek yang ditunjuk Rino.
"Astaga kamu itu cantik tapi kok lemot sekali sih,mana ada maling siang bolong ditempat umum begini." Sindir Rino.
"Habis kamu nya bilang ada maling makanya aku cari kesana kemari ,eh tau taunya nol balak." gerutu Sarah kesal.
"Hehe tadi itu kan hanya perumpamaan saja,kalau sifat kamu yang tidak peka dengan sekitar maka bisa dipastikan bahaya yang dekat dengan kamu pun tidak akan disadari." Jelas Rino.
"Oh gitu toh,ya sudah silahkan lanjutkan perjalanan bukan nya kita sudah mau sampai!" ucap Sarah heran.
"Hem baiklah ayo jalan!" Sahut Rino pasrah padahal masih ingin berduaan dengan Sarah.
Keduanya menuju rumah Sarah dalam diam,bingung mau bahas apa karena otak mereka lagi buntu untuk diajak kerja sama.
Api asmara yang dahulu pernah membara,hangat bagai ciu*an yang pertama tak terasa kembali gelora jiwa muda ku...kala tersentuh alunan musik Reog.
"Bagian mana rumah kamu,soalnya udah dekat nih?" Tanya Rino memastikan.
"Mm belok kiri nanti ada rumah yang cat nya warna biru,nah itu dia kediaman Sarah Alicya." Sahut Sarah cengengesan.
"Semoga nanti jadi rumahku juga ya?" goda Rino.
"Baiklah aku Amin kan saja deh." Ucap Sarah malu malu.
Setelah itu Mobil Rino berhenti tepat didepan gerbang rumahnya Sarah,ingin hati diajak masuk oleh jantung hati akan tetapi itu hanya angan belaka.
__ADS_1
"Aku masuk dulu ya,kamu pulangnya hati hati jangan ngebut!" pesan Sarah serius.
"Huh tenyata memang benar aku tak diajak sama sekali,padahal pengen kenal calon mertua." Batin Rino.
"Baiklah kamu juga jangan lupa ya obati luka kamu,kalau ada apa apa kabari aku terus awas saja kalau sampai lupa aku bakal datang dan panjat jendela kamar kamu!" Pinta Rino serius.
"Oh tenang bakal ku pasang teralis agar orang jahat tidak masuk sembarangan,karena kalau sampai hal itu terjadi Papa yang aslinya tukang pukul bakal mengeksekusi orangnya." Sindir Sarah yang ingin melihat reaksi Rino malu malu tapi mau.
"Ya kok gitu sih,ya sudah aku pulang dulu ya!" Ucap Rino lalu segera pergi dari situ.
Setelah mobil nya Rino menghilang diujung jalan,Sarah memutuskan masuk kedalam rumah. Ditutupnya Hoddie dikepalanya,agar Orang tuanya tidak melihat kondisi wajahnya kini.
"Pagi Ma Pa!" sapa Sarah sambil tersenyum ketika melihat orang tuanya diruang keluarga.
"Lho Nak kamu baru pulang,Mama pikir kamu semalam tidur disini?" Tanya Eva Mamanya Sarah.
"Oh itu tadi pagi aku mau makan bubur Ayam jadinya keluar buat cari!" Bohong Sarah serius.
"Kok Untuk Mama sama papa tidak dibawakan sekalian,kan Mama juga mau." sungut Eva.
"Aduh Maaf Ma,aku kira tidak doyan makanya beli cuman untukku saja itu juga sudah habis dimakan disana!" jelas Sarah.
"Kalau mau makan kan bisa tinggal pergi beli saja kan,masa hanya begitu doang kelakuan nya kaya anak kecil!" Sindir Heri terhadap istrinya itu.
"Ya ampun Papa kata kata nya kok gitu amat sih,Mama kan hanya ngomong doang tidak ada maksud apa apa!" Ketus Eva.
"Hah terserah kamu saja aku malas ngomong,nanti kalau ngomong pasti bakal salah lagi kan?" Sungut Eva kesal.
Sarah bingung harus bagiamana melerai orang tuanya kalau lagi berdebat,bukankah mereka bukan anak kecil jadi harus dibilang semuanya.
"Ma Pa,kalau mau berdebat di kamar atau apa kek,aku capek lho lihatnya.Untung juga kuping ku sudah tahan banting,kalau tidak sudah lama lepas dari tempatnya." Sindir Sarah lalu segera menuju kamarnya.
Sepeninggal Sarah yang terlihat kesal,kini giliran Eva menatap tajam kearah suaminya itu.Siapa yang tidak kesal jika punya suami yang tak pernah sedikitpun membela dirinya,padahal yang ia butuhkan hanya sebuah pengakuan.
Menyebalkan π΄π΄
"Apa lihat lihat?" Tanya Eva tajam.
"Kamu yang kenapa?" Tanya Heri balik membuat Eva tambah dongkol.
"Kamu malam ini tidur diluar!" Kesal Eva.
__ADS_1
"Kamu setahun tidak boleh belanja!" Ancam Heri balik.
"Oh tenang Men,kalau setahun mah gampang tinggal cari Berondong yang mau diajak kerja sama kan apa susahnya sih?" Ucap Eva tanpa beban membuat Heri menatap tajam kearah Eva.
Setelah membangkitkan emosi suaminya dipermukaan ,Eva melenggang pergi dari situ.Lagian begitulah kelebihan seorang wanita jika sudah berhasil membuat suami marah,pasti mereka bakal pergi tanpa beban.
"Huh dasar wanita sudah tahu salah,tapi masih saya anggap benar tak pernah mau disalahkan." Gerutu Heri pelan.
Akan tetapi begitulah kalau tidak mengalah,artinya siap siap saja bakal puasa bagian yang lainnya.
"Mama Ku Sayang ,istriku tercinta dan paling manis dijagat raya ini.Ada suami mu yang merindukan dirimu dan belaianmu Sayang,ayo keluar lah my lope lope." bujuk Heri dari luar kamar karena Eva mengunci pintu dari dalam.
Terbang melayang begitulah perasaan Eva kini,begitulah kalau gengsi sudah merasa menang diatas angin.
"Sayang!" panggil Heri lagi bahkan sambil menggedor pintu namun sayang daripada pintunya rusak dan akibatnya kerja dobel lagi maka memanggil adalah cara yang paling aman.
"Ayolah istriku yang cantik ,jangan marah ya nanti cantiknya hilang." Goda Heri dari luar.
Eva serasa jadi Abg lagi ketika dirayu model begitu,ia juga tak mau lama lama kesal kepada suaminya karena nanti terjadi betulan dirinya tak dikasih uang belanja selama setahun.
ceklek
Eva membuka pintu sambil memasang wajah sangar,ia sengaja jual mahal agar Heri masih mengira dirinya marah.
"Apa?" Tanya Eva ketus.
"Masih marah?" Tanya Heri memastikan.
"Kalau Iya kenapa?" Ketus Eva.
"Aku mau berangkat kerja lho,kalau kamu mau sarapan ayo ikut aku ke kantor saja!" Ajak Heri.
"Ogah nanti dibilang emak emak rempong sama suami,takut diambil pelakor yang lagi hits sekarang." Tolak Eva.
"Lho kata siapa,perasaan tidak ada yang bilang begitu sama istrinya bos!" Tanya Heri.
"Aihh itu lagi menurut kamu tapi menurutku ya memang benar terjadi,jadi lebih baik kita makan dulu baru kamu berangkat!" Saran Eva.
"Lho memangnya kamu sudah masak dari tadi,perasaan aku tidak tahu deh?" Tanya Heri penasaran.
"Makanya mata itu dipake buat untuk lihat barang lain saja." Sindir Eva.
__ADS_1