
HAII HEII HALLO....
LAGI GELONGSS ALIAS GALAU...
KASIH VOTE N KOMMEN NYA YA YA YA...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS..
LANJUT...
" Jasonn jangan tinggal kan aku". Teriak Lika histeris ia langsung duduk di ranjang.Dan Ella yang mendengar teriakan Lika langsung memegang bahunya.
" Heiii nak, kamu mimpi buruk ya"? Tanya Ella sambil mengusap pelan rambut putrinya.
" Aku mimpi Jason pergi, dan katanya nggak akan kembali lagi". lirih Lika
" Sudah sayang, kamu pasti mengerti kan maksud Jason apa?"Tanya Ella
Lika menganggukan kepala, ia sangat paham dengan pesan terakhir dari Jason tadi.
" Bunda aku ada dimana ini, dan ini kamar siapa"? Tanya Lika heran
" Tadi kamu pingsan, mas samuel menggendong kamu bawa ke dalam kamar nya Jason". Sahut Ella.
Lika pun mengedarkan pandangan nya, ketika melihat foto dirinya di atas nakas samping tempat tidur nya Jason.Ia juga melihat pigura Jason yang berada di dinding tepat berada di hadapan nya kini.
__ADS_1
" Aku kangen kamu, terima kasih karena sudah hadir di mimpiku tadi.Kehadiran mu walau dalam mimpi sudah dapat mengobati rasa rinduku, kumohon selanjut nya datang lah selalu ke mimpiku karena itu sudah sangat cukup". Lirih Lika dalam hati
" Bunda ayo kita turun, tapi Bunda kalau misal nya suatu saat aku kangen Jason, dan ingin kembali tidur di sini boleh tidak"? Tanya Lika yang seperti nya sedikit sudah mulai mengikhlas kan kepergian Jason.
" Terserah kamu, dan tentunya harus seizin dari Mas samuel dan Dina"Sahut Ella
" Makasih Bunda, nanti aku bakalan sampaikan ke mereka.Ayo Kita turun aku ingin menemani Jason untuk terakhir kalinya.Dan setelah itu aku janji akan selalu tersenyum karena tak ingin mengecewakan nya". Ajak Lika sambil menggenggam tangan Ella.
Ella sedikit senang, karena Lika mulai mengikhlas kan apa yang terjadi.
" makasih nak, karena kamu bisa menyadari situasi yang ada.Terima kasih karena selalu mencoba untuk kuat". Ucap Ella
Lika tersenyum lalu menarik tangan Ella, agar menemaninya turun ke bawah.Saat melihat Ella dan Lika turun Dina segera menghampiri mereka, dan memegang tangan Lika.
" Gimana keadaan kamu sekarang nak"? Tanya Dina
" Kamu kok ngomong nya gitu sih, ya jelas mama khawatir lah kamu kan putri mama". Sahut Dina sambil mengusap kepala Lika.
Lika mendekati Samuel,dan bertanya soal pemakaman Jason.
" Pa , besok jam berapa Jenasah Jason akan di makam kan"? Tanya Lika
" Besok pagi mungkin jam 8 nak, papa sudah urus semuanya.Kamu sudah baik kan atau belum nak jangan terlalu paksakan keadaan sebaik nya kamu istirahat". Ucap Samuel yang terlihat sedikit cemas dengan keadaan Lika.
" Makasih Pa, tapi aku baik kok bisa buat temani Jason sampai besok". Sahut Lika memaksakan senyuman nya di tengah Luka.
Tak lama terdengar langkah kaki mendekat, mereka semua menoleh kearah suara.Air mata Lika yang dari tadi ia tahan, akhirnya keluar juga, saat melihat orang yang di tunggu nya dari tadi muncul.
__ADS_1
" Ayang bebep nya aku". Panggil Yuli manja ke Lika sambil merentang kan tangan nya.
Lika langsung berlari masuk kedalam pelukan sahabat tercinta nya itu.Ia menangis sejadi jadinya, bahkan terdengar sangat memilukan di telinga.
" Dia pergi Yul, dan nggak akan kembali". Lirih Lika di sela tangis nya.
" Sabar sayang, aku yakin kamu kuat kok sudah jangan mewek lagi.Kamu lebih baik berdoa agar jalan yang akan di tempuh kak Jason mulus tanpa hambatan ok". Sahut Yuli
Lika menganggukan kepala, dan mengajak Yuli duduk.Ia menatap tubuh Jason dan tersenyum kecil kearah nya.
" Malam kak, maafkan aku jika punya salah ke kakak". Gumam Yuli dalam hati
Yuli duduk di samping Lika, dan Lika menyandarkan kepala di bahu sahabat tercintanya itu.Dika memandang iba kearah Lika, ia jadi membayangkan Yuli saat dulu ia kecelakaan.
" Apa ini yang terjadi dengan Yuli, saat aku pergi dulu.Aku tak bisa bayang kan berapa banyak air mata yang ia keluar kan selama ini.Aku janji tak kan membuat wanita ku mengeluar kan air mata lagi". Gumam Dika dalam hati sambil memandang istri cantik nya itu yang masih mencoba menghibur Lika.
" Terseyeng ku, kamu jangan sedih lagi dong.Aku yakin kak Jason pasti akan tersenyum jika kamu juga tersenyum". Bujuk Yuli
" Hemm aku capek tau nggak dari tadi di paksa senyum, bibir aku bisa bengkok jadinya". Bisik Lika di telinga Yuli.
Yuli hanya menanggapi dengan senyuman, ternyata sahabat cempreng nya tersebut bisa mengkondisikan dirinya dengan keadaan yang ada.
" Aku suka kamu seperti ini, karena beginilah sesungguh nya terseyeng ku". Yuli sembari mencolek hidung Lika.
" Stop Yul, aku lagi sedih kok main colek segala nanti di kira jeruk makan jeruk baru nyaho". Bisik Lika kesal.
"
__ADS_1