
HAII READERKU TERSAYANG...
JANGAN LUPA YA MAMPIR DI KARYA TERBARU AUTHOR AKU WANITA TERHEBAT....
JANGAN LUPA LIKE N VOTE NYA YA...
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT....
"Ya udah kamu makan nya dikamar saja ya"..Bujuk Dika
" Nanti kalau mama sama papa nanyain aku,jawab nya gimana dong"? Yuli terlihat panik.
" Ya tinggal bilang kalau kamu kurang enak badan, gitu aja kok repot". Balas Dika
" Repot dengkul mu tuh, ngomong tuh nggak pernah mikir". Kesal Yuli
" lho terus harus jawab apa"?.Tanya Dika
" Nanti kalau mama papa nanyain, lho kok bisa tiba tiba sakit, tadi pagi kan masih sehat" Ujar Yuli menirukan cara bicara Rika.
" Ya jawab nya, sakit nya dadakan tak di sangka". Jawab Dika sekenanya.
Yuli menepuk jidat nya, ia sudah tak tahu harus jawab apa.Berdebat dengan Dika, memang akhir akhir nya pasti emosi.Pantas saja Rika selalu emosi karena berdebat dengan Dika.
Belum lagi jawaban spontanitas nya, bisa membuat yang mendengar nya geleng geleng kepala.
__ADS_1
"Ya udah sana bawa makan siang, sebelum aku mati kelaparan". Ucap Yuli sambil mendorong, Tubuh Dika keluar kamar.
Dika hanya tersenyum, memang semua salah nya tadi.Kalau saja ia tak terlalu semangat tadi,mungkin tubuh yuli masih mulus.Ya namanya sudah terbawa suasana, apa pun pasti terjadi.
Yuli kembali berbaring di tempat tidur, sambil memainkan ponsel nya.Ia menonton drakor kesayangan nya, yang ada oppa ji chang wook nya.
Sedangkan Dika, ia turun kebawah dan mendapati Rika dan Dion tengah menunggu mereka untuk makan Siang.Rika menoleh kebelakang Dika mencari keberadaan Yuli.Namun ia tak menemukan sama sekali, akhirnya ia pun bertanya.
"Ka, istri kamu mana, kenapa nggak turun makan bareng". Tanya Rika
"oh itu ma katanya sakit kepala". Jawab Dika sambil tersenyum
" lho perasaan tadi pagi baik baik saja kok"? Sahut Rika..nah nah author benar kan pasti ada pertanyaan seperti itu.
" Iya habis nya tadi di bandara, Yuli menangis karena kepergian mami Riani sama suaminya.Ya karena tangis nya berhenti nya lama jadi kepalanya sakit". Jawab Dika yang cukup masuk akal.
" Kasihan Yuli ya pa, selalu berjauhan dari orang tuanya.Mama ingat waktu kamu kecelakaan dan hilang, ia bahkan tak ingin ikut mami nya ke amerika.Ia lebih memilih nungguin kamu disini". Ujar Rika sendu mengingat hal tentang Yuli.
" Iya pa, ini Dika udah ambilin mau bawa ke atas". Sahut Dika dan berlalu membawa nampan berisi makanan nya dan Yuli.
"Yuli memang anak yang tegar ya pa, mama bangga punya menantu dia.Sudah begitu tak pernah menuntut apa apa dari kita, papa ingat kan waktu dia tinggal dengan kita selama Dika pergi, ia selalu tak mau merepotkan kita". Lirih Rika
" Dia memang anak yang hebat, jadi papa minta, mama kalau mau berdebat dengan Dika tolong pikirkan dengan perasaan Yuli ya"! Pinta Dion
" Iya pa, mama ngerti hanya anak kamu tuh yang selalu mancing dahulu" Ujar Rika
" Sama saja kok papa lihat nya" Balas Dion
" Hah,terserah anda tuan Hadiwinata" Sahut Rika Jengah.
Karena mood nya lagi tak ingin berdebat dengan Suaminya tersebut.
__ADS_1
Di dalam kamar pengantin, keduanya tengah menikmati makan siang di sofa kamar tersebut.
" Sayang banyakin makan sayur, biar subur.Trus tenaganya cukup untuk tangkis aku nanti". Ujar Dika sambil menaruh sayur di piring Yuli.
" Emang kamu mau ngapain supaya aku bisa tangkis". Tanya Yuli
" Mau main kuda kudaan sama kamu". Jawab Dika asal.
Yuli tak berkomentar, malah langsung menyuapi Dika makanan agar berhenti berbicara mesum.
" Diam dan makan, jangan banyak ngomong nanti keselek baru bilang sulap". Ujar Yuli sambil menatap tajam kearah Dika.
Dika pasrah dan menguyah makanan nya, sambil menatap kearah Yuli yang mukanya terlihat cemberut.
" Aku berasa sakit parah, kalau makan di kamar kaya gini.Oh nasib semoga besok lusa jangan tambah parah". Gumam Yuli dalam hati.
" Sayang nanti setelah ini, kamu mau bekerja"?.Tanya Yuli
" Iya sayang, aku mau bantuin papa di kantor nya". Jawab Dika
" Oh iya, kalau gitu aku kembali kerja di rumah sakit ya"? Pinta Yuli
"Iya tapi kamu jangan sampe kecapaian, karena kita kan mau program". Sahut Dika
" emang nya program apaan"?. Tanya Yuli heran
" Kita kan mau program buat Dika junior, kamu lupa ya"? Ucap Dika dengan wajah sumringah
Yuli menaik kan alis nya.Perasaan selama ini tak ada pembahasan soal Dika junior.Ada saja otak Dika ini mikir nya, belah duren saja belom.Udah mikirin Dika junior.Jangan jangan saat Dika junior sudah jadi langsung bahas adik nya Dika junior.
Yuli hanya menggeleng kepala, dimana saja otak Dika pasti selalu mesum.Mungkin sudah talenta nya jadi mo bilang tapi biar sudah....
__ADS_1