Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

VOTE NYA TERSEYENG


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ****


Dika yang mendengar perkataan Rino yang mau mengajak istri nya ,langsung memasang wajah kesal.Pasalnya selama ini tak pernah dirinya memikirkan untuk mengajak Yuli ,karena ia tak suka tatapan nakal para kliennya.


"Huftt Rino kamu ini sepertinya mau cari gara gara dengan singa jantan,belum tau nanti kalau ada yang ngamuk ". Gumam Yuli dalam hati sambil menggeleng kepalanya.


" Gimana Ma ,jadi ikut ke kantor Papa tidak"? Tanya Rino memastikan


"Yang ijin kan Mama ikut siapa?Enak saja main ajak ajak Mama kamu,pokoknya Papa nggak setuju". Tolak Dika


Rino mengeryitkan keningnya ,karena merasa heran dengan pemikiran Papanya itu .Jika suami lain dengan senang hati mengajak istrinya kekantor,tapi berbeda dengan Dika ia sama sekali tak setuju.


Padahal kurang apa nya seorang Yuli,cantik ,manis bahkan berbody sintal bak seorang model.Memangnya ada ya seorang suami tak percaya diri dengan seorang istri yang sempurna ,atau bagaimana sih.


" Lho memangnya kenapa Pa,sampai Mama tidak boleh ikut. Padahal kan kalau ada Mama,papa pasti tambah semangat ". Tanya Rino penasaran.


" Hemm sudah ah Papa berangkat saja ,biar Rino pergi belanja bareng Mama". Ujar Yuli menjadi penengah sebelum kuping nya ingin terlepas.


" Lho kok bisa seperti itu sih,aku kan cuman...


" Sudah ah jangan banyak bicara lagi,atau bakalan Mama lakban mulut kamu itu ". Yuli memotong perkataan Rino sebelum lebih meluas kemana mana ,dan tak kan ada habisnya.


" Ya sudah Papa berangkat dulu ya,ingat jaga Mama kamu jangan sampai sebentar di Mall banyak pria hidung belang melihat ke Mama kamu". Dika memberikan ultimatum saat akan pergi ke kantor.


" Ok sip Pa,bila perlu Rino bakal jaga Mama dari radius 5 meter,supaya jangan ada yang mendekat ". Sahut Rino sambil memberikan hormat.


" Eitss itu terlalu dekat orang sepuluh meter saja dekat apalagi 5 meter saja". Pinta Dika.


Yuli menatap jengah kearah Suaminya yang sudah bau tanah tapi posesif akutnya tak habis habis.


" Ya ampun Pa,lagian menurut Papa Mama bakalan mau begitu sama mereka?Makan satu saja tak habis habis ,masa mau tambah lagi". Ketus Yuli yang sudah memasang wajah cemberut nya.


Dika hanya tersenyum sambil mendekati istrinya dan memeluknya ,baginya Yuli marah seperti ini lebih baik dari pada harus di pandangi lelaki lain.


Bagi Dika Tatapan pria lain ke Yuli,adalah hal yang haram hukum nya. Ia bahkan tak peduli tender bermilyaran,ketika klien memuji Yuli maka saat itu kerja sama langsung di batalkan.


" Mas berangkat ya Sayang ,i love u selama nya Yuli adalah Sayangnya Dika ". Ujar Dika sambil mencium keningnya Yuli lama.


" Iya Mas hati hati Ya,I love you too,selamanya juga Dika adalah Sayangnya Yuli". Sahut Yuli sambil tersenyum.


Kedua nya bahkan sampai melupakan jika kini Rino tengah menatap keduanya ,dia sangat bangga mempunyai orang tua angkat yang menghargai suatu pernikahan.

__ADS_1


" Papa pamit ya Boy ,nanti titip Mama nya ". Ucap Dika sambil menepuk bahu putranya itu.


" Yes Dad". Sahut Rino sambil tersenyum.


Kini Dika sudah berada di luar kantor ,ia berangkat setelah melalui drama yang menguras tenaga dan pikiran. Rumah nya selalu ramai di pagi hari,oleh tingkah heboh istri cantik nya itu.


" Ya sudah nak kamu ganti pakaian sana,Soalnya Mama juga mau ganti pakaian ". Pinta Yuli lalu menuju kedalam kamar nya begitu pun dengan Rino


Setelah Selesai keduanya langsung menuju Mall dengan Rino yang menyetir ,dengan andalkan GPS.


Sedangkan Davin dan Silvia kini sudah sampai di depan rumah Silvia ,tapi Silvia seperti ragu ragu untuk turun dari mobil.Karena ia takut terkena amukan Orang tuanya,karena semalam keluar rumah tanpa pamit dahulu.


Davin yang menyadari kegundahan hati Silvia ,memeluknya erat dan mencoba menenangkan dia.Sebab semua pasti takut ,jika pergi dari rumah tanpa pamit bahkan malam malam lagi.


" Sayang maafin aku Ya yang sudah paksa kamu semalam ,jika kamu takut masuk biar aku saja.Karena aku juga sangat tak tega melihat kamu di marah,apalagi mulus tante Lika ". Bujuk Davin.


" Ihh jangan ngomong seperti itu ,orang talenta nya Mama ya suka ngamuk ". Sahut Silvia ketus.


" Haha ternyata Kekasih hatiku sedang marah,ok maafkan aku tak kan terulang lagi.Jadi gimana masih mau masuk atau tidak ,supaya kita cepat memutuskan selanjutnya ". Tanya Davin penasaran.


" Hemm baiklah Sayang ,ayo kita masuk kalau memang mereka mau marah aku pasrah ". Ujar Silvia sambil meraih tangan Davin lalu masuk kedalam rumah.


Saat masuk kedalam terlihat Art sedang berberes rumah ,silvia setelah menyuruh Davin menunggu di ruang tamu.Ia pun menanyakan keberadaan orang tua nya,karena ia belum melihat mereka sama sekali..


" Bik Papa sama Mama ada dimana"? Tanya Silvia


" Ibu sama Bapak ada di taman belakang non". Sahut Bibik


" Sayang kita kebelakang saja Yuk ,soalnya Mama sama Papa lagi ada di belakang ". Ajak Silvia.


Davin mengiyakan dan mengikuti langkah kaki Silvia kebelakang ,melihat langkah kaki Silvia yang semakin melambat. Davin pun langsung berinisiatif ,menggenggam tangan nya Silvia dan melangkah bersama.


Sesampainya di sana Silvia melihat orang tua nya sedang bercengkrama ,ia mencoba menetralkan kegugupan nya.Dengan menghembuskan nafasnya kasar ,kedudukan mendekati mereka.


" Pagi Pa Ma". Sapa Silvia


" Pagi om tante". Sapa Davin juga.


Lika dan Alan yang tengah serius ,langsung memalingkan wajah keduanya kearah suara.Senyum Lika langsung terbit ,karena ternyata Davin mau bertanggung jawab dan mengantar Silvia pulang.


" Pagi juga nak ,ayo duduk Sayang". Pinta Lika


Sedangkan Alan hanya menatap Davin sambil mengeryitkan keningnya ,karena sangat mengacungi jempol untuk keberanian dari putranya Dika ini.


Karena Alan belum juga menjawab salam nya,Davin terpaksa mengulang nya lagi.Tapi tentunya dengan senyum canggung ,seperti orang yang ketahuan maling.


" Pagi Om ".Sapa Davin sekali lagi.


" Oh pagi juga Boy". Sahut Alan seolah terkejut dengan kehadirannya Davin.


" Ishh bojo ku ini memang nggak bisa berakting,masa sekali coba akting bohong tapi kentaranya minta ampun.

__ADS_1


" Kamu kenapa sih Nak,dari tadi kok tunduk saja memangnya ada yang jatuh di bawah atau bagaimana "? Tanya Lika yang mencoba menetralkan kecanggungan yang ada.


" Nggak ada yang jatuh kok Ma".Sahut Silvia


" Hemm kirain ". Ujar Lika santai.


Davin dan Silvia hanya menundukan kepalanya ,karena tak berani menatap kedua insan paruh baya yang berada di hadapan mereka kini.


Alan mencoba menanyakan sesuatu ,karena ingin melihat seberapa besar anak nya Dika yang kini sedang menundukkan kepalanya.


" Jadi dimana Papa kamu,kenapa tak ikut kesini untuk mengantarkan kalian"? Tanya Alan dengan wajahnya yang datar.


Lika terkejut mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut nya Alan,padahal tadi tak ada pembicaraan soal pertanyaan aneh seperti ini.


Ia tak ingin Alan mengeluarkan sifat jahil nya lagi,karena tak ingin membuat Davin merasa tak nyaman dan akan kapok ke rumah ini lagi.


" Papa ke kantor tadi om".Sahut Davin yamh yang mulai mencoba menetralkan kegugupan nya.


" Hemm jadi apa maksudnya kalian kesini ,Dan kamu Via kenapa tak ada di rumah semalam"?.Tanya Alan dengan wajahnya yang serius


Lika hanya memijat pelan keningnya ,karena sudah tak paham arah pembicaraan Alan yang makin lari jauh dari kesepakatan.


"Kami kesini untuk membicarakan jika semalam Vivin nginap di rumah ,jadi pagi ini saya bertanggung jawab dengan mengantarkan Vivin pulang ". Sahut Davin.


" Terus "? Tanya Alan yang sepertinya memang benar sedang mengerjai anak Dika.


" Saya juga datang untuk meminta restu Om dan Tante ,karena ingin menikahi Vivin".Sambung Davin lagi.


"Enak saja kamu".Sahut Alan sukses membuat 3 pasang biji mata membulat sempurna. Lika yang sudah tak bisa menahan kekesalannya ,langsung mengeluarkan suara cempreng khasnya itu.


" Yang kamu itu apaan sih ,kenapa dari tadi ribet sekali seperti mau jadi reporter tau nggak ". Kesal Lika.


" Ya mana mungkin aku kasih restu kepada keponakan sendiri ,kamu dengar sendiri tadi kan dia panggil kita apa". Alan berusaha membela dirinya.


Davin hanya mengelus dadanya karena tadi ia sempat salah sangka ,di kiranya Alan tak memberikan restu. Kalau memang hal itu sampai terjadi ,Davin pastikan hari ini akan menggantung dirinya di pohon tomat.


"Eh iya maafkan saya Pa Ma ,jadi gimana aku nya di kasih restu tidak "?.Tanya Davin semangat.


" Tanya saja tuh di samping kamu mau atau tidak,soalnya dari tadi hanya diam seperti patung asmat ". Tunjuk Alan kepada putrinya yang hanya menundukan kepalanya.


" Sayang jadi gimana"?.Tanya Davin sambil membelai pipi Silvia.


Woii tuh anak orang bro,tinggal main nyosor saja malah nggak malu apa di lihat emak dan bapak nya.


" Aku mau menikah dengan Kak Avin Ma Pa". Sahut Silvia sambil menyembunyikan semburat merah di pipinya.


" Uhh senang nya karena sudah sempat buat anak Dika panik,coba tadi ada bapaknya pasti bakalan lebih seru. Karena terlihat sangat menegangkan ,dan seperti di sinetron. " Gumam Alan dalam hati.


" Dan maafkan semalam karena nekat membawa Silvia pergi ,tapi kami tidak melakukan hal yang di luar batas". Ujar Davin saat semuanya terdiam.


"Ya bagus itu ,karena saat nya tiba baru melakukan sesuatu rasanya bakalan lebih menggoda ". Ujar Alan.

__ADS_1


__ADS_2