
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
(Gimana guys visual nya Silvia, yang bikin Davin meleleh)
( Visual nya Babang Davin)
(Visual babang Rino)
" Ma sudah lah kayak nggak pernah muda saja,masa hal seperti itu tidak tahu.Jadi sudah jangan bahas lagi,lebih baik kita makan kasihan makanan enak dari tadi di anggurin".Ucap Dika yang sudah mulai jengah dengan keadaan di meja makan.
" Hemm baiklah ayo makan semua ,tapi setelah itu kita ngobrol di ruang keluarga. Karena ada hal penting yang harus di bahas,dari pada nanti berlarut larut dalam pikiran ". Sahut Yuli
Kini semuanya sedang menikmati makanan yang tersedia ,tapi lagi lagi tingkah Davin mengundang semua orang untuk merespon pembicaraan nya.
" Sayang aku nya di layani atau apalah ,masa sudah ada kamu harus makan ambil sendiri ". Davin merajuk
Silvia memutar bola matanya malas,karena tingkah Davin yang masih saja mencari perhatian dari nya. Padahal masih sehat kedua tangannya ,dan tak ada kekurangan sama sekali .
"Ya ampun Vin belum sah woii,masa main langsung di suruh saja nanti kabur tuh anak orang baru nyaho". Ejek Rino
" Iri bilang bos,ko diam ko aman". Sahut Davin sinis.
" ohhh maaf ya ,kalau punya pasangan nanti bakalan ku sayang sayang ,tak kan kusuruh suruh. Bahkan nanti akan ku manja manja,tak kan kusuruh kerja sedikitpun."Ucap Rino sambil tersenyum smirk.
" Mana percaya aku sama kamu". Ujar Davin mengejek.
" Oh jelas kamu nggak percaya ,asal kamu tahu ya aku itu cari istri bukan pembantu ". Sahut Rino skak mat Davin.
" Haha benar sekali kamu Nak,ah bangga nya punya anak sebijaksana kamu". Puji Yuli
" Iya Ma aku juga bangga lho dengar perkataan kak Rino tadi ,sangat menginspirasi ". Sambung Silvia yang mana membuat Davin kesal dan menatap tajam kearah Rino.
Sedangkan Rino tersenyum penuh kemenangan ,karena berhasil menurunkan harga dirinya Davin.
" Sekali kali boleh lah menang sedikit ,masa selama ini kamu sendiri yang menang banyak. Sekali kali bagilah rejeki untuk aku ,hitung hitung kan tambah pahala ". Ujar Rino sambil menaik turunkan alisnya.
" Jadi gimana masih mau via ambilkan makanan untuk kamu,Atau mau berubah pikiran "?.Tanya Yuli sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1
" Ya tetap mau lah aku nggak bakalan terpenting ,dengan ucapan orang lain. Karena menjalani hidup kan kita bukan orang lain,jadi buat apa pedulikan hal itu ".Sahut Davin santai.
Silvia hanya tersenyum mendengar jawaban dari Davin ,ia pun langsung berinisiatif mengambil kan makanan untuk Davin.
"Sayang mau makan apa "?Tanya Silvia pelan.
"Apa saja yang kamu ambil pasti bakalan ku makan ".Sahut Davin.
"Ok fix,aku beneran bakalan jadi obat nyamuk ".Ucap Rino pelan
" Haha makanya jomblo kok di pelihara ,jadinya nggak enak kan? Tanya Davin
" Terserah kalian saja". Ketus Rino dan akhirat Semua melanjutkan sarapan,bahkan sambil mengobrol kecil.
sesudah sarapan mereka semua sudah berada di ruang keluarga ,Dika bahkan hari ini harus izin tidak ke kantor. Lagian dia kan bosnya,jadinya pasti tak kan jadi masalah.
"Ok baiklah karena semua disini,mama mau tanya bagaimana jawaban kamu saat ke rumah Silvia semalam"? Tanya Yuli kepada putranya.
Davin yang hendak menjawab ,langsung di cegah oleh Silvia.Karena baginya hanya diri nya yang harus menjawab ,karena apa yang telah di lakukan harus mau bertanggung jawab.
" Ma bisa tidak kalau kali ini aku yang jawab,soalnya aku ingin menjelaskan segala sesuatu ". Pinta Silvia sambil menatap sendu kearah Davin dan Yuli.
" Baiklah Sayang apa yang ingin kamu sampaikan,Kami semuanya akan mendengar apapun "..Jawab Yuli
" Sebenarnya aku mau minta maaf karena waktu semalam Mama sama Papa datang,aku belum bisa kasih jawaban.Tapi sebenarnya aku mau kok menikah dengan kak Avin ,hanya ingin memastikan langsung dari mulut nya.Semalam aku sama Kak Avin memutuskan ke sini,karena sekaligus mau kasih jawaban atas pertanyaan semalam "..Ujar Silvia panjang lebar.
Semua di ruangan tersebut langsung tersenyum bahagia ,karena akhirnya putranya mereka sold out juga.
Bahagia itu sederhana tak perlu sesuatu yang mewah ,Bahagia itu terjadi ketika kita memberikan kebahagiaan kepada orang di sekitar kita.
Silvia pun membalas dengan masuk kedalam pelukan Davin,kedua nya bermesraan dihadapan semuanya. Bahkan tak terganggu sedikitpun dengan keadaan Sekitar ,biasa lah orang lagi bucin dunia serasa milik berdua.
" Ehemm apalah kita yang lain ini ,jika tak pernah di anggap sedikitpun. Mau marah tapi gimana caranya ,soalnya jawab nya KAMU JOMBLO MAH TAHU APA"? Tekan Rino dengan kata kata tersebut.
" Haha kacian anak tampan nya Mama ,ayo cari cewek sana nanti Mama dukung kok apapun pilihannya ". Sahut Yuli
" Haha Mama Yakin bakalan setuju apapun pilihannya ,asal Mama tahu ya dulu di amrik dia itu doyan dengan tante tante". Sindir Davin.
" Astaga Vin ngomong nya kok seperti itu,orang tuh tante yang doyan sama aku kok. Lagian mata aku masih normal kok,masih bisa lihat yang masih segel sama yang sudah buka segel". Sahut Rino kesal.
" Ihhh Yang kamu tuh mulut nya kenapa sih selalu begitu ,kasihan kan Kak Rino jadi kesal.Lagian kamu nih senang banget godain dia ,tuh anak mukanya di tekuk dari tadi". Bisik Silvia di telinga Davin.
" Biarin saja Yang tuh anak kalau nggak di skak ,pasti akan nyerocos terus. Jadinya aku kan sudah paham kan,cara agar dia bisa diam kalau terlalu banyak ngomong ". Bisik Davin.
" Jadi apa kali ini Papa sama mama,sudah bisa ketemu dengan orang tuanya kamu Via"? Tanya Dika yang akhirnya mengeluarkan suara.
Silvia dan Davin saling pandang lalu Davin memutuskan untuk menjawab.
" Jangan dulu Pa Ma soalnya sekarang aku harus antar Vivin dulu,karena mau ketemu Orang tuanya. mau mengantarnya ketemu mereka.sekalian mau menghadap mereka,karena ingin meminta restu mereka". Sahut Davin
" Ya Tuhan ternyata anak kita sudah besar ya Pa,karena sudah bisa bertanggungjawab atas apa yang telah ia lakukan ".Puji Yuli terhadap Davin sambil menatap kearah Dika.
"Benar sekali Yang dia sudah bisa menentukan mana yang baik dan buruk,dan bisa menentukan langkah nya kedepan"..Dika menimpali
__ADS_1
" Ok baiklah Boy ,kami bakalan dukung apapun keputusan kamu.Karena kami yakin pasti kamu sudah memilih nya,jadilah pria yang bertanggung jawab seperti ini"..Pinta Dika
" Tentu Pa makasih banyak ya,karena sudah menghargai keputusan ku.Jangan lupa untuk mengingatkan aku,jika suatu saat melakukan kesalahan ". Davin menimpali.
Semua nya tersenyum mendengar perkataan Davin barusan,terutama Silvia yang sangat merasa beruntung memiliki Davin dalam hidupnya.
" Mencintaimu adalah anugerah terindah dari Tuhan ,Berada di samping mu adalah sebuah hadiah terindah dari Tuhan. Tetaplah seperti ini ,jangan pernah berubah ataupun menyakiti kita berdua nanti nya ". Lirih Silvia dalam hati.
Davin yang menyadari sikapnya Silvia ,yang terdiam dari tadi ia bingung kenapa hanya terdiam dari tadi.
" Sayang kamu kenapa kok diam dari tadi ,memangnya ada masalah apa Yang"? Tanya Davin cemas.
" Hehe nggak ada masa harus ngomong terus ,memang nya harus ngomong terus begitu "? Tanya Silvia sambil mengeryitkan keningnya.
" Ya habis nya tumben diam sedari tadi ,aku kan jadinya khawatir ". Sahut Davin.
" Ishh lebay nya kebangetan deh kamu Brada,masa cuman diam sedetik panik nya parah sekali ". Ujar Rino.
" Ya ampun No kamu itu kenapa sih,mulut nya sambar melulu kaya nggak ada kerjaan lain.Pa ,mau ke kantor kan ,kita juga mau pergi ke rumah Vivin "? Tanya Davin.
" Hemm iya nak ,Papa juga mau berangkat. Rino mau ikut Papa atau tetap disini temani Mama"? Tanya Dika memastikan
" Emm seperti nya aku disini saja deh Pa,soalnya lagi malas kemana mana". Sahut Rino.
" Ya sudah kamu temani Mama belanja saja Ya". Yuli menimpali.
" Daripada kamu belanja ,mendingan kamu ikut Papa saja karena di sana kan masih banyak cewek seksi bahenol pokok nya membahana ". Ujar Davin
" Yang benar kamu Vin,kalau begitu aku ikut Papa saja deh". Rino memutuskan untuk mengikuti Dika karena jika d sebut soal bahenol dan seksi Rino pasti langsung mau.
" Dasar doyan yang begituan ,tapi ingat ya disini beda dengan yang disana.Jadi jangan melakukan sesuatu yang bisa bisa,kamu bakalan di grebek warga ".Davin mengingatkan.
" oh jadi kalau di grebek kaya kamu tadi pagi boleh kan"?.Tanya Rino sambil menaik turunkan alisnya.
" Boleh asal jangan istri orang,karena kalau tidak kamu bakalan mama habisi. Dan juga jangan asal bawa perempuan sembarang ,kalau belum tahu asal usul yang jelas". Yuli memperingati putranya itu.
" Baik Mom tenang saja aku tidak akan melupakan hal itu ". Sahut Rino.
" Enak saja mom mim,Mama itu yang harus kamu panggil karena panggilan itu cocok untuk orang seperti Mama".Pinta Yuli
" Ya elah Yang,anak hanya bercanda saja langsung main gas titik ,apa tuh mulut tidak capek nyerocos terus "?.Tanya Dika sambil menggeleng kepalanya.
" Oh tidak Mas,anak jaman sekarang perlu pemberitahuan ,jika tidak konek nya akan lama".Ujar Yuli sambil mempertahankan pemikiran nya.
" Ya sudah aku setuju sama Mama,jadi kami pergi dulu ya mau lapor dosa.Doakan semoga berhasil dan pulang bawa restu ". Ujar Davin sambil menarik tangan Silvia.
" Semua nya aku pulang dulu ya,Ma Pa Kak Rino ". Pamit Silvia setelah mencium puncak tangan Dika dan Yuli.
" Hati hati ya nak,semoga pulang bawa kabar baik biar besok langsung lamaran".Ucap Yuli sambil memberikan semangat.
" Haha Ma ada saja ngomong nya,ya sudah Papa sama Rino pamit Ya". Ujar Dika
" Ya sendirian lagi deh". Sahut Yuli sendu.
__ADS_1
" Hemm gimana kalau Mama ikut kami saja,dari pada sendirian disini". Tawar Rino.