Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Episode 196 s2


__ADS_3

AKU HANYA MAU KASIH TAHU GUYS..MUNGKIN NOVEL INI HABIS BULAN INI BAKALAN AKU KASIH TAMAT..


HABIS KALAU KEPANJANGAN NANTI ALUR CERITA NYA BAKALAN MELENCENG...


JADI GUYS...STAY TERUS DISINI YA...


JANGAN LEWAT KAN EPISODE TERKAHIRNYA..ENTAH TANGGAL BERAPA BULAN INI


LOPE U FULL


STAY ONLY IN HERE


LOVE YOU SO MUCH....


LANJUT...


Sebenarya Yuli mendengarkan semua perkataan Adam.Namun rasa sakit hatinya, karena pengkhianatan, yang di lakukan Adam dulu.Membuat nya sangat tak mudah, untuk memaafkan nya.


" Sayang, aku mau pulang kamu jemput aku ya, aku sangat merindukan mu"..lirih Yuli di sela tangisnya.


Ia sangat mengharapkan saat seperti ini, Dika suaminya ada bersama nya.


" Aku harus keluar dari sini, katanya sayang sama aku masa malah kurung aku disini.papa macam apa seperti itu, memperlakukan anak nya dengan begitu buruk". Gerutu Yuli


Pandangan nya di edarkan ke setiap sudut kamar itu.Dekorasinya berwarna biru, sesuai dengan warna kesukaan Yuli.


Yuli membuka kain gorden jendela, ia menatap keluar ternyata banyak pengawal di depan.


" ishh kok bisa bisa nya mami suka sama pria seperti ini. Aduh, aku kayanya susah untuk lolos dari sini"..Yuli terlihat frustasi


Karena tak juga menemukan cara untuk keluar, Yuli memilih tidur dan berharap semoga memimpikan Suami tercinta.

__ADS_1


Sementara masih di langit yang sama, di kota yang sama.terlihat Dika tak bisa memejam kan matanya.pikiran nya kalut, sebab obat tidurnya pergi entah kemana.


Di kamar sebelah, Jason sedang duduk sambil menatap Foto Yuli, yang dulu ia simpan dalam kamar tersebut.


" Kamu dimana Yul, kamu tahu tidak?Meskipun sekarang aku sudah punya Lika,namun bayangan kamu selalu menghantui.Aku janji akan menemukan mu, meskipun hanya memandang mu saja sudah cukup.Aku tak bisa menghubungi dan menemui Lika sekarang, jika dalam hati dan pikiran aku masih ada kamu.Aku tak ingin mengecewakan nya Yul". ucap Jason.


Pikiran nya sangat kacau malam ini, ia ingin menemui Lika.Namun ia yakin Lika pasti sedang marah padanya kini.Pasal nya semenjak Yuli hilang, Jason berubah menjadi diam dan terlihat sangat cemas di wajah nya.


Sama seperti Jason, Lika pun pikiran nya sedang tercampur aduk.Antara marah dan cemas, antara mempertahan kan atau melepaskan Jason.


" Aku tahu hati dan pikiran mu masih ada dia.Di saat bibir kamu berbicara tidak, namun hati mu tak bisa kau bohongi.Aku bingung melanjutkan ini semua dengan mu, aku tak kan menghubungi mu lagi.Aku ingin melihat kesungguhan mu dalam menjalani hubungan ini, jika kau masih bersikap seperti ini.Jangan menyesal, jika nanti aku pindah kelain hati". ucap Lika sambil memandangi nomor kontak Jason di ponsel nya.


Ia memutuskan untuk tidur, karena besok pagi pagi ia akan ke rumah Yuli.Dan berharap semoga tak bertemu Jason, pria yang berhasil memporak poranda kan malam nya.


Keesokan paginya, Dion mendapat kan panggilan dari Riani.Kalau mereka sudah berada di bandara, dan sedang dalam perjalanan menuju ke rumah mereka.


" Ma, sebentar lagi Riani dan Bram akan datang.". ujar Dion


" Astaga ma, jangan berpikiran begitu, musibah yang menimpa kita itu sudah kehendak yang kuasa.Kita hanya perlu berusaha dan berdoa ma". Balas Dion berusa meredam kecemasan istrinya.


Sementara itu saat bersamaan, Lika pun tengah bersiap menuju ke rumah Yuli.Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Yuli, ia perlu memberi dukungan kepada Dika.


Selesai bersiap Lika menuju sana, dengan satu harapan bahwa ia tak kan menjumpai Jason hari ini.


Ketika ia memarkirkan mobil nya, ia melihat sahabat debat nya sedang turun dari mobil orang tua Yuli.Lika yang murung dari tadi langsung tersenyum, ia berlari menghampiri Alan.


" Pagi tampan ku".Sapa Lika


Alan menoleh kan kepala nya ke belakang, ketika mendengar suara cempreng.


" Pagi juga jelek ku, kamu ke sini juga". Ujar Alan sambil mengacak gemas rambut Lika.

__ADS_1


" ih aku puji kamu tampan, kok aku di balas dengan kata jelek.Sakit nya tuh disini tahu"..


Kata Lika yang berpura pura menahan sakit di dadanya.


" haha, emang kamu jelek kok, yang bilang kamu cantik itu artinya matanya error". Ejek Alan.


" isssh, pedas banget sih tuh mulut, kaya boncabe level 5 tau". Lika mencebik Kesal


Alan hanya menggeleng kepala sambil tersenyum.Ternyata dengan menggoda Lika, mood nya yang tadi buruk sedikit teralih kan.


Sementara tadi Jason memperhatikan interaksi keduanya.Ia mengepalkan tangan pertanda menahan emosi, apalagi ia melihat Alan mengacak rambut Lika.


" Dasar brengsek, apa dia lupa.Kalau lika itu punyaku dan sampai kapan pun akan tetap seperti itu".Batin Jason sambil menghembuskan nafasnya kasar.


Riani dan Bram sudah masuk lebih dahulu kedalam rumah.Meninggal kan Alan dan Lika yang sedang melepaskan rindu.


Jason mendekat ke arah Lika dan Alan untuk bergabung dengan mereka.Namun kata kata Lika membuat langkah nya terhenti.


" Kata Yuli kamu bawa Sinta ikut ke Amerika"? Tanya Lika


" Iya, aku kasihan dia sendirian disini, ya lebih baik aku bawa saja"..Jawab Alan


" Kamu kok tega sih ajak Sinta, aku kesal,aku cemburu,nanti kalau kamu lupain aku gimana dong"?Ujar Lika denga tatapan kesal nya.


" Kan kamu sudah punya ayang bebep kamu, nanti kalau kita dekat terus dia ngamuk kan parah". Sahut Alan setengah bercanda.


" Ayang bebep tapi serasa orang lain.Untuk apa di pertahan kan, lebih baik cari lain.Oiya Lan di sana kamu punya teman bule nggak, siapa tahu aku bisa ajak kenalan gitu". Tanya Lika


" Terus yang ada sekarang mau taruh dimana eneng markonah".Ledek Alan


" Di buang ke kutub utara abang paimin". Balas Lika

__ADS_1


__ADS_2