
HAIII READER KU TERSEYENG.
JANGAN LUPA LIKE N KOMME NYA,, MAAF JIKA UP NYA LAMA...AUTHOR DROP LAGI JADI SEPERTINYA MAU KASIH TAMAT...
TAPI TENANG SAJA, KAN ADA KARYA KU AKU WANITA TERHEBAT...
LOPE U FULLL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT..
Alan pun keluar untuk menemui dokter yang menangani mama nya selama ia sakit.Alan ingin menanyakan soal keadaan mama nya, dan berkonsultasi apa mama nya sudah bisa di bawah pulang.
Saat sampai di ruangan dokter tersebut, Alan pun mengetuk pintu.Setelah di persilahkan masuk, lalu ia kini duduk di hadapan seorang wanita paruh baya.
Dokter tersebut merupakan dokter yang selama ini menangani Mikha liem
"Haii tuan Andrew silahkan duduk".Sapa dokter Rebecca.
" Hai juga Dokter, maaf jika mengganggu waktu anda". Alan berbicara secara halus kepada dokter yang berjasa atas kesembuhan mama nya tersebut.
" Tidak juga Tuan Andrew,saya juga sedang senggang". Sahut Rebecca sambil tersenyum.
" Jadi bagaimana, ada yang bisa saya bantu". Sambung dokter becca lagi.
" Saya mau menanyakan tentang perkembangan kondisi mama saya, bagaimana keadaan nya sekarang"? Tanya Alan.
" Kondisi nyonya mikha, sudah mulai membaik bahkan sangat baik.Ia sudah tak menunjukan depresi nya lagi, tidak seperti saat ia pertama di bawah kesini.Dan seperti nya ia juga tak pelu di rawat disini lagi, namun saran saya tolong jauh kan pasien dari hal yang bisa memicu depresi nya kambuh lagi". Ujar Dokter becca
" Apa saya bisa bawa mama kembali ke indonesia dok"? Tanya Alan lagi yang ingin memastikan lagi kondisi mama nya.
" Boleh Tuan, asalkan seperti saran saya tadi, tidak boleh mengingat kan hal hal yang membuat depresi nya kambuh".Sahut Dokter becca.
__ADS_1
" Baik lah kalau begitu dok, saya akan langsung bawa pulang mama sekarang juga.Sekali lagi terima kasih, karena sudah bersedia merawat mama". Ucap Alan sambil menjabat tangan dokter becca.
Dokter becca tersenyum dan membalas tangan Alan.Ia sangat kagum melihat kegigihan Alan yang berupaya untuk kesembuhan mama nya.
Alan bisa sedikit bergerak bebas, saat mikha mulai menunjukan tanda tanda sembuh.Karena saat awal awal ketika Mikha masih mengalami depresi, Alan selalu menemani mama nya.Bahkan ia sampai rela meninggalkan kuliah nya di indonesia demi bisa menemani mama nya.
Ketika Sinta hadir, yang selalu menemani mama nya.Baru lah Alan menjalani hidup nya dan menemui para sahabat cantik nya itu.
" Sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu dan mengurus pasien saya.Jika kelak membutuh kan bantuan saya, jangan sungkan Tuan Andrew.Karena saya pasti akan dengan senang hati untuk membantu". Pesan Dokter becca.
" Terima kasih banyak dok, kalau begitu saya permisi dahulu". Pamit Alan.
Ia pun keluar dari ruangan dokter tersebut, namun ia tak kembali ke ruangan mama nya.Karena ada hal yang harus ia urus karena ia tak kan kembali lagi ke negara ini.
Namun ia menyempatkan dirinya untuk pamit ke mama nya.Agar wanita tersebut tak mencari dan menanyakan nya.
Saat di parkiran Alan masuk kedalam mobil nya, yang biasa ia parkir disana.Untuk memudahkan Sinta kemana mana saat ia pergi,tapi ia belum juga menyalakan mobil nya karena ia merindukan suara seseorang.
Alan memilih menghubungi Lika, untuk menghilangkan rasa rindu nya.Saat panggilan pertama, masuk namun Lika tak merespon nya.Alan tak putus asa, ia kembali menghubugi Lika.
Lika meletakan tas nya di dalam kamar Jason, karena Dina mengatakan jika kamar tersebut akan menjadi milik Lika mulai dari sekarang.
Huft,, Alan menghela nafas nya kasar, karena Lika tak kunjung menanggapi.Namun Alan hanya berpikir positive thinking saja.Karena ia yakin Lika kini pasti tengah sibuk, dan tak bisa menerima panggilan.
Alan pun memilih pergi ke tempat yang ia sudah rencanakan sebelum nya.
" Lika sayang, ayo istirahat lah nak.Mama takut kamu sakit, dan jika sampai itu terjadi mama adalah orang yang paling merasa bersalah karena tak bisa menjaga kamu". Bujuk Dina pelan sambil mengusap pelan rambut gadis yang sudah di anggap putri nya sendiri itu.
" Aku nggak papa kok ma, lagian aku senang bisa bantu mama dan papa". Sahut Lika tulus.
" Aduh manis nya anak cantik mama ini, tapi ingat kalau nggak kuat jangan paksa diri ya"! Pinta Dina
" Iya mama ku bawel". Sahut lika sambil tersenyum.
__ADS_1
Samuel yang melihat interaksi antara Dina dan Lika merasa bahagia.Karena kedua wanita tersebut saling mendukung dan menguatkan , Dina pun tak terlalu menunjukan kesedihan nya.
Samuel merasa bangga karena Jason membawa Lika, hadir dalam kehidupan mereka.Menurut Samuel Lika adalah wanita yang kuat, ceria dan tak terlalu berlama lama larut dalam kesedihan.
Sedangkan Yuli dan Dika kini harus kembali kerumah mereka.Dika super posesif bahkan ketika Yuli mau ke kamar mandi saja, Dika kekeh tetap ingin menggendong Yuli.Yang mana perbuatan Dika membuat Yuli jengah dan kesal.
" Aduh Ka, kamu stop ya aku tuh hamil bukan sakit keras apalagi sampai tak bisa jalan". Kesal Yuli.
" Tapi aku tak mau kamu dan anak kita kenapa napa". Sahut Dika santai.
" Justru dia akan kenapa napa, jika kamu selebay ini.Ingat dan asal kamu tahu kalau aku juga adalah seorang dokter, dan aku juga sangat paham apa yang boleh dan tidak selama hamil". Tutur Yuli yang sepertinya kesabaran nya mulai habis.
""Tapi aku juga Suami kamu,dan lebih tahu apa yang boleh dan tidak". Sahut Dika yang kekeh.
"Stop Ka, demi Tuhan aku malas berdebat dengan mu.Aku senang kamu khawatir dan perhatian sama aku, tapi tolong jangan berlebihan jika tak ingin menyusah kan ku nanti saat melahir kan". Pinta Yuli
"Maksud kamu apa sayang, sejak kapan aku mau menyusah kan kamu sayang". Ucap Dika yang sambil mengerutkan kening nya.
" Sayang aku tahu memang kehamilan ku masih sangat rentan,tapi kamu harus tahu jika ibu hamil harus perlu bergerak karena sangat bagus untuk pertumbuhan bayinya dan proses melahirkan nanti". Jelas Yuli
" Iya sayang maaf jika sikap ku berlebihan, tapi jujur aku hanya tak ingin kalian kenapa napa.Dan aku hanya ingin menjaga kamu, dari hal hal yang tak diingin kan ". Sahut Dika
" Uhh manis nya suami ku ini, aku jadi makin cinta deh". Goda Yuli sambil mengecup bibir suami nya itu.
Saat Yuli melakukan hal tersebut, Dika langsung memukul jidat nya karena melupakan sesuatu yang sangat penting.Yuli pun jadi heran, dengan sikap yang di tunjukan Dika tadi.
" Kamu kenapa main pukul jidat kamu"? Tanya Yuli heran.
" Ya ampun sayang aku kok bisa melupakan hal yang penting tadi saat bertemu dokter".Sesal Dika sambil menghela nafas nya berat
" memang nya hal penting apa yang kamu lupakan "? Tanya Yuli lagi.
" Aku lupa tanya, soal bagaimana dengan olaharaga ranjang kita saat hamil muda seperti sekarang". Sahut Dika yang tampak frustasi.
__ADS_1
Yuli pun langsung membulat kan matanya, ia tak percaya dengan suaminya.Yang komposisi otak nya sebagian besar hanya berisi dengan hal mesum.