
HAII AUTHOR BALIK LAGI NIH...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, N VOTE VOTE VOTE YA...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT...
tok tok tok
Alan mengetuk pintu kamar Dika,berharap yang punya kamar akan merespon.Namun Alan harus menelan kekecewaan, karena Dika tak merespon sama sekali.
" Ka, keluar lah, ada mertua kamu di depan tuh". Panggil Alan
Dika yang sedang duduk menatap ke arah pintu dengan tatapan tak percaya.Ia heran kenapa Alan ada di sini.Bukan nya ia harusnya berada di Amerika, mememani mama nya yang sedang sakit.
" ngapain pengganggu itu datang lagi, mood ku yang sudah jelek, tambah jelek lagi". Sungut Dika
" Ka emang nya Yuli pergi bawa dengan suara kamu, sampai tak merespon sama sekali". Kesal Alan
Dika yang kesal karena Alan menyebut Nama Yuli, langsung keluar dengan tatapan tajam nya.
" Kamu ngapain sebut nama Yuli, ingat ini terakhir kali aku dengar". Ancam Dika
" Astga bro, sensi amat sih.Ya udah Gue minta maaf, ayo turun mertua lo nungguin tuh"..Ajak Alan
Dika tak menyahut, ia malah melengos pergi meninggal kan Alan.Alan hanya mendengus kesal, melihat Dika yang tak peduli akan kehadiran nya.
" Bukan nya makasih eh ini malah langsung nyelonong pergi.Aduh Yul, semoga kamu cepat di temukan, kalau tidak suami kamu bisa berubah jadi es batu tuh"Gumam Alan bermonolog
Sedangkan Dika sudah turun kebawah,Ia melihat ada mertua dan kedua orang tuanya.Netranya Juga menatap ke arah Jason dan Lika, ia hanya cuek kepada mereka.
" Ka, kamu sabar ya nak, mami yakin Yuli pasti di temukan". Riani menguatkan Dika
__ADS_1
" Dika khawatir ma, gimana keadaan Yuli sekarang.Apa dia diperlakukan baik atau tidak, apa dia tidur dan makan dengan layak atau tidak". Lirih Dika sambil tertunduk
"Aku tak sanggup, lanjut kan hidup tanpa dia.Dia segala nya bagiku, aku bingung dan tak bisa berpikir.Otak ku seperti mati dan tak berfungsi, aku mohon temukan Yuli".Tangis Dika pecah, ia tak peduli dengan pikiran semua orang.
Yang Ada di pikiran Dika sekarang adalah istrinya.Sampai sekarang pun tak ada kabar yang memberi tahu keberadaan Yuli.
" Kalian sudah melihat cctv bagian parkiran"? Tanya Bram
" Belum pi, tapi aku lihat mereka bawa Yuli lewat pintu belakang.Dan di cctv itu, wajah penculik nya tak terlalu jelas" Sahut Dika
" Bukan nya di pintu belakang kita juga suruh pasang cctv mas.Itu artinya kita bisa mencari tahu, kearah mana mereka membawa Yuli pergi, dan kita juga bisa melacak plat mobil mereka". Sambung Riani
" Iya tante bener banget, dengan begitu kita dengan mudah melacak mobil tersebut."Jason menimpali
" Ya sudah, saya hubungi bagian keamanan mall dulu". Ujar Bram
Tak berselang lama panggilan pun tersambung.
"Kalian tolong periksa cctv di belakang mall, dan perhatikan baik baik.Kalian tak lupa kan dengan kejadian kemarin saat putri ku diculik.Aku ingin kalian perhatikan se detail mungkin, dan ingat aku tak ingin ada kesalahan". Ucap Bram tegas.
Tak lama panggilan juga masuk di ponsel Dion.Ia sangat terkejut, manakala melihat nama marcel.
" Hallo yon, Bagaimana keadaan Dika.Soalnya dari tadi ku hubungi tapi tak aktif"? Tanya Marcel di seberang
" Keadaan nya ya seperti itu tak bisa di ungkap kan dengan kata"Sahut Dion
" Baik lah, aku punya berita baik". Ujar Marcel
Dion Yang meloudspeaker panggilan tersebut.Terkejut karena Dika yang tiba tiba merebut ponsel dari tangan nya, namun ia memaklumi keadaan Dika sekarang.
" Kabar baik apa pa"? Tanya Dika antusias
" Anak buah papa sudah menemukan, orang yang menculik Yuli.Dan sekarang mereka sedang di tahan oleh anak buah papa.Kalian langsung kesana saja, nanti papa kirim alamat nya.Papa juga sudah bersiap mau kesana, kalian cepat lah papa tunggu di sana".Terang Marcel
"Makasih pa,iya Dika langsung kesana sekarang". Ujar Dika dan langsung mengembalikan ponsel milik Dika.
__ADS_1
" Jadi mereka sudah menemukan penculik nya"? Tanya Rika
Dika tak menyahut, ia malah langsung keluar.Namun semuanya sangat terkejut, saat melihat tatapan membunuh dari Dika.
Saat Dika akan pergi, Riani langsung memanggil nya.Karena Riani khawatir jangan sampai Dika nekat karena tersulut emosinya.
" Ka, mami mohon kendalikan dirimu.Jangan melakukan sesuatu, yang bisa menambah masalah.Jika kamu melakukan sesuatu dengan mementing kan egomu, maka semua yang kita harapkan akan gagal nak.Jika Yuli ada, ia juga pasti tak mau dengan sikap mu yang begini".Ucap Riani
" Maaf mi,tapi mereka berani berbuat itu artinya mereka siap menanggung resiko".Ujar Dika dingin
" Ya sudah ayo kita berangkat ke tempat abang Marcel". Ajak Bram
" sayang aku pamit ya, semoga kali ini kita bisa menemukan titik terang nya". Bram pamit ke Riani.
"Iya mas, Amin semoga saja.Kalian semuanya hati hati ya"Ujar Riani
Kini semua pria keluar untuk menuju tempat yang sudaha Marcel kirim.
Mereka menggunakan 2 mobil.1mobil ada Alan dan Jason sedangkan 1 mobil lagi ada Dika, Dion dan Bram.
Sebenar nya Jason tak ingin satu mobil dengan Alan.Namun demi Yuli, ia mengesampingkan ego nya.Sedang kan Alan terlihat biasa saja, karena memang ia merasa tak mempunyai masalah sama sekali dengan Jason.
" Untung demi Yuli, kalau tidak sudah ku depak cunguk ini dari mobil ku" Gerutu Jason Dalam hati.
" Sudah jangan kau mengumpati ku dalam hati.Sebenar nya aku juga tak sudi semobil dengan mu.Jika bukan karena Yuli, aku lebih baik pilih pake terbang saja". Ujar Alan
Jason terkejut, karena ternyta Alan mengerti isi otak nya.
" Sudah jangan pasang wajah terkejut mu itu,aku muak melihat nya". Ucap Alan tanpa melihat Jason.
" Numpang kok ngegas mulu, tak tahu malu"sinis Jason.
" Haha kau tahu saja, kalau demi Yuli apa pun akan ku lakukan". Sahut Alan
" Dasar gagal move on dari mantan". Ejek Jason
__ADS_1
" Apa nggak kebalik tuh, kalau aku masih single jadi terserah kalau masih fokus ke mantan.Lha kamu sudah ada Lika, masih saja fokus ke mantan". Ledek Alan
Skak mat perkataan Alan barusan memang benar sekali adanya.