
HAII HELLOWWW
MINTA VOTE N LIKE NYA DONG GUYS...
JANGAN PELIT PELIT LAH ...
KASIHAN JARI JEMARI KU SUDAH PADA MEWEK NIH..ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
BERCANDA KALI...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT...
Lika pun berpikir keras, karena ia sangat penasaran dengan perkataan Alan.
" Ya ampun jangan bilang Alan mau jadi hantu trus gangguin aku, aduh sumpah deh kalau punya sobat yang somplak". Gumam Lika sambil berjalan menuju ke ruangan Yuli dirawat.
" Haii terseyeng gimana keadaan nya"?,Tanya Yuli kepada Lika.
Lika mengerutkan kening nya, Yuli yang pingsan kenapa dia yang di tanya.
" Apa nggak kebalik, seharusnya kan aku yang nanya".Sahut Lika
" Hehe abis kamu nya lama banget, aku kira sudah lupa sama keadaan aku". ujar Yuli
" Kamu tuh ya, mana bisa aku lupain kamu".Jawab Lika
" Iya juga sih,"Ujar Lika
" Jadi gimana keadaan kamu, apa kata dokter nya tadi"? Tanya Lika
( Hehe guys saking keasyikan bahas Lika dan Alan sampe lupa tokoh utamanya deh.)
FLASH BACK ON
"dokter tolong istri saya sekarang, ingat tidak pake lama". Ancam Dika
" Iya baik tuan muda, silahkan tunggu di luar.Saya akan periksa Dokter Yuli". Sahut Dokter Adnan.
" Apa tak ada dokter wanita dirumah sakit ini, selain kamu". Dika menatap tajam kearah Adnan.
" Maaf Tuan, semua dokter sedang bertugas.Dan hari ini giliran saya jadi Dokter jaga di UGD". Sahut Adnan pelan
" Huft terserah kau saja, tapi ingat jangan dekat dekat dengan nya, dan jangan menatap nya lama".Ancam Dika.
"Astaga Dika, plis hentikan keanehan mu itu, silahkan periksa menantu saya dok". Ujar Rika
Sepanjang pemeriksaan Dika hanya menatap tajam kearah Adnan.Adnan di buat salah tingkah, karena tatapan tajam dari Dika.
__ADS_1
Rika yang menyadari tatapan Dika kearah dokter adnan, ia pun memukul lengan Dika.
" hei bocah tengik, kalau kau terus menatap nya mana bisa ia memeriksa keadaan Yuli.Tutup matamu, atau bakalan ku congkel, agar tutup terus."Ancam Rika
Adnan melanjutkan pemeriksaan, wajah nya berubah lain.Ia merasakan sakit di dadanya karena mengetahui keadaan Yuli.Namun ia bersikap kembali profesional, karena menyangkut dengan pemilik rumah sakit nya bekerja.
" mmm maaf Tuan, untuk lebih jelas nya nanti langsung ke bagian dokter obgyn saja". Ujar Adnan.
" Memang nya istri ku kenapa, hingga kau tak bisa memeriksa dengan jelas". Sarkas Dika kasar.
Karena tak ingin membangkit kan singa yang sudah tidur, ia pun segera memberitahukan hasil diagnosa nya.
""mm sepertinya dokter Yuli sedang mengandung, oleh sebab itu untuk mengetahui lebih jelas nya sebaik nya langsung ke bagian obgyn saja". Ujar Dokter Adnan.
Dika masih mencerna perkataan adnan, sedangkan Rika sudah histeris kegirangan.Ia merasa bahagia, karena sebentar lagi ia akan menimang cucu.
" Jadi maksud dokter menantu saya hamil"? Tanya Rika
" Iya itu hanya dugaan awal saja nyonya, jadi lebih jelas nya lagi nanti akan hubungi dokter sarah bagian obgyn."Sahut Adnan dan langsung keluar tapi sebelum nya menyuruh suster menghubungi bagian obgyn.
""Suster tolong hubungi dokter sarah ya, agar memeriksa dokter Yuli;"Perintah Adnan lalu keluar.
Sepanjang perjalanan ia hanya menghembuskan nafas kasar, bahkan sampai tak peduli pada Lika yang tengah asyik menelpon Alan..
Sesampai nya di ruangan nya Adnan memukul dada nya kuat,dadanya sesak dan hatinya terasa sakit sekali.
""Kenapa terasa sakit sekali, melihat ia bahagia.Kenapa sampai sekarang tak bisa melupakan nya, apa tak ada lagi jodoh ku yang lain.Rencana mau dekati Dokter Lika, eh malah kalah start". Gumam Dokter Adnan.
" Ya ampun adnan, kamu kok bisa sih suka sama istri orang.Malu maluin saja nanti di bilang gagal move on". Umpat Adnan kepada dirinya sendiri.
Dika yang hanya berdiri termangu membuat Rika merasa kesal, dan langsung memukul lengan nya.
" Heii bocah tengik, kamu kenapa sih berdiri bengong.Cepat ikut Yuli dia sudah di dorong ke ruangan dokter obgyn". Bentak Rika ke Dika.
Dika pun akhirnya sadar, sudah tak melihat istrinya.
" Lho ma, Yuli dimana kok nggak ada"? Tanya Dika.
" Yuli sudah terbang ke antariksa". Sahut Rika sambil menarik tangan Dika agar ikut dengan nya.
Sesampainya di ruangan pemeriksaan, mereka melihat seorang dokter wanita paru baya sedang memeriksa Yuli.
" Jadi gimana dok keadaan menantu saya"? Tanya Rika
" Mmm dokter Yuli positive hamil nyonya, dan usia kandungan nya sudah 3 minggu.Dan ini hasil USG nya janin nya berkembang sangat baik, dan kondisinya ibunya sehat.Hanya kurang istirahat saja, nanti saya akan kasih resep vitamin jangan lupa di minum rutin". Sahut Dokter tersebut.
" Jadi istri saya benar hamil dok, dan saya akan menjadi seorang ayah"? Tanya Dika sekali lagi ia merasa seperti salah dengar.
" Iya benar sekali Tuan, sekarang di perut dokter Yuli telah ada sebuah kehidupan di dalam nya.Selamat ya tuan atas kehamilan dokter Yuli". Ucap Dokter tersebut tulus dan segera pamit undur diri.
Dika menatap mama nya dengan pandangan berbinar, ia tak menyangka dirinya tak lama lagi akan menjadi seorang Ayah.
__ADS_1
" Ma yuli hamil, dan Dika bakalan jadi seorang papa" Ujar Dika senang dengan mata berkaca kaca.
" Iya benar nak dan mama bakalan jadi seorang nenek".Sahut Rika yang air matanya sudah mengalir dari tadi.
Dika beralih menatap istrinya yang sudah sadar, dan menatap heran kearah mereka..
" Ih sayang kamu lebay banget deh, memabg nya aku sakit apa sih sebenar nya". Kesal Yuli dengan wajah melow nya Dika.
" Sayang aku punya kabar baik dan buruk sama kamu". Sahut Dika.
" Hemm katakan tapi kabar baik nya lebih dulu ya". Pinta Yuli
" Kabar baik nya adalah kamu hamil sayang, dan sebentar lagi kita akan menjadi orang tua".Ucap Dika
Yuli langsung tersenyum senang, ia bahagia karena hidup nya sempurna sebagai seorang wanita.Ia pun mengelus perut nya yang masih rata itu, dengan senyum yang terukir di wajah cantik nya.
Namun ia masih teringat dengan kabar buruk sesuai dengan janji Dika tadi.
" Jadi apa kabar buruk nya sayang"? Tanya Yuli penasaran
" hehe kabar buruk nya adalah mulai sekarang kamu aku awasi 24 jam, baik makan, minum, tidur dan di larang keluar rumah tanpa pengawasan dari ku". Ucap Dika santai.
Yuli dan Rika membulat kan matanya, mereka tak percaya jika jiwa posesif akut Dika bakalan tambah parah setelah tahu Yuli hamil.
" Apa, kamu mau jadikan aku tahanan rumah ya, kamu pikir aku kriminal apa jadi harus selalu di awasi.Sudah lah jangan lebay deh, ibu hamil itu bukan nya di beri tekanan tapi harus selalu di buat bahagia.Hamil itu bukan berarti harus di kurung, justru ibu hamil akan menikmati harinya jika di bawah santai saja". Protes Yuli
" Terserah kamu mau berpikiran apa, tapi keputusan aku sudah tak bisa di ganggu gugat.Dan ingat tak ada bantahan dari manapun termaksud mama". Ucap Dika sambil menatap ke arah Rika.
Rika yang mulut nya dari tadi hendak berkomentar pun, ia urungkan karena melihat tatapan mematikan dari Dika.
" Ihh dasar bocah lebay". Sahut Rika malas dan langsung duduk di sofa ruangan tersebut.
" Oh maaf ma, tapi aku bukan bocah karenaa buktinya sudah ada Dika junior sekarang". Ucap Dika santai dan langsung mendapat tatapan tajam dari Yuli.
"Dasar mulut nggak ada akhlak, ngomong nya nggak di sensor dulu". Umpat Yuli kesal.
Tak lama Lika pun muncul, dan sebelum Lika bertanya Yuli sudah bertanya lebih dulu.
FLASH BACK OFF
" Ah jadi aku bakalan jadi aunty, oh my god pasti Jason senang banget nih". Teriak Lika kegirangan namun seketika ia kembali terdiam karena mengingat jika Jason sudah tak ada.
" Heiii aunty Lika, kamu kenapa hemm sudah lah kamu jangan sedih lagi.Apa kamu tak kasihan sama ibu hamil yang satu ini, aku juga bakalan sedih kalau kamu sedih". Bujuk Yuli dengan wajah di buat sesedih mungkin.
"Iya maaf ya terseyeng, aku janji deh nggak bakalan sedih lagi.Tapi kamu ingat ya harus jaga kesehatan supaya jangan sampai sakit, kasihan kan nanti keponakan aunty". Ujar Lika sambil mengusap perut rata nya Yuli, namun Dika langsung menepis nya.
Yang mana membuat Lika menatap heran kearah nya.
" Enak saja pegang pegang istri ku, ingat ya hanya aku yang boleh pegang dia bukan yang lain".Sinis Dika
Lika langsung menepuk jidat nya, ia sungguh tak percaya dengan sikap Dika sekarang.
__ADS_1
" Ishh dulu bencinya minta ampun sekarang bucin nya kelewat ampun dah". Sinis Lika balik.