
HAII READER KU TERSAYANG..
JANGAN LUPA LIKE, KOMMEN , **VOTE NYA YA YA YA...
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT**...
*Terkadang hidup penuh dengan misteri, kadang suka, kadang duka.Namun Tuhan selalu menginginkan ciptaan nya menjadi pribadi yang kuat, tanpa ada kata mengeluh.
Karena kata mengeluh adalah sebuah kata,yang membuat kita menjadi pribadi malas, cepat putus asa dan tak punya semangat hidup.
FIGHTING GUYS*...
" Hei kamu ngapain masuk kedalam mobil"? Hardik Dika kasar kepada Alan.
"Lho kamu mau nya aku duduk di belakang bareng Yuli, ok sip aku meluncur". Ujar Alan
Dika bertambah kesal, dengan sikap malas tahu yang ditunjukan Alan.
" Otak kamu tuh kayannya perlu di permak, soal nya ngomong nggak pake mikir". Umpat Dika kesal.
" Eits stop bro, aku bingung sama kamu, yang ini salah yang itu salah.Padahal aku kan hanya pengen bantu kamu bawa mobil, agar kamu bisa jaga Yuli di belakang.Eh ini malah kamu tambah nyolot, ya sudah aku pulang naik taksi saja". Kesal Alan dan hendak keluar dari mobil.
" Stop Alan, jangan coba coba kamu keluar dari mobil.Tinggalin saja kalau dia tidak mau ikut". Ucap Yuli sambil menatap tajam kearah Dika.
Dika yang tak ingin berdebat pun masuk kedalam mobil, dengan wajah di tekuk.Yuli yang menyadari sikap Dika, hanya memandang jengah kearah nya.
"Alan berhenti, ayo kamu turun duduk di belakang sama aku.Nih orang kayannya nggak suka dekat sama aku". Sinis Yuli
Dika langsung gelagapan, mana mau dia melihat Alan si cunguk duduk dekat istri nya itu.
" Sayang kamu kok ngomong nya gitu, yang suami kamu kan aku bukan dia". Lirih Dika
" Bodo amat, amat saja nggak pusing masa Yuli Evelyn harus pusing". Sahut Yuli jutek
"Iya maaf ya, tapi jangan dekat dekat dengan nya, nanti kepala nya jadi besar terus meledak". Dika sengaja meledek Alan.
" Ye maaf kamu salah, yang ada aku kalau dekat dekat sama Yuli itu, makin tambah cinta kali". Sahut Alan.
Dika meremas kuat jarinya, ia menahan emosinya kepada Alan.Jika saja keduanya sendiri saja, mungkin ia akan buat Alan jadi makhluk tak berbentuk.
" Ya sudah ayo berangkat dasar kalian berdua Banci kaleng kaleng". umpat Yuli Kesal.
Dika tak percaya istri tercinta nya itu sampai mengatainya Banci.Padahal Yuli sudah merasakan kejantanan nya bahkan Yuli sampai menyerah karena badan nya hancur remuk semua.
Alan mengendarai mobil nya dan mengusir suntuk.Ia memutar lagu yang sesuai dengan perasaan nya kini;
SA NIH SU BERJUANG HARUS PERCUMA
TAPI KO SULO BARU PILIH DIA
^^^^AEH BIAR SUDAH SA PERMISI LEWAT
MUNGKIN KO TRA BISA JADI SA PU LEWA^^^
****ADOO SAYANGEE MO BAGAIMANA KAH?
HATI TARABISA MACAM SUSAH MERDEKA***
^^SIMPAN CINTA DALAM PIKIRAN
SA PERGI AWALI HARI TANPA KO^^^
( PERCUMA)
__ADS_1
Alan sesekali mengikuti alunan musik nya, ia bahkan sampai mengikuti lirik lagunya.Sedang kan Dika hanya mendengus kesal karena lagu tersebut seperti menggambarkan suasana hatinya kini.
Tak lama mereka pun sampai di kediaman hadiwinata.Dika turun lalu membantu Yuli untuk keluar dari mobil, Alan pun menyusul keduanya.
Dika tanpa aba aba langsung menggendong Yuli, karena ia tak mau istrinya kenapa napa.
" Hei sayang, aku bisa jalan sendiri malu tau di lihat sama orang".Bisik Yuli di telinga
" Biarin saja yang, yang aku kasihan sekarang tuh yang lagi jomblo.Pasti dia lagi iri melintir kasihan". Sindir Dika kepada Alan.
" Hemm makasih pujian nya aku tersanjung". Sahut Alan yang tak ada nyambung sama sekali dengan ucapan Dika.
Alan pun langsung berjalan cepat, karena ia ingin menuju ke taman mawar putih milik Yuli.
Dika langsung menggendong Yuli ke kamar, karena Dika merasakan tubuh nya sudah sangat gerah.
Setelah membaringkan Yuli di ranjang,Dika langsung masuk kedalam kamar mandi.Ia ingin membersihkan diri yang sudah lengket, karena ia kerumah sakit tadi dengan wajah bantal nya.
Yuli hanya tersenyum melihat perbuatan suaminya itu.Pria posesif yang sangat di cintainya, yang mampu mencuri hati dan jiwanya.Sehingga nama lain tak bisa masuk le dalam hatinya, pria yang dulu di cintai nya dalam diam, pria yang dulu kekasih sahabat nya.
Pria yang dulu sangat membencinya, pria yang dulu hanya bisa di pandang namun tak bisa di gapai.
Ia sangat mencintai pria yang bernama Andika Hadiwinata.Mengingat itu semua membuat Yuli senyum senyum sendiri, layak nya abg yang sedang jatuh cinta.
Alan yang tengah duduk menikmati udara sore, di taman belakang rumah hadiwinata.Ia memandangi taman mini bunga mawar putih yang ada di hadapan nya kini.
Bunga mawar yang sangat di sukai oleh, wanita terindah di dunia ini.Bunga yang mewakili perasaan nya saat ini,bahwa ia sangat tulus mencintai seorang Yuli evelyn.
"Ahh Tuhan,kenapa kau begitu tega padaku.Tolong antar kan jodohku, aku tak kuat melihat kemesraan mereka,kasihanilah jiwa jombloku yang meronta minta tolong". Alan bermonolog ria..
""Tapi kalau kau lagi menyiapkan jodohku secantik Angelina Jolie, aku siap menunggunya sampai kapan pun.Hanya jangan terlalu lama,sebelum aku menjadi peot dan aki aki". Sambung nya lagi.
Ya ampun Lan, siapapun yang mendengar curhatan mu kali ini, pasti akan merasa lucu.Mana ada minta jodoh, tapi kesan nya memaksa.
" Nasib jomblo ku sangat miris, karena setiap hari harus melihat kemesraan mantan terindah dan tercinta nya itu.
" Ahhh Tuhan, kau pasti mendengar kan doaku ku barusan, ya itulah doa dari kauk teraniaya". Ucap Alan yang terdengar lebay.
Di kediaman Lika, ia dan bundanya tengah bersiap menyambut kedatangan Jason dan orang tuanya.Lika sudah memberi tahu, maksud dan tujuan mereka untuk datang.
" Huft, ternyata anak gadis bunda sudah besar ya, dikit lagi ada yang mau datang lamar". Ucap Bunda Ella, bunda nya Lika.
Ella terlihat sedih, pasal nya hanya Lika yang ia punya di dunia.Setelah di tinggal meninggal suaminya, dan sekarang putri kecil nya itu sudah dewasa.Saat nya ia membina rumah tangga, dan mengikuti kemana pun suaminya.
Lika yang melihat kesedihan di mata Bunda nya, memeluk nya erat.
" Bunda jangan ngomong gitu dong, sampai kapan pun Lika adalah putri kecil bunda.Walaupun nanti Lika menikah punya suami dan anak.Namun sayang Lika tak kan pernah berubah, jadi bunda jangan bersedih lagi ya". Ucap Lika Lirih
"Hemm, maafin bunda lagi galau, emang kamu pikir anak muda saja yang bisa galau". canda Ella
" Issh Bunda, orang lagi melow malah bercanda, nggak asyik ah". Kesal lika
""Haha, sudah mau nikah tapi cengeng nya nggak pernah tobat.Nanti Si Jason ilfeel sama kamu, baru cari yang lain baru kamu tobat"? Ledek Ella.
"Bunda ngomong nya kok gitu, aku kesal sama bunda.Aku mau ke kamar saja ah, dari pada dan dari pada". Kesal Lika sambil menghentakan kaki nya menuju ke dalam kamar nya.
Lika ingin menghubungi Yuli, karena ia jujur merasa sangat gugup.
Derthh
Ponsel Yuli bergetar, saat melihat nya ternyata sahabat cempreng nya yang menelpon.
""Hahai terseyeng ku". Sapa Yuli
" hemm, tersayoyeng ku, aku galau aku bete aku bingung". Sahut Lika di seberang dengan nada manja.
" Emang nya kamu kenapa"? Tanya Yuli heran.
" Hiks hiks..Yuli kamu mah tega, aku lagi butuh teman curhat nih". Sahut Lika
__ADS_1
""Iya iya maaf, ok kamu lagi mau curhat apa aku siap kok pasang kuping buat dengar nya". Bujuk Yuli pelan
""Jadi sebentarJason sama orang tuanya mau datang lamar aku, aku gugup banget sekarang". Jawab Lika
""Apaaaa, maksud kamu, kak Jason mau jadikan kamu istrinya"? Teriak Yuli histeris
""Ihh kamu tuh ya, mau ngalahin suara cempreng aku"? Kesal Lika
"maaf habis nya aku kaget banget tahu". Sahut Yuli malu malu.
" Ishhh nggak perlu selebay itu keles". Kesal Lika
" Haha, maaf jadi beneran kak jason mau lamar kamu jadi istrinya". Tanya Yuli yang masih penasaran.
" Bukan aku mau dilamar di jadikan pembantu di rumah mereka".Sahut Lika ketus
" Issh yang mau jadi calon istri, bawaan nya sensi mulu".Ejek Yuli
"Ihh,kamu tuh ya mentang mentang sudah jadi istri, jadi mengejek aku seenak jidat nya doang".Umpat lika kesal.
"Oya maaf manis ku, selamat ya karena udah laku".Goda Yuli
"Iya makasih banyak, walaupun ucapan nya penuh dramatis". Sinis Lika
" Aku takut deh ngomong sama calon pengantin, soalnya bawaan nya sensi mulu". Ejek Yuli
" Ya sudah aku matiin dulu, ngomong sama kamu malah tambah bikin mumet, nyesel tadi aku nelpon kamu".ujar Lika dan langsung mematikan panggilan tersebut.
"Dasar sahabat nggak peka, aku lagi butuh dukungan malah meledek, awas saja kau si terseyeng ku, pembalasan akan lebih sadis". kesal Lika
""Aduh parah ni Lika, bawaan nya sensi mulu, ah sudah lah mungkin lagi gugup saja kali". Ucap Yuli
Tak lama Dika pun selesai mandi, ia mendekati istrinya yang sedang duduk kebingungan.
" Hei, sayang kamu kenapa, kaya orang lebingungan gitu"? Tanya Dika
" Ya nggak bingung gimana, Lika hari ini tuh mau di lamar oleh kak Jason.Terus dia gugup lalu telpon aku, eh aku ajak bercanda biar jangan terlalu gugup.Malah dia nya tambah kesal ke aku, bukan nya terima kasih". Jawab Yuli kesal.
"Jadi Jason mau ngelamar Yuli, bagus lah artinya sudah berkurang satu pengganggu". Sahut Dika.
" Maksud kamu pengganggu siapa"? Tanya Yuli heran
""Ya pengganggu kita lah". Jawab Dika
" Ih kamu tuh ya, cemburunya nggak ada akhlak". Ketus Yuli
" Biar nggak ada akhlak, tapi yang bisa bikin kamu meleleh". Goda Jason
"emang kamu pikir aku es batu apa"? kesal Yuli
" Hemm, bercanda doang yang, jangan marah dong ya ya". bujuk Dika
"Iyes sayang aku nggak marah kok, cuman kesal doang".Ucap Yuli sambil mencoba menahan emosinya.
" Haha, apa bedanya coba marah sama kesal". Tawa Dika
" Oh jelas beda masa gitu aja harus di jelasin". ucap Yuli jengah
" Ya ya sudah sayang aku ngalah, dan nggak akan ngomong lagi".Sahut Dika sambil mengunci mulut nya.
" Nah gitu dong kan lihat nya jadi adem". Yuli sambil mencubit gemas pipi Dika hingga merah.
" Hemm yang untung juga kamu sakit, kalau tidak sudah kumakan deh dari tadi". ucap Dika frustasi
"Uhh sayang, sabar ya, bukan nya orang sabar di sayang Tuhan". Goda Yuli
" Ya sudah ayo kita ke bawa, perut aku udah keroncongan minta di kasihani". Ajak Dika
""Ayo, tapi jangan gendong karena aku sakit nya di kepala bukan di kaki". Pinta Yuli dengan menatap tajam kearah Dika.Karena ini adalah salah satu cara agar Dika tak menolak permintaan nya.
__ADS_1
" Hem baik lah, terserah kamu saja sayang". Sahut Dika lemas.
Ia sangat bingung dengan isrtri nya, di saat wanita lain ingin di perhatikan, dan mendapat perlakuan romantis namun berbeda bagi Yuli ia sangat tak menyukai itu.