
Aku bingung kok bisa sih nulis terus tapi dibilang bolos...
LANJUT ****
Rino merasakan dunia seakan milik berdua saja,ia bahagia karena akhirnya bisa menikah dengan pujaan hati.
Senang tentunya,tapi tidak perlu sampai jingkrak jingkrak kan capek?
"Wah syukurlah didalam rumah stok jomblo sudah habis,jadi tidak perlu ganggu orang lagi?" Ejek Davin sambil tersenyum.
"Aku mah ikuti alurnya nikmati prosesnya,jadi slow up tidak perlu buru buru kali bro!" Sindir Rino santai.
"Kamu itu bisa tidak sekali kali akui saja,ingat lho hari ini adalah kebahagian milik nya dia.Jadi bisa tidak untuk mengakui hal itu barang sedikit saja,kasihan lho anak orang!" Gerutu Silvia sambil berbisik ditelinga suaminya itu.
"Bukan begitu sayang,tapi ini kenyataannya bukan aku sendiri yang ciptakan!" Jelas Davin tak terima jika disalahkan lagi.
"Ihhh terserah kamu saja aku no komen,lebih baik diam daripada banyak bicara bikin sakit hati."Ketus Silvia.
"Iya iya jangan marah dong calon Mami,nanti anak ku bakal wajahnya sama dengan orang jelek itu!" Goda Davin membuat Silvia yang ingin marah langsung terhenti.
"Ehemm,enak ya punya pasangan tidak peduli mau banyak orang atau tidak dunia serasa hanya milik engkau dan dia!" Goda Mikha yang entah muncul dari mana.
"Oma,kalian dari mana sih tadi?" Tanya Silvia yang tidak mau membahas perkataan Mikha tadi.
"Oh tenang Oma lagi cari jodoh,soal nya musim dingin begini kalau mau tidur enaknya sama pasangan,Hangattt!" Ujar Mikha membuat Silvia mengerutkan keningnya.
Wanita yang sedang hamil muda itu tak percaya,ada saja yang dikatakan oleh wanita paruh baya itu.
"Oma yakin mau punya suami lagi?" Tanya Davin heran.
"Yakin lah memangnya kenapa?" Tanya Nikah penasaran.
"Ya Nikah itu enak Oma,tapi yakin tulang belakang tidak bakalan encok?" Tanya Davin membuat Mikha langsung kesal karena secara tak langsung diejek oleh cucu menantunya.
"Kamu ledekin Oma?" Tanya Lika ketus.
"Aih bukan seperti itu,aku kan hanya memastikan saja kalau memang rasa bisa kenapa tidak?" Jelas Davin.
__ADS_1
Silvia yang merasa yakin kalau Suaminya sudah membangkitkan Macan tidur,langsung mencubit gemas lengannya.
"Sudah diam,tuh lihat wajah Oma mau ngamuk!" Bisik Silvia membuat Davin hanya bisa tersenyum.
"Hehe aku juga baru sadar kalau dia sudah pasang kuda kuda buat nyerang aku,untuk kamu bilang belum lagi Tas Oma itu berat lagi." Sahut Davin juga setengah berbisik.
"Hei bocah kalian bisikan apa hah,pasti lagi gosipin Oma kan ayo ngaku!" Ketus Mikha.
"Ih Oma artis apa jadi kita gibahin,lebih baik ngomongin Artis tampan lagi boming itu saja." Ejek Silvia sambil tersenyum mengejek.
"Haii cantik ganteng,sama yang paling cetar membahana lagi ngobrolin apaan nih aku kepo?" Tanya Ella yang entah muncul dari mana.
"Nenek sini duduk bareng kita saja,memang nya lagi cari apa sih dari tadi tidak kelihatan?" Tanya Silvia penasaran.
"Cari jodoh lah masa iya cari jarum ditumpukan jerami?" Sindir Ella sambil ingin tertawa melihat wajah kesal milik Mikha itu.
"iya benar sekali,nih anak muda suka sekali mengejek saat orang tua sedang senang?" Ketus Mikha.
"Kita itu bahagia kok kalau Kalian senang,jadi jangan marah lagi ya para wanita paling cantik di dunia ini." goda Davin membuat Mikha dan Ella hanya bisa mendengus kesal.
Ella mengiyakan saja daripada jadi korban bullyan dari para cucunya,lebih baik cari aman biar bisa jaga mata jaga hati tidak usah cari lain lagi.
"Yang,kamu lihat tidak tadi waj Ah kusutnya Oma Mikha sama Nenek?" Tanya Silvia sembari tersenyum.
"Hehe itu lagi,kaya nya mereka benar benar kesal?" Sahut Davin sambil tersenyum.
"Hei kalian dari mana saja,tuh Abang Duren butuh belaian?" Goda Dika sambil menunjukan kearah Adam dan Marcel.
"Kenapa tidak bilang dari tadi sih,kita samperin dulu ya jangan sampai di ambil orang kan rugi." Sahut Mikha membuat Rika dan Riani hanya geleng geleng kepala.
"Syukur kamu udah sold out lho Ni,kalau tidak pasti semua mata bakal tertuju padamu!" Goda Ella.
"Aku tetap satu saja deh,soalnya sudah berpuluh tahun ini makan satu saja tidak habis habis." Sahut Rino sambil menoleh kearah Bram suaminya.
"Uh so sweet banget sih Kalian,aku kan juga mau seperti itu." Sahut Mikha.
"Lah makanya itu cepat dipepet abang durennya,biar cepat laku enak teman tidur musim dingin sudah ada." Ujar Riani memberikan semangat pada CS nya itu.
__ADS_1
"Mau aku bantuin GUYS?" Tanya Rika menimpali.
"Ogah ,biar sudah jadi janda kembang lama bahkan sudah legend tapi masih punya kok jurus seribu maut gaet pria tampan." Tolak Mikha sambil menaik turunkan alisnya.
"Hadeuh Ka,jangan remehkan kemampuan Janda Legend nanti kita bakal kalah telak!" Riani menimpali.
"Kha,kita duduk sini saja ya malu tau sudah punya cucu tapi malah sok tebar pesona!" Ajak Ella yang entah mengapa nyalinya sedikit menciut ketika melihat Marcel Papa angkatnya Dika.
"Wah kamu ini namanya kalah sebelum bertanding,masa baru dilihat Mas Marcel kamu sudah keok?" Tanya Mikha tak terima.
"Tapi aku malu lho,tuh lihat semua mata tertuju kesini.Pasti mereka malu lihatin gaya kita lagi tebar pesona,kalau begini kan seolah murahan begitu?" Ujar Ella setengah berbisik lagi.
Mikha yang jengah melihat tingkah Ella itu,langsung duduk kembali dan menaruh kepalanya diatas meja.
"Lho kamu kok malah duduk disini,ayo kesana duduk disamping Adam!" perintah Ella heran.
"Aku mana mau kalau tidak ada kamu,biarlah kita tetap jadi janda berjamaah!" Ujar Mikha pasrah.
"Sudah sabar kalau memang kita ditakdirkan ada jodoh saat menua nanti,bagaimanapun kita menjauh pasti tetap akan mendekat juga kan?" Ella memberikan semangat pada Mikha yang terlihat lesu itu.
"Aku itu bukan ngebet mau punya suami Sayang,tapi lihat umur kita sudah masuk kepala lima terus nanti sakit tidak ada siapa siapa mau bagaimana?Tidak mungkin juga kan harapkan anak cucu,secara mereka kan juga punya keluarga punya sesuatu yang harus diurus!" Jelas Mikha.
"Iya tapi kamu kan punya aku,kita kan senasib setia sekata teman seperjuangan yang pastinya ingin selalu bersama." Ella mengucapkan kata kata yang jika didengar oleh orang lain akan sangat menggelikan.
"Ya ya kamu benar dan akan selalu benar,ayo kita makam saja aku lapar.Soalnya orang kalau lagi galau itu butuh tenaga,biar bisa bicara nyanyi tapi jangan goyang aja!" Gurau Mikha.
"Nah gitu dong,daripada pusing mikirin yang tidak jelas kan capek." Goda Ella.
Sementara dari atas pelaminan,Rino dan Sarah sepanjang hari senyum terus.Siapa yang tidak bahagia ketika perjuangan cinta mereka berakhir bahagia seperti ini,tanpa usaha ataupun kerja keras.
Yap,karena Rino dan Sarah dijodohkan orang tua mereka,jika yang lain menikah ketika dijodohkan serasa langit akan runtuh?
Maka berbeda dengan mereka yang malah bahagia,sebab pilihan orang tua mereka adalah pilihan hati mereka juga.
Tidak ada kata penolakan,meskipun di awal Rino sudah menciptakan drama yang tidak jelas.
Akhir kata Inilah Ending dari semuanya...Sudah tidak ada yang gantung lagi kan????
__ADS_1