Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
MDD BAB 55 - Acara Mama


__ADS_3

Yogyakarta, Jum’at 25 Februari 2022


Anita baru saja keluar dari kamarnya dengan mata sembab sebab baru saja terbangun dari tidur pulasnya. Semalam pukul 2 dini hari, Anita baru saja terlelap setelah mengerjakan bab akhir nya yang kunjung menemukan titik akhir.


Langkahnya sedikit terhuyung sebab rasa kantuk yang masih menyelimuti. Jari-jari telunjuknya mengusap kelopak mata, diselingi kerjapan beberapa kali untuk agar rasa kantuknya benar-benar terusir.


Anita membawa langkahnya menuju dapur, aktifitas paginya belakangan ini adalah membantu sang mama menyiapkan sarapan.


Mata Anita tiba-tiba terbelalak saat melihat pemandangan di dapur yang sangat ramai manusia dengan segala jenis bahan makanan. Kerabat Anita kebanyakan yang datang dan ada juga beberapa ibu-ibu tetangga rumah.


Fokus Anita tertuju pada mamanya yang tengah membuat minuman untuk tamu-tamu dadakannya. Ah, sepertinya bukan tamu. Mereka terlalu sibuk dan kotor di dapur jika disebut tamu.


“mau ada acara ya ma?” tanya Anita, matanya melihat sekeliling dapur yang penuh dengan bahan makanan, kue-kue dan juga buah.


“iya, nanti habis dzuhur mau ada tamu, kamu jangan kemana-mana ya. Diam di rumah aja.” Titah sang mama.


Padahal, Anita berencana menghabiskan hari di perpustakaan hari ini. Tapi sepertinya akan gagal. Mamanya tidak menerima penolakan, terlihat sekali dari sorot matanya.

__ADS_1


“emang acara apa? arisan keluarga? Tapi ini kan bukan hari minggu?” Anita masih penasaran. Pasalnya sang mama tidak pernah tidak memberitahu Anita jika akan ada acara di rumahnya.


Kalaupun ada acara penting mama pasti akan memberitahunya semalam sebelumnya atau bahkan dua hari sebelumnya.


Mama diam, tidak menimpali ucapan Anita maupun menjawab pertanyaannya. Akhirnya Anita menyerah. Ia memilih menurut pada sang mama. Anita hanya melintas, menyapa kerabat dan ibu-ibu tetangga lalu mengambil air minum untuk dibawa kembali ke kamarnya.


 Anita masih dalam mode penasaran. Bahkan kakaknya tumben sekali pulang padahal bukan weekend.


Sekarang masih hari jum’at. Mas Azzam biasanya sabtu siang pulangnya. Batin Anita.


“mas..kok mas Azzam udah pulang sih? kan masih hari jum’at?” tanya Anita sinis. Dia menjadi kesal karena saking penasarannya.


“aduuuh, kalian pagi-pagi udah ribut, banyak orang malu ah..” sahut sang mama saat melewati mereka berdua.


Azzam dan Anita langsung terdiam. Azzam berlalu meninggalkan Anita yang mematung. Anita sendiri tidak tahu harus melakukan apa sekarang.


Lalu ia memilih kembali ke kamarnya. Nanti saja bantu-bantunya. Kalau sekarang ikut nimbrung di dapur yang ada justru kena omel ibu-ibu di dapur.

__ADS_1


Siang hari selepas sholat Jum’at.


Tok tok tok. Pintu kamar Anita diketuk.


“masuk..” suara Anita dari dalam kamar.


“kok kamu belum siap? Ayo bersiap cepat, pakai baju yang bagus dan rapi, mama tunggu diluar..” Ujar mama cepat, lalu kembali keluar kamar menuju ruang tamu.


Anita patuh. Ia segera bersiap setelah melaksanakan sholat Dzuhur. Ia memakai setelan gamis warna peach dengan hijab motif bunga yang menjulur menutup dada.


Selesai bersiap, Anita keluar kamar. Matanya tidak fokus ke depan karena berjalan sambil merapikan hijabnya.


“Anita sudah siap ma, ada ac…” ucapannya menggantung. Seketika Anita terpaku melihat sosok yang sangat dikenalnya di depan matanya.


Memakai setelan batik yang tidak pernah Anita lihat sebelumnya. Semakin menambah kharisma dirinya. Ya, itu Hanif. datang beserta keluarganya.


***

__ADS_1


Sambungannya sebentar lagi..


Jejaknya jangan lupa.. ^^


__ADS_2