Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
bab 42


__ADS_3

Hidup harus terus berjalan dengan mu atau tanpa mu...


Pagi ini, Mama Ayu sudah sibuk di dapur pasalnya di hari libur ini sepasang pengantin untuk pertama kalinya akan datang ke rumah. Semua keluarga besarpun akan berkumpul di rumah ini bahkan ibu dari Zaidan,semua orang akan membicarakan pertemuan Zaidan dengan Diana yang sempat batal dan hari ini akan merencanakan pertemuan ulang yang akan diadakan besok. Rencananya besok akan diadakan pertemuan sekaligus akan menentukan tanggal pernikahan mengingat keduanya pun sudah menyetujui perjodohan ini. Zaidan maupun Diana sama-sama sudah setuju walaupunereka belum bertemu secara langsung namun dari membaca profil masing-masing keduanya mengambil keputusan yang sama yaitu setuju untuk melanjutkan perjodohan.


Pagi ini Aluna mencari cara untuk menghindari pertemuan keluarga ini karena hatinya tidak akan baik-baik saja ketika ikut mendengarkan mereka membahas perjodohan orang yang dia sukai untuk itu dia beralasan akan pergi ke toko buku dan akan mengerjakan tuga kelompok bersama teman-temannya.


" loh, Lun ini kan pertemuan keluarga, masa kamu akan berangkat?" Mama Ayu menatap Aluna meninggalkan sejenak kesibukan yang tengah ia kerjakan di dapur.


" Iya ma, tapi ini penting untuk tugas Luna, mau gimana lagi?"


" Kamu tidak menghindar dari acara ini bukan? Mama lihat kamu akhir-akhir ini menghindar dari kebersamaan keluarga. Ada apa?" Mama Ayu mengelus pelan punggung sang putri. Inilah pekanya seorang ibu pasti tahu ada yang berbeda dari anaknya. Walaupun Luna sejak kemarin-kemarin beralasan banyak tugas tetap saja Mama Ayu merasa perlu menanyakan apa yang sebenarnya terjadi karena merasa telah kehilangan keceriaan seorang Aluna.

__ADS_1


" Tidak Ma, bener deh Luna memang lagi banyak tugas."


" Apa ini ada hubungannya dengan Abang?" Mama atau menatap curiga.


" Apa sih ma, Luna buru-buru nih udah janjian sama temen Luna udah nunggu pasti." Luna melihat jam tangannya yang melingkar ditangan sebelah kirinya. Ingin rasanya cepat pergi dari hadapan Mamanya kalau tidak akan runtuh pertahannya kalau terus di selidiki Mama Ayu.


" Baiklah , hati-hati ya!" Mama Ayu menatap kepergian Aluna. Pikirannya masih menerka-nerka apa yang terjadi pada Aluna


" Luna kemana ma?" Zaidan tiba-tiba muncul dari arah kamarnya dan melihat kepergian Aluna.


" Ke toko buku."

__ADS_1


" Sama siapa, kok gak minta diantar?"


" Luna sudah janjian sama Shana katanya, mau sekalian mengerjakan tugas sekolah. Dia juga ini. Tidak bisa ikut pertemuan keluarga."


" loh memang bakalan pulang jam berapa? tumben biasanya dia merengek minta diantar. Jadi khawatir kenapa gak di antar supir lagi malah naik taksi, pulangnya nanti gimana dia..." Zaidan menatap ke arah luar dan Memeng Luna sudah tidak ada karena taksi yang dia pesan sudah menunggunya tadi sejak dia masih meminta ijin pada amam Ayu.


" Sudahlah bang, sekarang dia sudah besar. Jangan terlalu sibuk mengurusi adik-adikmu sebentar lagi kamu akan menikah akan punya keluarga sendiri. Setelah kami dan Arby menikah adik-adikmu biar Mama Dan Papa yang menjaganya. Fokus pada masa depanmu Bang, selama ini kamu sudah cukup di repotkan oleh ketiga adikmu terutama Arby dan juga Luna." Benar kata Mama Ayu Arby dan Aluna memang cukup dekat dengan Zaidan tidak seperti Zaki yang memang bisa dikatakan terlalu dekat karena memang dia anaknya berbeda dengan kedua kakaknya lebih senang dengan buku-buku pengetahuan dan menyukai buku-buku tentang bisnis. Jadinya anak itu lebih senang menyendiri membaca buku-buku itu, jika ada hal yang ingin di diskusikan barulah dia akan meminta bantuan kakaknya dan lebih seringnya dia berdiskusi dengan pamannya Reynal dan juga kakeknya yang memang para pengusaha. Makanya Zaki sudah ditandai oleh kakek Harsa bahwa anak itu kelak yang akan mengurus perusahaan karena Arby dan Zaidan lebih memilih jadi dokter, Aluna dia seorang perempuan maka kelak akan mengikuti suaminya begitu juga dengan Arumi anak dari Reynal dia seorang perempuan dan sampai sekarang Reynal hanya dikaruniai seorang putri.


" Sudah Bang, siap-siap sana sebentar lagi kakenya dan juga on Rey akan segera datang. Oma juga katanya sama sudah di perjalanan dengan om Bayu." Zaidan pun memilih pergi ke halaman belakang dimana Papa Reno sedang berada di sana memberikan makanan pada ikan di kolam. Sedangkan Mama Ayu kembali ke dapur untuk menyelesaikan masaknya. Bahkan bi Minah yang pun sedang membantu BI Sumi di dapur padahal biasanya biinah akan mengerjakan tugas yang lain. Untung saja Bibi Wina sudah datang dari kemarin iadi turut membantu juga untuk menyiapkan segala sesuatunya.


Happy reading 💜💜💜

__ADS_1


Jangan lupa likenya ya biar aku semangat buat update. Terimakasih


__ADS_2