
HAII READERKU TERSAYANG ...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, N VOTE NYA YA...
MAMPIR JUGA DI KARYA TERBARU AUTHOR..AKU WANITA TERHEBAT...
DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...
LOPE U FULL
AMAN SAYANG AMAN YA...
HAPPY READING YA GUYS..
LANJUT...
"Kamu kan istri ku, buat apa malu.Lagian bagian mana tubuh ku yang belum kamu lihat.Hanya mungkin kamu belum merasakan saja, coba kalau sudah pasti kamu bakalan minta terus"..Sahut Dika sambil terus melanjutkan memakai pakayan nya.
"Dasar mesum akut, sukanya ngebahas yang gituan.Udah ah ayo buruan kita ke bawah, pasti papa sama mama sudah disana"..Yuli merasa kesal kepada Dika
Setelah selesai berpakayan, Dika dan Yuli keluar dari dalam kamar menuju meja makan.Dika menggenggam erat tangan Yuli,yang mana membuat Yuli kesal.
" Kamu bisa lepasin nggak,malu maluin saja.Nanti kalau di lihat sama mama dan papa, kan kita terlihat Lebay". Ujar Yuli
" Lho orang sudah sah kok, jadi terserah mau pegang pegang.Lagian aku hanya pegang tangan kamu doang, nggak pegang yang lain, jadi tak usah banyak komen" Sahut Dika ketus
Suami mana sih yang tak kesal, mau romantis sama istri salah.Mau sentuh istri salah, mau berduaan terus salah.Hadeuww author nggak komen.
Saat sampai di meja makan, keduanya masih berpegangan tangan.Yang mana membuat Yuli dan Rika jengah.
__ADS_1
" hemm, yang lagi panas panas nya, sampe dalam rumah pun lengket kaya prangko". Sindir Rika
" Makasih ma,atas pujian aku tersanjung"..Sahut Dika sambil tersenyum
Yuli yang kesal, langsung menghempaskan tangan Dika.Sementara Rika memandang jengah kearah Dika.
"Disindir bukan nya merasa, tapi malah tambah lebay". Sinis Rika
Kini mereka mulai makan, Yuli mengambil piring Dika dan mengisi nya dengan makan.Ia juga menyiapkan kopi untuk Dika, setelah itu baru ia menyiapkan untuk dirinya sendiri.
" Makasih sayang, ayo kita makan.Aduh masakan istriku memang terbaik, makasih sayang enak banget nih". Puji Dika sambil tersenyum.
"Iya Yul, ini enak banget nak.Memang kamu menantu terbaik, makasih ya nak". Sambung Rika
" Makasih ya, kalau semua nya suka dengan masakan Yuli". Sambung Yuli
" Kamu memang terbaik nak,ka ingat jaga istri kamu ini.Jangan kecewakan kami ya ". Pinta Dion
Sedangkan Yuli hanya tersenyum, ia tahu dengan pasti.Walau tanpa diminta, Dika pasti akan menjaga nya.Tadi saja, padahal ia hanya keluar kamar untuk masak.Dika berpikir ia pergi, hingga ia terlihat sangat Frustasi.
" Ya Tuhan, bagaimana keadaan nya, jika suatu saat aku benar benar pergi.Semoga kami tak pernah terpisahkan sampai kapan pun". Gumam Yuli dalam hati sambil memandang ke arah Dika.
Ia tersenyum kearah Dika, yang sangat menikmati makanan nya.
"Sayang, kamu kok nggak makan? Ayo cepat di makan, aku nggak mau kamu kelaparan" Ucap Dika
" Iya ini lagi makan"..Jawab Yuli
" Yul, sebentar kamu ada waktu nggak"? Tanya Rika
__ADS_1
"Maksud mama, ada waktu untuk apa ya"?.Sahut Yuli penasaran
" mm,mama mau ajak kamu jalan jalan"..Ujar Rika
" nggak boleh, dan tak kan pernah boleh". Ucap Dika dengan nada serius
" lho kamu kok gitu sih ka, mama kan hanya pengen ngajak menantu mama jalan jalan". Kesal Rika
" Terserah mama mau ngomong apa, tapi aku tetap nggak bakal ijinin.Dan satu lagi aku tak ingin dengar adanya bantahan". Sambung Dika dengan wajah dingin..Ia pun langsung tak ada napsu makan lagi, dan langsung meninggal kan meja makan.
Rika dan suaminya terlihat bingung dengan tingkah Dika.Dika tak seperti biasanya, yang mengekang Yuli, sebenar nya apa yang terjadi padanya.
" Yul, sebenarnya Dika kenapa sih, kenapa respon nya berlebihan seperti itu"? Tanya Rika penasaran
" mm, aku juga kurang tahu ma,tapi maafin sikap Dika tadi ya".Sahut Yuli
" Iya tak apa nak, coba kamu susul dia.sepertinya mama lihat Dika lagi banyak pikiran"..Pinta Rika
" Iya nak, kalian bicara kan hal ini pelan pelan saja ya". Sambung Dion
Yuli pun tak ada niat untuk mengahabiskan makanan nya.Ia kembali ke dapur untuk membuat kan kopi untuk Dika, karena tadi kopinya belum ia sentuh sama sekali.
Selesai membuat nya, Yuli membawa nya ke dalam kamar.Saat ia masuk ia melihat Dika tengah duduk di atas tempat tidur sambil memejam kan matanya.
Yuli menaruh kopi di atas nakas dan langsung naik duduk di atas pangkuan Dika.Ia mengecup kening suaminya tersebut, dan membuat Dika langsung membuka matanya.
Yuli tersenyum, dan membelai pipi suaminya.
" Sayang, kamu kenapa kok tadi marah marah"? Tanya Yuli pelan
__ADS_1
" Aku nggak mau kamu pergi sayang, aku nggak mau kamu kenapa napa". Jawab Dika sambil membenam kan kepala di dada Yuli.
Yuli mengusap kepala Dika pelan.Ia ingin menyampaikan bahwa kekhawatiran dika terlalu berlebihan.Namun ia takut Dika akan tersinggung dan marah, seperti tadi.