
HAIII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT***
Rino tertawa mendengar pujian yang di lontarkan Davin kepadanya ,ia pun tak bisa menyangka ataupun berharap .Bisa jatuh cinta dan mendapatkan jodoh di negeri orang ,ia serasa medapatkan sebuah hadiah terbesar dari Tuhan.
" Aku juga tak menyangka bisa mendapatkan cinta ,dari wanita yang tak pernah ku bayangkan dalam hidup ku.Aku bahkan merasakan jika Tuhan mengembalikan kebahagiaan yang hilang,ketika semua orang yang ada dekat ku pergi semua". Lirih Rino.
" Heii jangan berkata begitu bukan kah kita adalah keluarga,bahagia ku ya adalah milik mu juga.Jangan bersedih lagi ya sobat,temuilah orang tua nya Sarah ,takutnya nanti kalau di ambil orang kan bisa bahaya ". Ucap Davin memberikan semangat.
Keduanya tertawa kecil ketika sang Papa sudah pulang,mereka bahkan tak menyadari hal itu jika Dika tak mengeluarkan suaranya.
" Sepertinya Papa sudah di lupakan ,karena seorangpun tak ada yang menyambut kepulangan Papa".Ucap Dika sedih.
Davin dan Rino akhirnya tersadar jika sanga Raja,dalam rumah sudah pulang dan tengah merajuk. Keduanya duduk di hadapan Papa nya sambil tersenyum ,melihat Papanya duduk bersandar di sofa sambil memejamkan matanya.
" Sore Pa sudah pulang dari tadi ka"?.Tanya Davin.
" Sore juga sudah pulang dari kemarin". Sahut Dika asal.
" Lho Pa kok bisa memang nya Papa sembunyi di mana,aku cari dari tadi kok nggak ada". Rino menimpali
" Sembunyi di kantong nya doraemon ". Ujar Dika asal.
" Ciee sepertinya ada yang lagi ngambek nih,kalau boleh tahu memangnya kenapa dengan Papa"?.Tanya Davin sengaja menggoda Papanya itu.
" Biasalah sang raja pulang tak di sambut Ratu,pasti bawaannya kesal melulu". Rino menimpali.
" Nih anak anak hobinya ngomong nggak jelas,awas saja ya nanti kalau mau kawin cari jalan sendiri ". Ancam Dika kesal.
" Ehh mana bisa begitu Pa,nggak ada sangkut paut nya kali". Davin tak terima dengan perkataan Dika barusan.
" Ya siapa suruh jadi anak durhaka,jadi sekarang terima nasib saja ya Boy". Sahut Dika sambil tersenyum smirk kearah Davin.
Rino tertawa mendengar ancaman Dika untuk Davin,ia sampai tak bisa menahan tawanya melihat wajah kesal nya Davin.
" Woii kalau aku batal kawin ya jelas kamu juga lah ,apa kamu lupa ya kalau kamu juga ngebet pengen nikah ". Davin mengskak Rino hingga pria tersebut bungkam.
Dika heran mendengar perkataan Davin tadi,apa maksud nya dengan Rino ingin menikah. Bukannya anak bujang nya satu lagi itu jomblo memangnya ingin menikah dengan siapa ,kenapa sampai ada perkataan seperti itu.
"memangnya kamu sudah laku boy,jadi ingin menikah segala"?.Tanya Dika heran.
" Ohh jadi Papa kepo baiklah aku kasih tahu,tapi tolong ya saat nikah semua dana nya dari Papa". Bujuk Davin.
" Nggak perlu kamu yang jelaskan,Rino kan punya mulut jadi bisa kan jawab sendiri".Tolak Dika.
" Astaga punya bokap kok gini amat ya,masa tega melihat anak nya stres". Lirih Davin sendu.
" Bodoh amat "..Sahut Dika santai.
Tak lama terdengar langkah kaki menuruni tangga,terlihat dua wanita cantik sedang berbincang sesekali tertawa kecil. Sedangkan ketiga pria di hadapan mereka,menatap kearah keduanya.
Jika Dika merasa heran dengan istrinya ,yang sedang berbincang dengan anak gadis entah siapa.berbeda dengan perasaan Rino kini,yang tengah berbunga bunga karena Yuli menyukai Sarah.
__ADS_1
Lain ceritanya dengan Davin dalam hatinya sangat merasakan rindu,kepada seorang Silvia yang sedang berada di rumahnya.Davin ingin sekali melihat Silvia ada di rumah ini,tapi sebagai istrinya.
Yuli yang menatap kearah ruang tamu,senyumnya langsung terbit dari wajahnya melihat wajah tampan suaminya yang sedang menatap ke arah nya.
" Haii Sayang ku kamu sudah pulang ya"? Tanya Yuli.
" Hemm dari tadi tapi seperti nya nggak di tungguin di depan ,padahal Papa kan kangen". Sahut Dika merajuk.
" Ihh Papa malu maluin deh,tuh lihat menantunya lihat ke kamu". Ujar Yuli sambil mencubit gemas lengan Dika.
" Awww Yang sakit nihh,menantu kita maksud nya untuk siapa?Kan Davin sama Silvia ,sedangkan dia sama siapa"?.Tanya Dika kebingungan.
" Ihh Papa memangnya anak kamu ada berapa sih"? Kesal Yuli
Sementara itu Rino merasakan sakit hati,karena sepertinya Dika melupakan kehadirannya. Ia memang tak mungkin memaksakan harus menganggap dirinya ,tapi entah mengapa terasa sakit.
" Ya anak kita kan ada dua,tuh cecunguk berdua". Sahut Dika sambil menunjuk kearah Davin dan Rino.
Mendengar perkataan Dika barusan ,Rino langsung merasa sakit itu hilang ternyata ia memang betul di anggap seorang anak oleh mereka.
" Nah jadi kalau begitu menurut Papa,dia punya nya siapa "? Tanya Yuli.
" Ya punya Rino kalau begitu ,apa oh Tuhan nak akhirnya kamu laku juga ya.Huhh sungguh menggembirakan dengarnya ,baiklah nanti setelah Davin nikah dengan Silvia barulah giliran kalian ". Sahut Dika antusias.
" Jadi aku nggak bakalan batal nikah kan Pa,ah makasih ya Pa karena mengerti kalau anak nya sudah nggak tahan"..Ujar Davin antusias.
" Heii boy tadi itu hanya bercanda kali,lagian kalian cepat nikah supaya urus tuh perusahaan dan segalanya. Papa ingin menikmati masa tua,dengan istri tercinta tak ingin ada gangguan ". Balas Dika sambil tersenyum dan merangkul bahu istri cantiknya itu.
Sarah yang duduk di samping Rino tersenyum ,karena ternyata seorang Andika Hadiwinata yang terkenal dingin dan tegas.Ternyata sangat mencintai istrinya ,bahkan tak malu untuk bersikap romantis di hadapan orang lain.
Sarah tak ingin di cintai hanya diberikan harta ,dengan kartu limit tanpa batas.Namun perhatian sedikitpun tak ia dapatkan sama sekali ,sungguh bukan hal itu yang ia inginkan dalam hidup.
Perhatian dan kasih sayang adalah harta yang sangat berharga ,tak ingin yang lain lagi yang membuat hidup kita terasa hambar.Harta memang perlu karena membeli makanan tak pakai cinta,tapi ingat lah jangan karena mengejar harta dunia engkau sampai melupakan orang disekitar mu.
Sarah melihat Rino ia tersenyum kepadanya ,karena bisa mendapatkan pria tampan dan baik hati.Ia tak peduli apapun status nya,karena setiap orang sudah mendapatkan takdir nya dari yang di atas.
Ia yakin orang tua nya tak pernah mempermasalahkan status Rino,karena mereka bukan tipe orang yang suka merendahkan derajat dan status orang lain.
" Makasih Sayang karena sudah memilih ku,aku janji akan menghargai kamu kini dan nanti ". Lirih Sarah dalam hati.
Yuli yang melihat mata sendu nya Sarah sambil menatap Rino,ia yakin ada yang ingin di sampaikan gadis tersebut kepada Rino.
" Nak kamu bawa menantu Mama istirahat di kamar kamu ya,kasian dia seperti nya kecapaian. Lagian masih ada 3 jam lagi kita pergi,jangan lupa bawa pakaian ganti memang.Supaya selesai beristirahat ,persiapkan dirimu kita pergi melamar anak gadis orang". Ujar Yuli.
"Iya benar nak kamu adalah keluarga kami ,Papa tunggu kalian ya jangan sampai telat.Dan kamu jangan ambil kesempatan dalam kesempitan ya,atau nanti Papa bakalan bikin perhitungan sama kamu". Ancam Dika sambil menatap kearah Rino.
" Ya elah Pa paling cuman icip icip dikit doang". Sahut Rino cengengesan.
" Mau mati ya kamu"..Bentak Dika kesal
" Edodoee ku rindukan dirimu Silvia Andrew ku,ingin ku temui dirimu dan kupeluk tanpa ku lepaskan lagi". Ujar Davin tiba tiba yang jengah mendengar perdebatan Papa dan saudara nya itu.
" Diam". Dika ,Yuli,dan Rino sama sama membentak Davin.
Yang mana membuat pemuda tampan tersebut terkejut,karena tak menyangka mendengar teriakan tiga sekawan itu.
" Ya elah yang benar saja kenapa kalian ngegas begitu sih ,lagian aku hanya ngomong doang belum juga pergi. Sudah ah aku mau kekamar dulu,mau persiapkan penampilan yang perfect biar pas,saat datang nanti mau lamar pujaan hati". Ucap Davin lalu bangkit menuju kedalam kamarnya.
Sedangkan Semua orang di situ,hanya menggeleng kepala mereka melihat tingkah pemuda yang tak lama lagi akan menikah.
" Ma Pa aku antar Sarah ke kamar dulu ya"..Pamit Rino.
__ADS_1
" Iya boy tapi ingat pesan Papa ,jangan berbuat yang aneh aneh". Tekan Dika kepada anak bujang nya itu.
" Iya Pa aku tahu kok ,tenang saja ya jangan khawatir ". Janji Rino.
" Ayo Sayang ikut dengan ku ". Ajak Rino sambil memegang tangan Sarah.
Kini tinggal Dika dan Yuli yang berada di situ ,kedua nya merasa bahagia karena ternyata putra mereka sudah besar dan mulai ingin berkomitmen dalam sebuah hubungan.
Menjadi orang tua terasa kebahagiaan nya,ketika anak yang kita didik dari kecil bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
" Pa bahagia nya ketika mereka tersenyum ". Lirih Yuli sambil memeluk suaminya itu.
" Iya Ma setelah itu kita bisa menikmati waktu hanya berdua,dan melakukan honeymoon yang kedua kita". Sahut Dika sambil tersenyum nakal.
Yuli mendelik kesal melihat tingkah suaminya yang mengalahkan Abg ,bahkan tingkat mesum nya tak kenal waktu dan tempat. Dika bahkan yang sudah berumur seperti itu,tapi gairah **** nya tak pernah kendor.
Bahkan semangat nya semakin hari semakin bertambah kencang ,Yuli kadang di buat kewalahan mengimbangi dirinya .
" Sayang ke kamar yuk". Ajak Dika
" Mau ngapain "?.Tanya Yuli waspada.
" Memangnya menurut kamu kalau ke kamar mau buat apa"? Tanya Dika balik.
" Ogah aku tahu maksud kamu itu apa"?.Tolak Yuli
" Nahh itu yang aku tak tahu apa maksud dari pertanyaan kamu barusan."Sahut Dika mencoba membalikkan keadaan.
" Ihh alasan sudah ah alasan kamu itu alasan klasik ,jadi jangan banyak putar belit ribet kan jadinya". Kesal Yuli.
Karena istri cantik nya terlalu banyak komentar membuat Dika gemas,ia pun la langsung menggendong istrinya itu agar cepat sampai di kamar mereka.
" Heiii kamu mau ngapain hemm,turunkan aku nggak"!Kesal Yuli.
" Diam saja Yang sebelum anak anak keluar dan lihat,apalagi nanti kalau menantu kita lihat memangnya kamu mau"? Tanya Dika.
Yuli seketika bungkam dan tak bisa berkomentar lagi ,karena begitu lah sikap Suaminya. Yang kalau kemauannya sudah di ubun ubun,mau tak mau harus di tuntaskan.
Di dalam kamar Rino,pemuda tersebut sedang memeluk Sarah posesif .Apalagi Sarah juga membalas pelukan Rino,ia bahkan membenamkan kepalanya di dada nya.
" Terima kasih Yang karena mau menerima ku, aku janji akan mencintaimu sepenuh hati hingga akhir nanti". Lirih Rino.
" Terima kasih juga karena sudah mau mencintai ku sepenuh hati mu,aku nggak akan tinggalkan kamu selamanya ". Lirih Sarah sendu tubuh nya bahkan sampai bergetar karena menahan tangis nya.
Rino yang merasa bahu kekasih nya itu bergetar ,ia yakin jika Sarah kini pasti sedang menahan tangis nya.
" Heii Yang kamu kenapa"? Tanya Rino cemas.
Sarah mengangkat wajahnya sambil memaksa tersenyum kearah Rino ,dan terlihat air mata masih membasahi pipinya. Rino menghapus menggunakan ujung ibu jari nya,dan menggeleng kepalanya.
Ia tak suka melihat air mata yang di keluarkan oleh Sarah ,karena ia sangat amat merasa bersalah jika sampai itu terjadi.Dan menjadi pria yang sangat tak berguna ,sebab karena nya wanitanya menangis.
" Sayang kamu kok nangis"? Tanya Rino cemas.
" Aku bahagia karena akhirnya punya kamu si bule tampan ku". Sahut Sarah sambil tertawa kecil.
Rino mengeryitkan keningnya ,karena mendengar jawaban nyeleneh dari Sarah.Mana ada orang menangis karena mempunyai pacar bule,ia merasa jawaban Sarah sangat tak masuk akal.
" Yang nggak ada jawaban yang kreatif sedikit, atau yang lebih romantis sedikit lah". Bujuk Rino.
" Nggak ada tuh". Sahut Sarah sambil memoyongkan bibirnya kedepan.
Tingkah Sarah tersebut mengundang Rino,untuk segera merasakan bibir mungil tersebut.
__ADS_1