
HAII KOK MAKIN SEPI YA...
YA SUDAH LAH AKU PASRAH...
BEGINI AMAT YA NASIB...
LOPE U FULLL
HAPPY READING YA GUYS..
LANJUT...
" Sayang kamu tuh ya, bawaan nya marah mulu.Iya deh aku minta maaf".Ujar Jason yang melihat Lika sedang bersungut sungut.
" Hem baik lah, daripada pembahasan nya kemana mana". Sahut Lika
" Ya sudah, aku pulang dulu ya, sudah malam nih"..Pamit Jason
" Ok nak hati hati ya, di jalan.Ingat jangan ngebut". Ujar Bunda
" Iya bun, aku bakalan hati hati di jalan". Balas Jason sambil mencium puncak tangan Bunda.
"Bun aku antar Jason ke depan dulu ya"..Ujar Lika
Bunda nya hanya menganggukan kepala pertanda setuju.Lika pun mengantarkan Jason ke depan keduanya saling, bergandengan tangan sampai di depan dengan mesra.Lika mengantarkan Jason sampai masuk ke dalam mobil.
" Sayang aku pulang dulu ya, jangan lupa mimpiin aku ya".Ujar Jason.
" So pasti aku bakalan mimpiin kamu, sampe tak ingin bangun".Sahut Lika.
Jason pun kembali memeluk kekasih hati nya itu, karena ia akan memperjuangkan nya menjadi kekasih halal nya.
"Sayang ku,I love you". Ucap Jason
" Love u more". Sahut Lika.
"Ya sudah bye, aku pulang, ayo kamu juga masuk tidur.Sudah malam, besok kamu kerja kan". Perintah Jason
" Iya besok aku kerja, ya sudah dadah, hati hati di jalan". Ujar Lika sambil memandang mobil yang semakin menjauh.
Sementara itu, di kediaman Hadiwinata terjadi perdebatan antara Rika dan Dika.
__ADS_1
" Ka, pokok nya mama nggak mau tahu, kamu dan Yuli besok harus ikut mama nemuin teman arisan mama.Mereka kan kepo mau lihat menantu mama, yang cantik nya pari purna."Tekan Rika
" Iya sebenar nya apa penting nya sih ma"? Kesal Dika
" Ya penting banget tau, masa cuman mereka doang yang kenalin menantu mereka.Sudah begitu dandanan menantu mereka sudah seperti ondel ondel.Jadi mama kan mau tunjukin kecantikan alami menantu mama". Ujar Rika antusias
" ishhh mama nih ada saja, emang mama pikir aku mau apa. Kalau kecantikan istri aku di pamer pamer seperti itu"? Balas Dika kesal
" Kamu mah tega sama mama, nasib punya anak laki cuman satu.Tapi tak ada pengertian sedikit pun".Ujar Rika melemah.
" Maaf ma, bukan nya Dika tak mau, tapi kalau boleh jujur.Masih ada perasaan cemas saat penculikan waktu itu". Lirih Dika yang mengharap ada pengertian dari mama nya.
" Iya mama tahu, tapi kalau kalian selalu di landa kecemasan.Artinya kalian akan susah berinteraksi dengan yang lain, padahal pengantin baru kan perlu hal tersebut.".Rika mencoba memberikan penjelasan.
" Iya sayang, lagian kali ini sama kamu lagi kan"? Yuli coba membujuk Dika.
" Maaf aku tak janji, karena susah jika tak di tepati". Sahut Dika sambil tersenyum smirk kearah Yuli.
Dalam otak Dika ia tengah merancang sesuatu, hingga Membuat besok Yuli tak kan bisa pergi.
" Hemmm, sayang aku pengen lihat, besok kamu bisa bangun atau tidak". Gumam Dika dalam hati.
" Ya sudah ayo kita makan, maaf ya Riani dan mas Bram.Karena sudah membuat kalian tak nyaman". Ujar Rika
" So pasti, kan menantu ku yang masak". Sahut Rika percaya diri.
" Eitss Ka, jangan lupa hasil produk aku tuh"? Sambung Riani
Sementara Yuli hanya tersenyum, menatap kedua wanita terhebat nya.
" Yul, kamu belum ada rencana balik kerja lagi"? Tanya Bram
" Belum sih pi, lagian aku masih mau menikmati menjadi seorang istri". Sahut Yuli
" Jangan terlalu di nikmati nak, nanti ada yang keenakan tuh". Goda Rika kepada Dika
"Jelas lah ma yang nikmati aku, kan aku suaminya". Sahut Dika bangga.
" Hemm kambuh lagi penyakit narsis nya". Ejek Rika
" siapa dulu mama nya". Balas Dika
__ADS_1
Sedangkan Rika memandang jengah kearah Dika.Putranya tersebut ada saja bahan untuk membantah nya.
" Hemm mas Dion, kok diam sih dari tadi.Apa makanan nya enak banget, sampe terlalu menikmati seperti itu"? Tanya Riani sambil tersenyum.
" Aduh Riani, senyuman kamu dari dulu tuh memang bikin meleleh".Gumam Dion dalam hati.
Sementara Rika yang melihat Dion selalu mencuri pandang ke arah Riani.Ia hanya tersenyum, karena memang ia tahu dulu suaminya menyukai Riani, namun Riani lebih memilih Adam.
Rika tak terlalu mempermasalah kan nya, karena ia tahu itu semua hanya masa lalu.Bukan kah semua orang punya masa lalu, tergantung bagaimana kita menghadapinya.
"Mmm iya nih enak banget, aku sampe pengen nambah terus.Ma, tolong ambilin papa lauk lagi dong". Pinta Dion yang seperti ketahuan nyolong.
" Oh papa mau nambah lagi, ya sudah mama bantuin". Ujar Rika
" Sayang aku juga dong mau nambah, masakan istri ku memang enak banget, sampe ada yang nambah terus". Dika menyindir Papa nya
Sedangkan Dion hanya tertawa kecil, sambil menggaruk kepalanya.
" Bocah nggak ada akhlak, menjatuh kan harga diri papanya sendiri".Umpat Dion dalam hati.
" Aduh sayang, kamu tenang saja aku tak kan menyuruh kamu nambahin sesuatu untuk aku.Karena maaf aku bukan tipe pria lebay seperti mereka". Sindir Bram ke Dika dan Dion
" Iya sayang makasih, karena menurutku mereka mau sok romantis.Tapi kasihan kelebihan lebay nya".Riani menimpali
" Aduh mi kata kata nya pedes banget sih, tatusuk di hati tatembus di jantung". Sahut Dika
" Haha, kamu tuh ya kelebihan Alay nya, kalau sudah tertusuk di hati ya, langsung koit belum sempat ke jantung kali". Yuli tertawa kecil mendengar perkataan suaminya tersebut.
" Eitss ngomong ngomong Dimana Alan, kok aku nggak lihat dia dari tadi sore"? Tanya Yuli sambil menengok ke seliling rumah.
" Oh itu tadi katanya mau keluar cari angin katanya".Sahut Dika sekenanya.Ia tak mungkin memberi tahu jika itu semua karena ulah nya, Alan lari keluar rumah tadi.
" Angin kok dicari, bikin pusing saja".Gerutu Rika
" Bener ya Ka, masa angin dicari nanti kembung baru nyaho"? Riani menimpali
" Kalo masuk angin ya tinggal di kasih minyak nyong nyong, pasti langsung reda"? Sambung Dika
" Emang nya Alan anak bayi apa"? Ujar Yuli
"Ya kurang lebih seperti itu, muka tua tapi hati nya seperti bayi.Makanya kalau ngomong nyerocos terus". Sahut Dika
__ADS_1
" Tapi kasihan sih, kalau lihat hidup nya dari dulu.Meskipun hidup nya penuh dengan cobaan , tapi dia selalu menghibur orang lain yang sedang sedih".Lirih Yuli, ketika mengingat soal sahabat baik nya Alan Andrew.