
Di dalam masjid.
Sepi. Karena waktu sholat dzuhur sudah usai, jam menunjukkan pukul 13.00 WIB. Anita dan zahra duduk berdua disana. Mereka sedang mengerjakan tugas bersama. Tugas Aljabar Linier Elementer, tugas lagi padahal tugas yang lalu mereka saja belum paham sama sekali.
“aku kemarin nggak sengaja ketemu mas Hanif di kantin. Dia bertanya padaku apa aku marah padanya.” ujar anita mulai bercerita.
“kenapa dia tanya begitu?” tanya Zahra.
“karena aku selalu menghindarinya. Mas hanif pikir aku menghindarinya karena aku marah soal kemaren, wawancara itu..” Anita memelankan suara sehingga terdengar seperti berbisik.
“selalu menghindar? Tunggu, aku penasaran sebenarnya, sejak kapan kamu menyukai mas Hanif?” tanya Zahra, keningnya mengernyit saking penasaran.
“mmm, pertama kali melihatnya? Mungkin.” Jawab Anita ragu. Telunjuknya bermain di keningnya sendiri mencoba mengingat-ingat.
“kapan?”
“ospek..” jawab Anita singkat.
“ospek? Kapan kalian ketemu? Kamu selalu bersamaku selama ospek, Nit..” Zahra semakin penasaran.
“hei..bukankah ini sangat terlambat, kamu baru menanyaiku sekarang?”
__ADS_1
“salah siapa baru cerita sekarang!! Jawab, kapan kalian bertemu pertama kali!” ucap Zahra semakin menuntut.
“hehe, kamunya nggak tanya.. hari pertama ospek. Aku menghampirinya bertanya tempat kumpul apel waktu itu..”
“hanya karena itu kamu suka padanya?” tanya Zahra keheranan.
“entahlah aku sendiri juga nggak tau. Aah, bisa jadi cinta pada pandangan pertama? Hahahaha..ups!!” Anita tertawa terbahak, lalu segera menutup mulutnya saat teringat mereka sedang berada di Masjid. Sedangkan Zahra menggeleng tak percaya dan berdecih.
***
Satu bulan kemudian.
usaha bertanggungjawab mencari sponsor dan donatur untuk keberlangsungan kegiatan ramadhan, dan masih banyak lagi divisi yang lain.
Dalam bulan ini beberapa kali rapat diadakan untuk membahas satu per satu kegiatan ramadhan berikut juga dana yang akan dihabiskan selama kegiatan. Kali ini Anita ditunjuk sebagai bendahara selama bulan ramadhan. Anita harus menyiapkan segala sesuatu terkait pendanaan untuk kegiatan tersebut.
Ting
Satu pesan masuk di handphone Anita. Anita membuka handphone terlihat nama Hanif disana. Anita harus membiasakan diri dengan Hanif sekarang. Membaca pesan tersebut.
Assalamu’alaikum Anita. Besok bisa kita bertemu?
__ADS_1
Aku mau menyerahkan rincian dana yang dibutuhkan divisi konsumsi selama ramadhan. Jam nya aku ikut kamu, aku free kuliah besok.
Ok mas, besok ba’da ashar saya tunggu dikantin.
Setelah membalas, Anita kembali fokus pada laptopnya, mengurus beberapa divisi lain yang sudah menyerahkan rincian dana terlebih dahulu. Bulan ini mereka bekerja keras menyelesaikan tugas masing-masing karena bulan depan adalah ujian semester sedangkan bulan depannya lagi Ramadhan tiba.
Karena mengingat waktu mereka sangat sempit, Anita menghubungi Zahra terlebih dulu.
“Assalamu’alaikum, kenapa Nit?” tanya Zahra di seberang sana.
“wa’alaikumussalam.. besok sore aku mau ketemu mas Hanif, Zah. Kamu ikut aku ya, sekalian kita bahas fiksasi buat konsumsi sesuai anggaran atau nggak. Itu kan juga tugasmu.” Jawab Anita cepat tanpa jeda.
“tugasku??? Heiii.. tugasku cuma mencari dana buat kalian selebihnya terserah kalian mau atur bagaimana..” Zahra tak mau kalah dengan Anita, menjawab cepat.
“nggak
mau tau, besok harus ikut aku. Ba’da ashar di kantin. Bye, assalamu’alaikum”
tegas Anita lagi.
Sedangkan di seberang sana yang ditelfon tersentak. Walaupun tidak kaget lagi dengan sikap Anita tapi baru kali ini Zahra melihat ke-keras kepala-an dan ketegasan Anita. Bahkan belum sempat ia menjawab salam Anita sudah mematikan teleponnya terlebih dulu, yang artinya dia tidak menerima bantahan apapun.
__ADS_1