Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAI READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


" Ishh jangan bicara seperti itu, pake bahas hal nggak jelas.Tau nggak biarpun seseorang itu sekuat baja, tapi kalau pisah dengan anaknya pasti akan mewek.Jadi urusan wanita kuat dan lemah, tergantung pada keadaan yang memaksa hal tersebut harus terjadi ".Yuli menjelaskan secara panjang lebar


" Iya sayang aku paham, tapi kan hanya mengingatkan saja.Agar jangan terlalu larut dalam kesedihan, ingat ya sayang jika anak pergi jauh jadi lah orang tua yang kuat dan tak lemah.Karena doa orang tua adalah teman yabg yang paling mujarab, kamu paham kan". Sahut Dika


" Wow Papa kenapa nggak jadi motivator saja,keren lho Pa aku salut ". Puji Davin


"hehe itu mah musiman nggak setiap hari,karena pintar nya kan nggak tiap hari". Sindir Yuli


" Astaga Yang,anak nya puji suaminya bukannya bangga eh malah merendahkan lagi."Sahut Dika

__ADS_1


" Ya iyalah masa harus semua puji kamu, nanti kepalanya jadi besar terus meledak gimana "? Ejek Yuli


Davin hanya tersenyum mendengar keributan di kursi belakang, karena ia sangat senang melihat Papa nya yang selalu kalah berdebat.


Tak berselang lama mereka pun sampai di Bandara, dan langsung turun menuju ke ruang tunggu bandara.Yuli yang dari tadi sempat tersenyum, langsung tak bisa membendung air matanya.


Ia seperti merasa kehilangan separuh jiwa nya, saat melihat putra kesayangannya akan pergi jauh ke negri orang.


Davin yabg yang melihat Mamanya mengeluarkan air mata tanpa suara, langsung memeluknya. Ia sangat menyayangi Mamanya, yabg yang terbaik dan tercinta di dunia ini.


" Ma jangan menangis lagi, Avin mohon.Avin janji setelah selesai kuliahnya akan langsung pulang". Davin mencoba menghibur Mamanya.


" Nggak boleh selesai kuliahnya baru pulang, tapi harus setiap liburan kamu kembali. Atau nanti Mama bakalan nyusul kamu kesana, dan jangan lupa disana jangan nakal ya.Kamu tahu kan nak, kalau di sana merupakan negara bebas, jauhi hal yang berbau negatif dan pilih lah teman yang baik ya". Nasihat Yuli


" Iya Mam, aku bakalan ingat kok.Tapi tolong ya jangan ikut kesana, nanti Vivin ku siapa yang jagain ". Sahut Davin


" Ishh anak durhaka kamu,mama nya lagi sedih bukannya di sayang sayang.Ini malah ingat hanya Vivin nya saja, Mama doakan semoga dia di ambil orang biar kamu kapok". Kesal Yuli


" Ya Mam, jangan ngomong gitu dong, nanti kalau ada yang ambil dia, aku kan tinggal ambil kembali begitu aja kok repot ". Sahut Davin sangat.


" Hehe kamu pikir anak gadis orang itu barang apa, nanti papanya ngamuk Mama nggak belain lho". Goda Yuli


" Kan ada Papa, iyakan Papa bakalan bantuin Davin kan"?Tanya Davin yang mencoba mencari bantuan.

__ADS_1


" Oh Maaf nak, Papa juga nggak ikutan soalnya ada urusan lain".Tolak Dika


" Haha kapok kan kamu Mas, siapa suruh dulu ngegas mulu sama Alan.Lihat Kan sekarang anak kamu, malah cinta mati sama putrinya dia".Ejek Yuli


Dika hanya menggaruk kepalanya tak gatal, mereka bertiga kini sedang menunggu jadwal keberangkatan pesawat nya Davin.


Tak lama terdengar pemberitahuan jika pesawat tujuan Amerika akan berangkat.Dengan berat hati Yuli dan Dika melepaskan putra kesayangannya itu pergi.


Davin menyalami keduanya dengan senyuman,padahal hati nya sebenarnya hancur. Apalagi melihat wajah Mamanya kini, ia seperti tak tega.


,Namun ia juga tak mungkin mundur lagi, dan ia bertekad akan tetap melangkah meskipun hati kecilnya tak tega.


" Ma Pa, Avin berangkat ya , ingat jaga kesehatan ya.Papa juga jangan lupa selalu jagain Mamanya, dan ingat juga permintaan Davin tentang menemui Om Alan". Pinta Davin


" Ya elah Nak, Papa lagi sedih malah ingatkan hal itu lagi". Sahut Dika lemas


" Bye Avin berangkat ya, doain semoga lancar ya". Davin pun mengangkat tangan nya melambai ke orang tua nya, lalu menyeret kopernya menuju ke dalam pesawat.


Dika dan Yuli masih setia berdiri di tempat nya, sampai punggung putranya mereka tak terlihat dan tak lama pengumuman jika pesawat tujuan Amerika akan take off.


Saat Pesawat sudah meninggalkan Bandara, air mata Davin pun turun. Ia menangkupkan wajah nya dengan kedua tangannya, hati nya sakit dan terluka tapi tak berdarah.


" Selamat tinggal Cintaku, Sayangku,Pujaan hatiku dan separuh nafasku. Maafkan aku jika tak sempat pamit, tapi sungguh hati berat jika pamit kepada mu.Percayalah jika hatiku hanya milikmu dan tak kan pernah tergantikan ". Lirih Davin dalam hati.

__ADS_1


Ia seperti merasa sangat merindukan Silvia kini, sebab baginya kehadiran Silvia adalah mood booster untuk nya.


Entah mengapa author juga bingung, sebab segitu cinta nya Davin pada Silvia.Hingga hati nya tak bisa berpaling darinya, dan hanya nama itu yang selalu ada di hati nya.


__ADS_2