Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 234


__ADS_3

HAII READERKU TERSEYENG...JANGAN LUPA LIKE N COMMENT DAN VOTE NYA JUGA YA YA YA ...KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS..


LANJUT...


Yuli mandi sambil mengumpat, hatinya sangat dongkol.pasal nya semua tubuh nya seakan hancur remuk redam, sampai melangkah pun tak mampu.


"Tuh orang apa buldozer sihh,tulangku serasa patah semua". Ujar Yuli kesal


Ia mandi tak memakan banyak waktu, karena harus memasak.Selesai mandi ia pun memakai pakayan nya, tanpa ada niat untuk membangun kan Dika.Yang sedang terlelap, tanpa bergerak sedikit pun.


"ishh nih orang tidur apa mati sih, nggak gerak sama sekali". Gumam Yuli saat melihat Dika.


Setelah selesai dan menyisir rambut,setelah itu memakai pakayan nya dan langsung turun kebawah.Ia berencana memasak sarapan pagi dengan makanan kesukaan Alan, karena ini hari ia berangkat ke Amerika.


Sesampainya di dapur ia langsung menyiapkan bahan makanan yang akan ia masak.Para pelayan menawarkan diri untuk membantunya, namun secara halus ia menolak nya.


" Non sini biar saja bibi yang masak". Pinta tukang masak.


" makasih bi, tapi hari ini biar aku sendiri yang masak, bibi kerjakan yang lain saja".Tolak Yuli


"Kalo begitu bibi bantuin membersihkan ikan ya non". Pinta nya sambil memelas, agar Yuli membiarkan nya membantu.


"Bi kok wajah nya seperti itu, apa bibi takut nanti di marahi"? Tanya Yuli


" i iya non, bibi tak mau nanti dibilang makan gaji buta". Jawab Pelayan tersebut.


" Haha, bi ada saja kalo ngomong, tenang saja nanti aku yang tanggung jawab.Jadi bibi istriahat saja atau kerja yang lain, dan ingat ini perintah". Ujar Yuli dengan nada dingin.


Bukan ia bermaksud tak sopan, tapi karena kegigihan bibi untuk membantunya membuat ia harus dengan nada mengancam.


Bibi pun dengan wajah tertunduk, melangkah kan kaki keluar.Untuk membersihkan halaman , begitulah orang yang rajin dan setia.


Setelah urusan nya selesai dengan bibi, Yuli pun mulai berperang dengan penggorengan dan spatula.Ia memasak aneka makanan yang enak sedap di pandang dan di lidah.


Selama sejam lebih ia berkutat di dapur, tak lama terdengar suara Riani dari ruang keluarga.

__ADS_1


" Pagi cantik nya mami, wow harum banget masakan nya". Puji Riani


Tak lama Alan pun bangun, dan netra nya tersenyum manakala melihat wajah wanita cantik yang tengah membalikan makanan.


" pagi juga mi, iya hari ini aku masakin spesial untuk Alan". Sahut Yuli


Deg..


Jantung Alan berdebar kencang, ia sangat terkejut.Ternyata Yuli bangun pagi hanya untuk memasak spesial untuk nya.Ia tersenyum ada rona bahagia di wajah nya, sambil mendekat ke arah Yuli.


" Morning my princess". Sapa Alan


" Moning too, my prince". Sahut Yuli


" Terus tante nggak di sapa nih"? Riani pura pura merajuk


" Oh iya aku lupa, pagi tante cantik". sahut Alan


" Pagi juga si tampan tapi nggak laku laku". Goda Riani sambil berlalu dari dapur dan hendak membangun kan suaminya.


Riani masuk kedalam kamar, dan melihat suaminya betah di bawah selimut dengan tubuh polos.


Riani naik ke atas ranjang, dan mulai menghujani wajah Bram dengan bertubi tubi ciuman.


" mas bangun dong, ini sudah jam berapa sih". Panggil Riani


" Hemm, sayang lima menit lagi ya". Pinta Bram


" nggak bisa bangun sekarang atau malam jatah hangus". Ancam Riani


satu


dua


ti


Belum sampai hitungan ketiga Bram sudah bangun dengan rambut yang acak kan.Namun menambah kesan tampan nya, yang membuat Riani kembali mencium nya.


" Aduh manis nya suamiku ini, aku sampai pangling". Puji Riani sambil mengacak rambut Suaminya.Mendengar pujian Riani, Bram pun langsung memeluk dan mencium bibir nya.

__ADS_1


" Cerita nya sejak kapan istriku pintar menggoda"? Tanya Bram sambil mendudukan Riani di pangkuan nya.


"mm nggak tahu dan juga nggak pengen tahu, ayo cepat mandi sana".Ujar Riani kasar


" Tapi aku lagi pengen ini pagi". Ujar Bram dengan memasang wajah memelas nya.


" oh tidak mas, tapi aku lagi capek banget tulang ku serasa remuk semua.Lagian semalam kan sudah malahan aku lupa sampe berapa kali". Riani jutek.


" semalam dengan pagi ini kan beda sayang". Sahut Bram yang masih mencoba membujuk Riani


"pokok nya nggak boleh, cepat sana mandi udah tua tapi nggak ada capek nya". Gerutu Riani kesal sambil mencoba turun dari pangkuan Bram.


" Ya sudah kalau nggak mau, tapi aku mau minum lagi haus banget". Goda Bram


" Tunggu aku ambilin airnya". Sahut Riani yang tak mengerti dengan arah pembicaraan Bram.


" Ngapain pake ambilin segala, airnya kamu bawa kemana mana kok".Sahut Bram


"Maksud nya"? Riani masih kebingungan.


(ah Riani kamu bikin auto kesal saja, benar benar tak tahu atau tak ingin tahu)


Bram tak menyahut lagi,tapi langsung membuka kancing kemeja Riani.Setelah selesai ia membuang baju Riani dan gantian membuka bra hitam seksinya.Kini terpampang gunung kembar Riani yang sangat menantang untuk di lahap.


Riani walaupun umur tak mudah lagi, namun tubuh nya masih kencang, karena rajin olahraga dan mengonsumsi makanan bergizi.


Riani pasrah ia pun tak mungkin menolak permintaan Suamianya itu.Ia tak ingin menjadi seorang istri yang durhaka.Karena tak melayani permintaan suaminya.


Bram pun langsung melahap yang ada di hadapan nya dengan sangat rakusnya.Riani yang mencoba untuk tak terbuai,namun tak bisa membohongi perasaan nya.Kalau ia sangat menikmati permainan suami nya di daerah sensitive di dadanya itu.


" Sayang iya seperti itu, ahh aku suka".Desah Riani sambil meremas rambut Bram.Bram yang mendengar desahan istri nya tersebut.Membuat nya bertambah semangat, untuk melakukan lebih, ia pun membaring kan Riani dan menidih nya.


Namun Riani yang tak ingin mandi lagi, ia bangkit dan memikir kan untuk memuaskan suaminya tersebut.Kebetulan Bram yang sedang dalam keadaan polos, membuat Riani tak kesusahan melakukan sesuatu kepada suaminya itu.


Bram seperti melayang karena sensasi yang di berikan Riani, ia bahkan sampai mengacak rambut nya.Karena merasakan gelegar yang aneh dari dalam tubuh nya, Riani terus melakukan nya karena ingin memuaskan suaminya itu.


" Sayang ini nikmat sekali". Suara Bram terdengar sangat berat.Ia bahkan mengerang, karena merasa sangat berbeda dari biasanya.Dalam hati ia sangat senang, karena istrinya itu, mulai menerima dirinya, dan lebih agresif kini.


Bram sangat bahagia, atas perubahan sikap Riani kepadanya.Bahagia itulah gambaran perasaan Bram kini.

__ADS_1


__ADS_2