Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Episode 275


__ADS_3

LANJUT LANGSUNG SAJA YA...


Lika yang mendengar Alan membujuk nya layak anak kecil dari seberang.Tangis nya pun tambah terdengar Lirih, Ella yang mendengar nya langsung mendekati Lika.Ia khawatir jika putrinya bersedih, dan masih belum merelakan Jason.


Namun saat Ella akan menyentuh bahunya, Lika langsung menunjukan ponsel nya seolah hendak mengatakan jika ia sedang menelpon.Ella melihat nama Alan si gesrek di layar ponsel nya Lika dan ia pun paham jika Alan tengah menghubungi Lika.


" Lika sayang cantik manis, jawab dong maksud kamu apa tadi bilang Jason ke surga"?Tanya Alan yang penasaran.


""Kamu itu bego, atau memang otak kamu itu kecil sih, masa nggak paham". Kesal Lika padahal sambil menangis.


" Aduh kamu tuh ya, sudah seperti pembawa acara kuis tau nggak, tinggal ngomong doang berbelit nya tuh minta ampun.Emang kamu pikir otak aku om google apa, tinggal ngomong langsung konek". Umpat Alan.


" huwaaa Alan bocah tengik sialan, aku lagi sedih bukan nya di sayang sayang malah marah marah huwaaa".Tangis Lika pun pecah.


Alan pun bingung, coba kalau sekarang dia ada di depan Lika pasti tak kan banyak drama yang terjadi seperti sekarang.


" Iya udah maafin aku ya my incesss yang terparipurna, ok plis sekarang kita ngomong serius kalau nggak aku bakalan cium kamu". Ancam Alan yang kesal karena Lika dari tadi tak berhenti menangis.


"Emang bisa kamu di situ aku disini, ciuman nya bakalan terasa"? Tanya Lika yang polos.


" Iya ciuman nya bakalan berasa, tergantung kalau nggak kesenggol pesawat, berarti bisa sampai ke kamu". Kesal Alan.


" Alann Jason pergi Lan, Jason semalam kecelakaan dan dia pergi nggak akan kembali". Lika kembali ke mode serius dan air matanya jatuh kembali


" Apa lika, kamu nggak bercanda Lika nggak lucu". Sahut Alan.


" Kamu pikir aku bercanda hah, ngapain juga aku bohong soal nyawa". Sahut Lika setengah teriak dengan suara khas cempreng nya.


Alan pun sadar jika apa yang di katakan Lika tak bohong, ia merasa bersalah karena dari tadi memarahi Lika.


" Ka maafin aku, beneran aku nggak tahu.Trus maksud kamu saat kecelakaan nyawa Jason nggak tertolong"? Tanya Alan pelan takut akan membuat Lika bersedih lagi..


" Iya Lan, tadi sudah di makam kan". Sahut Lika singkat.


" Astaga Ka, maafin aku ya saat kamu sedih aku nggak ada di samping kamu". Lirih Alan yang merasa bersalah kepada sahabat nya itu.

__ADS_1


" Hemm sudah lah Lan, aku sudah coba mengikhlaskan kepergian nya meskipun terasa sakit". Sahut Lika sambil memukul dadanya.


" Ya ampun kenapa sih jarak Amerika Indonesia harus makan waktu berjam jam, coba kalau Jakarta Bandung aku sudah lari marathon dari tadi". Ucap Alan frustasi.


" Nggak usah lebay bang, kaya sanggup saja lari dari Jakarta ke Bandung yang ada belum sampai orang nya tapi namanya sudah sampai lebih dulu". Ledek Lika sambil tersenyum, ia merasa kepedihan hatinya berkurang saat bicara dengan Alan.


" Woii girls jangan kau ragukan kakanda ya". Sahut Alan yang coba menghibur Lika dengan perkataan nya yang sedikit nyeleneh.


" Iya iya aku tahu kalau kamu paling jago, jago berbohong". Ejek Lika


" Hemm memang betul kata orang, wanita selalu menang.Oiya gimana keadaan bidadariku yang satu lagi"? Tanya Alan


" Emang bidadari mu ada berapa sih"? Tanya Lika kepo


" Ada 3". Sahut Alan singkat


" Banyak banget sih, emang siapa saja"? Tanya Lika lagi.


" hehe kamu kepo ya, ah aku malas kasih tau ah". Goda Alan


" Ya Tuhan kenapa aku di sini ya, coba kalau di sana pasti aku bakalan lihat muka jelek kamu". Goda Alan lagi.


Lika sangat kesal kepada Alan, karena menggodanya dari tadi.Padahal Alan melakukan ini semua, hanya untuk menghibur Lika agar jangan terlalu bersedih.


" Lika sayang, kamu masih di situ kan"? Tanya Alan karena ia tak mendengar suara Lika.


" Hemm,


Lika hanya berdehem, karena ia sedang menetralkan irama jantung nya yang sedang ajeb ajeb.Karena mendengar kan panggilan sayang Alan kepadanya tadi.


" Ya elah nih anak sudah tua tapi ngambek nya kaya bocah". Ujar Alan.


" Ya sudah aku ngomong deh, dari pada kamu penasaran kan rasanya syakit bingo, ketiga bidadari cantik aku yaitu ;


1.MAMA AKU MIKHA LIM

__ADS_1


2.SAHABAT AKU YULI EVELYN


3.DAN KETIGANYA ADALAH L I K A HANDOYO


"jadi gimana masih ngambek atau tidak nih"? Tanya Alan.


Lika hanya tersenyum karena ternyata, selama ini Alan menganggap nya penting selain Yuli dan Mama nya.


" Makasih Lan, karena selalu ada untuk aku". lirih lika


Alan yang mendengar nada suara Lika yang berubah, ia tahu jika Lika sedang menahan tangis nya.


" Aku janji setelah mama bisa pulang dari rumah sakit, aku akan kembali ke indonesia untuk kamu jadi aku minta kamu sabar ya". Pinta Alan


" Ok baik aku tunggu, tapi awas kalau sampai kamu bohong, aku bakalan buang kamu ke laut". Ancam Lika dengan nada bercanda.


"Ampun neng jago". Sahut Alan.


" oiya kamu belum jawab pertanyaan aku tadi, gimana kabar bidadari aku yang satunya lagi"? Sambung Alan Lagi.


" Huft babang Alan kalau sampai Dika tahu kamu panggil Yuli seperti tadi.Aku jamin kamu akan berakhir di UGD". Ucap Lika


" Hehe iya aku lupa kalau Dika penderita posesif akut tingkat dewa".Alan cengengesan sambil menggaruk kepala nya.


"Yuli tadi pingsan pas pulang dari pemakaman Jason". Ujar Lika menimpali.


" Oh my god, kenapa sih kalian berdua hari ini bikin cemas saja.Sudah begitu aku jauh lagi, jadi nggak bisa melihat keadaan kalian". Sesal Alan.


" Heiii bro, kenapa kamu ngomong seperti itu Yuli lagi di periksa kok.jadi nggak usah cemas seperti itu kelihatan nya lebay banget deh.Lagian dia kan sudah punya laki, jadi jangan berlebihan ya sebelum terjadi perang dunia ketiga.Dan aku nggak mau hal itu terjadi, karena aku kan gagal nikah jadi pengen cari jodoh". Sahut lika yang tengah menghibur dirinya.Padahal ia sendiri belum ada niat buat cari pengganti Jason.


"Ohhh tenang saja sayang,ngapain cari yang lain kan ada aku babang Alan yang tampang nya paripurna". ujar Alan.


" idih percaya diri banget sih lo, ya sudah Ya Lan aku kembali keruangan Yuli dulu sepertinya dia sudah sadar deh". Pamit Lika.


" Iya Ka,.ingat ya kamu nggak boleh sedih ada Bunda dan yang lain.Dan ingat meskipun aku jauh tapi aku akan selalu ada untuk kamu dalam bentuk apa pun itu". Ujar Alan dan langsung mematikan panggilan tersebut.

__ADS_1


Lika tampak berpikir keras, ia bingung dengan perkataan Alan yang selalu ada dengan nya meskipun dalam bentuk yang lain.


__ADS_2