
HAI READER KU TERSEYENG...
JANGAN LUPA LIKE , VOTE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...
LOPE U FULL..
HAPPY READING YA GUYS..
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Yuli yang mendengar perkataan Davin, menatap tajam kearah suaminya itu. Sedangkan Dika yang di tatap hanya menggaruk kepalanya tak gatal, dan menoleh kearah Davin.
Davin yang merasakan aura dingin di ruangan tersebut, hanya menggedikan bahu tak peduli .Karena baginya melihat orang tua nya berdebat adalah hal yang sangat langka.
Dika dan Yuli adalah gambaran keluarga muda yang harmonis, bahkan nyaris tak ada pertengkaran di antara mereka.Setiap kesalahpahaman selalu di selesaikan dengan kepala dingin.
Bahkan selalu ada pihak yang mau mengalah, bukan karena kalah tapi bukan kan pasangan kita adalah satu dengan tubuh kita.
__ADS_1
Jika ada orang yang membenci pasangannya, maka ia di pastikan membenci dirinya sendiri. Bukankah semua masalah selalu ada masalah, tapi jadikan hal tersebut sebagai hal untuk saling mengerti.
" Davin maksudnya kamu apa bicara seperti tadi"? Tanya Dika kepada putra nya tersebut.
" Memangnya tadi Davin bicara apa sih pa , mungkin Papa salah dengar kali"?Davin pura pura lupa
" Heii Papa kenapa kamu bicara seperti itu, kepada anak kamu.Seharus nya yang tanya seperti itu aku bukan nya kamu, kenapa malah kebalik"? Yuli mendelik kesal
" Ya istri ku sayang, sudahlah jangan marah lagi dong.Mana ada sekertaris seksi di kantornya Papa". Bujuk Dika kepada Yuli
" Yang tanya ada sekertaris seksi itu siapa"? Tanya Yuli
" hoho Papa selamat berjuang, Mama tenang saja anak mu ini selalu mendukung dirimu". Davin menimpali
" Papa stop bentak anak ku, ayo nak kita makan Yuk.Jangan pedulikan si aki aki kalau lagi marah, anggap saja angin yang lagi numpang lewat". Ucap Yuli sambil menarik tangan nya Davin.
" Ya Mama kok tega sih, masa suaminya di cuekin sendiri". Ujar Dika memelas
" Ma sudah lah masa tega sama Papa, memangnya Mama tega lihat Papa seperti itu.Lagian tadi aku hanya bercanda doang, sekertaris Papa kan sudah emak emak.Bodi nya pun sudah pada melar semua, kalau berbanding dengan Mama ku mah kalah jauh". Davin coba mencairkan suasana.
" Iya Ma sudah lah jangan marah lagi Ya, masa Mama tega sama suami sendiri ". Dika menimpali
__ADS_1
" Ya sudah ayo makan, jangan bahas soal yang tak jelas". Sahut Yuli dingin
Ketiganya makan dengan sesekali berbincang ringan, dan di selingi tawa. Davin merasa bersyukur, karena mempunyai orang tua seperti Dika dan Yuli.
" Vin jangan lupa kasih kabar ke Silvia, kalau kamu bakalan lanjutkan sekolah di Amerika ". Yuli mengingatkan
" Nanti sajalah Ma, kalau sudah sampai di sana".Tolak Davin
" Lho memangnya kenapa, apa kamu tak mencintai Silvia lagi. Dan kamu tega membiarkan dia marah, dan sakit hati karena kamu pergi tak bilang.
" Bukanya seperti itu, tapi biarkan dia memendam rindu kepada Davin. Supaya saat aku kembali dia akan lengket seperti prangko".Ujar Davin
Yuli hanya menggeleng kepala , mendengar pola pikir putra nya itu. Di saat semua orang berat meninggalkan orang yang di cintai, tapi justru anakny itu berbeda. Ia bahkan seolah tak peduli, dan membebaskan semua ruang gerak nya Silvia.
" Ya ya terserah kamu saja, tapi suatu saat Silvia nya di ambil orang ya apa boleh buat". Ujar Yuli pasrah.
" Jangan bicara seperti itu dong Mam". Davin merajuk.
Kini ketiganya sudah selesai makan, dan Davin pamit lebih dahulu ke tempat tidur. Ia beralasan untuk packing semua barang yang akan di bawa nya.
Dalam hati kecilnya, ada niat ingin menghubungi Silvia, namun melihat respon yang Silvia tunjukkan tadi sore. Membuat nya mengurungkan niat nya itu, ia ingin membiarkan Silvia untuk berpikir.
__ADS_1
" Aku selalu mencintaimu baik ada ataupun tiada dirimu. Ingat jaga diri baik baik, tunggu aku untuk kembali jangan nakal dan jaga mata ". Gumam Davin sambil melihat foto Silvia di dinding kamarnya itu.